Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-22


__ADS_3

Akhira mulai menjalankan rencananya untuk menghancurkan hubungan Lili dan Arata. Dia mulai membuat Arata dekat dengan Fumiko, Arata sudah menyadari perbuatan Akhira. Dia ingin melihat sejauh mana Akhira ingin menghancurkan hubungan Lili dan dirinya.


Arata serta Lili menghadiri sebuah pesta disana sudah berkumpul para pengusaha termasuk Akhira, dia hadir membawa Fumiko. Akhira menyuruh Fumiko untuk mulai mendekati Arata, meski dirinya tak ingin melakukannya.


Dalam hatinya berkata, ini adalah terakhir kalinya dia membatu Akhira. Setelah malam ini dia akan pergi selamanya meninggalkan Akhira. Dia sudah lelah dengan penantiannya, yang dirasakan bahwa Akhira tidak akan berubah.


Fumiko pun menghampiri Arata yang berdiri di balkon, dia berbincang dengannya. Fumiko meminta maaf atas segala kesalahannya pada Arata, semua rasa cinta yang ada untuk Arata sudah lama hilang. Sekarang yang ada dihatinya hanya Akhira seorang.


Arata tersenyum mendengar apa yang dikatakan Fumiko, dari awal Arata sudah memaafkan Fumiko serta Akhira. Ditatapnya Fumiko yang sekarang sangat berbeda dengan Fumiko yang dulu.


Jika dulu Fumiko akan menghalalkan segala cara untuk membuat hati Akhira senang. Dia begitu sangat mencintai Akhira, tapi mengapa Akhira tidak bisa melihat rasa cinta Fumiko yang begitu besar.


"Bolehkah aku memelukmu untuk terkahir kalinya?!"


Fumiko meminta pelukan terakhir pada Arata sebelum dia pergi dan tidak akan kembali lagi. Arata pun mengujikan Fumiko untuk memeluknya. Mereka pun saling berpelukkan.


Lili yang melihat Arata dan dimiliki berpelukkan dibakar api cemburu. Dia bergegas menghampiri mereka, dengan kesal ditatapnya mereka berdua yang masih berpelukkan.


"Jika ingin bermesraan lebih baik cari tempat lain! Tidak enak dilihat banyak orang!"


Arata terkejut mendengar perkataan yang terlontar dari bibir Lili, dilepaskannya tubuh Fumiko dari tubuhnya. Fumiko tahu bahwa Lili sedang cemburu, dia menguji rasa cinta Lili sebelum dia pergi.


"Apakah kau sanggup melepaskan Arata demi aku? Kalau kau sanggup maka aku akan sangat berterimakasih padamu!"


Fumiko mengecup pipi Arata lalu pergi meninggalkan Lili yang masih kesal. Fumiko tersenyum, Arata tahu maksud dari Fumiko. Dia membantu untuk mengadakan Lili, bahwa Arata adalah suami yang sangat dia cintai dan tidak akan pernah dilepaskannya.


"Kenapa kau tidak mengejarnya?! Kau bisa pergi bersamanya! Tidak usah kau perduliin aku!"


Terjadi perdebatan kecil antara Lili dan Arata. Ada seseorang yang sedang memperhatikan perdebatan mereka, tak lain dia adalah Akhira. Dia sangat senang melihat mereka tidak akur.


Fumiko menghampiri Akhira yang sedang gembira melihat perdebatan Lili dan Arata. Dia sangat sedih hatinya berkata, apakah kau tidak akan pernah melihatku Akhira.


"Aku kan pulang?! Apakah kau mau masih disini apa akan pergi bersamaku?"


Fumiko berkata sembari pergi meninggalkan Akhira, dia sadar bahwa dirinya sudah tidak penting lagi bagi Akhira. Untuk apa mempertahankan seseorang yang sudah tak mencintainya lagi, hatinya berkata.


Akhira bergegas mendekati Fumiko yang sudah dulu pergi ke luar ruangan pesta. Dipandanginya Fumiko dari belakang, entah mengapa dia merasa bahwa Fumiko akan pergi jauh darinya.


Akhira menggandeng tangan Fumiko, mereka berdua meninggalkan acara pesta. Hati Akhira sangat senang, akhirnya dia berhasil membuat Lili berdebat dengan Arata.


Dalam perjalanan, mobil yang ditumpangi oleh Akhira dan Fumiko berhenti. Mereka dihentikan oleh beberapa orang, Akhira tahu mereka adalah suruhan dari saingannya. Ditatapnya Fumiko, terlihat jelas ada ketakutan didalam matanya.


Fumiko bukanlah gadis pemberani yang bisa menghajar para musuh. Akhira memegang tangan Fumiko, dengan maksud membuatnya tenang.


"Tenanglah! Tidak akan terjadi sesuatu padamu! Aku akan melindungimu!"


Mendengar Akhira berkata seperti itu membuat hati Fumiko sedikit tenang. Dia berusaha tersenyum walau masih ketakutan. Dia berharap tidak terjadi sesuatu baik pada Akhira ataupun dirinya.


Akhira sangat kesal mengapa dia tidak membawa beberapa pengawal malam ini. Dia hanya membawa seorang sopir saja, sopir Akhira turun dia ingin mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


Bug!


Brugggg!


Tanpa basa-basi salah seorang musuh melayangkan tinjuannya, seketika sopir tersebut jatuh. Akhira turun dari mobilnya, dia hendak bertanya maksud dari mereka menyerangnya.


Bug!


Whuuss!


Belum berkata apa-apa Akhira langsung di serang, beruntung lahiran bisa menghindari dari serangan musuhnya. Dia pun bertahan menghadapi serangan yang bertubi-tubi menghujaninya.


Dia mencari celah untuk menyerang balik, namun dia tidak menemukannya. Lawannya begitu hebat baginya, Akhira pun dihujani pukulan terus-menerus. Fumiko keluar dari mobil.


"Cukup ! Hentikan, aku mohon lepaskan Akhira!"


Teriak Fumiko untuk menghentikan orang-orang yang memukuli Akhira. Seorang musuh menghampiri Fumiko, ditariknya rambut Fumiko. Dihempaskannya Fumiko sehingga terjatuh di hadapan Akhira.


Fumiko meringis kesakitan, salah seorang musuh melayangkan tendangannya. Musuh itu bermaksud menendang Akhira, namun Fumiko memberikan tubuhnya untuk menerima tendangan dari musuh.


Fumiko terpental lalu tak sadarkan diri, melihat perlakuan mereka terhadap Fumiko Akhira sangat marah. Dia berdiri dan menyerang balik musuhnya. Namun itu sia-sia, dia sudah lemah sehingga musuh dengan mudah mengalahkannya.


Di lain tempat Lili yang masih kesal karena melihat Arata dan Fumiko berpelukan ingin segera pergi dari pesta. Mereka pun pergi meninggalkan pesta untuk pulang ke rumah.


Dalam perjalanan Arata menyerahkan secarik surat yang dibuat oleh Fumiko untuknya. Dia bingung kenapa Fumiko memberinya secarik surat.


"Bacalah! Nanti kau akan tahu bagaimana perasaan Fumiko sekarang ini!"


Fumiko pun menuliskan bahwa saat ini dan untuk selamanya didalam hatinya hanya ada Akhira seorang. Dia merasa bersalah pada Arata karena sudah menyakitinya serta menghianatinya.


Setelah membaca surat itu Lili menangis, begitu besar cinta Fumiko pada Akhira namun Akhira tidak menyadarinya. Melihat Lili menangis Arata memeluknya guna menenangkan hati Lili.


Ckitttt!


Maru menghentikan mobil, itu membuat Lili serta Arata terkejut. Maru menunjukkan bahwa ada beberapa orang yang sedang menghajar Akhira.


Melihat semua itu, Arata langsung turun dari mobil lalu berlari menghampiri Akhira. Meski Akhira sudah banyak menyakitinya, namun dalam hati Arata dia masih kakaknya. Maru dan Lili pun berlari mengikuti Arata dari belakang.


Whuuss!


Arata langsung melayangkan tendangannya, seketika salah satu musuh jatuh terkena tendangan Arata. Melihat kawannya terjatuh, merekapun menyerang balik Arata. Terjadilah perkelahian antara mereka.


Lili serta Maru membantu Arata yang berkelahi dengan musuh. Fumiko tersadar, dia melihat Arata, Lili berkelahi dengan para musuh Akhira. Fumiko mencari keberadaan Akhira, akhirnya dia menemukan posisi Akhira.


Dilihatnya Akhira sudah terkulai lemas, Fumiko melihat seorang musuh membawa sebuah pedang ditangannya. Musuh itu berniat menghunuskan pedangnya pada Akhira.


Fumiko berusaha bangun, dia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk berdiri lalu berlari. Dia berlari dengan seluruh tenaganya, saat seorang musuh akan menghunuskan pedang pada Akhira. Fumiko melindungi Akhira dengan tubuhnya, sehingga Fumiko lah yang terhubung pedang.


"Fumiko!!"

__ADS_1


Akhira berteriak melihat Fumiko mengorbankan dirinya untuk melindungi Akhira. Arata yang mendengar teriakan Akhira langsung berlari dan menendang musuh yang sudah menghunuskan pedangnya pada Fumiko.


Darah segar keluar dari tubuh Fumiko, hanya penyesalan yang ada di hati Akhira saat ini. Dia tidak dapat berpikir, dia menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada Fumiko.


"Maafkan aku Fumiko! Maafkan aku, karena aku kau terluka!"


Air mata Akhira menetes ke atas pipi Fumiko, dia tersenyum melihat Akhira tidak terluka lebih parah. Akhirnya dia bisa melindungi orang yang dia sangat cintai.


"Aku bersyukur kau tidak apa-apa Akhira, mungkin ini adalah hal yang bisa kulakukan untukmu!"


Lili segera menelepon ambulance serta polisi, beberapa menit kemudian tibalah ambulance beserta polisi. Polisi segera menangkap para penjahat, sedangkan Fumiko segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Fumiko langsung ditangani oleh dokter dan perawat dengan cepat.


Akhira hanya duduk terpaku, dia benar-benar menyesali apa yang sudah terjadi pada Fumiko. Dalam hatinya dia tidak ingin kehilangan Fumiko.


Arata menghampirinya dan duduk disampingnya Akhira, dia melihat Akhira yang begitu mengkhawatirkan Fumiko. Dia tahu bahwa Akhira juga masih mencintai Fumiko. Dia mengincar Lili hanya untuk membuat Arata hancur.


"Apa kau sadar, jika Fumiko sangat mencintaimu?"


Akhira hanya diam mendengar perkataan Arata, karena dia tahu persis Fumiko mencintainya. Namun karena keserakahan yang dimiliknya dia tidak mengakui bahwa dia juga sangat mencintai Fumiko.


"Apakah ini sifat asli Akhira? Ternyata dia tidak sejahat yang Kun kira!" gumam Lili.


Mari yang mendengar gumaman Lili hanya bisa terdiam, sesungguhnya dia tahu persis hubungan Arata dan Akhira. Meski mereka bukan saudara kandung, tetapi mereka saling menyayangi.


Entah apa yang terjadi sehingga Akhira mendaki serakah, dia ingin memiliki apa yang dimiliki Arata. Dalam benak Maru, mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini dapat merubah Akhira.


Seorang dokter dan perawat keluar dari ruangan, dokter itu berkata bahwa Fumiko selamat dari situasi kritisnya. Luka sayatan pedang di dadanya sudah dioperasi. Sekarang hanya menunggu Fumiko tersadar dari pasca operasi.


Dokter yang melihat Akhira terluka, menyuruh seorang perawat untuk mengobati luka-luka yang dialami oleh Akhira. Pertama Akhira tidak ingin di obati sebelum Fumiko tersadar. Namun Arata menyuruh Akhira untuk mengobati semua lukanya, baru dia menemui Fumiko.


"Obati dulu lukamu! Jika Fumiko kelihatan semua lukamu belum diobati, maka dia akan merasa sedih!"


Akhira pun mengikuti perkataan Arata, karena yang dikatakan Arata ada benarnya juga. Dia pun berjalan mengikuti seorang perawat. Akhira berpesan jika dia harus dirawat makanDan ingin berada satu ruangan bersama Fumiko.


Arata tersenyum, mendengar permintaan Akhira. Akhirnya kakaknya yang dulu sudah kembali.


"Aku berharap kau akan menjadi Akhira yang baik dan tidak termakan oleh ketamakan," gumam Arata.


Lili memegang telapak tangan Arata sembari tersenyum, mudah-mudahan Akhira akan kembali baik dan bersatu bersama Fumiko. Lili berharap agar hubungan mereka membaik, tidak ada lagi permusuhan.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2