
Tok...
Tok...
Tok...
Clek pintu terbuka, Alex yang melihat istrinya di depan matanya langsung menarik tangannya, dan menutup pintu kamar lalu di kunci.
"Apa yang kau lakukan! Ini di rumah Lili!" Ucapku pada Alex.
"Aku tidak peduli! Kenapa kau lama sekali, aku menunggu dari tadi." Bisik Alex di telinga Alin.
"Tadi aku ngobrol dulu sama Lili, udah gitu aku langsung kesini ko sayang!"
"Kau tidak berbohong kan?"
"Iya, beneran deh! Udah ya, aku mau balik ke kamar Lili!" Aku berkata sambil melepaskan pelukan Alex.
"Siapa bilang kau bisa pergi begitu saja?" Alex memeluk erat Alin, tangannya mulai mengangkat dagu Alin, mensesajarkannya dengan bibir Alex. Perlahan tapi pasti Alex mengecup lembut bibir Alin, kecupan demi kecupan lembut di kayangan kan Alex. Tanpa disadari Alin terbawa oleh suasana, Alin pun membalas kecupan Alex. Tangan Alex mulai berjalan ke bagian-bagian sesnitif Alin. Namun Alin melepaskannya.
"Sayang, sudah cukup ini di rumah Lili! Aku malu kalau harus melakukan hal ini! Aku kembali ke kamar Lili ya!"
"Haaah baiklah, kulepaskan kau kali ini! Pergilah nanti aku tidak bisa menahan diri ku untuk memakanmu!"
"Terimakasih sayang, aku pergi dulu ya!" Aku berkata sambil mengecup bibir Alex dan pergi meninggalkan nya.
"Haha dasar kau, selalu menggodaku! Cepat sana pergi!"
Aku pun pergi meninggalkan Alex sendiri, aku kembali ke kamar Lili. Aku melihat kedua sahabat ku sudah tertidur lelap, lebih baik aku segera tidur! Mataku sudah tak bisa di kontrol, akhirnya aku merebahkan tubuhku di samping Lili.
Keesokan harinya, semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan, aku seneng banget semuanya kumpul ada saudara, suami dan sahabat-sahabat ku, tak terasa air mataku menetes. Alex yang melihat ku meneteskan air mata berkata, "ada apa sayang? Kenapa kau menangis?"
"Ga pa-pa kok, ini air mata kebahagian aku sangat bahagia kita bisa berkumpul seperti ini!" jawabku pada Alex.
"Duh pengantin baru, bermesraan mulu nih jadi bikin baper aku nih yang belum punya pasangan!" Ucap Lili.
"Sabar Li, pasti ada jodoh mu yang sedang menunggu mu! Percaya itu Li!" Salma berkata sambil memegang tangan Lili.
"Sudah-sudah waktunya sarapan, ga usah ada yang sedih-sedih mulai sekarang kita akan selalu bahagia." Rio berkata sambil melanjutkan makan dan menghabiskan makanan yang ada di atas piringnya.
Semuanya melanjutkan makannya, setelah selesai sarapan kami semua pamit untuk pulang. Mas Rio pergi mengantarkan Salma kerumahnya, setelah itu kembali ke hotel menemui Ayah dan Bunda. Sedangkan aku pulang bersama Alex dan asisten Ari.
Akhirnya sampai juga di hotel, aku masih ngantuk banget semalem aku tidur nya ga nyenyak. Lebih baik aku tidur sebentar deh, selagi Alex masih di kamar mandi. Beberapa saat kemudian Alex keluar dari kamar mandi, melihat Alin yang tertidur di kasur. Muncul niat jahilnya untuk menggoda Alin.
Alex menghampiri Alin, dia memeluk Alin dan mengecup bibir Alin, dan mulai lah tangan jahil Alex bekerja, di gelitiki nya pinggang Alin. Sehingga Alin terbangun karena geli.
"Yang kenapa sih tangan mu jahil banget! Aku kan ngantuk, pingin tidur sebentar."
"Ga boleh! Kamu harus terus terjaga menemani ku, karena tadi malam kamu tidak bersamaku!"
"Ya sudah kita tidur saja ya, kamu boleh peluk aku, tapi tangan dan bibir mu jangan menjadi mesum ya!" Ucap ku sambil kembali tidur.
"Haha baiklah kalo itu mau mu, ku turuti maumu!"
Aku terbangun karena lapar, ku lihat sekarang sudah sore, aku melihat kesamping ku tidak ada Alex, mungkin dia sudah bangun dari tadi. "Sudah bangun?" Ucap Alex padaku sambil berjalan mendekati ku dan mengecup kening ku.
"Iya, sekarang aku lapar, kita cari makan di luar yu?" Ajak ku pada Alex.
"Tidak usah keluar, aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, tuh diatas meja sudah ada." Jawab Alex sambil menunjuk ke arah meja.
__ADS_1
"Ahh senangnya, kau begitu mengerti Aku," Aku mengecup pipi Alex sambil berdiri menuju kamar mandi untuk cuci muka, setelah itu Aku makan deh makanan yang sudah tersedia di meja.
"Nanti malam kita keluar, kamu siap-siap ya!" Ucap Alex singkat.
"Mau kemana kita?"
"Ikut saja, nanti kau tahu sendiri!"
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Handphone ku berbunyi, ternyata Bunda yang menghubungi ku.
Angkat.
"Assalamualaikum Bun."
"Waalaikumsalam sayang, Bunda cuma mau kasih kabar kalau Bunda, Ayah dan Mas Rio pulang duluan ya ke Indonesia, sekarang kami sudah ada di bandara. Jadi kamu hati-hati dan jaga kesehatan mu ya!" Bunda berkata dengan lembut.
"Loh kok udah pulang lagi sih Bun? Alin kan belum jalan bareng Bunda?"
"Iya mau gimana lagi sayang, Ayah dan Mas mu ada pekerjaan yang harus diselesaikan, udah dulu ya sayang nanti kita lanjut lagi kalau sudah sampai di rumah!"
"Iya deh Bun, hati-hati ya Bun jaga kesehatan Bunda juga ya."
Bip... Bunda pun menutup teleponnya.
"Ada apa?"
"Aku ada urusan dulu sebentar ya, nanti aku jemput kamu, kamu siap-siap ya!" Ucap Alex sambil mengecup kening Alin dan pergi meninggalkannya.
Malam sudah tiba namun Alex belum juga kembali, ku coba menghubunginya tapi handphone nya tidak aktif. Mungkin baterai nya habis, aku sedikit khawatir aku putuskan untuk mengirim pesan pada Asisten Ari. Pesan ku di balasnya dan benar saja Alex masih sibuk dengan pekerjaannya. Syukur lah kalau dia tidak kenapa-napa, lebih baik aku ganti saja pakaian dengan pakaian tidur. Karena acara malam ini pasti batal. Ternyata benar Alex sampai tengah malam belum kembali, aku ngantuk sekali lebih baik aku tidur duluan saja.
Beberpa saat kemudian Alex pulang, melihat Alin yang sudah tertidur dalam hati nya berkata 'maafkan aku ya sayang, rencana kita malam ini batal, besok pagi aku akan menebusnya dengan pergi bersama mu. Kemanapun kau mau akan ku turuti.' Alex mengecup kening Alin dan pergi ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi terlihat segar dan telah menggunakan pakaian tidur. Setelah itu Alex berbaring di samping Alin dan memeluknya.
****
"Pagi sayang," salam di pagi hari yang biasa dilakukan Alex sambil mengecup keningku.
"Pagi, sayang kamu pulang jam berapa semalem?" Tanyaku dengan suara parau ciri khas ku kalau bangun tidur.
"Aku tidak lihat jam, tapi aku lihat kau sudah tertidur. Maaf ya rencana semalam kita gagal!"
"Ga pa-pa ko santai aja kali, tapi hari ini kamu harus ajak aku jalan ke tempat yang romantis! Mau kan?"
"Oke, sekarang kita sarapan dan siap-siap untuk pergi."
Semua sudah siap, Alex mengajakku pergi dan aku tidak diberitahu akan kemana. Aku pun menurutinya, tak lama kemudian kita sampai di tempat tujuan. Ternyata Alex membawaku Euno Park, disana ada taman bunga sakura, dan kebetulan bunga sakura sedang bermekaran. Ahhh sungguh indah nya, ternyata suami ku ini tau hal-hal yang romantis.
Alex menggenggam tangan ku dan berjalan bersama ku untuk menikmati indahnya bunga sakura ini. Tapi semua ketenangan ku terganggu oleh seseorang yang tidak ingin kutemui. Setiap kali ku bertemu dengan nya aku merasakan aura yang membuatku takut. Aura jahat dan mesum yang sangat kuat, dia adalah Arata.
"Hallo Nona Alin, apa kabar Anda hari ini? Saya lihat Nona semakin cantik saja!" Ucap Arata tanpa melihat bahwa Alex ada disampingnya.
"Tuan Arata, saya harap Anda bisa menjaga sikap Anda terhadap istri saya! Jika tidak Anda akan menyesali apa yang sudah Anda perbuat!" Alex berkata dengan sinis.
"Aku tidak takut dengan ancaman mu! Meski kau mau menghancurkan ku, aku tidak takut. Jika kau berani menghancurkan ku maka aku akan menghabisi mu!" Arata berkata sambil meninggalkan Alex dan Alin.
__ADS_1
Aku tertegun mendengar ancaman Arata pada Alex, aku takut terjadi sesuatu pada Alex. Mudah-mudahan saja semua firasat buruk ku tidak akan terjadi.
Alex yang melihatku langsung berkata, "tenang saja tidak akan terjadi apa-apa dengan ku, nanti aku akan bicara pada Tuan Amida. Dia adalah Ayah dari Arata, dan sifat nya sangat berbeda. Jadi kamu tenang saja ya."
"Iya baiklah kalau begitu, lebih baik kita pulang saja yu! Mood ku sudah hilang." Aku berkata pada Alex.
"Baiklah, kita pulang saja ya."
Coba kalau tidak ada orang itu, pasti acara jalan-jalan ku berjalan dengan baik. Kenapa sih harus ketemu dia, padahal kan Jepang ini begitu luasnya.
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Handphone ku berbunyi, Lili yang menghubungiku.
Angkat.
"Hallo Li." Jawab ku
"Hallo Lin, kamu dimana sekarang?" Tanya Lili.
"Aku baru mau pulang, aku ada di daerah Euno Park. Kenapa gitu Li?"
"Bisa kita ketemuan ga? Kalau bisa aku langsung kesana dan kamu tunggu aku disana?"
"Bentar aku tanya Alex dulu ya, bisa apa ga nya!"
"Oke." Bip... Lili menutup teleponnya.
"Sayang, aku boleh bertemu dengan Lili kan?"
"Dimana kamu janjian nya?" Tanya Alex.
"Disini sayang, nanti dia kesini boleh ya?"
Tiba-tiba Ari mendekati kami dan berkata, "Tuan maaf mengganggu Anda, sepertinya kita ada masalah di perusahaan, sebaiknya kita segera pergi!"
"Oke! Siapkan semuanya dan siapkan beberapa pengawal untuk menjaga Alin, dia akan bertemu dengan temannya. Aku ingin ada yang melindunginya!" Jawab Alex pada Ari.
"Baik Tuan saya siapkan semuanya." Ari pun pergi meninggalkan Alin dan Alex.
"Kamu sudah dengar tadi, aku akan ke kantor dulu! Ingat kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya, aku juga sudah menyuruh beberapa pengawal untuk melindungi mu." Ucap Alex pada Alin, sebenarnya Alex tidak mau meninggalkan Alin, karena perasaannya tidak enak. Pasti akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Iya, pergilah tidak usah khawatir aku akan menjaga diri, lagian ada pengawal yang kau berikan. Tidak usah khawatir ya!" Aku berkata sambil memberikan kecupan tipis di pipi Alex.
"Baiklah, aku akan pergi duluan nya hati-hati love you sayang." Alex pun memeluk Alin dan pergi meninggalkannya bersama beberapa pengawal yang sudah disiapkan oleh Ari.
Aku pun langsung memberi pesan pada Lili, untuk segera datang karena aku menunggunya sendiri di taman ini. Beberapa saat kemudian Lili pun tiba.
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya dan vote nya 😉