
Sudah tiga hari Yuki berada di rumah Lili, suasana rumah terasa hangat. Kenzo mengatakan bahwa hari ini akan menjemput Yuki karena urusannya sudah selesai.
"Sayang, bisakah hari ini Yuki bersamamu di kantor?" Lili bertanya pada Arata yang sedang memasang dasinya. Karena hari ini Lili akan sangat sibuk untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Arata mengangguk, lalu menyuruh Lili untuk menyiapkan semua perlengkapan untuk Yuki selama di kantornya. Lili tersenyum karena dia sudah menyiapkan semuanya.
Yuki memasuki kamar dia bertanya hari ini akan ikut dengan siapa? Lili menjawab dengan lembut jika hari ini dia akan bersama Arata. Yuki tersenyum lalu berlari menuju Arata dan memeluknya.
Setelah semua sudah siap Arata dan Yuki pergi ke kantor. Sedangkan Lili sebelum ke kantor dia harus menuju ke suatu tempat guna mengambil pesanan sebuah gaun yang akan dia kenakan besok malam.
Tibalah Lili di tempat sebuah butik, dia disambut dengan hangat oleh seorang wanita mudah. Dia menunggu sesaat untuk mendapatkan gaun yang sudah di pesannya.
Tidak begitu lama Lili menunggu gaunnya siap, setelah itu dia bergegas kembali ke kantornya. Hari ini begitu sibuk baginya, dia berharap Novi kembali dari liburannya.
Tibalah Lili di kantornya, dia tidak mengetahui jika orang yang diharapkannya sudah ada di ruangannya. Begitu dia masuk ke dalam, begitu senangnya dia karena Novi sudah ada di depan matanya dengan tampilan yang berbeda.
Novi sekarang sudah menutup seluruh auratnya dengan arti dia sudah mulai berhijab. Lili melangkah cepat mendekati Novi lalu dia memeluknya sangat erat.
"Kapan kau tiba di Jepang?" tanya Lili pada Novi.
"Tadi malam aku baru tiba," jawab Novi.
Novi berkata jika dia sudah rindu dengan pekerjaannya dan juga tidak tega meninggalkan Lili sendirian guna mengurus kantor. Lili sangat senang dengan apa yang di katakan oleh Novi.
Karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Novi pun kembali ke ruangannya. Sedangkan Lili kembali membuka semua berkas yang harus dia periksa.
Tok! Tok! Seorang sekretaris mengetuk pintu ruangan Lili, dia menginformasikan bahwa meeting akan segera di mulai. Dan semua pimpinan departemen sudah hadir.
Setelah mendengarkan informasi tersebut Lili bergegas menuju ruang rapat. Diikuti oleh sekretaris di belakangnya, setelah memasuki ruangan Lili melihat sekeliling guna melihat siapa saja yang hadir.
Semuanya sudah lengkap termasuk Novi yang duduk di sampingnya. Meeting pun dimulai, semua departemen melaporkan semua hasil pekerjaan mereka.
Dilain tempat, Arata selalu memperhatikan Yuki yang sibuk menggambar sembari melakukan pekerjaannya. Sesekali Yuki pergi ke ruangan Maru jika dia sudah bosan bermain di ruangan Arata.
"Apa kau tidak bosan?" tanya Maru pada Yuki yang sedang bermain di ruangannya.
"Sedikit, aku tidak ada teman. Asisten Maru bisakah kau menyuruh Tante Himawari untuk kemari menemaniku?" pinta Yuki dengan senyum manisnya.
Maru memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Yuli. Namun, harus meminta izin pada Arata masalah permintaan Yuki.
Maru mengatakan akan meminta izin pada Arata, setelah mengatakan itu dia menghubungi Arata. Dan mengatakan apa yang menjadi keinginan Yuki.
Arata mengizinkannya, setelah mendapatkan izin dari Arata. Maru menghubungi Sarada dan menyuruhnya untuk segera ke kantor. Karena Yuki menginginkannya untuk menemaninya.
Setelah mendapatkan telepon dari Maru Sarada segera bersiap lalu pergi menuju kantor. Dalam perjalanan dia merasa ada yang aneh dengannya. Namun, dia tidak tahu apa itu? Sehingga dia selalu mengabaikannya.
Tidak begitu lama, Sarada tiba di kantor. Dia bergegas menuju ruangan Maru. Saat masuk ruangan Maru, dia melihat Yuki yang sedang bersenda gurau dengan Maru.
Sarada tersenyum, jika saja Maru memiliki seorang putri pasti dia akan memperhatikannya melebihi dia memperhatikan Yuki.
"Sayang, kau sudah cocok menjadi seorang ayah," ucap Sarada yang memecahkan perhatiannya terhadap Yuki menjadi pada Sarada yang baru saja tiba.
"Tante Sarada," Yuki berlari lalu memeluk Sarada yang baru saja tiba.
Sarada pun membalas pelukan Yuki, dia merasakan sesuatu yang aneh lagi. Akan tetapi, dia tidak tahu itu apa? dia merasa bingung dengan apa yang dipikirkannya.
"Baik, sekarang aku sudah ada di sini. Yuki mau bermain dimana?" tanya Sarada pada Yuki yang sekarang terlihat sedang berpikir.
Yuki menyentuh dagunya menggunakan jari telunjuknya guna berpikir apa yang dia inginkan. Lalu dia mengatakan jika hari ini dia ingin makan es krim.
Sarada terdiam sesaat, dia tahu jika hendak keluar bersama Yuki maka dia harus meminta izin pada Arata. Sehingga dia memutuskan untuk membawa Yuki untuk meminta izin pada Arata yang diikuti oleh Maru.
"Paman Arata, bolehkah aku jalan keluar untuk membeli es krim bersama Tante Sarada?" Yuki bertanya pada Arata yang sedang duduk semabari memegang berkas.
Arata mengizinkan Yuki untuk pergi bersama Sarada dengan beberapa pengawal untuk perlindungan. Maru pun segera menyiapkan beberapa pengawal untuk melindungi Yuki dan Sarada.
Setelah semuanya siap, Sarada serta Yuki pergi ke suatu tempat yang menyediakan es krim yang digemari oleh anak-anak. Membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di tempat tujuan.
Sarada memesan es krim yang diinginkan oleh Yuki. Mereka menikmati suasana ini, dia melihat Yuki yang begitu cantik. 'Jika sudah dewasa nanti kau akan terlihat sangat cantik Yuki,' batinnya.
Setelah selesai memakan semua es krim yang ada di gelasnya. Sarada memutuskan untuk kembali ke kantor Maru. Karena dia merasakan hal yang aneh, entah apa itu menurutnya dia harus segera tiba di kantor.
Saat dalam perjalanan, Sarada merasa ada yang mengikuti mobil yang dia tumpangi. Dia melihat kebelakang dan benar saja ada beberapa mobil yang mengikutinya.
"Cepat! Ada yang mengikuti kita?!" perintah Sarada pada sopir.
Setelah mendengar perintah dari Sarada, sopir pun langsung tancap gas. Seorang pengawal terus memperhatikan mobil yang mengikuti sedari tadi.
Terjadi kejar-kejaran di antara mereka, sopir berusaha dengan semua kemampuannya untuk mengindari musuh yang sedang mengejar.
Yuki mulai terlihat khawatir, dia terus bertanya pada Sarada siapa mereka. Dia terus mengatakan jika mereka hendak membunuhnya. Seperti sang ibu yang telah tewas di bunuh di hadapannya.
Sarada begitu terkejut dengan perkataan Yuki. Karena dia tidak mendapatkan informasi itu baik dari Maru, Arata atau Lili.
"Apa ayahmu tahu? Tentang ibumu?!" tanya Sarada pada Yuki yang masih ketakutan.
Yuki menggelengkan kepalanya lalu dia berkata jika ayahnya belum tahu. Karena dia takut jika nanti ayahnya juga akan di bunuh oleh mereka.
Sarada memeluk Yuki dengan erat, dia berusaha untuk menenangkannya. Dia sungguh tidak menyangka gadis sekecil ini sudah melihat pembunuhan terhadap ibunya sendiri.
Mereka masih saja mengejar, Sarada memutuskan untuk menghubungi Maru.
"Sayang, cepat bantulah aku! Ada yang mengejarku, sepertinya mereka menginginkan Yuki. Aku tidak tahu apakah aku sanggup menghadapi mereka! Kulihat di belakangku ada 3 mobil yang mengejar!" Sarada berkata dengan cepat.
Ckitttt!
__ADS_1
Mobil berhenti karena musuh berhasil menyalip mobil yang ditumpangi oleh Sarada. Di depan sudah ada 1 mobil musuh yang menghadang, sedangkan di belakang ada 2 mobil musuh.
Sarada terpojok, yang ada di pikirannya saat ini adalah melindungi Yuki dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Dia tidak mau gadis kecil ini berkahir dengan menyedihkan.
Sudah cukup dia menderita karena melihat pembunuhan ibunya, sekarang Sarada akan melindunginya dengan seluruh kemampuannya.
"Yuki tenang saja ya, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu." Sarada menenangkan Yuki yang masih memeluk erat tubuhnya.
Beberapa orang keluar dari mobil yang menghadang tadi, mereka melangkah mendekati mobil yang ditumpangi oleh Sarada dan Yuki.
Dua orang pengawal keluar dari mobil, guna bertanya apa yang sudah mereka lakukan. Mengapa mereka menghadang, tetapi bukannya menjawab dengan baik. Mereka malah menyerang pengawal yang melindungi Yuki.
Terjadi perkelahian diantara mereka, sopir berkata pada Sarada jika para musuh keluar dari mobil musuh yang ada di belakang. Sarada melihat kebelakang dan benar saja mereka mendekat.
Sopir menyuruh agar Sarada tetap berada di dalam mobil. Lalu sopir tersebut keluar guna menghalau para musuh, meski dia tahu tidak mudah menghadapi musuh yang sangat banyak.
Terlihat para pengawal yang sudah terpojok begitu pun dengan sopir. Seorang musuh mengetuk pintu mobil dan menyuruh Sarada untuk keluar.
Sarada keluar dari mobil dengan Yuki yang berada di gendongannya. Dia melihat semua musuh yang sudah mengepung.
Namun pengawal dan sopir berusaha untuk melawan lalu mereka melindungi Sarada dan Yuki. Salah seorang pengawal mengatakan pada temannya apa pun yang terjadi harus melindungi Sarada dan Yuki. Walaupun harus mengorbankan nyawa mereka sendiri.
"Jangan membuang tenaga bahkan nyawa kalian, lebih baik serahkan saja gadis kecil itu pada kami!" ucap seorang musuh dengan nada sombongnya.
"Jangan harap kalian bisa merebut gadis kecil ini dari tanganku!" Sarada berkata dengan nada dinginnya.
"Serang!" ucap seorang musuh pada rekannya.
Perkelahian terjadi kembali, tidak ada seorang pun yang dapat membatu. Karena saat ini lokasi mereka sangat jauh dari hingar-bingar kesibukan kota.
Ada seorang musuh yang yang hendak merebut Yuki dari pelukan Sarada. Namun, dengan sekuat tenaga Sarada melayangkan tendangannya. Sehingga musuh itu terhuyung ke belakang lalu terjatuh.
Semua sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Sarada. Yuki masih memegang erat Sarada sehingga menyulitkan baginya untuk bergerak.
"Yuki, dengarkan aku! Kau gadis kuat, -kan? Jika kau kuat maka kau harus berdiri tegap! Maka aku dan para pengawal akan melindungimu!" ucap Sarada guna membuat Yuki tidak ketakutan.
Yuki pun melepaskan pelukannya lalu berdiri tegap, dia tidak ingin membaut Sarada khawatir dan sulit untuk melindungi dirinya.
"Dengar! Apa pun yang terjadi Yuki harus tetap berada di tempatnya sekarang!" perintah Sarada pada semua pengawal.
Semua serentak mengatakan iya, Yuki harus selalu berada di tengah-tengah mereka. Mereka sudah siap dengan kuda-kuda untuk melindungi Yuki.
Bug! Bug! Dua orang musuh langsung menyerang Sarada tanpa henti. Saat ini dia hanya bisa bertahan dari serangan mereka.
Perkelahian yang begitu melelahkan, Sarada sudah merasa kelelahan menghadapi serangan mereka. Dia merasa aneh dengan tubuhnya, mengapa baru saja sebentar mengeluarkan jurusnya sudah merasa kelelahan.
Brugggg!
Sarada terjatuh, dia berusaha kembali untuk berdiri. Namun, dia tidak bisa badannya begitu lemah. Saat salah seorang musuh hendak mengambil Yuki. Dengan cepat Sarada berdiri dengan semua kekuatannya. Lalu dia melayangkan pukulannya, sehingga Yuki berhasil tetep berada di tempatnya.
"Nona, lebih baik Anda dan Nona Yuki masuk kedalam mobil! Biar kami yang menghadapi mereka." Salah seorang pengawal berkata dengan terengah-engah.
Sarada berusaha melindungi Yuki dengan tenaga yang masih dia miliki. Dia berharap jika Maru segera tiba. Karena dia takut tidak bisa bertahan lagi.
Serangan bertubi-tubi yang diterima oleh Sarada dari musuh membuatnya semakin terpojok. Dia merasa musuhnya semakin bertambah. Karena selama dalam perkelahian tadi dia sudah menjatuhkan beberapa musuh.
Saat Sarada sedang lengah, salah seorang musuh berusaha menerobos ke dalam lingkaran perlindungan Yuki. Namun, dengan cepat sopir menghalaunya sehingga sopir tersebut terjatuh.
Melihat sopir terjatuh membuat mereka merapatkan tubuh mereka guna melindunginya Yuki.
"Apa kau bisa berdiri?" tanya Sarada pada sang sopir.
Sopir menjawab bahwa kakinya terkilir, sehingga tidak dapat berdiri. Namun, dia berkata masih bisa melindungi Yuki meski dia tidak bisa berdiri.
Mendengar jawaban sang sopir, Sarada dan yang lainnya kembali fokus terhadap musuh yang mengelilingi merek.
'Kapan kau akan tiba, Maru? Aku sudah tidak bisa bertahan lagi! Aku tidak ingin gagal melindungi Yuki,' ucap Sarada dalam hati.
Semua sudah merasa kelelahan, sudah tidak ada tenaga lagi untuk menyerang. Maka dari itu mereka semau lebih memilih untuk bertahan guna melindungi Yuki. Hingga bantuan datang untuk menyelamatkan mereka.
Para musuh sudah merasa senang karena para pelindung gadis kecil itu sudah kelelahan. Hanya dengan satu serangan saja sudah bisa menumbangkan mereka semua.
"Serang! Dan ambil gadis kecil itu!" perintah seorang musuh pada kawannya. Serentak mereka menyerang Sarada.
Sarada dan yang lainnya memasang kuda-kuda pertahanan. Meski nyawa mereka harus melayang demi melindungi gadis kecil tidak berdosa. Bagi mereka itu sepadan.
Dengan memasang kuda-kuda pertahanan dalam hati Sarada berkata, 'Aku sangat menyayangimu Maru, jika aku tiada— aku harap kau bisa melanjutkan kehidupanmu dengan bahagia.'
Seorang musuh hendak memukul Sarada dengan tongkat. Saat tingkat itu sudah berada di atas kepalanya. Dia menutup matanya karena dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Dor!
Terdengar suara tembakan yang menghentikan tindakan para musuh untuk menyerang. Termasuk musuh yang hendak memukul Sarada. Namun tingkat masih berada di atas kepalanya.
Sarada membuka kedua matanya, saat dia mendengar suara tembakan. Rupanya Sura tembakan itu bersalah dari seorang polisi.
Brettt!
Musuh yang hendak memukul Sarada langsung menarik tangan Sarada. Sehingga Sarada berada di dalam cengkeraman musuh.
"Biarkan aku pergi! Jika tidak aku akan menghabisi wanita ini!" ancam seorang musuh pada polisi yang sudah mengepung mereka.
Sarada hanya bisa pasrah karena dia sudah tidak bisa melakukan perlawanan lagi. Seluruh tenaganya sudah terkuras habis.
"Apa kau bilang— kau ingin menghabisi istriku!" Maru berkata dengan dengan tetapi ada penekanan yang membuat orang di sekitarmya merasakan hawa membunuh darinya.
__ADS_1
Sarada tersenyum, akhirnya dia bisa melihat Maru mungkin untuk yang terakhir kalinya. Maru berjalan dengan tatapan membunuh pada orang yang telah menyandara Sarada.
Dalam hati Maru berkata, 'Berani sekali dia mengancam untuk membunuh istriku! Tidak akan aku biarkan dia hidup dengan mudah. Karena dia sudah berani menyentuh tubuh istriku.'
Maru berjalan namun dengan pasti mendekati Sarada, musuh merasa ketakutan dengan tatapan membunuh Maru. Dia mundur sembari menarik Sarada, itu membuat Sarada merasakan kesakitan.
Karena bagian lengannya terluka saat dia berkelahi, ada seorang musuh yang berhasil melukai tangannya dengan sebuah belati.
Maru sangat marah saat melihat Sarada kesakitan. Tahap mengatakan apa-apa dia berlari menuju Sarada, dia mencengkram tangan yang sudah mencengkeram Sarada.
Karena cengkeraman Maru yang sangat kuat, membuat musuh tersebut melepaskan tangannya dari tubuh Sarada. Setelah itu Maru menghajarnya secara membabi-buta.
Kedua tangan dari musuh itu sudah patah, sehingga dia tidak bisa lagi menggunakan kedua tangannya. Maru sengaja mematahkan kedua tangannya karena sudah berani menyentuh tubuh Sarada.
Setelah itu polis menangkap semua penjahat yang tidak bisa lagi. Sarada melihat jika Yuki sudah berada di dalam pelukan Arata. Dia merasa tenang, akhirnya dia bisa melindungi Yuki.
Brugggg!Sarada terjatuh, itu membuat Maru sangat khawatir.
"Maru cepat bawa Sarada ke rumah sakit!" perintah Arata yang menyadarkan Maru.
Maru menggendong Sarada dia berlari menuju mobil, dia langsung tancap gas. Mobil melesat dengan kecepatan penuh. Dia sungguh khawatir dengan keadaan Sarada.
Karena Maru merasa ada yang aneh dengan Sarada, dia tidak percaya ketahanan tubuhnya tidak seperti biasanya.
Tibalah Maru di rumah sakit, dia berteriak agar segera menyelamatkan Sarada. Semua tenaga medis yang sedang berjaga bergegas melakukan tindakan penyelamatan.
Maru menunggu dengan gelisah, dia takut terjadi hal yang buruk pada Sarada. Ponsel Maru berdering, dia mengangkatnya. Karena yang menghubunginya adalah Arata.
Maru mengatakan di rumah sakit mana sekarang, setelah mengatakan itu dia menutup pasambinhan ponselnya.
Beberapa saat kemudian Arata tiba dengan menggendong Yuki. Dia bertanya bagaimana keadaan Sarada. Maru tidak bisa menjawab apa-apa karena dia tidak tahu kondisi Sarada saat ini.
"Maafkan aku Asisten Maru, jika bukan karena aku ini tidak akan terjadi. Aku tidak mau tante Sarada tiada gegara aku, sama seperti ibu tiada karena aku!" huhuhuhuhu tangis Yuki menyeruak.
"Apa yang kamu katakan tadi, sayang?" tanya Kenzo yang baru saja tiba dan mendengar perkataan Yuki.
Arata menurunkan Yuki dari gendongannya, lalu gadis kecil itu berlari menuju Kenzo. Dia menangis sangat kencang dan sulit untuk dihentikan.
Namun, Kenzo berusaha menenangkan Yuki karena dia ingin tahu kenapa putrinya bisa berkata seperti itu. Kenzo pun bertanya sekali lagi dengan lembut pada Yuki, mengapa dia berkata seperti itu tenteng ibunya.
Yuki pun menceritakan semuanya, jika kematian ibunya bukan karena sakit. Namun, ada seseorang yang membunuhnya. Saat peristiwa itu terjadi, Yuki sedang bersembunyi di dalam almari di kamar ibunya.
Karena dia sedang bermain petak umpet dengan pengasuhnya. Dia melihat beberapa orang yang berpakaian serba putih menghampiri ibu yang tertidur.
Namun, seseorang berkata untuk segera menghabisi ibu yang sedang tertidur. Lalu seseorang menyuntikan sesuatu pada ibu setelah itu mereka pergi.
Setelah itu sang ibu tidak terbangun lagi untuk selama-lamanya. Setelah menceritakan semua itu Yuki menangis. Begitu terkejutnya Kenzo mendengar kematian istri yang dia cintai dari putri kecilnya.
Mungkin bagi sebagian anak seumur dia tidak akan mengingat semua kejadian itu. Namun, itu sangat mungkin bagi Yuki. Karena Yuki memiliki daya ingat yang sangat kuat.
Yuki terus saja menangis, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Sarada. Dia tidak ingin melihat kematian lagi yang disebabkan olehnya.
Lili tiba di rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Arata. Mengenai penyerangan terhadap Yuki dan Sarada.
"Bagaimana dengan Sarada?!" tanya Lili dengan nada khawatir.
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Lili karena semua yang ada di sana belum mendapatkan laporan dari dokter yang menangani Sarada.
Lili yang melihat Yuki masih saja menangis langsung menghampirinya lalu dia menggendong Yuki. Dia memberikan pelukan yang hangat untuknya agar Yuki bisa berhenti menangis.
Saat Yuki sedang berada di dalam pangkuan Lili, Kenzo melangkah mendekati Maru. Dia membungkukkan tubuhnya seraya meminta maaf atas semua penyerangan yang terjadi siang ini.
"Ini bukan salah Anda, Tuan Kenzo! Ini adalah salah orang-orang yang hendak menghabisi putri Anda. Jika terjadi sesuatu pada istriku, aku tidak akan melepaskan mereka semua!" jawab Maru dengan nada kesal.
Seorang dokter keluar dari ruangan yang menangani Sarada. Dia mengatakan jika saat ini keadaannya dan bayinya sedang dalam keadaan kritis.
Maru begitu terkejut saat mendengar apa yang baru saja dikatakan dokter. Dia baru mengetahui jika Sarada dalam keadaan hamil.
"Apa Anda yakin? Jika istri saya sedang mengandung?!" tanya Maru pada dokter.
Dokter mengatakan kembali jika Sarada sedang mengandung. Dia mengatakan jika Sarada bisa melewati masa kritis malam ini makan dia dan calon bayi yang ada di kandungannya akan selamat.
Di hati Maru ada rasa senang dan sedih setelah mendengar semua ini. Dia senang karena akan memiliki seorang anak. Namun, dengan keadaan kritis ini dia tidak tahu bagaimana keadaan Sarada dan calon bayinya.
Lili merasa senang dan sedih juga mendengar apa yang dikatakan dokter, dia berdoa agar Sarada dan bayinya bisa bertahan. Dia tidak ingin melihat merasakan kembali kehilangan orang terdekatnya.
Sarada sudah di tempatkan di sebuah ruang rawat dengan alat-alat terpasang di bagian anggota tubuhnya. Guna melihat keadaannya hingga tersadar nanti.
Setelah semuanya bisa melihat keadaan Sarada yang masih tidak sadarkan diri. Maru memyurh semuanya untuk kembali ke rumah masing-masing.
Karena saat ini Maru sedang ingin sendiri menemani Sarada. Lagi pula dia tidak bisa merepotkan Arata dan yang lainnya.
Akhirnya Lili dan yang lainnya memutuskan untuk pulang. Dia memaklumi apa yang diinginkan oleh Maru.
Maru menatap lembut Sarada yang masih belum sadarkan diri, dia memegang perut Sarada dengan lembut. Seraya mengatakan pada bayinya agar bisa bertahan.
Lalu dia mengecup kening Sarada dengan lembut seraya mengatakan untuk cepat kembali ke sisinya. Karena dia masih membutuhkannya dan juga tidak ingin kehilangannya.
Apalagi saat ini ada bayi yang berjuang untuk bertahan hidup di dalam kandungannya. Maru pun belum siap jika harus kehilangan Sarada.
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉