Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 89


__ADS_3

Aku menunggu Alex yang sedang berada di dalam kamar mandi. Sambil membaca sebuah buku parenting tentang kehamilan, tanpa kusadari Alex sudah duduk di sampingku.


"Sayang!"


"Apa!" Jawabku.


"Besok kita jalan yuk?" Alex bertanya padaku.


"Jalan kemana?" Tanyaku.


"Rahasia dong, pokonya besok kita pergi ke suatu tempat ya!" Alex berkata.


"Tidak mau ahh!" Jawabku singkat.


"Loh kok ga mau sih Yang?"


"Habis kamu ga kasih tau aku mau ke mana!"


"Ya kalau aku kasi tau kamu bukan kejutan dong namanya!" Jawab Alex padaku.


"Iya iya deh, besok aku ikut kemanapun kau membawaku," aku berkata pada Alex.


Alex yang mendengar perkataan ku langsung memelukku lembut dan mengecup keningku.


"Sudah membacanya, kita tidur sekarang!" Alex berkata sambil mengambil buku ku.


Aku pun menurutinya, dia mendekatiku dan memelukku tangannya memegang dan mengelus lembut perutku sambil mengucapkan sebuah doa. Akhirnya aku tertidur dalam pelukannya.


Subuh-subuh kami bangun dan melakukan shalat bersama, entah kenapa semenjak aku hamil badanku selalu mudah merasa lelah. Dan setiap pagi aku selalu mual-mual, Alex selalu membantuku disaat aku mual-mual dengan memijit tengkuk leherku dan punggungku. Mudah-mudahan rasa mual dan cepat lelahku hanya dirasakan pada trisemester pertama saja.


"Sudah baikan sayang?" Tanya Alex padaku.


"Iya sudah agak mendingan sayang!" Jawabku pada Alex.


Alex pun menggendong ku dan aku berkata, "kenapa kau menggendong ku?"


"Tidak apa-apa, aku suka melakukan ini pada mu!" Jawab Alex disertai senyum lembutnya.


Beberapa jam kemudian, aku sudah siap untuk pergi karena Alex berencana membawaku ke sebuah tempat yang entah dimana. Meski ku bertanya dengan ekspresi manis dan manjaku itu tidak berpengaruh.

__ADS_1


"Kau sudah siap sayang?" Alex bertanya padaku dengan lembut.


"Iya aku sudah siap, kita bisa pergi sekarang!" Jawabku pada Alex.


Kami pun pergi menuju tempat yang akan ditunjukkan kepadaku. Kami menelusuri jalanan kota, dan sampailah ke sebuah tempat yang sangat asing bagiku. Di setiap jalan ditumbuhi pohon-pohon rindang sehingga membuat teduh. Mobil kami berhenti di sebuah taman bunga yang sangat indah. Alex mengajak ku untuk turun dari mobil, aku pun mengikutinya.


"Ayo sayang!" Alex berkata dan memegang tanganku untuk membantuku keluar dari mobil.


Akupun mengiyakan kulihat pemandangan yang sangat indah sekali. Banyak bunga-bunga yang tumbuh di taman ini dengan berbagai jenis bunga dan warna yang begitu indah.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Alex padaku.


"Iya aku menyukainya," jawabku dengan memberikan senyuman hangat ku padanya.


Alex menuntunku untuk berjalan menelusuri taman itu, setelah memasuki taman itu lebih jauh ternyata ada sebuah bangunan yang sangat indah. Tapi disana banyak anak-anak yang sedang bermain dengan gembiranya. Aku bingung sebenarnya tempat apa ini? Kenapa Alex mengajakku kemari.


"Sayang kenapa kau mengajakku kemari?" Tanyaku pada Alex.


"Ini adalah taman khusus kubuat untuk mu sayang." Jawab Alex dengan lembut.


"Yang kutanyakan adalah bangunan itu? Kenapa banyak anak-anak disana?"


"Ohh itu adalah tempat singgah bagi anak-anak yang di telantarkan oleh orangtuanya, aku membangun semua ini adalah hadiah untukmu. Sebuah taman yang indah menandakan kecintaan kita padamu. Sedangkan rumah singgah itu menandakan rasa syukur ku kepada Yang Maha Kuasa karena sudah mempertemukan kita." Jawab Alex dengan penuh rasa syukur.


Beberapa saat kemudian, ada seorang wanita yang sudah berumur menghampiri kami.


"Selamat pagi Tuan dan Nonanya Alex, kami sudah menunggu kedatangan kalian!" Sapa wanita tersebut.


Alex yang tahu kebingungan ku dengan kedatangan wanita tersebut menjelaskan padaku.


"Sayang ini adalah Ibu Yeni, dia lah yang mengurus semua tempat ini!"


"Ohh begitu, salam kenal dari saya Bu Yeni!" Aku berkata dengan mengulurkan tangan ku untuk berjabat tangan dengannya.


"Senang berkenalan dengan anda Nyonya Alex!" Jawab Bu Yeni dengan menerima uluran tanganku.


Aku pun tersenyum ternyata Bu Yeni ini adalah wanita yang lembut, aku jadi teringat dengan Ibu Sinta. Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima disisi -Nya dan diampuni segala dosa-dosanya.


"Mari kita kedalam!" Bu Yeni berkata dan mengajak kami ke dalam.

__ADS_1


Kami pun mengikutinya kedalam, sungguh indah pemandangan disini, dan aku melihat anak-anak bermain dengan gembira. Alex sedang mengobrol serius dengan Bu Yeni, seperti sedang membicarakan hal yang penting. Aku merasa bosan hanya duduk saja, akhirnya kuputuskan untuk keluar dan bermain dengan anak-anak.


Aku duduk di kursi yang tersedia di halaman, aku melihat dengan jelas keceriaan mereka saat bermain. Aku memikirkan tentang anak-anak ku jika mereka sudah lahir dan sudah sebesar mereka. Pasti anak-anak ku akan senang bermain seperti mereka, tanpa kusadari seorang anak menghampiri ku.


"Nyonya, apakah kau sedang mengandung?" Tanya nya padaku dengan suara lucunya.


"Iya sayang, kok kamu tahu kalau aku sedang mengandung?" Jawabku padanya.


"Hmmm aku tahu saja, entah kenapa aku selalu tahu apa yang ingin ku ketahui!" Jawabnya dengan suara polosnya.


"Siapa namamu sayang?" Tanyaku pada gadis kecil ini.


"Namaku Santi!"


"Santi sangat manis, sudah lama kah Santi di tempat ini?"


"Aku baru beberapa minggu disini, tapi aku bersyukur bisa tinggal disini. Semuanya baik padaku, tidak ada yang berbuat jahat padaku, bahkan orang tuaku sendiri membuang ku!"


Aku pun terhanyut dengan cerita Santi, aku memeluknya dengan hangat. Begitu banyak anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Aku bersyukur Alex membangun tempat ini untuk mereka. Ternyata suami ku bukan sepenuhnya berhati kejam seperti dalam dunia bisnisnya. Entah kenapa aku merasa khawatir dengan dirinya yang dikelilingi banyak musuh.


"Nyonya tidak perlu khawatir dengan semuanya, aku nyakin nya ya bisa menjalani semuanya dengan kekuatan yang Nyonya miliki. Karena aku nyakin dengan Nyonya!" Santi berkata sambil pergi berlari meninggalkan ku.


Aku bingung dengan yang dia katakan, tapi dalam ucapan ya tersirat sesuatu hal yang memberikan ku sebuah kekuatan. Entah apa itu yang pasti aku harus kuat dan aku pasti bisa.


"Sayang, aku mencarimu kemana-mana ternyata kau ada disini!"


"Ohh aku tadi sedikit bosan, kuputuskan untuk jalan-jalan tetapi akhirnya aku hanya duduk dan mengobrol dengan gadis kecil yang sangat lucu." Jawabku pada Alex.


"Apakah kau senang melihat semua ini?"


"Iya aku sangat senang sayang, aku tidak mengira kau bisa membuat semua ini!"


"Jika anak-anak kita sudah lahir dan besar mereka bisa bermain disini!" Ucap Alex dengan khayalan nya.


"Iya anak-anak pasti akan sangat bergembira bermain bersama yang lainnya," Timpal ku.


____________________________________________


Sampai ketemu di bab berikutnya 😊

__ADS_1


aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚


ku tunggu dukungan kalian ya jangan lupa vote biar aku semakin maju ke depan kalau tidak juga tak masalah 😏


__ADS_2