Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-15


__ADS_3

Lili melihat Arata mengejarnya menggunakan motor, dia langsung menyalip mobil yang ada di depannya. Begitu pun dengan Arata, Lili tidak tahu bahwa Arata pun bisa di bilang hebat dalam balapan motor.


Mereka saling mengejar, terjadi salip-menyalip antara mereka berdua. Lili tak mau kalah, dia semakin menambah kecepatan motornya.


Maru yang mengikuti tuan dan Nonanya dari belakang menggunakan sepeda motor juga. Sedangkan para pengawal menggunakan mobil mengikuti dari belakang.


Maru sungguh dikejutkan oleh nonanya sendiri, selain bisa bela diri dia juga bisa menunggangi sepeda motor. "Sungguh kalian pasangan yang serasi Nona dan Tuan!" gumamnya.


Ckitttt!


Lili menekan dan menginjak rem motornya hingga tergelincir, dia menghindari seorang wanita yang menyebrang. Lili pun terjatuh dia berguling di jalanan.


Untung saja keadaan jalan sedang sepi dari pengendara mobil, sehingga tubuh Lili tidak tertabrak mobil. Arata yang melihat Lili terjatuh, segera mendekati Lili. Dia turun dari motornya, dengan cepat dia berlari menghampiri Lili.


Lili yang masih tersadar berusaha berdiri, namun kakinya terasa lemas sehingga dia terjatuh. Arata berusaha membantunya, akan tetapi Lili menepis lengan Arata.


Lili masih berusaha berdiri sendiri, dia ingin berdiri dengan kekuatannya sendiri. Arata yang melihat begitu keras kepalanya Lili, langsung menggendong Lili dan mendudukkannya di dalam mobil.


Maru menyuruh para pengawal untuk mengurus motor yang dipakai nona dan tuan. Sedangkan Maru membawa nona ke rumah sakit, untuk memeriksa lebih lanjut jikalau terdapat luka yang serius.


Begitu samapai di rumah sakit, Lili segera di tangani oleh dokter dan perawat. Untungnya hanya luka lecet yang di deritanya oleh Lili. Setelah diperiksa Lili meminta untuk pulang ke rumah, karena dia tidak suka dengan suasana di rumah sakit.


Arata tidak mengijinkan Lili untuk pulang, dia ingin Lili beristirahat di rumah sakit. Karena khawatir dengan luka kaki Lili yang mengharuskannya tidak boleh banyak berjalan. Jika di rumah Lili pasti tidak menuruti anjuran dokter.


"Aku tidak mau tahu, intinya aku akan pulang sekarang! Jika kau tidak mau! Aku bisa pulang sendiri!" unjar Lili pada Arata.


Arata masih tidak mengijinkan Lili untuk pulang, mendengar jawaban Arata Lili berusaha berdiri dari ranjang. Dia ingin berjalan pergi sendiri untuk pulang.


Brugggg!


Lili terjatuh, dia tidak bisa berjalan dengan kakinya. Dia tidak sadar dengan luka di kakinya. Yang ada dalam hati dan pikirannya adalah pergi dari rumah sakit.


Arata kesal dengan sikap kerasa kepalanya Lili, dia pun menggendong Lili serta menyuruh Maru untuk mengurus semuanya. Arata mendudukkan Lili dibangku mobil, mereka tidak mengeluarkan sepatah katapun.


Maru pun tiba dengan beberapa obat yang harus di konsumsi oleh Lili. Dia masuk ke dalam mobil untuk mengantar nona dan tuannya menuju rumah. Suasana di dalam mobil begitu sepi, Maru mengintip dari kaca spion tuan dan nonanya hanya diam.


Mobil terhenti di depan rumah, Lili membuka pintu mobil dia hendak berjalan sendiri meski dia tahu kakinya masih sakit. Arata langsung menggendong Lili tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!"

__ADS_1


Arata menghiraukan semua yang dilontarkan oleh Lili, dia terus menggendongnya hingga memasuki kamar. Dia mendidikan Lili di atas ranjang, setelah itu dia masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri.


Badan Lili terasa lengket, dia ingin berendam untuk menghilangkan keringat yang menempel di tubuhnya. Dia berusaha berdiri, dia mengeluarkan semua kekuatannya untuk berjalan perlahan.


"Apa yang kau lakukan?!"


Lili tak menjawab, dia masih kesal dengan semua yang dia alami hari ini. Arata menghampiri Lili dia menggendongnya kembali ke atas ranjang.


"Aku ingin berendam! Tubuhku lengket!"


Arata tersenyum akhirnya Lili mengeluarkan suaranya, itulah yang di tunggu-tunggu oleh Arata. Dia pun pergi masuk ke dalam kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk berendam Lili.


"Buka pakaianmu! Airnya sudah siap, nanti ku gendong kau!"


Lili tidak mau membuka pakaiannya, dia akan berjalan sendiri untuk masuk ke kamar mandi. Dia pun akan membuka pakaiannya di dalam kamar mandi sehingga tubuhnya tidak di lihat Arata.


Arata tahu Lili masih malu menunjukkan semua lekuk tubuhnya, pikirnya buat apa dia malu padahal Arata sudah melihat seluruh lekuk tubuhnya tanpa sehelai kain.


"Aku sudah melihat semuanya, jadi untuk apa kau menutupinya dari ku?" bisik Arata ditelinga Lili.


Lili tersipu malu, mukanya memerah seperti kepiting rebus. Arata yang melihat wajah Lili memerah tersenyum, timbullah niat jahilnya. Dia membuka satu per satu kancing kemeja Lili. Dia tidak menyadari bahwa Arata sudah membuka beberapa kancing bajunya.


Saat tersadar kancing bajunya sudah terbuka, Lili penepis tangan Arata. Dia langsung menutup tubuhnya yang sudah terbuka, Arata terkekeh melihat sikap Lili seperti ini. Menurutnya Lili begitu menggoda.


Lili pun hanya diam menerima perlakuan lembut Arata, digendongnya kembali Lili dan mendudukkannya di dalam bathtub. Arata mengatakan bahwa kaki yang terlukanya tidak boleh terkena air. Sehingga salah satu kakinya dijulurkan keluar bathtub.


Lili duduk berendam dengan nyaman, dia menikmati berendamnya. Arata membasahi rambut panjang Lili, mengambil sampho lalu mencuci rambut Lili. Memijat kepala Lili dengan lembut, dia begitu menikmati perlakuan lembut Arata.


Setelah selesai Arata membasuh seluruh tubuh Lili, dipakaikan handuk kimono padanya. Dia menggendong kembali Lili serta mendudukkannya di atas ranjang.


Lili sangat menikmati semua perhatian yang diberikan oleh Arata, sehingga dia mulai melupakan kekesalannya hari ini. Lili pun tertidur, dia sudah lelah dengan semua yang dia jalani hari ini.


***


Dua hari telah berlalu, kaki Lili sudah membaik namun dia belum bisa berjalan seperti biasanya. Dia masih merasakan sakit jika berjalan lama atau cepat.


Selama Lili dalam masa penyembuhan kakinya, Arata membawa semua pekerjaannya ke rumah. Dia tidak ingin meninggalkan Lili sendirian di rumah, meski di rumah banyak pelayan yang bisa membantunya.


Maru memberikan informasi bahwa ada masalah sebuah resort di Korea. Itu mengharuskan Arata untuk pergi ke Korea, dia tidak mau meninggalkan Lili sendiri. Dia menyuruh Maru untuk menyiapkan kepergiannya beserta Lili.

__ADS_1


Lili yang tidak ingin ikut terpaksa ikut karena Arata tidak memberikan pilihan yang bagus. Lili menggerutu terus menerus dia tidak ingin ikut ke Korea, masih banyak pekerjaan yang harus dia lakukan.


Arata terkekeh melihat Lili terus menerus menggerutu, dia berjalan mendekati Lili. Dikecupnya bibir merah merona Lili, melihat Lili yang terkejut dengan serangannya Arata tersenyum.


Dia melayangkan kembali kecupannya, dengan sangat lembut. Entah mengapa Lili sangat menikmati semuanya, dia membalas kecupan Arata. Mereka berdua begitu menikamnya sehingga membuat terlena.


Lili tersadar dia melepaskan ciumannya, dia teringat kembali Arata yang menyebut nama wanita lain. Arata heran dengan sikap Lili, ingin rasanya dia bertanya ada apa dengannya? Namun pertanyaan itu tidak pernah terlontar dari mulut Arata.


Arata juga berpikir mungkin Lili masih sangat mencintai Malik, sehingga dia menghindar darinya. Setiap memikirkan Malik membuta hati Arata kesal dan sedih.


Mereka belum membicarakan apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada dari mereka berdua yang mau memulai pembicaraan mengenai masalah mereka. Yang ada didalam pikiran Arata bahwa Lili sangat mencintai Malik.


Sedangkan Lili berpikir bahwa Arata sangat mencintai Fumiko, dia sangat ingin tahu seperti apa Fumiko itu. Sehingga dia tidak bisa melupakannya.


Arata mengecup kening Lili, lalu pergi meninggalkannya. Saat ini yang ada di dalam pikiran Arata adalah memberikan semua perhatiannya pada Lili. Jika suatu hari Lili ingin berpisah dengannya dia akan melepaskannya demi kebahagiaannya.


"Jika suatu hari nanti kau bertemu dengan wanita yang kau cintai, aku akan melepaskanmu Arata! Selama kau belum meminta perpisahan dariku, aku akan memberikan seluruh perhatianku padamu!" gumam Lili yang melihat Arata pergi meninggalkannya.


Lili merasa bosan di dalam kamar, dia berjalan perlahan keluar menuju taman belakang. Saat berjalan menuju taman dia berpapasan dengan Maru, dia pun bertanya mengenai Fumiko. Maru berusaha menghindar dari pertanyaan ini, memilih menjawab tidak tahu dan pergi meninggalkan Lili.


Lili tahu bahwa Maru mengetahui tentang wanita itu, namun dia tidak mau mengatakannya pada Lili. Dia berjalan secara perlahan menahan rasa sakit di kakinya. Dia duduk di kursi dalam sebuah gazebo.


Dilain tempat Maru mengatakan kembali bahwa Lili bertanya tentang Fumiko pada tuannya. Arata tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Maru.


"Dimana kau bertemu dengan Lili?!"


Arata bertanya pada Maru keberadaan Lili, Maru pun mengatakan bahwa dia bertemu dengan nona Lili di taman belakang. Mungkin saat ini nona Lili sedang duduk di gazebo taman belakang.


Arata pun langsung pergi meninggalkan Maru, menuju taman belakang. Ternyata benar Lili sedang duduk di dalam gazebo, Arata ingin langsung menghampirinya. Namun dia belum siap dengan semua jawaban yang akan diberikan pada Lili.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2