
Drrrttttt... drrrttttt.... drrrttttt telepon Rosalina berbunyi..
"Assalamualaikum, Rosalina sayang mama mau tanya kamu lupa ya bawa baju pesta mu buat nanti malam...?" ucap Mama Rahma.
"Waalaikumsalam Mah.... Ya Allah iya Mah aku lupa Aku pulang dulu deh sekarang jadi nanti bisa pergi bareng Mamah gimana?".
"Boleh Mamah tunggu di rumah ya..."
Rosalina pun menutup teleponnya dan berpamitan pada ibu Sinta untuk pulang dulu dan akan datang sebelum acara mulai.
Beberapa saat kemudian Rosalina sampai di rumah dan disambut oleh para pelayan. Rosalina pun langsung masuk ke rumah, "Mba Nini Mama Rahma dimana ya ?"
"Nyonya sedang ada di ruang baca Nona, mari saya antar..." Jawab Mba Nini.
Rosalina pun melangkah mengikuti Mba Nini menuju ruang baca.
"Assalamualaikum Mah..." Salam Rosalina
"Waalaikumsalam sayang, kamu sudah pulang.." jawab Mama Rahma.
"Iya Mah...ya dah gih sana siap siap buat nanti acara launchingnya, Mamah juga mau siap siap." ucap Mama Rahma.
"Baik Mah.." Rosalina pun pamit dan menuju kamarnya. Ahh mudah mudahan ga ada Tuan Muda gila itu, lelah aku menghadapinya. Alhamdulillah dia g ada, aku siap siap dulu deh.
Beberapa saat kemudian Rosalina sudah siap dan hendak pergi ke acara launching tiba tiba Mamah memanggil. "Rosalina sepertinya Mama tidak bisa ikut kepala Mama mendadak pusing, tidak apa apa kan."
"Mah, Mamah sakit kita ke dokter ya...kita periksa kenapa kepala Mama sakit..."ucap Rosalina khawatir.
"Tidak usah Mama sudah minum obat dan istirahat sebentar juga baikan, kamu pergi sana kasian Ibu mu tidak ada yang membatu, lagian disini ada Mba Nini yang bisa jaga Mamah." ucap Mama Rahma.
"Baiklah kalau begitu, Roslaina pergi dulu ya Mah Mamah istirahat ya."ucap Rosalina sambil melangkah keluar.
****
Akhirnya Rosalina sampai di acara launching, dan mengecek persiapan. Sepertinya bakalan sibuk nih aku, ayo semangat Rosalina demi Ibu acara ini harus sukses. Tamu pun sudah berdatangan, banyak para wanita sosialita yang hadir di acara ini. Tiba-tiba terjadi keributan para wanita ramai memanggil nama seorang tuan muda. Nama yang di panggil begitu familiar, Tuan Muda Alex, Tuan Muda Alex, semua ribut mengerumuni Tuan Muda Alex.
Apa ga salah liat aku, kenapa Tuan Muda gila itu ada disini sih bikin lelah jiwa ku saja, aku lagi malas berdebat dengannya, sebaiknya aku menghindarinya saja, ucap Rosalina dalam hatinya.
Pada saat Rosalina membalikkan badan dan akan pergi, tiba-tiba seseorang memanggil nya. "Nona Rosalina, Tuan Muda menunggu anda disana, mari nona..?" ucap Asisten Ari seranya Rosalina harus mengikutinya jika tidak mau terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
"Untuk apa Tuan Muda mu menyuruhku kesana bukannya sudah banyak gadis gadis yang menemaninya ?" jawab Rosalina sedikit kesal.
"Meski Tuan banyak dikelilingi para gadis, nona sebaiknya menghampiri tuan muda..atau..."
"Iya, iya aku kesana huh dasar asisten dan tuan nya sama-sama suka mengancam" gerutu Rosalina.
__ADS_1
Ari yang melihat tingkah Nona Muda nya hanya bisa tersenyum puas karena berhasil mengalahkan ke egoisan Nona Mudanya.
"Tuan Muda memanggil saya?" Ucap Rosalina dengan singkat.
"Tentu saja, aku ingin melihat istriku berada di sampingku!" jawab Alex dengan dingin.
"Bukan nya Tuan Muda sudah banyak yang menemani, lebih baik anda bersenang senang saja, biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya." Rosalina pun berpaling pergi meninggalkan Alex, namun Alex menarik tangan Rosalina akhirnya Rosalina terjatuh dalam pangkuan Alex.
"Hai gadis tengil berani sekali kau memalingkan wajah mu dan pergi meninggalkan ku hah!" bisik Alex di telinga Rosalina.
Rosalina yang terduduk di pangkuan Alex tidak bisa berbuat apa-apa, gila bener-bener Tuan Muda gila apa yang dia lakukan sih ini kan tempat umum banyak yang melihat pula, ahhh sial sial kenapa sih dia harus datang kesini! gumam Rosalina dalam hatinya.
"Aku mohon hentikan ini Tuan Muda Alex, ini tempat umum, banyak yang melihat kita, apakah anda tidak malu jadi tontonan banyak orang?" ucap Rosalina guna melapaskan diri dari Alex.
"Untuk apa aku malu, kau kan istriku menurut mereka!"
"Cukup! aku mohon hari ini kita hentikan dulu perdebatan kita, masih banyak yang harus aku kerjakan." Rosalina berusaha melepaskan diri tapi tenaga Alex begitu kuat.
Beberapa saat kemudian datang Pak Dim " Tuan Muda Alex, saya minta maaf jika menggangu anda, saya membutuhkan Nona Rosalina, ada yang harus di selesaikan terlebih dahulu, menyakut acara launching."
Alhamdulillah Pak Dim kau penyelamat ku, gumam Rosaline dalam hatinya.
"Baiklah kau kulepaskan kali ini, ingat lain kali tidak akan kulepaskan!" bisik Alex ke telinga Rosalina.
"Terimakasih Tuan Muda Alex," Pak Dim pamit pergi bersama Rosalina.
****
Acara pembukaan dan acara inti sudah selesai, sekarang adalah acara santai, dimana semua orang bisa menikmati hidangan yang sudah disediakan. Dan mereka juga bisa bertanya atau mencium aroma parfum, yang baru saja launching intinya acara bebas.
Rosalina pun memutuskan pergi ke balkon, untuk menghirup udara segar karena sedikit lelah. Ahh rasanya lapar tapi aku malas makan, lebih enak menikmati suasana malam ini, dengan melihat luasnya langit bertabur bintang.
"Alin...Alin.." seseorang memanggil Alin, Rosalina pun merasakan hal yang aneh kenapa ada yang memanggil nya Alin, dan suaranya itu sangat tidak asing baginya, tapi Rosalina tidak ingat siapa itu.
Tiba-tiba tangan Rosalina ditarik, Rosalina pun terjerembab dalam pelukan pria itu. Rosalina yang sadar bahwa itu bukan Alex, langsung melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu. Sial, siapa sih laki laki ini? seenaknya aja main tarik dan peluk orang.
"Maaf Tuan, mungkin anda salah mengenali orang, saya bukan Alin tapi saya adalah Rosaline." jawab Rosalina tegas.
"Bukan, Aku tidak mungkin salah orang kamu adalah Alin kamu adalah tunangan ku, Alin kenapa kamu lupa ini Mas, ini Aku Mas Leo apakah kamu sudah melupakan aku?" nada Leo mulai meninggi dan mencengkram bahu Rosalina.
"Aww sakit tau...Tuan saya mohon lepaskan saya, saya tidak mungkin tunangan anda karena saya sudah menikah," jawab rosalina.
"Aku tidak mungkin salah, ayo Alin kita pulang semuanya menunggu mu.." Leo semakin mencengkram bahu Rosalia.
Rosalina pun merasakan kesakitan, dan berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Leo, tetepi tidak bisa Rosalina merasa lemas. Tiba tiba dari belakang terdengar suara Asisten Ari "Tuan saya harap anda melepaskan Nona Muda kami, jika anda tidak ingin menyesal nantinya," ucap Ari sangat menakutkan sekali.
__ADS_1
Leo yang kaget langsung melepaskan cengkraman nya. Rosalina pun bergeser menjauhinya. "Kau sungguh tidak waras Tuan, aku bukan orang yang anda maksud.." ucap Rosalina dengan kesalnya.
"Aku tidak mungkin salah mengenali orang, aku sudah mencari mu selama 2 tahun lebih, aku sangat mencintaimu Alin, maafkan aku jika aku salah padamu, tapi jangan kamu memperlakukan ku seperti orang asing!" jawab Leo dengan sedih dan tak terasa air mata Leo menetes.
"Maaf Tuan, mungkin anda salah mengenali orang dia adalah Nona Muda kami, istri dari Tuan Muda Alex Wibowo.." ucap Ari.
"Tidak mungkin, Alin kau tidak mungkin melakukan ini kan? jangan kau hukum aku seberat ini, aku sangat menyayangimu." Leo berusaha memeluk Rosalina, namun Ari menarik tangan Leo.
"Tuan Leo Ahmad sebaiknya anda jangan keterlaluan, anda tahu bagaimana sikap Tuan Muda Alex jika ada yang berani menyentuh milik nya, semuanya akan hancur berkeping-keping sehingga tidak tersisa sedikitpun," ucap Ari mengancam Leo.
"Tuan sebaiknya anda pergi dan jangan membuat kekacauan di pesta perusahaan kami!" ucap Rosalina.
Leo pun pergi meninggalkan Rosalina dan Ari, "Nona apakah Nona tidak apa apa ?" tanya Ari.
"Tidak aku tidak apa-apa!" Rosalina berpikir keras, kenapa kalo liat Leo hatinya sangat sakit dan entah kenapa dia tidak ingat tentang rasa sakit ini. Rosalina berpikir begitu keras karena ingin mengingat nya dan mengakibatkan kepalanya sangat sakit dan terjatuh tak sadarkan diri.
"Nona...Nona..." saat Ari sedang memanggil Rosalina yang tak sadarkan diri Alex melihat nya dan langsung menghampiri "ada apa ini Ari? kenapa gadis tengil ini tak sadarkan diri.?" tanya Alex.
Ari terdiam, dia tidak mungkin mengatakan kejadian tadi, sebaiknya mengurus Nona yang sedang tak sadarkan diri." Tuan Muda, lebih baik kita bawa Nona Muda ke tempat yang nyaman." jawab Ari.
Alex menggendong Rosalina dan mencari sebuah ruangan yang bisa di jadikan tempat istirahat. Alex pun menidurkan Rosalina di sebuah sofa. "Ari bawakan sesuatu yang bisa membuatnya sadar! ingat jangan sampai Bu Sinta tau, kalau putrinya tak sadarkan diri!" ucap Alex
"Baik Tuan..." Ari pun langsung keluar
Sebelum Ari sampai Rosalina tersadar dari pingsan nya, "aww kepalaku sakit sekali," Rosalina pun berniat bangun dari posisi tidurnya, untuk mengambil obat pereda sakit kepala dari dokter selama terapi.
"Tunggu kau mau kemana?" tanya Alex
"Aku mau mengambil obat di tas ku!"
" Biar kuambilkan!" Alex pun mencari obat di tas Rosalina dan memberikannya dengan segelas air putih.
Rosalina pun meminumnya "aku butuh istirahat sebentar jika kau mau pergi pergi lah," ucap Rosalina dan kembali tertidur.
Beberapa saat kemudian Ari tiba "Tuan bagaimana dengan Nona?"
"Dia baik baik saja, tadi dia terasadar dan kepalanya sakit lalu meminum obat yang ada di tas nya, siapkan mobil kita pulang sekarang dan kita tidak boleh terlihat!" ucap Alex.
"Baik Tuan sebaiknya kita lewat samping sehingga tidak mencolok."
Alex pun menggendong Rosalina dan membawanya ke dalam mobil untuk pulang.
Terimakasih sudah membaca novel ku 😊
Jangan lupa like dan komen nya ya 😉
__ADS_1
c u next episode 😉