
Akhirnya mereka pun sudah berada di rumah....dan sudah di kamar masing masing para gadis 1 kamar dan sebelahnya Rio dan kawan kawan.
Kamar mereka di lantai 2 yang memiliki balkon dimana bisa duduk dan tiduran disana karena tersedia sebuah sofa yang sangat nyaman.
Seperti biasa setiap malam Alin selalu bermimpi dan terbangun. Untung saja Alin tidak teriak jika ia maka akan membangunkan teman teman nya...dan Alin pun pergi menuju balkon...langit yang sama tetapi negara yang berbeda. Alin pun menghela napas nya dan berpikir entah apa yang ia pikirkan.
Ternyata Leo pun sedang berada di balkon karena sudah terbiasa bangun di jam Alin suka terbangun akibat mimpinya. Leo hanya bisa memandang Alin tanpa bicara. Selama 30 menit Alin berdiri di balkon tanpa menyadari Leo sedang memperhatikannya....
Tiba tiba Amel menghampirinya.."kanapa Lo Lin....Lo mimpi buruk lagi kah..?"
"Iya..." Jawab Alin singkat tapi ada kesedihan di kata kata yang terucap.
"Kenapa jadi seperti ini sih Lin ....?" Salma bertanya dengan nada sedih.
"Lo kan tau semenjak gue inget semuanya...tiap malam gue mimpi kananhal itu dan sampai sekarang gue ga bisa tidur nyenyak kalo malam pasti aja terbangun."
"Mmm yang sabar ya Lin...mungkin Lo harus berdamai dengan diri Lo sendiri dan juga dengan ayah..."
"Mungkin juga ya...tapi tuk saat ini jangankan berdamai dengan ayah .. berdamai dengan diri sendiri pun belum bisa." Alin menghela napas matanya mulai berkaca-kaca menandakan akan menangis.
Namun lili yang terbangun dan mendengar perkataan Alin langsung pemeluknya dan berkata..."kita akan selalu ada untuk kamu Lin love you...."
Dan merekapun berpelukan, Leo yang melihat mereka bernafas lega melihat ikatan persahabatan mereka.
"Udah yu kita tidur lagi besok masih banyak tempat yang mau kita kunjungi kan...." Kata Salma sambil masuk ke dalam diikuti juga Alin dan lili. Begitupun Leo masuk juga untuk beristirahat.
Keesokan hari nya semua sudah bangun dan siap siap untuk sarapan...suasana sangat ramai apalagi kalo udah ada lili wah dunia serasa milik dia sendiri.
"Oia hari ini kita mau kenama..?" Tanya Salma.
"Gimana kalo kita ke Le Marais..gue pingin kesana dari dulu...pliss ya kita ke sana..." Kata kata manja lili mulai dikeluarkan.
"Kalo geu si oke oke aja..nah kalo mas Leo gimana..?" Alin balik bertanya..
"Ya kalo mas Ama temen mas oke aja kita kan cuma jadi bodyguard kalian aja hehehe..." Dengan senyum jahilnya.
"Ihh sapa yang butuh bodyguard....geu ga butuh pulang aja sana Lo mas hahah..." Timpal Alin sambil menggoda Rio.
"Ahh tega bener mas punya adik Atut atu nya kejam sekali ..." Rio berkata
"Ahhh bukan itu Lin alasan nya mas Rio tu sebenernya pingin jadi bodyguard nya si Salma ....?" Timpal lili dengan nada meledek
__ADS_1
"Hahha iya bener itu kan tujuan Lo ya mas...."sahut alin.
"Hus kalian berdua udah ahh jangan godain mas Rio terus tar ke geer an lagi hahaha..." Kata Salma padahal muka nya dah merah juga.
"Duh..duh.duh...yang belain calon imam nya..." Celetuk lili sambil menyenggol pundak Salma.
Le Marais
Le Marais Merupakan sebuah distrik yang penuh dengan histori di Paris, wisatawan disarankan untuk datang ke daerah ini, khususnya yang sangat gemar berwisata arsitektur. Ada banyak sekali gedung atau bangunan yang spektakuler dengan arsitektur yang mengandung nilai sejarah penting.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Lili yang baru saja tiba dengan antusias nya melihat lihat arsitektur bangunan. Ya iyalah wong lili ambil jurusan arsitektur makannya dia pingin ke Le Marais.
"Ahhhhhh gue seneng banget akhirnya gue bisa kesini..." Lili berkata dengan riangnya.
"Hus jangan kenceng keceng malu tau diliatin orang.." timpal Salma
Alin yang melihat kelakuan 2 sahabatnya hanya bisa senyum senyum...
Mereka pun berjalan mengelilingi Le Marais...."gue cape ...geu istirahat dulu ya di cafe depan...kalian kalo mau lanjut jalan sana pergi..." Kata alin dengan nada datar.
"Yah Lin...gue belum beres nih ada satu tempat yang belum terjamah oleh mata gue yang cantik ini .." kata lili sambil mengedipkan mata nya beberapa kali..
"Beneran nih lo ga pa pa kita tinggal...?"tanya Salma untuk menyakinkan sekali lagi.
"Huuh....sana pergi kalian pergi Ama mas Rio Ama temen temen nya.." Alin memerintah seakan bos saja hehehe.
"Ga deh mas nemenin kamu aja ya...?" Tanya Rio.
"Ga usah mas kan Salma butuh bodyguard nah ntu tugas Lo kan mas hihihi..." Alin berkata sambil cengengesan.
"Apaan sih Lin garing banget ahh candaan Lo .." Salma mulai bt di goda terus terusan.
"Gue istirahat juga deh .." Leo berkata sambil menuju sebuah cafe...
"Nah oke deh kalo ada yang jaga adik kesayangan mas...mas kan jadi tenang." Jawab Rio dan akhir mereka ber4 pergi meninggalkan Alin dan Leo.
Alin duduk di sebuah kursi yang berlokasi di luar cafe karena suasana nya enak di nikmati dari luar.. Leo duduk di kursi dan satu meja dengan Alin.
Susana begitu canggung dan sepi tidak ada yang memulai obrolan mereka sama sama memiliki ego yang tinggi. Akhirnya Alin bertanya dan memecahkan suasana yang sepi seperti di kuburan saja..."kenapa Lo ga ikut mereka jalan ...ngapain duduk bengong disini...?" Tanya Alin dengan nada dingin nya.
"Terserah gue lah..." Jawab singkat Leo.
__ADS_1
"Ahh terserah Lo deh..." Alin pun diam karena sudah malas tuk berdebat.
"Hei bocah....." Leo memanggil alin..tapi Alin tidak menyahut panggilan leo...dan Leo pun terus memanggil hai bocah...terus menerus. Akhirnya Alin kesal
"Hai bocah ...bocah apa maksud Lo panggil gue bocah emang gue anak Lo apa..?" Jawab Alin yang sudah kesal dan kembali diam.
"Kamu kenapa sih Lin....kanyanya Lo menghindar dari gue ya... Gue chat Lo ...Lo ga pernah balas...gue tlp Lo ga angkat...gue ada salam apa Ama Lo Lin ?" Tanya Leo sedikit lembut.
"Mmm....Lo ga punya salah ko..." Jawab Alin singkat.
"Serius Lin kalo emang gue ada salah gue minta maaf ya..."
"Kan gue dah bilang Lo ga punya salah ke gue...so lo ga usah minta maaf Ama gue jelaskan....gue lagi males ngobrol...jadi bisa ga Lo jangan tanya gue dulu."
Mereka pun hanya terdiam Alin yang sedang sibuk melihat keindahan tempat itu dengan lalu lalang orang orang ada yang berpasangan berjalan dengan mesranya...ada keluarga yang sedang berjalan jalan. Leo hanya bisa memperhatikan Alin saja...entah sejak kapan hati nya mulai merasakan hal hal yang aneh .....
Tak lama kemudian Salma dan kawan kawan kembali dari jalan-jalan nya dan menghampiri Alin dan Leo. "Hai Lin Lo dah selse minumnya...tanya salma...?"
"Kalian dah beres ...mau minum juga nanti kita pesen ...?" Tanya Alin...
"Ga deh kita udah minum tadi sambil jalan...." Kata lili dengan wajah yang sumringah.
"Ohh gitu ya sudah kalo gitu....Oia kita mau kemana sekarang....?" Tanya Alin.
"Mmm sekarang giliran Lo Lin ... Lo mau kemana ?" Tanya Salma.
"Ke menara Eiffel gimana...kan bagus tuh pemandangan kalo malam hari kita naik ke atas menara nya...gue pingin kesitu..." Jawab Alin dengan semangat.
"Yah Lo ga mikir ya Lin kita kan jomblowati yang kesana pasti bawa pacar.." celetuk lili.
"Ahh Lo Li pikiran Lo pacar Mulu...ga da pacar kan ada kita berdua gue nyakin Lo pasti seneng kan..."sahut Salma.
"Ogah banget masa seumur hidup gue Ama kalian terus emang kita ga kan nikah dan punya keluarga apa..?" Timpal lili.
"Haha udah udah kita ke menara Eiffel ..."Rio berkata seranya memberikan keputusan dan segera pergi ke lokasi berikutnya.
hai hai makasih ya untuk yang sudah setia membaca novel ku 😊😊😊
jangan lupa like komen dan vote nya ya 😉
tunggu episode espidoe berikutnya....c u
__ADS_1