
Pesta pernikahan dimulai, ucapan selamat berdatangan, ayah sengaja tidak menggunakan adat Jepang yang begitu sakral. Karena ini pesta syukuran pernikahan Lili dan Arata, tanda kebahagian ayah Amida menyambut menantunya. Semua yang hadir adalah teman dan client dari ayah Amida. Terdapat juga teman-teman dari Arata serta teman-teman dari ibu Rima. Ada beberapa kenalan papa dan mama Karim yang hadir dalam pesta malam ini. Dilihat Arata sedang asik berbincang dengan teman-temannya, itu membuat Lili teringat akan kedua sahabatnya.
Lili sedih karena kedua sahabatnya tidak bisa hadir dalam pernikahannya. Dulu mereka pernah berjanji akan menghadiri pernikahan dari masing-masing. Buktinya Lili tidak mengatakan pada kedua sahabatnya mengenai pernikahannya ini. Dia merasa mungkin kedua sahabatnya akan marah kepadanya karena tidak mengabari mereka tentang pernikahan ini. 'maafkan aku Lin, Sal! Bukan maksudku melupakan kalian!' batin Lili.
"Kau teringat kedua sahabatmu?!" Arata bertanya pada Lili.
Lili hanya tersenyum, dia berkata "kenapa kau menyesal karena tidak bisa memiliki Alin! Jangan lupa dia sudah menjadi milik Alex! Pergi saja kau bersama teman-teman mu!"
Arata diam saja mendengar semua ucapan pedas Lili padanya, dia tidak mau terbawa emosi malam ini. Dalam hati Arata, memang dia mengagumi kecantikan Alin dan ingin memilikinya. Namun dia sadar bahwa Alin sudah menjadi milik Alex, dia menyesali atas semua perbuatan buruknya pada Alin. Sehingga dia juga menyakiti Lili sehingga membuatnya sangat menderita. Entah kapan Lili akan memaafkan Arata, yang pasti Arata akan menunggu Lili memaafkannya.
Mama Hani mendekati Lili dan berkata, "bersikaplah sewajarnya sayang, banyak orang yang hadir malam ini! Mama harap kau bisa menahan emosimu."
Lili pun menarik napasnya agar bisa lebih tenang, Arata memegang tangan Lili. Dia berniat untuk memperkenalkannya pada teman-temannya, itu sebagai tanda bahwa dia serius dengan Lili, dia sudah tidak memikirkan Alin lagi. Karena Alin sekarang baginya hanya istri dari Alex Wibowo.
Arata memperkenalkan Lili pada teman-temannya, ternyata Lili diterima baik oleh teman-teman Arata. Salah seorang temannya menggoda Arata, "akhirnya kau menemukan belahan jiwa mu Arata! Tentunya kau sudah melupakan wanita itu!"
Semua mata memandang teman Arata yang membicarakan seorang gadis, Lili bingung dalam hatinya bertanya-tanya tentang gadis dalam hati Arata. Tapi Lili tak mau ambil pusing, dia tidak perduli dengan wanita di masa lalu Arata.
"Selamat ya Arata akhirnya kau menikah! Tapi aku yakin kau masih sangat mencintaiku!" ucapan selamat dari Keyko yang membuat kaget semua teman-teman Arata, tentu saja Lili pun tak kalah terkejutnya.
Keyko pun menghampiri Lili, dia mengucapkan selamat atas pernikahannya. Lili tersenyum dan berterimakasih atas ucapan selamat dari Keyko. Namun dibalik itu keyko memiliki sebuah rencana untuk mempermalukan Lili. Dia mengambil microphone, Keyko mengumumkan bahwa Lili akan memainkan sebuah lagu menggunakan harfa. Karena Keyko mencari tahu tentang kekurangan Lili, yang di dapat jikalau Lili tidak bisa memainkan alat musik.
Lili terhenyak, dia sudah lama tidak memainkan harfa karena setiap dia memainkan harfa itu mengingatkan akan Malik. Sebenarnya dia tidak ingin memainkan alat musik itu, tapi apa daya Keyko mulai menantangnya. Lili tersenyum, dia langsung menuju podium disana sudah tersedia dua alat musik yaitu piano dan harfa. Tidak ada yang tahu bahwa Lili bisa memainkan piano dan harfa, bahkan beberapa alat musik lainnya, kecuali mama dan papanya.
Lili duduk di depan harfa, dia mulai melemaskan jari-jemarinya. Dia memainkan harfa namun nadanya sumbang Keyko tersenyum kecut dia merasa telah berhasil mempermalukan Lili. Semua orang berbisik mendengar permainan harfa Lili yang sumbang. Lili membiarkan semua orang berbisik jelek tentangnya. Dirasa sudah cukup bermain-main dengan kesenangan Keyko, Lili mengeluarkan keahliannya dalam memainkan harfa.
Jreng!
__ADS_1
Lili mulai memainkan sebuah musik yang begitu indah, tangannya begitu lihai dalam memainkan tali senar harfa. Semua orang terkejut mendengar lantunan dari harfa yang Lili mainkan. Arata tak bisa berkata-kata, melihat Lili memainkan harfa dengan sangat indahnya.
"Dia begitu cantik!" gumam Arata.
Lili terlihat lebih cantik di saat sedang memainkan harfa, mama Hani senang akhirnya dia bisa melihat kembali putrinya bermain alat musik. Karena semenjak Lili putus dari Malik, dia menghentikan semua yang berhubungan dengan musik.
Lili pun mengakhiri lantunan musiknya dengan beralih menuju piano, dia memainkan piano dengan indahnya. Dia melupakan semua kesedihan yang ada di hatinya. Di begitu menikmati menekan tuts piano, dia membayangkan bermain musik dengan kedua sahabatnya. Semua orang terpukau dengan keahlian bermusik Lili.
Permainan musik berakhir, terdengar gemuruh tepuk tangan dari para tamu yang terpukau oleh permainan Lili. Keyko yang kesal dengan permainan Lili, mengambil segelas minuman. Dia hendak menyiram lili dengan minuman yang ada di tangannya. Sebelum itu terjadi, Lili memegang lengan Keyko dan berkata "jika kau melakukannya! Kau akan habis!"
Keyko terkejut dengan perkataan Lili, dia mundur beberapa langkah setelah itu dia pergi meninggalkan pesta. Arata terkekeh melihat dan mendengar apa yang dilakukan oleh Lili. Melihat Arata tertawa Lili langsung memberikan wajah dinginnya. Acara pesta pun selesai, semua tamu undangan sudah pulang. Karena sudah larut malam, Arata memutuskan untuk menginap di hotel.
Lili ingin pulang ke rumah, Arata tetap ingin di hotel. Terjadilah perdebatan antara mereka. Mama Hani dan ibu Rima menengahi perdebatan mereka, akhirnya diputuskan bahwa malam ini Arata dan Lili menginap di hotel. Mendengar keputusan itu Arata tersenyum menandakan bahwa dia menang. Sedangkan Lili kesal dengan semuanya, namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah diputuskan bahwa Lili dan Arata menginap di hotel, mama Hani beserta ibu Rima meninggalkan mereka untuk beristirahat. Arata masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia keluar, arata lupa membawa pakaian ganti sehingga dia keluar hanya menggunakan handuk. Handuk yang menutupi dari bagian pinggang hingga lutut.
Setttttt!
Dengan kecepatan kilat Lili masuk ke dalam kamar mandi, Arata terkekeh melihat tingkah laku Lili yang seperti anak kecil. Arata pun segera berpakaian, dia sudah lelah dan ingin tidur. Saat memejamkan kedua matanya, Arata teringat tentang obat tidur yang selalu diminum Lili setiap malam. Arata hendak bangun dari posisi tidurnya, tapi dia batalkan karena Lili sudah keluar dari kamar mandi.
Lili melihat Arata sudah tidur diatas ranjang, dia masih belum bisa untuk tidur bersama Arata. Jika dia mau tidur satu ranjang bersama Arata serta tidak terbangun dari mimpi buruknya, dia harus meminum sebutir obat tidur. Lili mengambil tasnya, dia mencari obat tidur yang ada didalam tasnya. Arata yang melihat itu, segera bangun dan mengambil botol obat tidur itu. Lili marah dengan yang dilakukan Arata, dia berusaha mengambil kembali botol obat tidur dari tangan Arata.
"Tidak akan kuberikan! Mulai malam ini kau tidak boleh minum obat ini lagi!" Arata berkata sembari membuang setiap butir obat kedalam closet.
"Aku benci kau Arata! Kau selalu membuatku menderita! Apakah kau tahu akibat perbuatan mu aku tidak bisa tidur pulas! Setiap dekat dengan mu aku merasakan sesak dan jijik!" Lili berkata dengan bercucuran air mata.
Arata merasa bersalah akibat perbuatannya sudah menghancurkan kebahagian Lili. Namun mulai saat ini Lili harus bisa belajar menerima Arata sebagai suaminya.
__ADS_1
"Maka belajarlah untuk bisa tidur denganku, menatap wajahku, dekat denganku!" ucapan Arata begitu mudah didengar namun sulit untuk dilakukan oleh Lili.
Lili masih menangis, dia berusaha untuk bisa kuat. Namun entah mengapa jika sudah ada berdua dengan Arata dia menjadi lemah. Dia memperlihatkan sisi rapuhnya di hadapan Arata.
"Sudah cukup tangisanmu! Kemari tidurlah disampingku! Aku tidak akan melakukan hal-hal layaknya suami pada istrinya, sebelum kau bisa menerimaku!"
Mendengar perkataan Arata, Lili pun tersadar dia tidak boleh lemah, dia tidak boleh menangis di hadapan Arata untuk hal-hal yang sepele. Dia akan membalas semua perlakuan Arata padanya. 'kita lihat nanti Arata, siapa yang akan menangis aku atau kamu!' batinnya. Lili pun berusaha kuat, dia tidur di samping Arata.
Lili pun tertidur begitu pula Arata, seperti biasa jika Lili tidak minum obat tidur dia akan bermimpi buruk. Lili terus mengigau, Arata yang mendengar Lili mengigau terbangun. Dilihatnya Lili sudah mengeluarkan banyak keringat, air matanya bercucuran akan tetapi dia masih tertidur.
"Tidak! Aku mohon jangan kau lakukan ini padaku! Jauhi aku, jangan kau mendekat padaku! Aaaaaaaaa!"
Lili pun terbangun, dia menangis sejadi-jadinya sembari memeluk erat kedua kakinya. Dia tidak menyadari bahwa disampingnya Arata sedang memperhatikannya. Arata hanya bisa melihatnya, dia tidak mau menyentuh Lili karena dia takut Lili akan semakin histeris. Setelah beberapa menit berlalu Lili kembali tenang, Arata memberikan segelas air minum. Namun Lili menghempasnya begitu saja, sehingga air yang ada di dalam gelas tumpah ke lantai.
Arata ingin marah tapi tidak bisa, dia benar-benar merasa bersalah. Apa mungkin setiap malam jika dia tidak meminum obatnya dia akan bermimpi dan terbangun seperti ini. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Lili kembali tidur, dia tidak mau banyak bicara bersama Arata.
___________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉