Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Bimbang


__ADS_3

Alin duduk dalam lamunannya, 'apakah aku tidak bisa memilih apa yang aku mau? apakah semua memang Ayah sudah tentukan? arrrrgg pusing gue jadi nya!' Kalo gue pilih kuliah di Indonesia gue pasti dijodoin! kalo ke Kairo Ayah berniat mengubahku seperti Mba Nita!


Alin menekan handphonenya dan menelepon Salma


Tuutt....


Tut.....


Tut....


Diangkat


"Hallo sal!"


"Hallo Lin, ada apa Lin?" sahut Salma di seberang telepon.


"Jalan yu ajak sekalian Lili!" ucap Alin.


"Ok Dimana?" tanya Salma.


Alin pun menentukan dimana mereka akan bertemu, "diempat biasa deh!"


"Siip gue siap siap dulu ya langsung meluncur!" jawab Salma sambil menutup teleponnya.


Sebaiknya aku pamit sama Bunda deh, "Bun alin pergi dulu ya?" ucap Alin sambil ijin pergi.


"Mau kemana sayang tanya Bunda?"tanya Bunda dengan lembut.


"Alin mo jalan sama Salma dan Lili boleh kan Bun?"


"Ohh boleh, tapi hati-hati ya dan ingat jangan pulang larut malam ya!" jawab Bunda.

__ADS_1


"Siap Bunda sayang," ucapku sambil memberikan kecupan hangat.


Beberapa saat kemudian sampailah aku di tempat yang sudah dijanjikan bersama Salma dan Lili.


"Hai Li kalian dah lama sampai nya?" tanya Alin


"Hmm ga ko Lin kita baru nyampe juga!" sahut Lili.


"Udah pada pesen belum?" kata Alin.


"Udah Lo juga dah geu pesen in" sahut Lili.


Alin terdiam dalam lamunannya dan menghela napas 'gue bingung kenapa hidup geu seribet ini ya?'


Plak....


Pukul Salma ke pundak Alin "hai Lo kenapa Lin cerita sama kita ada apa?"


"Hmm cerita ga yah?"Alin sambil nyengir hehehe.


"Apa masalah Ayah lagi Lin?" tanya Salma.


"Huuh!" jawab Alin dengan sedih.


"Terus-terus Lin?" timpal Lili yang penasaran.


"Lo pada tau kan, niat gue lulus SMA pingin kuliah di jurusan musik, Ayah ga ijin in gue kuliah musik! Ayah keukeuh pingin gue kuliah di Kairo. Ayah seperti biasa membandingkan gue dengan Mba Nita! gue tau gue ga secantik Mba Nita! ga sepintar Mba Nita, pokonya Mba Nita the best buat Ayah! dan Ayah pingin gue harus jadi kaya Mba Nita! gue pingin punya hidup sendiri, gue ya gue! gue bukan Mba Nita." cerita Alin pada Salma dan Lili.


"Sabar Lin, gue tau Lo sedih." Kata Salma yang matanya mulai berkaca-kaca, karena dia tau bagaimana Ayah nya selalu menginginkan Alin menjadi seperti Mba Nita.


"Gue tau semua nya salah gue! semua kejadian itu salah gue! kalo aja waktu itu gue ga maksa pergi pasti Mba Nita ...." Alin ga bisa melanjutkan lagi ceritanya, dia hanya menangis.

__ADS_1


"Udah Lin, jangan nangis dong nanti gue ikutan nangis juga." Ucap Lili dengan nada sedihnya.


"Terus Ayah bilang apa Lin?" tanya Salma.


"Hmmm, Ayah kasi pilihan kuliah di Kairo ato kuliah di Indonesia dengan jurusan yang aku mau, tapi dengan syarat gue harus nikah sama anak sahabat nya! gila kan masa Ayah kasih pilihan kaya gitu!!" jawab Alin sedih.


"Terus pilihan Lo apa Lin?" tanya Salma.


"Gue belum siap nikah! gue pingin nikmati hidup dulu!"Hahhhss Alin mendesah dan kesedihan masih mendera nya.


"Sholat istikharah Lin minta petunjuk sama Allah, bismillah pasti semua akan ada jawaban nya." Kata Salma guna menenangkan Alin dan memberikan masukkan.


"Iya deh gue sholat in aja ya, apa yang terbaik buat gue." Jawab Alin dengan optimis.


"Iyes bener banget Lin gue dukung 1000%!" timpal Lili.


"Udah ah sesi curhat nya, balik yu udah malem gue janji sama Bunda ga telat pulangnya!" kata Alin.


"Oke cus kita balik ke dunia kita masing masing!" timpal Lili.


"Emang lo mau balik ke dunia goib Li?" timpal Salma wkwkwk.


"Gile Lo Sal! Lo anggap gue dedemit apa?" jawab Lili dengan kesel .


Hahha Alin pun tertawa dan berkata "emang Lo kan mahluk astral Li."


"Arrrrgg sumpah Lo ya, gue punya temen nganggep gue mahluk astral!" ucap Lili sambil memonyongkan bibirnya.


____________________________________________


Ada mau tau ga nih cerita kemana sih mba Nita ???

__ADS_1


tunggu nya flashback nya mba Nita where are you


jangan lupa like nya ya 😉


__ADS_2