
Drrrttttt....drrrtttt....drrrtttt....bunyi telepon Alin
"Hallo.... Assalamualaikum bunda ..." Jawab Alin dengan nada lembut dan riang.
"Waalaikumsalam...anak bunda, gimana kabar mu nak disana ?" Tanya bunda dengan lembut.
"Alhamdulillah baik bun, aku kangen banget Ama bunda..."jawab Alin.
"Bunda juga sama sangat rindu Ama anak gadis bunda ini. Ga kerasa udah 1 tahun lebih kamu di Kairo..." Kata bunda
"Iya ya Bun dan alin pun ga pulang tuk liburan kemarin...maaf ya Bun soalnya Alin ingin cepet selse kuliah disini."
"Iya bunda ngerti ko anak bunda ini anak yang kalo udah ada yang direncakan harus diselesaikan dengan baik."
"Oia bunda lagi dimana nih ?" Tanya Alin
Sebelum bunda menjawab ada suara ketukan pintu tok...tok..tok...Alin pun langsung menuju pintu dan membuka pintu betapa terkejutnya Alin yang mengetuk pintu adalah bunda nya. "Bundaaaaaaaaa......" Alin teriak dan langsung memeluk erat sang bunda dan begitu juga bunda.
"Bunda ko datang kesini ga kasi kabar Alin sih...?"tanya Alin yang senang
"Ya kalo kasi kabar namanya bukan kejutan dong sayang..." Jawab bunda dengan lembut.
"Aku seneng banget ketemu bunda, alin sayang bunda." Alin berkata sambil bermanja ria dengan bunda yang duduk di sofa.
"Bunda juga kangen banget Ama kamu sayang...jadi bunda langsung deh terbang kesini.." sahut bunda.
"Oia bunda kesini Ama ayah ato mas Rio..?" Tanya Alin karena ga mungkin kan bunda pergi sendiri.
"Bunda pergi sendiri ko, memang bunda anak kecil yang harus ditemenin orang." Bunda berkata sambil cemberut
"Ohh hahaha iya deh bunda ku hebat jangan cemberut dong bun," Alin yang melihat bundanya cemberut.
Bunda pun tersenyum dan memeluk kembali Alin dengan lembut.
"Bun, bunda istirahat dulu aja ya, kan bunda baru sampai, nanti kita keluar tuk cari makan gimana..?" Alin berkata sambil mengajak bunda ke kamarnya.
Dan bunda pun mengikuti saran Alin untuk istirahat dulu karena memang badannya perlu istirahat. Bunda pun tertidur, dan saat terbangun sang bunda mendapati Alin yang juga ikut tertidur di sampingnya. " Dasar gadis bunda ini." Dan memeluk nya dengan lembut.
__ADS_1
Makan malam
Alin dan bunda pun makan malam di sebuah restoran. Mereka menikmati makanan dengan senangnya. Alin merasa senang banget bisa makan bareng Ama bunda dan bunda pun begitu.
"Bun, emang ayah Ama mas Rio ijin in bunda ke sini sendiri?" Tanya Alin memulai pembicaraan.
"Mmm tentu dong mana berani mereka larang bunda buat pergi ... Kalo mereka larang bunda, bunda akan mogok bicara dan makan." Hehe bunda berkata dengan senyum nakal nya
"Wah senjata bunda masih mempan rupanya hahaha." Jawab Alin sambil tertawa yang melihat ekspresi mas Rio dan ayah jika bunda mogok bicara dan makan.
"Gimana kabar ayah Bun, Alin bertanya tetapi ada nada sedih yang tersirat dari kalimat nya.
"Alhamdulillah, ayah baik baik aja dan lagi sibuk ngurus pembukaan cabang usahanya jadi mereka berdua sibuk banget." Jawab bunda.
"Ohh syukur kalo baik, " jawab Alin singkat.
Dan bunda pun tau pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Alin. Dan bunda pasti akan mencari tahu apa yang terjadi pada anak gadisnya itu.
*******
Akhirnya bunda dan Alin sampai di apartemennya, mereka berbincang bincang layaknya seperti seorang sahabat yang menceritakan kisah keseharian mereka. "Gimana kamu udah punya calon imam belum ?" Tanya bunda serasa sedang mengintrogasi
"Ahh ga seru anak bunda ini....bunda juga kan mau melihat kamu menikah dan memiliki anak pasti bunda sangat bahagia." Timpal bunda dengan pura pura kecewa
"Hahaha bunda sebelum aku nikah lebih baik bunda suruh tuh mas Rio nikah jangan aku dulu, dia kan yang lebih tua haha jangan sampai dia jadi perjaka tua hahahha...karena sibuk kerja Mulu." Jawab alin.
"Hahahaha iya bunda juga sampe cape ngomong Ama mas mu di suruh nikah alasan nya banyak banget ini lah itu lah ....Cape denger alesan yang ga masuk akal." Kata bunda
"Bun alin ngantuk kita tidur yu Bun, bsk Alin kan libur kuliah jadi besok kita bisa jalan deh."
"Iya bunda juga ngantuk nih..."
Pada tengah malam Alin bermimpi, mimpinya adalah kecelakaan yang membuat mba Nita meninggal dan kemarahan ayah pada Alin. Dia bergumam lirih dan mengeluarkan air mata "tidak...tidak...tidak aku pembunuh...aku pembunuh...aku pembunuh....tidak maafkan aku mba Nita...ayah jangan benci aku...jangan benci aku...".
bunda yang kaget melihat alin seperti itu dan berpikir apakah Alin sudah mengingat kecelakaan itu. Dan akhirnya bunda pun membangunkan Alin. "Alin ...Alin...Alin...bangun nak bangun..." Sambil menggoyang goyangkan tubuh Alin.
Dan Alin pun terbangun dan akhirnya menangis, bunda pun langsung memeluknya sangat erat. "Tenang sayang...tenang bunda ada di sini..." Sahut bunda guna menenangkan Alin.
__ADS_1
Sebenernya bunda ingin bertanya tapi dia tidak sanggup dan hanya diam dan berkata kata hanya untuk menenangkan Alin dan akhirnya Alin pun kembali tertidur.
Saat sarapan
"Alin sayang sini nak bunda udah siapkan sarapan buatmu." Bunda berkata dengan lembut.
"Wah bunda memang yang terbaik, akhirnya aku bisa merasakan masakan bunda lagi..." Alin berkata dengan senang nya tapi ada sesuatu yang Alin pikirkan masalah kejadian tadi malam. Pasti bunda ingin tau sebenernya gumam alin dalam hati.
Beberapa saat kemudian setelah sarapan, "Bun maafkan Alin ya....?" Alin berkata pada bunda dengan nada sedih.
"Kenapa Alin minta maaf sama bunda....!" Jawab bunda , padahal bunda sudah tau apa yang mau dikatakan oleh Alin.
"Sebenernya aku dah inget semua kejadian yang menimpa mba Nita, dan Alin sedih kenapa kalian ga cerita kalo mba Nita sudah meninggal....dan semua itu adalah karena aku..." tak terasa air mata alin menetes keluar.
"Sejak kapan Alin ingat semuanya?" Bunda bertanya dengan nada yang sedih pula.
"Satu tahun yang lalu...." Jawab Alin.
"Sudah selama ini kenapa kamu ga bilang Ama bunda sih nak..."
"Alin ga mau bikin bunda khawatir....Alin sayang banget Ama bunda huhuhuhuhu..."
"Dan setelah kamu ingat ini apakah kamu selalu bermimpi akan kejadian itu..? Bunda bertanya.
Alin menganggukkan kepalanya "iya Bun...tapi ini memang pantas buat alin, karena Alin yang menyebabkannya mba Nita meninggal...dan yang dikatakan ayah pun benar aku lah penyebab mba Nita meninggal...semua salah Alin..Alin yang salah...aku oembunuh....aku pembunuh" Alin terus memgatakan dirinya pembunuh air mata tak bisa terbendung lagi dan Alin pun semakin histeris.
Bunda yang melihat Alin seperti itu langsung menangis dan menampar Alin karena Alin sudah tidak bisa dikendalikan.
Plak.....
"Cukup nak...cukup istighfar....kamu bukan pembunuh mba mu...itu semua kecelakaan, semua sudah takdir... istighfar sayang..."bunda sambil memeluk alin dan menangis. Ya Allah begitu berat cobaan yang kau berikan pada putri hamba...hamba mohon kuatkanlah putri hamba ini....gumam bunda dalam hati sambil menangis.
"Dengerin bunda sayang....kamu harus bisa berdamai dengan masa lalu mu, semua itu hanya kecelakaan dan kamu bukanlah pembunuh.."
"Tapi ayah sangat marah padaku kan Bun,,, itu sebabnya ayah selalu keras padaku dan ayah selalu ingin aku seperti mba Nita....dan aku baru tau kenapa ayah begitu marah padaku...semua gara gara aku sehingga mba Nita meninggal...." Alin sambil menangis dan tidak bisa berhenti.
"Sudah kamu tidak usah inget itu lagi...itu sudah berlalu dan sudah terjadi...kita harus mengikhlaskan kepergian mba mu...biar dia tenang di sana." Kata bunda lembut dengan sedikit tangisan guna menguatkan Alin.
__ADS_1
makasih ya dah baca novel ku 😊
jangan lupa like dan komen ya 😉