
Setelah Lili puas bermain-main dengan Yuki, dia memutuskan untuk menghentikan kegiatannya. Karena Yuki tertidur dalam pangkuannya, melihat Yuki tertidur akhirnya Kenzo menggendong Yuki karena dia tidak enak jika putrinya menyusahkan Lili.
Kenzo pun pamit undur diri untuk kembali ke hotelnya untuk menidurkan Yuki, karena dia tidak tega jika Yuki tidak tertidur dengan nyaman. Sebelum itu Kenzo meminta nomor ponsel yang disampaikan dia hubungi suatu saat nanti.
Dalam benak Kenzo Lili dan araya adalah pasangan yang sangat baik, tidak terlihat ada aura yang akan membuat sesuatu menjadi buruk. Dia melihat ada aura kesedian yang terpancar dari Lili, akan tetapi dia tidak ingin bertanya lebih lanjut.
Namun yang pasti dia sudah mendapatkan nomor yang bisa menghubungi mereka berdua, jika suatu saat terjadi sesuatu pada dirinya. Entah mengapa dia berpikir itu kembali, semejank kematian sang istri dia merasakan akan terjadi suatu hal yang sangat besar dalam kehidupannya.
Tibalah Kenzo di kamar hotelnya, saat dia akan menidurkan putrinya secara perlahan. Namun Yuki terbangun, lalu dia bertanya mengenai Lili, Kenzo pun menjelaskan apa yang terjadi. Sehingga Yuki mengerti mengapa dia sudah berada di kamar hotelnya.
"Ayah, Nyonya Lili sama seperti Ibu ya? Dia terlihat sangat baik padaku!" Yuki berkata dengan nada manjanya.
Kenzo hanya tersenyum, dia tahu bahwa putrinya ini sangat merindukan ibunya. Dia memeluk Yuki lalu mengilikitik tubuhnya sehingga gadis kecil itu tertawa karena kegelian.
"Hahaha Ayah, sudah cukup hentikan! Itu geli sekali, Ayah!" Yuki berkata agar ayahnya menghentikan kegiatannya mengilikitikinya.
Kenzo pun menghentikannya, lalu dia berjalan menuju kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk Yuki membersihkan diri. Dia sangat sedih di umurnya baru saja 3 tahun dia sudah kehilangan kasih sayang sang ibu.
Jika saja dia bisa menyelamatkan nyawa sang istri mungkin saat ini mereka bertiga bisa merasakan kebahagian berlibur di manapun keinginan sang istri. Namun takdir berkata lain, sang istri pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka berdua di dunia ini.
"Ayo sayang, air hangatnya sudah siap!" Kenzo berkata pada Yuki sembari menggendong Yuki.
Kenzo melepaskan pakaian Yuki satu per satu, setelah itu dia memasukkan Yuki secara perlahan ke dalam bhatup. Yuki sangat suka jika dia bermain air bersama sang ayah, akan tetapi dia selalu teringat akan sang ibu yang selalu menemaninya.
"Apa kau rindu pada ibumu?" Kenzo berkata dengan nada sedih pada Yuki.
Yuki mengangguk dia hanya terdiam, di umurnya yang baru saja 3 tahun mengharuskannya bertindak lebih kuat. Karena dia tidak ingin melihat ayahnya sedih karena kerinduannya kepada sang ibu.
"Ayah, tidak usah sedih ya? Kan masih ada aku, aku akan selalu berada di sisi Ayah!" Yuki berkata dengan berusaha menahan kesedihannya.
Kenzo pun memeluk Yuki dengan erat, dia begitu bangga pada putri kecilnya yang begitu kuat menghadapi semuanya. Jika saja dia tidak melihat Yuki, mungkin saja saat ini dia sudah pergi menyusul sang istri.
Sekarang yang menjadi tujuannya adalah kebahagiaan Yuki, dia tidak akan mencari pengganti untuk ibu atau istri baginya. Bagi Kenzo tidak ada yang bisa menggantikan posisi sang istri di hatinya. Meski seluruh keluarganya menginginkan Kenzo untuk menikah kembali.
Kenzo akan berjuang demi Yuki, meski dia harus melawan semua keluarga yang menentang keputusannya yang tidak akan menikah kembali. Demi Yuki dia akan mengorbankan nyawanya, dia berpikir jika suatu saat dia menikah menurut pada keinginan keluarganya.
Dia takut jika wanita yang dia nikahi akan berlaku buruk pada Yuki, karena dia tahu wanita apa yang sudah dipilihkan oleh keluarganya. Wanita yang hanya cinta akan kekayaan dan kekuasaan, yang berpikir jika menikah hanya sebuah kompromi dalam bisnis.
Itulah sebabnya kenapa tidak ingin menikah kembali, dia ingin merawat Yuki dengan penuh kasih sayang. Meski dia tahu jika Yuki akan merasakan kekurangan kasih sayang seorang ibu. Itu lebih baik jika dia mendapatkan ibu baru yang tidak menyayanginya.
"Ayo berpakaian, badanmu sudah harum!" Kenzo berkata dengan lembut pada Yuki lalu menggendongnya.
"Aku mau berpakaian sendiri, 'kan aku sudah besar!" Yuki berkata dengan tegasnya.
Kenzo terkekeh mendengar perkataan Yuki, dia pun membiarkan Yuki bertindak sesuka hatinya. Dia melihat Yuki yang sangat mirip dengan istrinya, dia begitu percaya diri dan mandiri. Itulah yang membuatnya jatuh hati pada sang istri.
"Ayah, apakah aku bisa bicara dengan Nyonya Lili sebelum tidur?" Yuki meminta Kenzo untuk menghubungi Lili sebelum dia tidur.
Kenzo menagngguk lalu dia mengambil ponselnya, dia mencari nama Arata guna menghubunginya. Setelah menemukan nomor Arata, dia menekan layar ponselnya. Nada sambung terdengar. Tidak begitu lama Arata mengangkat teleponnya, Kenzo mengatakan bahwa Yuki ingin bicara dengan Lili.
Arata pun memberikan ponselnya pada Lili, begitu juga Kenzo memberikan ponselnya pada Yuki. Merekapun mulai berbincang-bincang, tidak terasa Yuki tertidur sedangkan Lili masih bercerita pada Yuki.
Kenzo mengambil ponsel yang berada di genggaman tangan Yuki, lalu dia berkata pada Lili bahwa Yuki telah tertidur pulas. Dia berterima kasih karena sudah bersedia berbincang-bincang dengan Yuki.
Lili mengatakan tidak perlu berterima kasih, karena dia merasa senang karena sudah bicara dengan Yuki. Setelah itu Lili menutup sambungan teleponnya, dia sungguh merasa sudah sangat dekat dengan Yuki.
Setelah menutup sambungan teleponnya Kenzo, menyelimuti Yuki dengan lembut. Lalu dia mengecup kening Yuki dengan lembut dengan disertai seluruh do'a terbaik untuknya. Setelah itu dia berjalan menuju sofa lalu membuka Notebook-nya guna memberikan pekerjaan yang belum dia selesaikan.
Kenzo menerima beberapa email dari asistenya, lalu beberapa informasi dari asistenya mengenai pergerakan yang dilakukan oleh keluarganya. Dia sungguh tidak menyangka sang paman yang selama ini selalu ada di pihaknya beralih menjadi musuhnya.
Entah mengapa semua keluarga yang asalnya berpihak padanya sekarang berangsur-angsur ingin menyingkirkannya. Dia mulai memikirkan sesuatu untuk keselamatan Yuki, dia pun membuat sebuah surat yang nantinya akan membuat Yuki selamat dari tangan para penggila kekuasaan.
Tidak terasa malam semakin larut Kenzo masih bekerja di depan laptopnya, dia memeriksa semua hasil dari pekerjaan yang dia suruh pada asistenya. Ponselnya berbunyi, rupanya sang asisten yang menghubunginya.
Dia mengangkat teleponnya lalu dia mendengarkan apa yang disampaikan oleh sang asisten padanya. Lalu dia menyuruh asistennya untuk terus mengawasi pergerakan mereka semua yang ingin menghancurkannya.
Setelah selesai berbicara dengan asistennya, Kenzo memilih untuk beristirahat. Karena dia sudah lelah dengan semua permasalahan di dalam keluarganya, tidak ada satupun saudaranya yang menginginkannya hidup dengan tenang.
Dia sempat berpikir bahwa kematian sang istri adalah ulah dari salah satu saudaranya yang ingin menghancurkannya. Namun semua butuh penyelidikan yang lebih lama, mungkin dia tidak akan memiliki waktu yang cukup.
Kenzo pun merebahkan tubuhnya disampingku Yuki, dia menatap wajah gadis kecilnya ini. Tidak begitu lama akhirnya dia pun terlelap di samping Yuki yang tidak begitu lama memeluk sang ayah.
**
Di lain tempat Lili yang merasa sangat senang karena berhasil membuat Yuki terlelap tidur. Sehingga dia tidak menyadari jika Arata selalu memandanginya dengan penuh rasa heran.
"Aku cemburu loh! Kau melupakanku semenjak bertemu dengan Yuki!" Arata berkata dengan mendengus.
Lili terkekeh melihat Arata seperti itu, dalam pikirnya masa dia bisa cemburu hanya dengan seorang gadis kecil. Lili mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Arata yang sudah ada disampingnya.
Lili menarik lengan Arata lalu melingkarkan lengannya pada tubuhnya, sehingga tampak Arata sedang memeluk Lili. Dia berkata dengan lembut pada Arata untuk tidak cemburu dengan seorang gadis kecil, karena di dalam hatinya sudah ada pria yang begitu tampan menyita seluruh hatinya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Lili seperti itu membuat Arata tersenyum bahagia, dia merasa bahagia karena di dalam hati Lili hanya ada dirinya seorang. Dia semakin memeluk erat Lili, dalam batinnya dia memikirkan gadis kecil itu.
Entah mengapa dia merasa bahwa gadis kecil itu akan selalu hadir di tengah-tengah mereka. Namun yang pasti jika itu demi kebaikan semua orang yang dia cintai, dia akan selalu menjaga dan melindunginya.
"Ayo kita tidur, besok kita masih mau ke suatu tempat 'kan!" ucap Arata dengan lembut sembari mengecup pucuk kepala Lili.
Lili pun merubah posisi tidurnya sehingga mencari tempat ternyaman untuknya tertidur. Namun hanya satu yang bisa membuatnya terlelap dalam tidurnya yaitu berada di dekapan Arata. Dan itu pun diketahui Arata sehingga dia selalu menyiapkan dadanya untuk Lili.
Lili terbangun mendengar suara adzan berkumandang di ponselnya, itu tandanya dia harus segera bangun. Dia mencari keberadaan Arata disampingnya akan tetapi dia tidak menemukannya.
"Ayo bangun, ambil wudhu laku kita salat bersama!" Arata berkata pada Lili yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Lili bergegas untuk mengambil air wudu, setelah itu dia bersiap mengunakan mukena yang sudah ada di atas tempat tidur. Sepertinya Arata yang sudah menyiapkan semuanya. Mereka pun melakukan salat bersama.
Setalah selesai salat, mereka kembali merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Lalu mereka membicarakan akan kemana hari ini.
"Sayang, kamu mau kemana lagi hari ini?" Arata bertanya pada Lili.
Lili mengambil ponselnya lalu dia mencari destinasi wisata yang dia inginkan hari ini. Dia mencari beberapa destinasi yang bisa juga dikunjungi oleh seorang gadis kecil. Entah mengapa dia ingin mengajak Yuki pergi bersamanya.
"Bali Safari and Marine Park." Lili berkata dengan semangat pada Arata.
Dia tahu apa yang ada dipikiran Lili, dia hanya tersenyum lalu mengambil ponselnya. Dia menulis sebuah pesan untuk Kenzo, dia mengatakan akan mengajak Yuki dan dirinya untuk pergi ke Bali Safari and Park.
"Sayang, kau mengirim pesan pada siapa?" Lili bertanya karena dia penasaran dengan pesan yang dikirimkan oleh Arata.
"Aku mengirim pesan pada Kenzo untuk membawa Yuki ke tempat yang kau inginkan hari ini." Jawab Arata pada Lili sembari tersenyum.
Lili tersenyum lalu memeluk Arata tandanya dia sangat bahagia, rupanya Arata mengerti apa yang ada di pikirannya. Dia sungguh tidak akan menyesal telah menikah dengan Arata yang selalu tahu apa yang dia inginkan.
"Bagiamana kau puas?" Arata bertanya pada Lili yang masih saja belum melepaskan pelukannya.
Lili mengangguk, lalu Arata meminta hadiah pada Lili karena sudah mengajak Yuki untuk bermain bersama hari ini. Lili tersenyum lalu di mengecup sekilas bibir Arata dengan lembut. Saat Lili hendak melepaskan kecupannya, Arata memegang tengkuk lehernya. Sehingga kecupan mereka semakin dalam.
Akhirnya mereka pun terhanyut dalam permainan mereka sendiri, kecupan sekilas itu dapat membuat kedua suami-istri ini melakukan permainan yang menyita seluruh tenaganya. Namun akan menghasilkan kenikmatan yang mereka inginkan.
Setelah pergulatan mereka selama satu jam, merekapun memutuskan untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka bersiap untuk rencana kemreka hari ini, suara bel berbunyi.
Ada seorang pelayan yang membawakan pesanan Arata untuk sarapan pagi ini, Lili yang masih berada di dalam kamar mandi merasakan keroncongan. Dalam hatinya dia berpikir akab memesan beberapa menu makanan untuk sarapan kali ini.
Lili selesai dengan rutinitas membersihkan dirinya, lalu dia berjalan keluar dari kamar mandi. Dia melihat di atas meja sudah tersedia beberapa menu makanan, dia tahu pasti Arata yang sudah memesankannya makanan untuk sarapan kali ini.
Lili berjalan perlahan mendekati meja, Arata tersenyum melihat Lili menghampirinya. Dia pasti merasa lapar setelah pergulatannya tadi, sebenarnya Arata ingin menjahili Lili. Namun semua itu dia hempaskan, karena dia merasa kasihan melihat wanita yang dia cintai kelaparan.
Lili langsung duduk di samping Arata, dia mulai menyantap makanan yang sudah di pesan oleh Arata. Sesekali dia menyuapkan makanan pada Arata, akhirnya Lili menyuapi Arata dari awal hingga akhir.
Setelah selesai dengan sarapan Lili dan Arata bersiap untuk pergi ke Bali Safari and Marine Park. Rupanya Kenzo serta Yuki telah menunggu mereka di lobby hotel, saat melihat Lili berjalan bersama Arata. Yuki berlari secepat yang dia bisa menuju Lili.
Lili yang melihat Yuki berlari ke arahnya langsung menekuk kedua kakinya hingga menyentuh lantai. Lalu dia merentangkan kedua tangannya guna menyambut Yuki yang sedang berlari ke arahnya.
"Tante Lili...," teriak Yuki pada Lili sembari memeluknya.
Lili sangat senang dengan Yuki yang selalu memanggilnya lalu memeluknya seperti ini. Dia merasa sudah sangat dekat dengan Yuki padahal dia baru saja bertemu dengan Yuki kemarin.
Entah apa itu adalah ikatan batin, akan tetapi ikatan batin itu terjalin karena hubungan darah. Sehingga Lili tidak yakin sepenuhnya karena dia sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan gadis kecil yang harus kemarin dia kenal.
"Tante, mau mengajakku kemana?" Yuki berkata dengan suara khas gadis kecil.
Lili tersenyum lalu dia berbisik pada Yuki bahwa semua itu rahasia, yang pasti Yuki akan menyukainya. Yuki terdiam lalu dia tersenyum manis pada Lili, dia berkata akan selalu senang jika bersama dengan Lili.
Arata dan Kenzo hanya tersenyum melihat tingkah kedua wanita yang ada di hadapan mereka. Yang satu wanita kesayangan Arata dan yang satu lagi gadis kecil kesayangan Kenzo.
"Sudah-sudah, samapai kapan kalian akan berpelukan terus? Nanti keburu siang loh!" Kenzo berkata sembari tertawa kecil.
Mendengar ayahnya berkata seperti itu Yuki langsung melepaskan pelukannya dari Lili. Dia tersenyum lalu memegang tangan Lili seraya mengajaknya untuk segera pergi dari hotel ke tempat yang di tuju.
Kenzo membiarkan Lili dan Yuki berjalan terlebih dahulu begitupun dengan Arata. Mereka berdua berjalan di belakang kedua orang yang mereka sayangi, sembari mengobrol tentang bisnis dan lain sebagainya.
Kenzo melihat bahwa Yuki sangat bahagian berjalan dengan Lili, ini kali pertama melihat Yuki bahagia seperti ini semenjak kepergian sang istri. Arata pun berpikir yang sama dengan Kenzo bahwa Lili sangat bahagia berjalan bersama Yuki setelah kepergian bayi mereka.
***
Tibalah mereka di Bali Safari and Marine Park, Yuki tidak mau lepas sedikitpun dari Lili. Sehingga membuat Arata dan Kenzo terabaikan, Lili terkekeh melihat raut wajah Arata yang merasa terabaikan oleh Yuki. Sedangkan Kenzo merasa terabaikan oleh Yuki.
"Yuki, lihatlah Ayahmu!" Lili berbisik pada Yuki.
Yuki melihat ayahnya sekilas tampak raut wajah sangat ayah sedang sedih karena dia tidak mau bersama sang ayah. Yuki tersenyum lalu dia berlari menghampirinya lalu memeluknya dengan erat.
"Aku sayang kau Ayah." Yuki berkata sembari memperlihatkannya senyumnya yang sangat cantik.
Kenzo tersenyum sembari memeluk Yuki putri kesayangannya, lalu dia menyuruhnya kembali berjalan bersama Lili. Arata mendekati Lili yang sudah digandeng oleh Yuki.
__ADS_1
"Apa kau sayang padaku?" bisik Arata pada Lili.
Lili terkekeh mendengar apa yang di ucapkan oleh Arata, menurutnya dia terlihat seperti anak kecil saja. Tidak mendengar jawaban yang diinginkannya Arata memasang muka masamnya.
"Aku sayang kau suamiku." Bisik Lili pada Arata.
Arata kembali tersenyum lalu dia merangkul Lili dengan lembut, sedangkan Lili masih menggenggam erat tangan Yuki. Yuki terkekeh melihat Arata seperti dirinya jika sedang senang yaitu memeluk.
Dari belakang Kenzo melihat pemandangan seperti itu, semakin membuatnya yakin dengan apa yang dia pikirkan semalam. Arata tersadar jika Kenzo berada dibelakangnya. Dia berbisik pada Lili jika dia akan berjalan dengan Kenzo di belakang. Lili mengangguk lalu Arata berjalan menghampiri Kenzo.
"Aku senang melihat kalian bertiga," Kenzo berkata dengan tersenyum.
"Kau pasti rindu dengan istrimu?" Arata bertanya pada Kenzo sembari berjalan mengikuti Lili dan Yuki.
Kenzo mengangguk, sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu akan tetapi dia belum yakin sepenuhnya dengan keputusannya. Dia takut jika Arata dan Lili tidak setuju dengan apa yang dia minta.
Dia hempaskan kembali pikirannya untuk membicarakan tentang Yuki pada Arata, biarkan saja waktu yang akan menjawab semuanya. Dia berjalan kembali mengikuti Yuki yang sedang bersenang-senang melihat semua hewan-hewan yang ada di Bali Safari and Marine Park.
"Tante, aku ingin kesana!" Yuki berkata dengan semangatnya.
Lili melihat apa yang ditunjuk oleh Yuki, rupanya dia ingin melihat pertunjukan gajah. Lili tersenyum lalu mengatakan pada Yuki bahwa kita akan kesana, Yuki merasa senang dengan persetujuan dari Lili.
Yuki sama sekali tidak peduli dengan persetujuan ayahnya atau Arata, kedua lelaki ini hanya bertugas sebagai bodyguard saja. Namun baik Arata atau Kenzo tidak mempermasalahkan semua itu. Yang terpenting adalah kebahagian kedua orang yang sangat mereka sayangi melebihi nyawanya sendiri.
Lili menerangkan bagaimana kehidupan seekor gajah yang berdampingan dengan manusia. Disana dijelaskan secara rinci, Yuki sangat menyukai apa yang dia lihat. Meski dia tidak mengerti dengan bahasa yang disampaikan oleh MC, Lili dengan sabar memberikan semua info yang dia dengar pada Yuki.
"Aku senang dengan istri Anda, yang bisa dekat sangat cepat dengan Yuki. Karena semenjak kepergian ibunya, Yuki sangat sulit untuk dekat dengan siapapun kecuali aku!" Kenzo berkata sembari melihat betapa bahagianya Yuki bersama Lili.
Arata merasa ada yang aneh dengan setiap perkataan yang diucapkan oleh Kenzo, dia merasa bahwa Kenzo sedang dalam kesulitan. Dia semakin ingin tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi, jika memang dia membutuhkan bantuan maka Arata dengan senang akan membantunya.
"Apa kau membutuhkan bantuan dariku?!" Arata memberanikan bertanya seperti itu pada Kenzo.
Kenzo terkejut dengan yang ditanyakan Arata padanya, dalam hatinya berkata rupanya Arata seorang pria yang memiliki insting yang sangat tajam.
"Jika kelak aku meminta bantuanmu dan istrimu, aku harap kau bisa membantuku! Karena hanya kalian yang bisa membantuku dan Yuki." Kenzo berkata dengan penuh keyakinan.
"Jika yang kau minta tidak berbenturan dengan norma dan hukum baik aku atau Lili akan membantumu." Arata menjawab dengan menepuk pundak Kenzo.
Kenzo senang mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Arata, dia semakin yakin jika Lili dan Arata adalah orang yang tepat untuk menjadi penolongnya. Setelah itu Kenzo kembali memperhatikan kebahagiaan Yuki bersama Lili.
Setalah pertunjukan selesai, Lili memutuskan untuk makan siang. Karena Yuki juga sudah merasa lapar. Arata tahu dimana mereka akan makan siang, mereka berjalan menuju Tsavo Lion Restaurant.
Tsavo Lion Restaurant, kita bisa makan ditemani dengan pemandangan dari kaca yang terhampar panorama khas Afrika ditemani dengan Raja Hutan yang siap menemani kita makan. Itulah penjelasan singkat Arata pada Yuki.
Yuki merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Arata, dia langsung menarik lengan Lili untuk bergegas menuju restoran tersebut. Arata terkekeh jika melihat sikap Yuki seperti itu. Dia merasa melihat Lili dalam tubuh seorang anak kecil.
"Kenapa kau tertawa, sayang?!" Lili bertanya pada Arata dengan nada menyelidiki.
Arata tidak menjawab pertanyaan Lili akan tetapi dia menjadi semakin tidak bisa menahan tawanya. Karena dia melihat raut wajah Lili dan Yuki yang penasaran dengan apa yang ditertawakan oleh Arata.
"Sudahlah, kita kembali jalan menuju restoran!" teriak Arata untuk mengalihkan pembicaraan.
Sikap Arata seperti itu membuat Kenzo terkekeh pula, dia sungguh merasa terhibur dengan kelakuan Arata pada istrinya. Dan juga Yuki yang mengikuti apa pun yang Lili lakukan.
"Ayah! Hentikan tawa Ayah!" Yuki berkata dengan penekanan.
Mendengar vyuki berkata seperti itu membuat Lili, Arata serta Kenzo terkekeh-kekeh. Melihat semuanya tertawa Yuki semakin kesal, akhirnya dia mengeluarkan raut wajah masamnya.
Melihat wajah masam Yuki, semuanya membuat mimik wajah yang lucu sehingga Yuki bisa kembali tersenyum.
"Kita sudah sampai, ayo kita cari tempat duduk yang nyaman!" Lili berkata kepada semuanya.
Kenzo berjalan terlebih dahulu untuk memesan tempat yang sangat bagus untuk melihat pemandangan. Akhirnya dia menemukan tempat yang bagus, dia memanggil Arata, Lili dan Yuki untuk menghampirinya.
Lili, Arata serta Yuki menghampiri Kenzo, mereka duduk dengan tenang. Yuki melihat keluar kaca yang tebal, ada seekor raja hutan yang sedang berjalan-jalan. Sedikit demi sedikit raja hutan tersebut mendekat ke arah Yuki, bukannya merasa takut Yuki malah menyukai raja hutan yang mendekatinya.
Seorang pramusaji mendekati meja Arata, merekapun memesan makanan yang di mau. Setelah memesan makanan, pramusaji tersebut mengulang Kemabli apa yang sudah dipesan lalu dia berjalan meninggalkan meja untuk menyiapkan semua pesanan yang sudah di pesan.
Sembari menunggu pesannya mereka tiba, mereka berbincang-bincang. Waktu tidak terasa lama. Beberapa pramusaji menghampiri meja mereka dengan membawa pesanan yang sudah mereka pesan tadi.
Merekapun menyantap pesanan yang sudah mereka pesan. Setelah acara makan siang selesai, Lili memutuskan untuk mengakhiri semua perjalanan mereka kali ini. Lagipula dia melihat Yuki sudah mulai kelelahan.
"Mungkin ini hari terkahir kita bertemu di Bali. Aku harap kita bisa kembali bertemu di Jepang!" Kenzo berkata dengan sedikit nada sedih karena akan pergi meninggalkan teman yang baru saja dia kenal.
Mendengar semua itu Lili merasa sedih karena dia tidak akan bertemu lagi dengan Yuki. Arata memegang tangan Lili guna memberinya kekuatan untuk merelakan semuanya. Lili tersenyum lalu memeluk erat Yuki.
"Jika sudah di Jepang, jangan lupa menghubungi Tante ya!" Lili berkata dengan lembut pada Yuki.
Yuki mengangguk lalu dia memeluk lili dengan erat lalu berkata, "Aku tidak akan melupakanmu Tante."
Setelah saling berpelukan Yuki pamit pada Lili dan Arata, mereka berpisah setelah keluar dari restoran. Lili terlihat sangat sedih dengan perpisahan ini, itu membuat Arata ikut bersedih pula.
__ADS_1
"Jika kita berjodoh dengannya, maka kita pasti akan bertemu kembali dengannya." Arata berkata sembari merangkul Lili yang sedang bersedih.
Mendengar apa yang diucapkan Arata membaut hati lilin merasa tenang. Karena apa yang dikatakan oleh Arata ada benarnya juga, jika berjodoh maka akan bertemu kembali.