Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-34


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Fumiko dan Akhira, semua sudah siap. Para tamu undangan sudah tiba, semua kerabat, sahabat serta para client sudah hadir.


Lili senang atas kehadiran Salma, dia bingung dengan bayi perempuan yang ada dalam gendongannya. Salma dan Rio terkekeh melihat ekspresi Lili yang menurut mereka sangat lucu jika kebingungan.


Untuk melepas kebingungan Lili, Salma pun menceritakan semuanya. Dari awal sampai akhir, mendengar cerita Salma membuat hati Lili lega. Akhirnya sahabatnya bisa merasakan memiliki seorang anak. Terlihat putri kecil Salma begitu cantik, kelak dia pasti akan menjadi putri yang sangat cantik.


Lili pun mencoba untuk menggendong putri kecil Salma, dia sungguh tidak mengira bayi ini tersenyum setelah di gendong Lili. Arata yang sedari jauh melihat Lili menggendong bayi, bergegas mendekatinya.


"Kau terlihat cantik jika menggendong bayi!"


Lili tersenyum mendengar perkataan Arata yang ada dibelakangnya, Rio pun mulai melancarkan candaannya. Dia menyuruh Arata untuk lebih keras membuat anak.


Lili menggerutu, terdengar kalau Arata selalu saja menyerangnya setiap ada kesempatan. Pernah sekali dia sampai tidak bisa berdiri, karena Arata selalu menyerangnya. Arata pun menimpali Lili dengan tenang, "Tapi kau menikmatinya bukan?!"


Otomatis Salma dan Rio terkekeh-kekeh mendengar perdebatan aalntara mereka. Di saat Lili sedang bersenda gurau, dilain sisi ayah bersama ibu sedang mengawasi jalannya acara pernikahan.


Ayah mulai khawatir dengan kedatangan tuan Ryota, dalam benak ayah pasti dia akan mengacaukan acara pernikahan Akhira. Yang dipikirkan ayah memang benar, dia mulai melancarkan serangannya. Dia menolak untuk menyetujui pernikahan Akhira, dia mulai membuat keributan.


Sungguh diluar perkiraan, ternyata tuan Ryota bisa bertindak serendah ini. Ayah berusaha menahan emosinya, dia tidak ingin acara pernikahan Akhira hancur.


Semua orang mulai berbisik-bisik, mereka mulai membicarakan tentang Fumiko. Ayah melihat Fumiko, dia masih bisa bersabar atas semua menghinakan serta fitnah yang diucapkan oleh tuan Ryota.


Akhirnya ayah sudah tidak bisa menahannya lagi, dia menyuruh tuan Ryota untuk pergi. Namun pengawalnya mulai membuat perlindungan, sehingga tampak jika mereka siap bertarung.


Pengawal Arata yang melihat semua ini pun langsung membuat perlindungan terhadap keluarga tuan Amida. Ibu berteriak untuk menghentikan semua ini. Namun tidak ada yang mendengarkannya.


"Hentikan!"


Terdengar suara menggelar seorang pria paruh baya yang menghentikan perbuatan tuan Ryota. Semua terdiam, melihat kedatangan tuan Himawaru.


Tuan Ryota sangat terkejut mengapa tuan Himawaru berada di pesta ini. Sebenarnya tuan Himawaru sudah tiba semenjak tuan Ryota menghina putrinya Fumiko. Namun dia bersabar ingin melihat sejauh mana tuan Ryota menghina putrinya.


"Aku tidak menyangka bahwa akhirat adalah putra kandungmu! Yang aku tahu dia sudah kau buang sejak kecil, sekarang kau ingin dia mengakui mu sebagai Ayah! Ayah macam apa kau yang membuat keributan untuk menghancurkan pernikahan putranya sendiri?!"


Perkataan tuan Himawaru membuat tuan Ryota terdiam, dia sungguh tidak mengira bahwa tuan Himawaru mengetahui masalah itu. Selain mengatakan itu tuan Himawaru juga mengatakan bahwa Fumiko adalah putrinya.


Semua terkejut mendengar pengakuan tuan Himawaru, kecuali keluarga Amida yang sudah tahu. Karena Akhira menceritakan semuanya sebelum acara pernikahan dimulai.


Mendengar pengakuan tuan Himawaru bahwa Fumiko adalah putrinya, membuat tuan Ryota malu sekaligus kesal. Dia pun pergi bersama pengawalnya.

__ADS_1


Dia sadar jika dia berulah, selain berhadapan dengan tuan Amida dia pun akan berhadapan dengan tuan Himawaru. Setelah kepergian tuan Ryota, suasana pesta belum kondusif semuanya masih berbisik-bisik. Akhirnya tuan Himawaru mengatakannya di depan umum, sehingga semuanya bisa kembali tenang.


Benar saja setelah penjelasan tuan Himawaru, acara pesta pernikahan pun kembali berjalan sesuai rencana. Akhirnya Akhira dan Fumiko telah sah menjadi sepasang suami isteri.


Semua terlihat bahagia, namun Lili merasa ada yang kurang yaitu kehadiran Alin. Dia tahu saat ini Alin sedang sibuk lalu dia mengalami hal-hal yang membuatnya harus selalu di Indonesia.


Suasana di dalam pesta membuat Lili sedikit pengap, dia pun memutuskan untuk menghirup udara segar. Dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sudah mengawasinya sedari tadi.


Orang itu adalah Novi, entah apa yang ada dibenaknya dia ingin menghadirkan Lili jika tidak bisa lebih baik Lili pun tiada. Entah dendam apa yang dimiliki Novi pada Lili.


Saat Novi hendak menyerang Lili, kebetulan Salma melihatnya lalu dia berteriak sehingga Lili bisa menangkis serangan Novi. Lili tidak menyangka jika Novi bisa bela diri juga, terjadilah perkelahian kecil diantara mereka.


Bug!


Novi berhasil memukul bagian perut Lili namun tidak terlalu keras, karena semua tenaganya sudah terkuras. Salma langsung bergegas untuk membantu Lili namun dihalangi orang dua orang yang mengikuti Novi.


Setelah berhasil melumpuhkan kedua orang itu, Salma langsung menyerang Novi sehingga dia jatuh tersungkur. Ada seorang pelayan yang melihat kejadian ini, dia pun bergegas melapor pada Arata yang saat itu sedang mengobrol berdua dengan Rio sembari menggendong putri kecilnya. Mereka pun bergegas ke arah dimana Lili dan Salma berada.


Salma segera membantu Lili bangun, Salma bingung kenapa Lili bisa terpukul padahal ilmu beladiri Lili lebih hebat dibandingkan Novi. Mereka berdua tidak sadar jika Novi kembali terbangun, melihat kedua wanita yang begitu dia benci. Novi pun berlari lalu mendorong Lili dan Salma dengan sekuat tenaga.


Lili dan Salma pun terjatuh kebawah, tubuh mereka terguling menuruni beberapa anak tangga. Arata yang melihat itu langsung berlari untuk melihat keadaan Lili, begitupun dengan Rio.


Novi dan kedua anak buahnya langsung ditangkap oleh pengawal. Lili dan Salma berusaha bangun, ternyata anak tangganya tidak terlalu banyak. Sehingga mereka masih bisa berdiri, Arata merasa khawatir namun Lili berusaha senyum meski nadanya terasa sakit.


Lili melihat wajah kekhawatiran dimata ayah dan ibu, dia pun tersenyum dia tidak ingin membuat mereka cemas. Saat hendak berjalan menaiki beberapa anak tangga, Lili terjatuh tak sadarkan diri.


Semua terkejut Arata menggendong Lili kedalam, dia menuju sebuah ruangan yang disana tersedia sebuah sofa yang bisa membuat Lili nyaman.


Melihat itu Maru menyuruh Sarada untuk memeriksa Lili, Maru segera membawa peralatan yang ada di mobilnya. Sarada pun memeriksa lili dengan seksama, Sarada tersenyum.


Melihat Sarada tersenyum membuat Arata bingung, dalam benaknya kenapa dia bisa tersenyum saat Lili sedang tak sadarkan diri. Sebenarnya dia bisa memeriksanya atau tidak.


Sarada mendekatkan sebuah botol berisikan wewangian pada hidung Lili yang membuat Lili kembali tersadar. Sarada tersenyum pada Lili lalu bertanya, "Nona Anda sudah telat berapa hari?!"


Pertanyaan Sarada membuat semua bingung kecuali para wanita yang ada disana. Mereka mulai tersenyum karena kabar gembira ini.


"Apa maksud kau Sarada? Dan juga kanapa ibu terlihat bahagia? Apa ibu tidak kawatir dengan kesehatan istriku?!"


Ucap Arata yang masih khawatir dengan keadaan Lili, ibu terkekeh mendengar kekesalan Arata. Lalu ibu menjelaskan bahwa Lili sedang hamil. Sarada pun mengayakan yang dikatakan oleh nyonya Rima betul.

__ADS_1


Arata langsung memeluk Lili, namun Sarada meminta agar nona Lili segera dibawa ke rumah sakit. Karena terdapat luka lebam di daerah perut, lalu dia baru saja terjatuh dari tangga.


Salma sangat senang akhirnya sahabatnya akan memiliki seorang anak, dia sangat bahagia meski dia tidak bisa merasakan bagaimana mengandung lalu melahirkan anak kandungnya sendiri.


Rio menatap Salma, dia yakin ada kebahagian sekaligus kesedihan. Dirangkulnya Salma dengan lembut, menandakan bahwa dia selalu ada untuknya. Salma pun tersenyum, dia sungguh beruntung memiliki suami seorang Rio Sanjaya.


Salma merasakan ada yang salah dengan tubuhnya, dia merasakan pusing dibagikan kepalanya, mungkin ini efek dari dia terjatuh tadi. Dia berusaha mencari pegangan atau kursi untuk duduk. Dia tidak ingin Kharin terjatuh.


Namun sebelum sampai pada sofa untuk duduk, Salma terjatuh tak sadarkan diri. Kharin menangis karena terkejut, Fumiko yang saat itu dekat dengan jatuhnya Salma langsung menggendong Kharin yang sedang menangis.


Rio yang melihat Salma terjatuh tidak sadarkan diri langsung menggendong lalu menidurkannya diatas sofa. Sarada pun segera mendekati Salma, lalu memeriksanya.


"Apakah ini ada hubungannya dengan dia terjatuh tadi? Apakah ada luka di kepalanya?!"


Pertanyaan bertubi-tubi dilayangkan pada Sarada, itu membuat Sarada tersenyum. Dalam hatinya inikah suami yang begitu mencintai istrinya, sehingga menjadi emosi dan cerewet. Karena dia sudah melihat dua suami yang khawatir melihat istrinya jatuh tidak sadarkan diri.


Hal-hal yang dilakukan pada Lili dilakukan pula pada Salma, beberapa saat kemudian Salma tersadar. Pertanyaan yang sama dilakukan Sarada pada Salma, dia bertanya sudah telat berapa hari.


Namun Salma mengatakan jika jadwal menstruasinya tidak normal seperti wanita biasanya. Terkadang dalam satu bulan tidak menstruasi namun bulan berikutnya muncul.


Sarada memeriksa ulang dari denyut nadinya, karena selama ini dia tidak pernah salah memeriksa. Dia mengulang beberapa kali dengan tenang. Dan hasilnya sama, Salma pun mengatakan hasil pemeriksaan dokter di Paris bahwa di tidak akan bisa mengandung.


Setelah mendengar perkataan Salma, Sarada memeriksa kembali denyut nadi Salma. Namun hasilnya tetap sama, dia mangtakan bahwa Salma benar-benar sedang mengandung. Semua terkejut dengan perkataan Sarada.


"Lebih baik kedua Nona dibawa ke rumah sakit!"


Ucap Sarada dengan tegas, karena nona Salma tidak percaya dengan apa yang diucapkannya. Sarada memakluminya karena dia sudah memeriksakan diri pada dokter di Paris. Namun tidak ada yang bisa mengubah nasib seseorang kecuali Tuhan.


Akhirnya Lili dan Salma dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lalu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Semua yang dikatakan Sarada benar, Lili sedang mengandung begitupun Salma.


Betapa bahagianya Salma mendengar kabar ini, sehingga dia menangis. Dia tidak menyangka bahwa Allah mengabulkan permintaannya di setiap do'anya. Rio sangat bahagia dipeluknya Salma dengan erat, dia sangat bersyukur dengan kehamilan Salma.


Dilihatnya Kharin putri kecilnya itu, dalam benaknya berkata bahwa Kharin membawa keberkahan dan kebaikan dalam keluarga kecilnya. Salma pun memeluk Kharin dengan lembut, sembari mengecup kening putri kecilnya itu.


Disisi lain Arata sangat bahagia jika kandungan Lili baik-baik setelah kejadian kemarin malam. Semua keluarga mereka akan kebahagian, inilah yang sudah ditunggu-tunggu sejak awal.


Ayah Amida merasakan kebahagiaan yang begitu banyak, selain akan mendapatkan cucu dari Lili dia pun melihat kebahagian Dimata Akhira yang baru saja menikah dengan Fumiko.


Beberapa hari kemudian Lili dan Salma sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Rio sempat bertanya pada dokter apakah tidak masalah bagi Salma jika melakukan penerbangan ke Paris.

__ADS_1


Dokter pun mengijinkan untuk Salma melakukan penerbangan ke Paris, lalu dokter memberikan Surata pernyataan bahwa yang bersangkutan bisa melakukan penerbangan ke Paris.


Beberapa hari berikutnya Salma dan Rio berpamitan untuk kembali ke Paris. Lili mengantarkan kepergian Salma dengan kebahagiaan, akhirnya Salma bisa merasakan menjadi ibu yang sesungguhnya. Dan lagiasa kehamilan mereka sama. Kelak anak-anak mereka akan tumbuh berbarengan seperti anak kembar namun bukan anak kembar.


__ADS_2