Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-76


__ADS_3

"Bersiaplah, malam ini kita akan menghadiri sebuah pesta!" ucap Nathan pada Sella.


Sella mengangguk tetapi dia tidak memiliki gaun untuk ke pesta malam ini. Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah butik untuk membeli sebuah gaun.


Namun, sebelum pergi ada seseorang yang mengetuk pintu kamar hotel. Sella membuka pintu kamar hotel lalu dia melihat seorang pria mengantarkan sebuah kotak.


Sella bingung siapa yang memesan tetapi tertera namanya di kotak tersebut. Dia membawa masuk kotak itu lalu membukanya, rupanya di dalam kotak itu ada sebuah gaun yang sangat indah.


"Sudah tiba paketnya?" Nathan bertanya pada Sella.


"Sudah," jawab singkat Sella.


Setelah itu Nathan pamit pergi untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Setelah urusannya selesai dia akan menjemput Sella untuk ke pesta malam ini.


Sella menunggu Nathan di kamar hotel, dia berniat untuk jalan keluar. Namun, dia batalkan karena sebentar lagi pasti sudah harus bersiap untuk menghadiri pesta.


Yang dilakukan hanya menonton dan mengecek email yang masuk. Selama ini Sella selalu bekerja mengurus bisnisnya tetapi dia menyembunyikan semuanya dari Nathan.


Karena Nathan tidak suka jika dia tidak ada di rumah, mungkin karena rasa dendam padanya yang membuat Nathan mengekangnya. Namun, sekarang teras berbeda sikap Nathan pada Sella sedikit demi sedikit berubah.


Akan tetapi Sella masih belum bisa percaya begitu saja dengan Nathan. Mungkin dia sudah lelah dengan sikap Nathan yang selalu menyakitinya. Sehingga hatinya mulai berubah, meski rasa cintanya pada Nathan tidak akan hilang begitu saja.


"Sekarang yang akan aku lakukan adalah melindungi Lili dari kejahatan paman! Sambil membalas perbuatan paman pada kedua orangtuaku." Sella bergumam.


Ponsel Sella berbunyi dia melihat siapa yang menghubunginya, tertera nama Lili. Dia langsung mengangkatnya, Lili mengatakan akan bekerjasama dengannya untuk membalas perbuatan sang paman.


Namun Lili memberikan persyaratan pada Sella, salah satunya adalah Sella harus belajar ilmu bela diri. Karena itu sangat penting baginya agar dia bisa melindungi dirinya sendiri.


Sella menyetujui apa yang menjadi syarat dari Lili, lagi pula itu juga demi kebaikannya. Mulai saat ini Sella bertekad tidak akan mengalah demi siapa pun, dia akan bertahan dengan apa yang sudah menjadi keputusannya.


Sella juga tidak akan menjadi wanita lemah di hadapan Nathan. Dia akan kembali seperti dirinya yang dulu, seorang wanita yang berjuang demi keinginannya tetapi tidak akan menyalahi norma yang ada.


Tidak terasa hari sudah sore, Sella bergegas untuk bersiap sehingga saat Nathan menjemputnya dia sudah siap. Seperti layaknya wanita lain, Sella juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk bersiap.


Nathan tiba di kamar hotel, dia bergegas masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri lalu bersiap. Sehingga dia tidak memperhatikan dengan jelas Sella yang sedang bersiap.


Setelah membersihkan diri dia keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju almari gumam mengambil pakaiannya. Dia melihat Sella yang sudah siap.


Matanya selalu tertuju pada Sella hingga dia tidak berkedip, Sella yang sadar jika sedang diperhatikan oleh Nathan. Berbalik dan melihat Nathan yang bergeming.


Sella menghampiri Nathan, lalu dia melambaikan tangannya guna menyadarkannya dari lamunan. Namun, Nathan masih bergeming lalu dia menggoyangkan tubuh Nathan secara perlahan.


"Nathan..., Apa yang terjadi?" tanya Sella pada Nathan.


Nathan tersadar dari lamunannya, dia terlihat malu akan yang baru saja terjadi. Karena ini kali pertama bagi Nathan melihat Sella yang terlihat sangat memesona.


Jika dulu meski Sella berdandan sangat cantik, Nathan tidak pernah terpesona. Namun, sekarang mengapa terasa sangat berbeda. Sebenarnya apa yang terjadi pada Nathan.


Sella melihat dasi Nathan belum terpasang, dia mengambil dasi yang ada di tangan Nathan lalu memasangkannya. Nathan melihat Sella yang tepat di depannya, sehingga terdengar napas Sella yang lembut.


Hati Nathan berdetak kencang, dia tidak tahu apa yang terjadi padanya. Jika berdekatan dengan Sella dia merasakan hal yang aneh dengan detak jantungnya. 'Apakah aku harus memeriksakan keadaanku pada dokter?' batinnya.


"Sudah selesai, ada apa dengan wajahmu? Apa kau sakit? Jika sakit lebih baik tidak usah pergi!" Sella berkata pada Nathan karena melihat wajahnya memerah.


Sella menpelkan keningnya dan kening Nathan guna mengecek suhu tubuh Nathan. Ternyata suhu tubuhnya normal tetapi Sella semakin aneh dengan wajah Nathan yang semakin memerah.


Saat Sella hendak bertanya kembali tentang keadaan Nathan, ponsel Nathan berdering sehingga dia bergegas mengambil ponselnya. Nathan bernapas lega karena bisa menghindari sikap Sella yang begitu perhatian.


"Ayo kita pergi!" ucap Nathan pada Sella yang sudah siap untuk pergi.


Nathan mengulurkan tangannya seraya agar Sella memegang lengannya untuk berjalan menuju mobil. Karena Nathan melihat gaun yang dipakai oleh Sella menjuntai hingga laintai. Pikirnya mungkin Sella akan sedikit kesulitan saat berjalan.


Sella menyambut uluran tangan Nathan sembari tersenyum manis, baginya ini pertama kali Nathan bersikap manis padanya. Mungkin malam ini dia akan selalu bersikap manis karena banyak client-nya yang hadir.


Saat berjalan mereka berjalan menuju mobil, banyak orang yang menatap. Terlihat beberapa pasangan saling berbisik, menanggalkan bahwa Sella dan Nathan merupakan pasangan yang sangat serasi.


Sella mengabaikan semua perkataan mereka, dia masih berjalan dengan santainya. Lalu mereka tiba di depan mobil, mereka masuk kedalam mobil.


Suasana di dalam perjalan menuju pesta seperti biasa mereka sama sekali tidak banyak bicara. Sehingga sang sopir meminta izin untuk memutarkan sebuah lagu.


Nathan mengijinkannya lalu terdengar nyayian artis negara ini, begitu merdu suara mereka. Sella merasa tenang saat mendengar nyanyiannya, meski dia tidak mengerti dengan bahasanya.


Tidak terasa mereka tiba di lokasi pesta malam ini, terlihat beberapa tamu yang baru tiba. Semuanya terlihat sangat berbeda bagi Sella. Namun, dia harus berusaha agar tidak membuat malu Nathan.


Sella tidak menyadari jika Nathan sudah membukakan pintunya lalu mengulurkan tangannya. Guna membantunya turun dari mobil, dia begitu terkejut dengan perlakuan Nathan terhadapnya.


'Mungkin ini hanya sandiwaranya saja,' batin Sella berkata.


Mereka berjalan terlihat bak pasangan yang saling mencintai, penuh dengan perhatian antar pasangan. Membuat iri hati setiap orang yang melihatnya.


Malam ini di pesta ini, Sella harus bersikap sewajarnya agar tidak membuat Nathan marah karena sikapnya. Meski sekarang ini dia tidak pernah marah pada Sella.


Namun, entah mengapa semenjak Nathan keluar dari jeruji besi dia tidak takut akan siksaannya. Sella membuat hatinya merasa bebas, sehingga dia tidak peduli lagi tetapi rasa cintanya pada Nathan masihlah sangat besar.


Sella berdiri dengan anggunnya ditambah dengan gaun menjuntai hingga lantai yang di kenakannya. Beberapa wanita selalu memperhatikannya. Entah itu mengenai gaun atau make-up Sella, semua di bicarakan.

__ADS_1


Meski mereka berbisik-bisik Sella tahu mereka sedang memperhatikannya. Namun, dia tidak ingin berurusan dengan para wanita pencari masalah.


"Aku merasa kesal jika berada di tempat seperti ini," gumamnya Sella.


Saat ini Sella hanya berdiri seorang diri karena Nathan sedang berbicara dengan seorang client. Dan client tersebut tidak ingin ada seorang wanita di dekatnya jika sedang bicara tentang bisnis.


"Apa kau kesal dengan mereka?" ucap seorang pria yang sudah ada dibelakang Sella.


Sungguh terkejutnya Sella saat melihat pria yang ada di hadapannya sskarang ini adalah Hasan. Dia adalah temannya sewaktu sekolah di perguruan tinggi.


Hasan pun mulai menemani Sella yang sedang sendirian, rupanya dia selalu menunggu Sella. Karena dia memiliki perasaan pada Sella sehingga dia samapai saat ini belum bisa melupakannya.


Karena bagi Hasan melupakan seseorang yang begitu spesial tidaklah semudah yang dipikirkan oleh orang. Memang berkata mudah untuk melupakan seseorang yang sangat spesial.


Namun, kenyataannya bagi Hasan sangat sulit untuk melupakan Sella. Sampai saat ini dan detik ini juga, mungkin jika Hasan tahu penderitaan Sella. Maka dia akan membawa Sella pergi jauh dari Nathan dan berusaha agar Sella mau menerima cintanya.


"Apa kau masih belum bisa menerima cintaku?" tanya Hasan pada Sella.


Sella tersenyum, dia tidak mengatakan apa-apa tetapi bisa terlihat dengan jelas jawabannya. Hasan hanya bisa terdiam tetapi dia tidak akan melupakannya, meski sekarang dia tidak bisa mendapatkannya.


"Kita bisa menjadi teman -kan? Karena itu lebih erat hubungannya, tidak pernah ada kata putus dari seorang teman." jawab Sella pada Hasan.


Hasan tersenyum mendengar jawaban dari Sella lalu dia berkata, "Kau tidak berubah Sella, selalu dan selalu akan mencintai Nathan."


"Iya, aku akan selalu mencintainya hingga akhir hayatku." timpal Sella sembari tersenyum.


Mereka tidak menyadari ada sepasang bola mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Yaitu seorang wanita yang sangat cantik, dia terbakar api cemburu karena melihat pria yang dia cintai bersama wanita lain.


Wanita cantik itu bernama Rabeea, dia sejak lama menunggu cinta dari Hasan. Tidak sedetik pun dia melupakan Hasan, di hatinya hanya selalu ada dia. Padahal banyak pria yang mengejarnya tetapi dia menghiraukannya.


Akan tetapi jika dia mengejar Hasan malah Rabeea yang dihiraukan oleh Hasan. Selain Rabeea ada sepasang bola mata juga yang memperhatikan keakraban Sella dan Hasan yaitu Nathan.


Nathan terlihat kesal jika melihat Sella begitu bahagia dengan pria lain. Dia merasa ada yang aneh dengan hatinya, terasa ada yang membuat hatinya terluka.


Setelah berbicara dengan client-nya, Nathan bergegas menghampiri Sella. Dia ingin tahu siapa pria yang sudah membuat Sella tertawa bebas seperti itu. Sella terasadar melihat Nathan yang sudah berdiri di belakang Hasan, lalu dia mengenalkan Hasan pada Nathan.


"Rupanya ini pria yang begitu kau cintai, sehingga kau tidak menerima cintaku!" ucap Hasan dengan nada menggoda.


Hasan memang tahu nama Nathan tetapi dia tidak mengenal wajah Nathan. Sedangkan bagi Nathan ini adalah pertama kali dia bertemu dengan Hasan.


Setelah beberapa saat mereka menjadi akrab dan berbicara tentang bisnis. Rupanya Hasan juga berbisnis yang bisa berhubungan dengan Nathan.


Hasan juga berniat untuk menjalin kerjasama dengan Nathan, itu merupakan sebuah peningkatan bagi perusahaan Nathan kelak. Namun, Nathan masih merasa khawatir jika Sella akan di rebut oleh Hasan dari tangannya.


"Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan merebut wanitaku!" Lirih Hasan pada Nathan.


Akan tetapi apa yang dilihat oleh Hasan tidak dapat terlihat oleh Sella. Karena Sella belum sepenuhnya percaya akan Nathan, baginya Nathan masih sangat mencintai Lili bukan dirinya.


Dari arah belakang Sella sudah ada Rabeea yang sudah siap akan menumpahkan segelas minuman yang ada di tangannya. Karena rasa cemburu yang kuat membuat dia berani melakukan hal yang gila.


Byiurrr!


Rabeea menumpahkan segelas minumannya ke arah Sella, sehingga tatapan semua orang tertuju padanya. Karena orang-orang tahu jika Rabeea sangat mencintai Hasan tetapi Hasan selalu saja menghindar darinya.


"Apa yang kau lakukan Rabeea?!" bentak Hasan padanya.


"Jadi inilah alasanmu menolak ku selama ini hah?!" jawab Rabeea dengan nada kesal.


Sella hanya bisa tersenyum, karena dia juga dulu pernah melakukan itu pada wanita yang mendekati Nathan. Sehingga dia tidak marah sedikit pun pada Rabeea.


"Kau sangat mencintai Hasan?" tanya Sella sembari tersenyum hangat.


Namun, itu membuat Rabeea semakin kesal. Dia merasa jika senyumnya itu merupakan sebuah ejekan karena dia sudah mengejar-ngejar pria yang sama sekali tidak mencintainya.


"Iya aku sangat mencintainya! Tetapi dia selalu saja menghindariku atau langsung menolakku! Mungkin ini semua adalah ulahmu hah!" jawab Rabeea dengan marahnya pada Sella.


Karena emosi yang meluap-luap pada diri Rabeea membuat semua mata menuju ke arah mereka. Namun mereka tidak peduli apalagi Sella, dia malah senang dengan apa yang terjadi malam ini.


Karena dia bisa bernapas lega akhirnya Hasan sudah menemukan wanita yang sangat mencintainya. Namun, Hasan belum menyadari jika dia mulai memiliki perasaan terhadap Rabeea.


Hasan semakin kesal dengan tindakan Rabeea malam ini, akhirnya dia menarik tangan Rabeea dengan kuat untuk keluar dari ruangan pesta malam ini. Semua orang berbisik-bisik, sepertinya mereka mencemooh perbuatan Rabeea.


"Ayo kita kembali ke hotel!" ucap Nathan seraya perintah yang harus dilaksanakan.


Sella mengangguk lalu dia mengikuti Nathan yang sudah berjalan di depannya. Namun, Nathan mengurangi kecepatan langkah kakinya sehingga mereka berdua berjalan berdampingan.


Nathan menghentikan langkahnya sejenak untuk membuka jas yang digunakannya. Lalu dia memakaikan jasnya itu pada Sella karena gaun Sella sudah basah akibat di siram oleh Rabeea.


Sella terdiam, dia tahu pasti Nathan sangat marah karena sudah berbicara dengan pria lain selain dirinya. Dia mulai menguatkan dirinya untuk bisa menahan semua rasa sakit akibat hukuman yang diberikan oleh Nathan.


Nathan membuka pintu mobil lalu menyuruh Sella untuk masuk, setelah itu mobil berjalan menuju hotel. Dalam perjalan Sella berpikir apakah hukuman yang akan diberikan oleh Nathan lebih menyakitkan dibandingkan dulu.


Semua pikiran buruk muncul dalam benak Sella, rasa takut itu kali menghantuinya. Meski dia berusaha untuk kuat dan tidak memikirkan hal tersebut. Namun, dia masih saja memikirkannya.


Mobil terhenti, tidak terasa Sella sudah tiba di hotel tempat dia dan Nathan menginap. Sikap Nathan masih lembut padanya tetapi dia tidak tahu apa yang akan dilakukan pada saat tidak ada orang yang melihatnya.

__ADS_1


Setelah memasuki kamar hotel, Sella bergegas memasuki kamar mandi guna membersihkan diri. Namun, dia melupakan sesuatu lagi yaitu dia tidak membawa handuk.


Nathan hanya diam menunggu Sella selesai membaca diri, dia tahu jika Sella merasa ketakutan terhadapnya. Mungkin Sella takut akan di hukum olehnya itu yang ada dalam benak Nathan saat ini.


Tidak ada sedikit pun pemikiran Nathan untuk menghukum Sella seperti dulu. Karena dia sudah tidak ada keinginannya untuk membalas dendam padanya. Rasa dendam dan benci sekarang sudah berubah menjadi rasa sayang dan cinta.


Nathan merasa khawatir karena Sella tidak keluar dari kamar mandi cukup lama. Dia mengetuk pintu kamar mandi guna mengetahui keadaan Sella.


"Sella, apa kau tidak apa-apa?" tanya Nathan padanya.


Dia menjawab jika dia tidak apa-apa, hanya saja dia tidak membawa handuk. Nathan tersenyum lalu dia melangkah menuju handuk berada. Lalu dia mengambil handuk.


Setelah itu dia mengetuk pintu kamar mandi lalu mengatakan sudah membawakan handuk untuknya. Sella membuka pintu kamar sedikit lalu menjulurkan tangannya untuk mengambil handuk.


Muncul ide nakal dari Nathan dia membhka pintu kamar mandi sehingga Sella mundur ke belakang. Dalam pikirannya muncul rasa takut. Nathan tersenyum tipis padanya seraya ingin segera melahapnya.


Terlihat sorot mata yang sedang ketakutan dari kedua mata Sella, itu membuat hati Nathan sakit. Sebesar itulah rasa takut Sella terhadap dirinya.


"Pakai handukmu lalu tunggu aku di atas tempat tidur!" perintah Nathan pada Sella.


Dengan cepat Sella mengambil handuknya lalu pergi keluar bdsri kamar mandi. Dalam pikiran sudah banyak sekali pikiran buruk, dari cara Nathan yang akan menyiksanya dan lain sebagainya.


Setelah Nathan beres dengan rutinitasnya membersihkan diri. Dia berjalan keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya. Sehingga menutupi bagian pinggang hingga lututnya.


Nathan melihat Sella yang sudah berada di atas tempat tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Dia tahu jika Sella belum tidur, dalam benaknya ingin memberikan haknya sebagai seorang istri yang selama ini belum pernah dia terima darinya.


Dia berjalan perlahan mendekati Sella, lalu merebahkan tubuhnya di sampingnya. Nathan memasukkan tubuhnya kedalam selimut sehingga dia bisa mendekap Sella dengan erat.


Sella terkejut dengan dekapan yang dilakukan oleh Nathan, dia berusaha untuk berpura-pura tertidur. Akan tetapi Nathan tahu jika Sella belilah tidur.


Dia berbisik pada Sella, "Aku ingin bermain denganmu, sayang."


Sella berusaha untuk menghiraukan apa yang dibisikkan oleh Nathan. Dia sungguh takut jika Nathan melukainya lagi, dia belum bisa membebaskan dirinya dari rasa takut itu.


Tangan Nathan mulai menarik tubuh Sella sehingga menjadi lebih dekat dengan tubuhnya. Dia mengecup bagian pundaknya dengan lembut. Tangannya mulai berselancar di bagian depan tubuhnya.


Sella merasakan kelembutan dari setiap kecupan dan sentuhan Nathan. Ini sangat berbeda dengan sentuhan Nathan yang dulu penuh dengan kebencian dan kemarahan.


Sentuhan Nathan semakin membuat Sella menikmatinya ditambah dengan kecupan lembut di Sentul lehernya. Tanpa di sadari oleh Sella dia sudah merubah posisi tubuh Sella sehingga mereka saling berhadapan.


Nathan menatap wajah Sella dengan lembut, kedua bola matanya Sella yang tadinya tertutup sekarang terbuka. Sehingga mereka berdua saling menatap.


Nathan sudah tidak bisa menahan dirinya, dia mengecup lembut bibir Sella. Sedikit demi sedikit lidahnya memasuki rongga mulut Sella lalu bermain di dalam rongga mulut Sella.


Sella hanya bisa menerima setiap permainan dari Nathan tetapi lama kelamaan dia membalas setiap permainan lidah Nathan yang masih berada di dalam rongga mulutnya.


Tangan Nathan mulai berjalan menelusuri setiap lekuk tubuh Sella. Sentuhan lembut dari tangan Nathan membuat Sella kegelian tetapi dia terus saja menjalankan jari-jemarinya di tubuh Sella.


Hingga jari-jemarinya berhenti di bagian dada Sella yang sangat sensitif. Lalu memainkannya sehingga membuat Sella menggeliat merasakan kenikmatan.


Nathan menghentikan kegiatannya sesaat, dia menatap Sella dengan lekat lalu melepaskan satu per satu pakaian Sella. Sehingga terpampang nyata seluruh lekuk tubuh Sella.


Dia tersenyum lalu mengecup lembut bibir Sella, setelah itu kecupnnya berjalan untuk menyapu setiap bagian tubuh yang terlewati oleh bibirnya. Hingga dia berhenti di bagian dada atas Sella.


Bibirnya masih bermain lama di bagian dada atas Sella, sehingga membaut Sella terbuai dan menikmatinya. Setiap permainan yang dilakukan oleh Nathan sangat lembut.


Sehingga membuat Sella melupakan rasa sakit jika berhubungan intim dengan Nathan. Dia menghempaskan masalah yang ada di dalam pikirannya. Sehingga dia bisa menikmati setiap permainan Nathan.


Akhirnya mereka terbuai dengan permainan satu sama lain.


Keesokan harinya Sella terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat bahagia sekali dengan apa yang terjadi semalam. Dia merasakan sebagai wanita yang dicintai oleh Nathan.


Sella menatap wajah matahari dengan lekat yang masih terlelap, wajah ini yang selalu ingin dilihatnya di kala dia terbangun di pagi hari. Wajah ini yang ingin dia kecup di saat pagi hari.


Sella menyibakkan dengan lembut rambut Nathan yang menutupi kedua matanya. Dia tidak menyadari jika perbuatannya itu membangunkan Nathan.


Dengan cepat Nathan menarik tangan Sella lalu membawanya masuk kedalam pelukan. Sella sungguh terkejut tetapi dia menyukai semua ini.


"Apakah aku tidak bermimpi?" gumamnya yang masih bisa terdengar dengan jelas oleh Nathan.


"Ini bukan mimpi, aku akan memperlakukan dirimu selayaknya seorang istri dan wanita yang dicintai oleh suaminya." Jawab Nathan dengan lembut.


Sella merasa senang dengan apa yang baru saja dia dengan dari bibir Nathan. Kata-kata inilah yang sudah dia tunggu-tunggu sedari lama.


Akhirnya dia bisa mendengar dan merasakan perlakuan yang lembut dan hangat dari Nathan. Semua pengorbanan dan kesabarannya sudah terbayar dengan indah hari ini.


" Mulai saat ini akan akan memperlakukan dirimu dengan lembut. Karena aku mencintaimu," Sella kembali terkejut dengan ucapan Nathan.


Sehingga dia melepaskan diri dari pelukan Nathan dan melihat dengan lekat ke kedua bola matanya Nathan. Dia ingin melihat apakah ada kebohongan dari sorot matanya.


Nathan tersenyum lembut saat Sella menatapnya dengan lekat lalu dia menarik Sella kembali masuk kedalam pelukannya. Dia tidak ingin melepaskan pelukannya itu.


Namun Sella berusaha melepaskan diri, sehingga membuat Nathan kembali ingin menikmatinya. "Hentikan gerakanmu yang seperti itu! Kau membuatku ingin bermain kembali."


Sella pun terdiam, Nathan tersenyum lalu dia melepaskan dekapannya. Namun, dia segera merubah posisinya sehingga dia sudah berada di atas tubuh Sella.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun melakukan kembali permainan seperti semalam. Namun, kali ini Sella yang akan membalik keadaan. Sella merubah posisinya sehingga sekarang dia berada di atas tubuh Nathan.


Setelah pergulatan mereka di pagi hari, mereka memutuskan untuk membersihkan diri bersama-sama. Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan baik bagi Sella atau Nathan.


__ADS_2