Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Korea (Part 2)


__ADS_3

Perut ku lapar, mending aku mandi dulu deh, nanti baru jalan cari makan. Beberapa saat kemudian, Rosalina sudah siap untuk mencari makan, aku berjalan ke bawah menuruni lift. Setelah sampai di lobi, aku memesan taxi, untuk mengantarku ke tempat yang akan aku tuju.


****


(Berbagi Info)


EID Halal Korean Food


Salah satu resto makanan halal yang cukup terkenal ini berada di Itaewon, Kota Seoul. Lokasinya juga cukup dekat dengan masjid raya Itaewon.


****


Beberapa menit kemudian, tadi yang membawaku sampai di tempat tujuan, aku turun menyusuri jalanan kulihat bangunan mesjid tertua disini. Aku melanjutkan jalanku, menuju sebuah restoran yang menyajikan makanan Korea yang halal. Aku melangkah kaki masuk ke dalam restoran tersebut.


Seorang pelayan menyambut ku dengan senyum, "selamat datang Nona, apakah Nona sudah sudah memesan tempat disini?" tanya seorang pelayan.


Aku tersenyum menyambut pelayanan yang begitu ramah, "saya belum memesan tempat, apakah masih ada meja yang bisa saya pesan?"


"Kebetulan hanya tersisa satu tempat Nona, kalau begitu mari Nona ikuti saya!"


Aku berjalan mengikuti pelayan, menuju meja yang tersedia, sampailah di meja yang ku pesan. Aku duduk, sambil melihat daftar menu yang di berikan pelayan tersebut. Aku pun memesan beberapa menu, sambil menunggu menu ku datang, Aku melihat seseorang yang ku kenal. Ahh sial, kenapa pula aku ketemu dengan dia disini! biarkan sajalah, pura-pura saja aku tak melihatnya.


Pesananku sudah tiba, Akupun melahap makanan yang ada di mejaku. Selagi menikmati makanan, tiba-tiba muncul seorang pria dan duduk di sampingku. Kupalingkan wajah ke samping, guna melihat siapa sih yang seenaknya duduk, kan sudah tau meja ini sudah ada orangnya. Haizzzz, ternyata Tuan Muda gila duduk di sampingku, tanpa permisi langsung duduk saja, mana sopan santun mu Tuan!dalam hati Rosalia berkata.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini!" Alex berkata.


Aku diam seribu bahasa, males banget ngomong sama dia, mending makan saja deh, ucap Rosalina dalam hatinya.


Alex yang kesal karena diabaikan oleh Rosalina, "Ari, kita pindah kesini!"


"Baik Tuan Muda!"


Ari menyuruh pelayan untuk menggabungkan kedua meja, karena Alex akan bertemu dengan client nya. Byarrr, susana makan santai Rosalina hancur begitu saja. Dasar Tuan Muda gila, kau tidak bisa membiarkan ku menikmati makan dengan tenang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, datanglah client Alex ada beberapa wanita cantik nan sexi, kalau dilihat mereka berpenampilan cetar membahana. Hahaha sumpah gila, mereka berdandan habis-habisan, mereka ingin menarik perhatian Tuan Muda mesum gila ini, ucap Rosalina dalam hatinya.


Salah satu wanita, duduk dekat sekali dengan Alex, namun Alex tidak perduli sikapnya dingin seperti batu es. Asisten Ari yang melihat gerak-gerik wanita itu sangat kesal. Huh dasar kau wanita kecentilan, seberapa kuat kau menggoda Tuan Muda Alex, tidak akan mendapatkan apa yang kau mau! ucap Ari dalam hatinya.


"Tuan Muda Alex, bagaimana kabar anda?tanya wanita yang duduk di sebelah Alex, dengan sengaja mendekatkan dadanya ke lengan Alex, dengan niat ingin menggoda.


Alex yang jijik dengan tindakan wanita tersebut, langsung menarik lengan Rosalina, dan mendudukkan Rosalina ke pangkuannya. Rosalina kaget dengan apa yang dilakukan Alex, Rosalia memicingkan matanya seraya berkata apa yang kau lakukan Tuan Muda?


Hahhaa Ari yang melihat kelakuan Tuan Mudanya, tersenyum puas sembari melihat ekspresi wanita kecentilan itu, dan juga melihat ekspresi Nona Mudanya yang seperti seekor kucing mau mencakar Tuannya.


Niat Rosalina ingin melepaskan diri dari pangkuan Alex, tidak bisa berkutik "diam, jangan banyak bergerak! kalau tidak kau ku hukum! didepan mereka!" bisik Alex di telinga Rosalina.


Rosalina yang mendengar ucapan Alex, langsung diam dan melanjutkan makan, tapi ada perasaan aneh yang sedang mengelilinginya. Ternyata para wanita yang ada disitu sendang memperhatikan, dengan tatapan seekor rubah betina yang akan memangsanya. Arrrgggh sungguh suasana yang panas, ucap Rosaline dalam hatinya.


Alex masih berbicara dengan para client nya dengan santai, tiba-tiba Rosalina merasakan keanehan, ada sesuatu yang keras yang mengganjal di paha nya, apa ini? Ahhh, gila ternyata dia....., sebaiknya aku segera pergi.


Beberapa detik kemudian,


biyurrr..


Rosalina pun langsung berdiri, karena baju nya basah. Sial, dasar wanita kecentilan, kau sengaja menumpahkan minuman ini kepadaku! tuk kali ini kau selamat dariku, karena kau sudah menyelamatkan ku dari situasi yang tidak menguntungkan bagiku, ucap Rosalina dalam hatinya. Dan langsung menuju toilet, membersihkan noda yang tertempel di pakaian nya.


Ari yang melihat itu rasanya ingin sekali menarik tangan wanita kecentilan itu dan mengeluarkannya dari ruangan.


Alex yang melihatnya biasa saja, tatapan nya begitu dingin terhadap Eun Ah, dasar kau wanita sialan, lihat saja nanti pembalasanku! kau berani melakukan hal itu pada gadis ku, hanya aku yang bisa bermain-main dengan nya! ucap Alex dalam hatinya.


Saat di toilet.


Rosalina yang sibuk membersihkan noda di pakaiannya, kaget melihat wanita yang menumpahkan minuman ke pakaiannya, ahhh aku tidak peduli, hiraukan saja dia Rosalina, pikirku.


"Hai Nona! Kau jangan harap bisa mendapatkan Tuan Muda Alex dengan mudah! Kau gadis kampungan, lihat saja pakaianmu begitu biasa sekali, mana mungkin Tuan Muda Alex menyukaiku! jangan bermimpi kamu! ucap Eun Ah dengan nada kasar dan sindiran.


"Ohh rupanya Nona bisa berbahasa Indonesia, bahasa anda sangat bagus Nona! Anda memang cantik, tapi sayang mulut anda sangat pedas, Oia kalau Anda memang menginginkan Tuan Muda Alex, silahkan Anda rebut dia dari saya, itupun jika Nona mampu!

__ADS_1


Ari yang mendengar dari balik pintu toilet tersenyum, hahaha benar-benar Nona Muda, Anda sangat mengagumkan, Anda bisa menutup mulut wanita kecentilan itu dengan mudah nya, tadinya aku kuatir Anda tidak bisa mengatasinya, ucap Ari dalam hatinya, dan melangkah menuju Alex. Karena memang Alex yang menyuruh Ari, untuk mengawasi jika terjadi sesuatu.


Beberapa saat kemudian, Rosalina kembali ke mejanya, ahh males banget deh harus duduk bareng sama mereka, semuanya gila. Lebih baik aku pergi saja dari sini. Rosalina pun mengambil tas nya dan mau pergi meninggalkan Alex dan yang lainnya, tetapi Alex menarik tangannya, "mau kemana?" ucap Alex.


"Aku mau pulang!" ucap Rosalina singkat.


"Duduk! Tunggu sebentar lagi! kita pulang bareng!" nada perintah Alex pada Rosalina.


Rosalina tidak menghiraukan ucapan Alex, dia langsung pergi meninggalkan Alex dan yang lainnya. Emang aku apaan? Dijadikan tameng wanita gila yang mendekati mu saja! ahhhhh, dasar Tuan Muda mesum gila. Lebih baik aku segera pergi, sebelum mereka bisa mengejar ku, untuk hari ini aku ingin berjalan-jalan sendiri.


Beberapa saat setelah Rosalina pergi, Alex pun Samapi di hotel diikuti oleh Ari, Alex tidak menemukan Rosalina di kamarnya. Sial kemana perginya gadis tengil ini! "Ari coba kamu cek kemana perginya gadis tengil ini!"


"Baik Tuan!"


Ari mengecek seluruh kamar, tidak menemukan Rosalina, lalu Alex menuju lobi dan menanyakan ke bagian resepsionis. Hasilnya nihil, akhirnya Ari menuju ruang kontrol yang bisa melihat sstv. Ari mengecek semua layar cctv dan akhirnya dia melihat Nona Rosalina yang mengenakan pakaian biasa saja, pergi dengan menggunakan tas ransel. Sial! mau kemana kau Nona? jangan kau membuat ulah baru, bisa-bisa kau mendapatkan hukuman yang lebih berat dari Tuan Muda! Aku harus melacak kemana kau pergi Nona.


Drrrttttt...


Drrrttttt...


Drrrttttt..


Ari mencoba menghubungi Rosalina, namun Rosalina menghiraukannya, ahh biarkan saja Asisten comopleks itu, dia sama gilanya dengan Tuannya. Lebih baik aku matikan dulu handphone ku. Rosalina pun mematikan handphonenya.


Sial! kenapa Anda mematikan telepon saya Nona, lihat saja nanti jika saya berhasil menemukan Anda, saya tidak akan membantu Anda jika terkena hukuman dari Tuan Muda, karena Anda sudah membuat saya kesusahan. Ari pun kembali ke kamar Alex, dan memberikan semua info yang didapatnya.


"Bagaimana Ari! sudah ada informasi apa mengenai keberadaan gadis tengil itu?" tanya Alex.


Ari menunjukan sebuah vidio, dimana di dalamnya ada Rosalia yang pergi menggunakan tas ranselnya. Alex merasa kesal dengan tingkah Rosalina. "Dasar gadis tengil! Berani sekali kau kabur hah! apa dia sudah bosan hidup! cepat! kerahkan semua orang kita untuk mencarinya! jangan sampai musuh ku menemukannya!


Terimakasih sudah membaca novel ku 😊


Jangan lupa like dan komen nya ya 😉

__ADS_1


c u next episode 😉


__ADS_2