
Dua hari kemudian, suasana hatiku sudah mulai seperti biasa lagi. Akupun melihat Lili sudah kembali seperti semula, aku bersyukur dia tidak terpuruk dengan yang baru dialaminya. Malahan dia semakin kuat, aku salut kepadanya mudah-mudahan kau selalu mendapatkan kebahagian. Tapi aku masih saja kesal sama Arata dasar kau monster mesum, sebelum ku menghajarnya dengan puas kesal ku tidak akan pernah hilang.
"Sayang, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Alex padaku dengan lembut sembari memelukku.
"Aku masih kesal dengan Arata, rasanya ingin aku menghajarnya dengan semua kekuatan yang ku miliki!"
"Kau ingin menghajarnya, baiklah kita buat rencana saja untuk memberinya pelajaran! Bagaimana kau mau ikuti rencana ku?" Ucap Alex dengan jahilnya.
"Serius dong Yang! Beneran nih aku masih kesal dengan dia, kekesalan ku belum bisa hilang padanya. Seharusnya dia di hukum mati saja karena sudah membuatku dan teman ku di lecehkan olehnya!" Aku berkata dengan nada kesal rasanya ingin ku tonjok dia sekarang.
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Handphone ku berbunyi, angkat.
"Hallo Li," Jawabku pada seorang yang di sebrang telepon disana tak lain adalah Lili.
"Lin kamu bisa ga ke rumah ku?" Ucap Lili dengan nada datar.
"Ada apa Li?"
"Temenin aku latih tanding yu, aku lagi butuh pelampiasan nih?" Jawab Lili.
"Oke aku kesana, aku pun butuh melampiaskan kekesalan ku!" Bip..., Aku mematikan handphone ku.
"Siapa Yang?" Tanya Alex padaku.
"Lili Yang, dia butuh teman tanding, bolehkan aku kesana? Kebetulan aku juga butuh melampiaskan kekesalan ku!"
"Baiklah aku akan ikut dengan mu! Kau siap-siap saja dulu." Alex berkata padaku dan dia mulai memainkan handphone nya.
Alex menghubungi Ari, agar dia membawa Arata ke rumah Lili dengan alasan apapun Arata harus berada di rumah Lili. Ari yang mengerti dengan perintah Tuan Muda Alex, langsung pergi dan menjemput Arata. 'Apa yang akan di lakukan oleh Nona Muda Alin terhadap Arata, apa Nona akan menghajarnya? Aku akan menunggu aksi mu Nona jika benar kau akan menghajar nya! Itu pantas dia dapatkan karena sudah membuat Nona dan Nona Lili terluka,' gumam Ari dalam hati.
****
Rumah Lili
Aku dan Alex baru saja sampai, Lili langsung mengajakku ke ruang latihan. Alex hanya menemani ku, dia merasa bersalah karena kemarin meninggalkan ku sendiri akhirnya terjadilah kejadian yang membuatku dan Lili menderita. Sekarang aku tidak bisa pergi kemana-mana sendiri kalau di Jepang. Aku harus selalu ikut kemana dia pergi, samapai ke kantor pun aku harus selalu ada di depan matanya.
"Ayo Lin kita mulai!" Lili berkata dengan semangat.
Aku pun langsung mendekati Lili, dan mulai bersiap-siap dengan perlengkapan. Saat aku sudah berada di dalam ring, aku mulai melakukan pemanasan bersama Lili. Sebelum aku memulai serangan ku, tiba-tiba Ari datang bersama Arata. Aku langsung berkata, "hai kau Arata kemarilah, hadapi aku!"
Arata yang sudah diberitahu oleh Ari, untuk mengikuti apapun yang dikatakan oleh Nona Alin dan Nona Lili. Jika tidak maka dia akan mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan bahkan Tuan Amida tidak bisa menolongnya.
"Apakah kau bisa mengalahkan ku Nona Alin?" Sindir Arata padaku.
"Kita lihat siapa yang menang dan siapa yang kalah!" Jawabku dengan kesal.
"Lin beneran kamu mau melawan dia, sebenarnya aku juga ingin melawan dia! Tapi aku beri kamu kesempatan untuk melawannya." Lili berkata sambil keluar ring dan melewati Arata bengitu saja.
"Kau akan menjadi miliki Nona Lili." Sindir Arata yang membuat Lili merinding karena jijik.
"Jangan bermimpi di siang bolong kau!" Jawab Lili dengan nada dingin.
Arata yang mendengar perkataan Lili hanya tersenyum sambil berjalan menuju ring. Diamana Alin sudah menunggunya. Arata melepaskan jasnya, membuka kancing kedua lengannya.
Sepersekian detik aku langsung menyerang Arata, dia menghindar semua pukulan dan tendangan ku. "Ayo lawan aku berengsek!! Jangan kau menghindar saja?" Ucap ku dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Apakah kau serius Nona Alin! Jika aku mengeluarkan semua jurus-jurus ku kau pasti kalah!" Jawab Arata.
"Haha kau begitu percaya diri Arata, kemarin saja kau hampir kalah melawan Lili, jika Lili tidak kelelahan kau pasti kalah!"
Arata terpancing oleh kata-kata ku, dia mulai marah dan mulai menyerang ku dengan tinjuan dan tendangannya. Aku pun menangkis dan menghindarinya. Semakin lama adrenalin ku terpacu, dengan mengingat semua yang terjadi karena Arata. Kekuatan tinjuan ku dan tendangan ku semakin kuat. Karena beberapa hari ini aku selalu berlatih bersama Alex. Alex melatihku dengan keras, dia ingin aku semakin kuat.
Kami terus bertarung, Arata mulai kewalahan dan kelelahan. Aku sudah bisa melukainya, aku sangat bersemangat semua kekesalanku. Aku melampiaskan semuanya kepada Arata karena dialah penyebabnya.
"Bagaimana Arata! Apakah kau pikir aku adalah wanita yang lemah, jika kau tidak membius kami kau pasti akan habis di tangan kami pada saat itu juga!"
"Hahaha Nona Alin kau begitu hebat, aku merasakan kau telah berubah dalam beberapa hari ini. Sepertinya suami mu telah mengajari mu dengan sangat baik, baiklah aku menyerah padamu. Apa yang ingin kau lakukan padaku lakukanlah meski kau ingin membunuhku bunuh saja aku." Arata berkata dengan serius.
"Aku tidak ingin membunuhmu, karena aku bukan seorang monster seperti mu, masalah hukuman hanya Lili yang bisa memberikan hukuman yang sangat berat padamu! Aku akan selalu memperhatikan mu, jika kau macam-macam lagi maka aku tidak segan-segan menghabisimu!"
Akupun berjalan meninggalkan nya sendirian di atas ring, dia hanya terdiam. Aku duduk di sebelah Alex, aku menghela nafas dan mengatur ritme nafas ku. Alex memberiku minum dan berkata,
"Bagaimana apa kau sudah puas?"
"Apa kau yang membawanya kemari?" Tanya ku pada Alex.
"Iya aku membawanya untuk kau hajar, hahahhaha." Canda Alex padaku sambil memberikan handuk untuk mengelap keringatku.
"Terimakasih ya Yang, sudah melakukan semua ini." Ucapku pada Alex sambil menyenderkan badanku ke sofa.
"Iya sayang, apa pun akan aku lakukan demi kau." Balas Alex dengan senyum dan mengecup keningku.
Lili yang melihat Arata masih berdiam diri di atas ring, mendekatinya dan berkata, "bagaimana sudah lihat kehebatan kami?"
Arata menengadah dan melihat Lili dengan ekspresi merendahkan. 'aku tahu kau sangat membenci ku, kuharap aku bisa menebusnya!' gumam Arata dalam hatinya.
"Hahaha kau begitu sombongnya Nona Lili, aku hanya mengalah saja pada kalian. Kalau aku mengeluarkan semuanya kalian akan hancur." Sindir Arata sambil berdiri dan melangkah mendekati Lili.
Aku melihat memang Arata hebat, stamina sangat bagus padahal baru beres beberapa menit dia sudah bisa mengumpulkan tenaganya. Alex yang melihat perkelahian Arata senyum tipis, menyiratkan sesuatu dan aku harus tau apa itu.
"Sudah cukup hentikan!!" Teriak seseorang dari pintu masuk, tak lain adalah Tuan Amida.
Arata yang mendengar teriakan Ayah nya langsung menghentikan gerakannya, namun Lili belum sempat berhenti sudah melayangkan tendangannya. Seketika Arata terjatuh karena tendangan Lili yang begitu kuat.
"Hahahaha," Alex seketika tertawa melihat Arata yang terjatuh akibat tendangan Lili.
"Apa yang kau lakukan Arata, bukannya Dokter sudah bilang kalau Nona Lili harus beristirahat. Kau malah bertarung dengannya!" Tuan Amida berkata dengan nada tinggi.
"Aku tidak mengajaknya berkelahi! Dia sendiri yang menyerang ku terlebih dahulu!" Jawab Arata yang masih kesakitan.
"Dasar bodoh, jika dia menyerangmu kau pergi saja tinggalkan dia!" Ucap Tuan Amida.
"Ahh sudahlah Ayah pasti tidak akan pernah percaya padaku, lebih baik aku pergi saja, Ayah urus saja putri kesayanganmu itu!" Arata berdiri dan berjalan meninggalkan kami semua.
"Maafkan Arata ya Nona Lili, saya benar-benar tidak menyangka dia akan bertidak seperti ini, dulu dia tidak pernah berani menyakiti seorang wanita meski dia bersikap mesum tapi dia tidak pernah melakukan hal bejat, dia memang kejam dalam menjalankan usahanya. Tapi dia selalu menghormati wanita, entah sejak kapan dia menjadi seorang monster!" Tuan Amida berkata dengan raut muka yang sedih.
Lili hanya terdiam mendengar perkataan tuan Amida, dia heran kenapa Ayah yang baik seperti ini memiliki seorang anak seperti monster. "Yang sudah terjadi tidak dilupakan, waktu pun tidak dapat di putar, saya permisi dulu Tuan Amida!" Lili berkata sambil pamit pada Tuan Amida dan pergi meninggalkan nya bersama kami.
Alex menghampiri Tuan Amida dan berkata, "lebih baik Anda pulang dan beristirahat, maafkan saya karena saya yang membawa Arata kemari!"
"Aku tahu kau yang menyuruh Asisten mu untuk membawa Arata! Kenapa kau tidak menghentikan Arata berkelahi dengan Nona Lili!"
"Maaf Tuan Amida, Arata berkelahi dengan saya selama satu jam. Setelah itu Lili yang masih kesal dengan Arata langsung menyerangnya, menurutku itu wajar karena Arata sangat bersalah pada Lili." Jawabku pada Tuan Amida.
Tuan Amida membungkukkan badannya dan berkata, "saya mohon maaf atas kelakuan Arata pada anda juga Nona Alin, saya yakin Nona juga merasakan trauma atas apa yang dia lakukan."
"Benar saya tidak akan pernah bisa melupakan apa yang sudah dia lakukan, semuanya sudah terjadi aku tidak bisa merubahnya. Tapi jika dia berani menyakiti sahabat saya, maka saya tidak akan mengampuninya lagi!" Ucapku pada Tuan Amida dan pamit meninggalkan Tuan Amida bersama Alex dan Ari.
__ADS_1
"Ari ikuti Alin!" Perintah Alex pada Ari, dan Ari pun pergi untuk melindungi Nona Alin.
"Istrimu sangat tersakiti dengan kelakuan Arata." Ucap Tuan Amida dengan kecewa atas kelakuan anaknya.
"Anda benar sekali, dia mengalami trauma bahkan dia sempat tidak mau ku sentuh dan mengalami mimpi buruk." Ucap Alex.
"Aku minta maaf padamu Alex, akibat Arata semuanya menjadi seperti ini!"
"Aku rasa ada yang mempengaruhi Arata, sehingga dia bersikap seperti ini!"
"Aku rasa begitu, aku akan mencari siapa yang telah membuat Arata menjadi seperti monster!"
"Aku sudah mulai menyelidiki semuanya!"
"Kalau begitu jika kau sudah menemukan siapa orangnya beritahu aku, aku akan memberikan hukuman yang setimpal!" Tuan Amida berkata sambil berjalan meninggalkan kediaman Lili.
Alex pun berjalan keluar untuk menemui Alin yang sudah menunggu di dalam mobil.
****
"Kau mau makan di luar apa di hotel?" Tanya Alex padaku disaat aku sedang melamun dalam mobil yang membawaku meninggalkan kediaman Lili.
"Sayang...." Alex menarik lengan ku dan memeluk ku sambil mengecup kening ku.
"Apaan sih Yang!" Aku berusaha melepaskan badanku dari pelukannya.
"Lagian aku tanya kamu, kamu malah melamun saja. Dengar kalau kau melamun terus maka kau akan ku hukum! Hukuman mu adalah kamu akan aku peluk dan kucium kau meski sedang berada di jalanan! Bagaimana?"
"Ahh kau sudah kembali menjadi Tuan Muda yang selalu memerintah ku!"
Alex yang sudah tidak tahan dengan ekspresi Alin, langsung mengecup bibirnya. Aku kaget dengan serangan Alex, tapi aku berusaha membalas nya dengan lembut. Tangan Alex mulai berjalan ke tubuhku. Seketika aku mengingat kembali dengan yang di lakukan Arata. Aku langsung melepaskan diri dari Alex tak terasa air mataku menetes. 'Aku belum bisa melakukan ini, aku belum siap maafkan aku Alex.' Gumam ku dalam hati.
Alex yang melihat wajah istrinya sedih, 'mungkin dia teringat kejadian itu, mungkin aku harus memberikannya sedikit waktu.' gumam Alex dalam hatinya.
"Maafkan aku sayang, aku belum bisa melakukan semuanya lagi bersamamu." Tangis ku pecah seketika, aku tak bisa menahannya lagi. Aku terus saja menangis, Alex langsung memelukku.
"Menangislah sayang, keluarkan semuanya jangan kau tahan lagi. Jika kau tahan terus maka semuanya tidak akan pernah berkahir. Kau akan terus merasakan kesakitan. Setelah ini kau harus menjadi lebih tegar dan kuat, aku akan selalu bersamamu."
Aku menangis sejadi-jadinya, sampai akupun terlelap tidur dalam pelukan Alex. Ari menghentikan mobilnya, karena sudah sampai di hotel. Alex pun menggendong ku dengan lembut, sehingga aku tak merasakan pergerakannya. Alex menidurkan ku di kasur dengan lembut, menyelimuti ku. Disaat Alex akan berdiri, aku meraih tangannya dan berkata, "jangan pergi, jangan meninggalkan ku sendiri!"
Alex pun duduk di sampingku, sambil menggenggam tanganku sehingga membuat aku merasa tenang.
"Tenanglah aku tidak akan meninggalkan mu, aku akan selalu bersamamu, karena aku sudah berjanji padamu kan!"
"Bener ya, jangan kau mengingkari janji mu padaku! Karena aku akan selalu menagih janji yang kau ucapkan padaku, maafkan aku yang begitu egois ini."
Alex pun duduk di sampingku, sambil menggenggam tanganku sehingga membuat aku merasa tenang. Tanpa disadari Alex pun ikut tertidur bersama Alin. Alex memeluk Alin, itu yang membuat Alin merasakan kehangatan dan merasa dilindungi.
___________________________________________
Sampai bertemu di bab berikutnya 😊
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya juga vote ya 😉
__ADS_1