Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-17


__ADS_3

Setelah mengeluarkan semua emosi dan penyesalan dalam hatinya, Arata kembali ke dalam kamar. Dia tidak melihat Lili di dalam kamar, dia mengecek ke seluruh ruangan. Namun tidak menemukannya, dia pun mengecek kedalam kamar mandi. Dilihatnya Lili terduduk dengan air keran masih menyala.


Arata bergegas mendekati Lili, dimatikannya keran air yang menyala. Begitu menderitanya Lili atas perbuatannya, dia mengambil handuk. Lili hanya diam, sudah cukup baginya meronta serta melawannya.


Saat Arata membantunya untuk berdiri, Lili jatuh tak sadarkan diri. Arata segera menggendongnya dan menidurkannya dibatas ranjang. Dia menghubungi Maru agar mengirim seorang dokter ke kamarnya. Maru pun segera menghubungi dokter.


Arata mengeringkan tubuh Lili dari air serta mengenakan pakaiannya padanya. Beberapa saat kemudian tibalah dokter bersama Maru.


Dokter pun memeriksa Lili, dokter berkata bahwa Lili hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat. Mendengar perkataan dokter Arata pun menghela napas, menandakan kelegaan di hatinya.


Maru yakin semua yang terjadi pada nonanya akibat kehadiran nona Fumiko. Jika dia memperlihatkan wajahnya kembali dihadapan Maru, dia akan membalas semuanya. Maru pun pergi meninggalkan tuan dan nonanya untuk mengantar dokter.


Lili tersadar, dia melihat sekeliling ternyata sudah berada diatas ranjang. Dia melihat kesamping sudah ada Arata yang tertidur, lengannya menggenggam tangan Lili.


Lili melihat lengan Arata memerah, hatinya berkata apakah dia menyakiti tangannya sendiri. Sebenarnya apa yang sudah dia lakukan pada lengannya, sehingga memerah.


Lili melepaskan genggaman Arata secara perlahan, di bangun lalu berjalan untuk mengambil kotak obat. Dia duduk disampingnya Arata, dia mengoleskan krim obat pada lengan Arata yang memerah.


Arata terbangun karena merasakan perih pada tangannya, dilihatnya Lili yang sedang mengobati lukanya. Arata hanya diam melihat, Lili yang mengoleskan obat sembari meniup-niup tangan Arata yang baru diobatinya. Lili hendak bangun untuk menyimpan kotak obat, Arata segera memeluk Lili dengan erat.


"Maafkan aku! Aku mohon maafkan aku!"


Arata berkata sembari memeluk Lili, dia hanya diam mendengar permintaan maaf Arata. Dia berusaha untuk memaafkannya, namun Arata selalu membuatnya sakit.


Lili hanya diam, dia tak mau banyak bicara jika dia bicara maka emosinya akan meluap. Pikirnya lebih baik diam dulu untuk menenangkan dirinya sendiri.


Arata masih memeluk Lili dia tidak mendengar sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Arata tahu dia yang salah, dia masih mendekap Lili. Rasanya Arata tak ingin melepaskan Lili, dia hanya ingin terus mendekapnya sampai Lili bicara.


"Lepaskan aku! Aku sudah memaafkanmu, maka lepaskan aku!"


Arata mendengar Lili memaafkannya, namun Arata masih ingin mendekap Lili walau hanya sebentar.


"Ijinkan aku memelukmu sebentar lagi!"


Lili pun diam, dia membiarkan Arata untuk memeluknya. Tanpa sadar lengan Lili akan memeluk Arata, namun diurungkannya dia menarik kembali lengannya.


Arata perlahan melepaskan pelukannya, dilihatnya Lili masih memperlihatkan ekspresi dinginnya. Dalam benaknya berkata, mengapa aku selalu membuatnya menderita.


Hari ini perkejaan Arata sudah tidak terlalu banyak, dia berencana mengajak Lili ke suatu tempat. Dia berencana untuk mengajaknya ke pulau Jeju. Karena disana pemandangannya begitu indah, dia ingin membuat Lili bahagia untuk menebus semua kesalahan yang sudah diperbuatnya.


****

__ADS_1


Pulau Jeju, Lili begitu senang akhirnya dia mengunjungi pulau yang sudah dia cita-citakan. Dulu Lili berharap bisa berkunjung ke pulau Jeju bersama kedua sahabatnya, namun rencana itu tak pernah terlealisasikan.


Melihat Lili begitu bahagia Arata pun merasakan kebahagiaan, dia ingin selalu melihat Lili selalu tersenyum. Arata sungguh sangat menikmati semua senyuman yang muncul di bibir Lili.


Niat Arata ke pulau Jeju untuk berlibur bersama Lili, namun tak bertahan lama. Maru mengatakan bahwa ada seorang client yang kebetulan berada di pulau Jeju, dia ingin bertemu dengan Arata.


Sebenarnya Arata tidak ingin meninggalkan Lili sendiri, apalagi meninggalkan senyuman yang selalu muncul dari bibirnya. Akan tetapi clinet ini sangat penting, sehingga Arata terpaksa menemuinya.


Lili berjalan-jalan sendiri, dia tidak membutuhkan pengawalan yang ketat. Itulah yang membuat hati Lili senang tanpa ada yang mengawasinya.


"Lili!"


Seseorang memanggil Lili, orang itu tak lain adalah Malik. Dia mendekati Lili, dia tidak menyangka bahwa akan bertemu dengan Lili. Mungkin ini saatnya untuk melepaskan semuanya.


"Apa kau mengikuti ku?! Sudah ku bilang semuanya sudah berakhir untuk kita!"


Perkataan Lili yang dingin pada Malik membuatnya sedih. Dia tidak mengira akan benar-benar kehilangan wanita yang begitu dia cintai. Namun semuanya sudah tidak berjalan dengan apa yang diharapkannya.


"Aku tidak mengikutimu, maafkan aku yang sudah membuatmu menderita! Maafkan aku karena tidak bisa membela dan mempertahankan kau disisiku! Maafkan semua perkataan kedua orangtuaku karena telah menyakiti orangtuamu. Kuharap kau bisa berbahagia bersama suamimu, aku tidak akan mengganggumu lagi!"


Mendengar semua perkataan yang terlontar dari mulut Malik, membuat Lili lega. Akhirnya dia bisa menerima bahwa mereka tidak mungkin untuk bersama kembali.


Malik tersenyum dia meminta Lili untuk memeluknya, untuk yang terkahir kali. Namun Lili menolaknya, karena menurutnya hal itu tidak pantas dilakukan. Lili hanya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, menandakan bahwa mereka sudah berbaikan dan berpisah secara baik-baik.


Arata yang melihat Lili dan Malik merasa kesal, apakah mereka sengaja bertemu dibelakangnya. Hati Arata benar-benar panas, rasanya dia ingin menghampiri mereka serta menghajar Malik.


Maru yang melihat tuannya dibakar cemburu, berusaha menenangkannya. Namun semua itu tak bisa ditahan lagi, Arata langsung mendekati Malik dan Lili.


Tanpa basa-basi dia langsung memukul Malik, Lili terkejut dengan kedatangan Arata yang langsung menghantam Malik. Terjadilah perkelahian diantara mereka.


"Hentikan Arata! Cukup hentikan!"


Teriak Lili untuk menghentikan tindakan Arata yang menghajar Malik. Arata sungguh kesal dengan teriakan Lili, dia berpikir sebegitu cintanya dia pada pria ini, sehingga dia tidak rela melihatnya dihajar.


Mereka tidak mau kalah, mereka saling berkelahi Malik yang sudah terbawa emosi juga tak mau kalah. Sebenarnya Malik tidak tahu mengapa Arata langsung menghajarnya. Lili melihat kedua pria yang saling menghajar, itu membuatnya kesal.


"Kalian bodoh! Jika ingin terus berkelahi? Lanjutkan sampai kalian tiada!"


Teriak Lili yang sudah kesal dengan Arata dan Malik, dia langsung pergi meninggalkan mereka.


"Hentikan ini! Lebih baik kau kejar istrimu!"

__ADS_1


Malik berkata pada Arata, dia pun menghentikan serangannya. Arata langsung pergi meninggalkan Malik sendiri, sedangkan Maru membantu Malik untuk berdiri.


"Tuan, saya rasa sebaiknya anda melepaskan Nona Lili! Ini demi kebaikan Anda dan Nona Lili!"


Maru berkata dengan penekanan agar Malik berhenti mengganggu nona dan tuannya. Malik yang mendengar perkataan Maru tersenyum, dia mengatakan semuanya pada Maru bahwa hari ini adalah hari terkahir dia bertemu dengan Lili.


Malik sudah melepaskan Lili, sudah saatnya dia melanjutkan hidupnya. Dia tidak mau berlarut-larut dalam cinta dimasa lalunya, dia berharap semoga Lili bisa hidup bahagia bersama Arata.


Dilain tempat Arata mengejar Lili yang pergi meninggalkannya begitu saja. Dia tahu Lili kesal dengan perbuatannya, sebenarnya dia berusaha menahan emosinya. Namun dia tidak bisa menahan emosi jika melihat Lili bersama pria lain, apalagi pria itu Malik yang merupakan pria yang dicintai Lili.


Arata memegang lengan Lili, dihempaskan tangan Arata yang memegang lengannya. Arata tersusun berusaha menghentikannya, salah satu cara agar dia bisa berhenti hanya memeluknya. Arata pun menarik lengan Lili dengan kuat, sehingga Lili terjerembab kedalam pelukan Arata.


"Aku minta maaf! Sungguh aku tidak bisa menahan emosiku, jika aku melihatmu bersama pria lain. Apalagi pria itu adalah Malik! Aku tahu aku sudah banyak salah padamu, mungkin kau sudah muak dengan kata maaf dariku! Kali ini sungguh aku minta maaf padamu!"


"Kau bodoh Arata! Sebelum menghajar seseorang lebih baik kau mencari tahu apa yang sedang terjadi!"


Arata melepaskan pelukannya, dia mendengar perkataan Lili tanpa emosi. Yang dikatakan oleh Lili memang benar seharusnya dia mencari tahu terlebih dahulu, sebelum menghajar seseorang.


Lili menceritakan bahwa pertemuannya bersama Malik hanya kebetulan saja. Dia pun menceritakan semua yang mereka bicarakan. Karena kali ini adalah kali terkahir Malik menemuinya sebagai seseorang yang sudah meninggalkan masa lalunya.


Mendengar cerita Lili, membuat hati Arata lega akhirnya Malik melepaskan Lili dan tidak akan mengganggunya lagi. Arata tersenyum tipis, dalam benaknya dia akan berusaha membuat Lili menjadi miliknya seutuhnya.


Lili heran melihat Arata tersenyum tipis, dia tidak tahu apa yang ada dibenaknya. Pikiran Arata melayang entah kemana, Lili melihat Arata termenung menggodanya.


"Apa kau puas sayang?!"


Arata tersadar setelah mendengar bisikan Lili, dilihatnya dengan seksama wanita yang ada dihadapannya itu. Tanpa basa-basi dia memeluk Lili dengan erat dan lembut.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉

__ADS_1


__ADS_2