
Beberapa hari setelah acara makan malam bersama tuan Ryota, membuat ibu merasa khawatir. Ibu sudah tahu sifat dari tuan Ryota, namun ayah berusaha menenangkan ibu.
Hari ini Lili seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya, sehingga membuat Arata cemburu karena tidak diperhatikan Lili. Terkadang Akhira atau ibu suka menggodanya, karena sekarsng Arata sudah dianggap tak penting.
Ayah terkekeh mendengar ibu dan Akhira menggoda Arata, sebenarnya ayah ingin membekas Arata. Namun melihat bibirnya cemberut seperti anak kecil, membuat ayah ikut menggodanya.
"Ada apa ini?!" Sepertinya seru?" tanya Lili yang baru saja tiba, dia bingung melihat wajah Arata yang sangat kesal.
Semua terkekeh melihat wajah Arata, Lili semakin bingung ada apa sebenarnya. Arata pun melangkah pergi tanpa sepatah katapun, itu membuat Lili semakin bingung. Kebingungan Lili ditertawakan oleh ayah, ibu serta Akhira.
"Sudah sana pergi! Bujuk suamimu yang sedang marah seperti anak kecil!"
Ini menyuruh Lili untuk pergi mengejar Arata, sambil terkekeh. Lili pun pamit untuk mengejar Arata. Dia masuk ke dalam kamar, dilihatnya Arata sedang duduk diatasnya sofa dengan muka kesalnya.
"Ada apa dengan kesayanganku ini?!"
Arata tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh Lili. Dia tahu Arata sedang kesal, Lili pun meninggalkan Arata. Lili masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri.
Dalam kamar mandi dia berpikir apa yang membuat Arata kesal, dia mengingat semua kejadian yang terjadi. Namun tidak menemukan apapun. Dia masih tidak tahu alasan mengapa Arata kesal, Lili pun keluar dari kamar mandi.
Ditatapnya Arata yang sedang rebahan diatas ranjang, muncul niat jahil Lili. Dia melangkah secara perlahan agar tidak terdengar oleh Arata, serelah dekat Lili meneteskan air dari rambutnya yang basah.
Arata terkejut dengan tetesan air yang menetes diatas wajahnya. Dia melihat wajah Lili tepat diatas wajahnya. Lili tersenyum, dikecupnya sekilas bibir Arata.
Arata langsung memegang tengkuk leher Lili, kecupan mereka semakin dalam dan panas. Arata tak melepaskan Lili, dia sangat menikmati permainan kecupan yang mereka lakukan. Lili berusaha melepaskan diri, karena dia hampir kehabisan napas.
"Apa yang kau lakukan?! Apa kau ingin membunuhku? Kau tahu jika kau melakukan semua itu aku bisa tiada karena kehabisan napas! Nanti akan tersebar di berita seorang istri tiada karena kehabisan napas saat sedang berciuman!"
Ucap Lili membuat Arata terkekeh, dia berhasil membuat Arata tertawa. Dia membayangkan bagaimana berita itu muncul, pasti akan membuat orang terkekeh.
"Kemarilah!"
Arata menyuruh Lili duduk di pangkuannya, Lili pun mengikuti perintah Arata. Mereka saling menatap satu sama lain, sedikit demi sedikit bibir mereka mendekat.
Kecupan lembut mendarat di bibir Lili, dia begitu menikmati kecupan yang diberikan Arata. Mereka semakin menikmati permainan masing-masing. Arata memegang tengkuk leher Lili, Arata memberikan waktu untuk Lili mengatur ritme pernapasannya lalu melanjutkan kecupan panas mereka.
Lengan Arata berjalan menelusuri bagian belakang tubuh Lili, di bukanya perlahan tali kimono yang terikat. Terpampanglah bagian tubuh Lili yang putih bersih. Kecupan Arata menjalar ke leher, lalu menyapu bagian dada Lili.
Lili terhayut oleh kecupan lembut Arata, sehingga membuatnya terlena. Sehingga dia mendesau, mendengar desah Lili membuat Arata semakin terprovokasi. Dia semakin sangar memainkan kecupannya di seluruh tubuh Lili.
Seketika tubuh Lili sudah terbaring diatas ranjang, Arata sudah berada diatas tubuh Lili. Dia membuka satu per satu kancing kemejanya, sembari menatap wajah Lili yang memerah karena permainan kecupan Arata. Dia kembali menyerang Lili dengan kecupan yang membuat desauan Lili terdengar begitu nikmat.
"Apa kau menikmatinya sayang?!"
Arata bertanya dengan suara lirihnya, Lili mengangguk dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Arata. Sembari tersenyum lembut, Arata kembali melayangkan kecupannya diatas bibir Lili.
"Jika kau sudah siap ayo kita mulai?!"
***
Keesokan harinya, Arata berkata pada Lili bahwa dia akan pergi ke Paris untuk urusan pekerjaan. Dia akan kembali sebelum pernikahan Akhira dan Fumiko. Lili merajuk dia ingin ikut ke Paris, karena disana dia ingin bertemu dengan Salma.
Mendengar Lili merajuk, membuat araya gemas dibuatnya. Akhirnya Arata mengujikan Lili ikut ke Paris, sebenarnya memang dari awal dia akan mengajak Lili ke Paris.
Lili dan Arata pun pergi dengan penerbangan siang ini, dia sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk beberapa hari di Paris. Lili pun sudah menyuruh Minami untuk mengurus perusahaan selama dia pergi ke Paris.
Dilain tempat Minami sedang termenung, dia memikirkan nasibnya dan ibunya. Dia bingung apa yang akan dia lakukan jika orang itu sudah kembali ke Jepang.
Minami sebenarnya sudah menikah dengan seorang pengusaha, meski umur mereka terpaut 5 tahun Minami terpaksa menikah dengan orang itu. Karena hanya dia yang bisa membatu ibu serta dia juga yang menyebabkan ayah tiada.
__ADS_1
"Ahh apa gunanya aku memikirkannya! Lebih baik aku memikirkan semua pekerjaan yang ditinggalkan Lili! Aku bersyukur bisa bertemu dengannya! Jika tidak mungkin aku pun sudah tiada!" gumam Minami, sembari melanjutkan pekerjaannya.
Saat Minami sedang mengerjakan design-nya, dia mendapatkan sebuah pesan. Pesan itu dari asisten suaminya, dia mengatakan bahwa hari ini tuan muda Toru akan kembali ke rumah.
Disimpannya kembali handphone-nya lalu dia kembali bekerja, untuk saat ini lebih baik fokus pada pekerjaannya. Tak terasa waktu sudah sore, dia pun akan pulang ke rumah. Namun Minami memutuskan untuk mengunjungi ibunya terlebih dahulu.
Dalam perjalanan menuju rumah ibunya, Minami mendapatkan pesan kembali. Dia harus segera kembali sebelum pukul 22.00 malam waktu setempat. Minami mengabaikan semua pesan yang dikirimkan oleh asisaten Ken.
Minami pun tiba di rumah ibunya, dia bergegas menemui ibunya. Karena waktunya tidak terlalu banyak. Dilihatnya sang ibu sedang berbaring di atas ranjang.
"Mah, bagaimana keadaanmu?!"
Minami bertanya dengan lembut, sang mama hanya tersenyum melihat putri kesayangannya tiba. Sekarang mama hanya tinggal bersama seorang pelayan, untuk membantu dan menemaninya.
"Bukannya suamimu akan pulang hari ini? Mengapa kau kemari?" Mama berkata sembari bangun dari tidurnya lalu duduk.
Minami menjawab dengan lembut, bahwa dia rindu pada mamanya. Dia langsung memeluk sang mama dengan lembut, dirasakannya tubuh sang mama yang semakin kurus. Dia berharap mamanya dapat sembuh dari sakitnya.
Minami pun mengobrol sesaat bersama mamanya, dia menceritakan semuanya mulai dari pekerjaannya hingga menceritakan mengenai sahabatnya sekaligus bosnya. Mendengar cerita Minami sang mama sangat bersyukur, Minami bertemu dengan Lili sehingga dia tidak terlalu menderita dengan kehidupannya.
"Maafkan Mama ya! Jika bukan karena Mama kau tidak akan menderita seperti ini!"
Minami memeluk mamanya kembali, dia tidak menyalahkan mamanya. Semua yang terjadi padanya sudah takdirnya, dia akan menerima semua takdirnya dan akan berjuang demi dirinya sendiri.
Dia tidak akan menyerah begitu saja dengan yang sudah terjadi, dia akan terus berjuang hingga menemukan apa yang dia impikan. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00, Minami berpamitan untuk pulang.
Dalam perjalanan Minami merasa gelisah, apa yang akan dilakukan oleh Toru padanya. Karena selama dia berada di luar negri, Minami selalu melanggar perintahnya.
Minami menghentikan mobilnya, dia berpikir lebih baik dia tidak pulang ke rumah. Dia terus berpikir dan merenung, sembari melihat jalanan yang sudah mulai sepi.
Dilihatnya jam ditangannya, ternyata sudah menunjukkan pukul 21.00. Minami bergegas menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, dia harus segera berada di rumah sebelum Toru tiba di rumah. Dia memikirkan kembali jika dia berulah, maka mama yang akan menderita.
Dia membuang pikiran buruknya, Minami langsung menuju kamarnya. Dibukanya pintu kamar secara perlahan, dia mencari saklar untuk menyalakan lampu kamarnya. Disimpanya tas diatas sofa, dia membuka pakaiannya satu persatu. Kemudian dia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Pada saat dia keluar dari kamar mandi, dia sangat terkejut karena lampu kamarnya kembali gelap. Dia berpikir bahwa ada seseorang yang masuk ke kamarnya lalu mematikan saklarnya.
Dia bergegas mendekati posisi saklar berada, dia menyadari bahwa di kamarnya ada orang selain dia. Minami berusaha tenang sembari berjalan mendekati saklar. Tiba-tiba ada yang menyentuh pundak Minami, secara spontan Minami melayangkan tinjuannya.
"Siapa kau?! Mengapa kau ada di kamarku?"
Teriak Minami, semabri mengawasi setiap arah agar dia mengetahui posisi orang yang sudah menyentuhnya. Ruangan kamar kembali sunyi, Minami segera menyalakan lampu kamar. Saat lampu menyala, seorang pria sudah ada di hadapnnya.
"Apa kau mau mengusirku dari kamar ku sendiri hah!"
Pertanyaan yang membuatnya terkejut, Minami berpikir bahwa Toru masih lama akan tiba di rumah. Ternyata dia sudah sampai lebih cepat dari perkiraannya.
Melihat suaminya tiba, dia tidak berkata apa-apa. Sikapnya kembali dingin, Minami tidak mau banyak bicara lagi. Dia berjalan melewati Toru, untuk mengambil pakaian. Karena saat ini yang dipakainya hanya sehelai handuk.
Toru menarik lengan Minami, namun Minami menepisnya. Toru yang tidak teriak dengan sikap Minami langsung menarik tangannya dengan menambahkan tenaganya.
Minami berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Toru, sehingga terjadilah perkelahian kecil diantara mereka. Saat sedang berkelahi, Toru menarik handuk yang dipakai Minami. Otomatis seluruh tubuh Minami terlihat sangat jelas.
Minami berusaha menutupi bagian tubuh yang bisa dia tutupi dengan kedua tangannya. Toru menyeringai melihat Minami, dia mendekati Minami.
Minami segera berbalik, dia berjalan dengan cepat menuju almari guna mengambil pakaiannya. Namun dia dihalangi oleh Toru, entah mengapa Toru sangat ingin melihat wanita yang didepannya merasa kesal sekaligus malu.
Minami sungguh kesal, ditariknya jas yang berada di pundak Toru. Dia pun memakai jas yang baru saja dia rebut. Toru semakin bersemangat untuk menyerangnya, Minami terus bertahan dengan serangannya. Dia tidak boleh gegabah, karena Toru sangat hebat dalam seni bela diri.
Minami berusaha mencari celah, namun Toru terus menyerangnya secara bertubi-tubi. Sehingga membuat Minami kelelahan, dia baru saja membersihkan diri. Sekarang sudah mengeluarkan keringat.
__ADS_1
"Sudah cukup hentikan! Sampai kapan kau mau menyerangku hah?"
Minami berkata, guna mencari celah untuk menyerang balik. Toru hanya tersenyum dia tidak ingin memberikan kesempatan pada Minami untuk menyerang balik.
"Aku sungguh tak habis pikir! Mengapa aku harus menikah dengan pria sepertimu!"
Toru kesal mendengar perkataan Minami, dia langsung menyerangnya tanpa ampun. Minami berhasil jatuh dalam dekapannya, dia berusaha melepaskan diri. Namun dia tidak bisa karena sudah merasa lelah, tenaganya sudah terkuras saat perkelahian tadi.
"Lepaskan aku! Jika tidak kau habis!"
Semua ucapan Minami dihempaskan begitu saja, dia tidak menyangka bahwa wanita yang dia nikahi begitu bengal. Semakin Minami melawan, Toru semakin mengeluarkan tenaganya. Dilemparnya Minami ke atas ranjang dengan kerasnya, dia masih kesal dengan perkataan yang dilayangkan oleh Minami.
"Tadi kau bilang apa hah! Kau menyesal menikah denganku? Jika kau menyesal menikah denganku, maka kau akan semakin menderita!"
Mendengar perkataan Toru, bukannya rasa takut yang muncul. Malah rasa ingin pergi jauh darinya. Dia harus bisa bertahan sesaat, agar dia bisa mencari cara untuk pergi dari Toru untuk selama-lamanya.
Toru mengikat kedua tangan Minami dengan dasi yang baru saja di lepas. Minami berusaha melepaskan diri, namun selalu gagal. Setelah itu Toru melepaskan ikat pinggangnya lalu di ikatkan di kedua kaki Minami.
"Aku tahu kau berniat lari dariku! Tapi jangan harap kau bisa lepas dengan mudah! Aku akan menjadikanmu sebagai miliki! Sehingga tidak ada seorang pria pun yang mau menerimaku!"
Setelah mengatakan ancaman pada Minami, dia langsung menyerang Minami dengan mengecup bibir Minami secara paksa. Minami tidak ingin melakukan hal ini, dia belum siap dengan semuanya.
Toru masih terus memaksakan kehendaknya, Minami menggigit bibir Toru sehingga berdarah. Bukannya menghentikan tindakannya, Toru malah semakin sangar.
Dia membuka jas yang membuka ikatan dasi ditangan Minami, Guan melepaskan kemana yang masih bertengger di tubuh Minami. Melihat kesempatan ini, Minami langsung melayangkan tinjuannya. Namun bisa ditahan oleh Toru.
Setelah jas yang digunakan Minami berhasil dilucuti dari tubuhnya, Toru mengikat kembali kedua tangan Minami dengan sangat erat. Sehingga menimbulkan rasa sakit.
Toru kembali mencium bibir Minami, meski Minami menolaknya. Secara perlahan ciuman Toru berjalan menelusuri setiap lekuk tubuh Minami. Semau yang dilakukan Toru membuat Minami muak, dia sungguh tidak ingin melakukannya saat ini. Karena dia membutuhkan waktu untuk bisa menerima semua ini.
Karena sudah lelah dengan perlawanan yang sia-sia, Minami hanya diam menerima permainan Toru yang begitu kasar baginya. Toru menggigit setiap bagian tubuh Minami yang dia inginkan.
Minami hanya bisa diam dan menahan rasa sakit akibat gigitan Toru. Di setiap bekas gigitan Toru, keluar sedikit darah yang membuat Minami semakin kesakitan.
"Aku mohon hentikan ini Tuan!"
Minami memohon agar Toru menghentikan semuanya, namun dia tidak mendengarkan apa yang dikatakan Minami. Dalam benaknya saat ini yang diinginkannya hanya melahap wanita yang sudah berani menentangnya.
Semakin Minami memohon untuk berhenti, Toru akan melakukan sebaliknya. Dia akan terus melakukan apa yang dia inginkan, dia tidak akan melepaskan Minami malam ini.
Minami tahu semua yang dia katakan tidak akan didengarnya, dia pasrah dengan semuanya. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya diam, menahan semua serangan yang di berikan Toru padanya.
Minami mengerang kesakitan, karena Toru melakukan hal-hal yang membuat tubuh Minami merasakan kesakitan yang luar biasa. Mendengar erangan kesakitan Minami, Toru semakin menikmati permainannya.
"Malam ini adalah hukuman bagimu! Karena kau sudah berani menentang perintahku!" ucap Toru dengan nada datar.
____________________________________________
Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉
__ADS_1