Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-23


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak penyerangan itu, Fumiko pun masih dalam masa penyembuhan. Akhira tidak pernah meninggalkan Fumiko, dia selalu menjaganya sepanjang hari. Sampai-sampai semua pekerjaannya di bawa ke rumah sakit.


Rasa bersalah yang dia rasakan oleh Akhira sangat besar, apalagi setelah mengetahui bahwa luka tebas akibat pedang ditubuh Fumiko akan membekas.


Lili bersama Arata mengunjungi Fumiko, menurut informasi Akhira hari ini pergi untuk urusan pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan. Sehingga Lili memutuskan untuk mengunjungi Fumiko.


"Bagaimana keadaanmu?!"


Fumiko tersenyum, dia berusaha untuk kuat. Fumiko dia merapikan pakaian bagian atasnya, dia berusaha menutupi luka di dadanya. Fumiko merupakan seorang model, jika luka di dadanya tidak bisa menghilang. Maka dia akan mundur dan meninggalkan dunia yang dia sukai.


Saat ini ada berbagai macam operasi plastik, Fumiko berencana untuk melakukannya. Namun dokter berkata dalam 1 atau 2 tahun tidak boleh dilakukan operasi plastik. Itulah yang membuat Fumiko semakin yakin akan meninggalkan dunia model.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu? Meninggalkan dunia yang kau cintai itu?"


Fumiko terdiam mendengar pertanyaan Arata, dia pun sudah memikirkan semuanya. Mungkin ini adalah ganjaran atas segala perbuatannya pada Arata.


"Maafkan atas semua kesalahanku ya Arata! Aku sudah memutuskan akan berhenti dari segala aktivitas dalam dunia model. Kau beruntung mendapatkan istri yang cantik dan mengertimu! Semoga kalian bisa hidup berbahagia."


Lili langsung memeluk Fumiko, dia bisa merasakan kesedihannya. Dalam hatinya, berharap bahwa Akhira bisa menyadari wanita yang begitu mencintainya.


Setelah berbincang dengan dimiliki Lili serta Arata memutuskan untuk pergi, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Fumiko berterimakasih atas semua kebaikan Lili dan Arata.


Lili, Arata serta Akhira tidak menyadari bahwa Fumiko berniat pergi tanpa kabar. Baginya dia sudah tidak cocok lagi berada di dekat Akhira. Dia merasa dirinya wanita cacat, sehingga lebih baik pergi menjauh.


Hanya secarik surat yang dia tinggalkan untuk Akhira, didalam surat itu dia mencurahkan semua isi hatinya. Tentang rasa cinta yang dia miliki untuk Akhira, penantian Fumiko terhadap Akhira. Sekarang sudah cukup baginya menantikan hal yang tak pasti.


Dilain tempat Akhira berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Dia ingin segera menuju ke rumah sakit untuk menjaga Fumiko.


Entah mengapa Akhira merasa gelisah, sepertinya ada suatu hal yang membuatnya merasa kehilangan. Dia teringat akan Fumiko, setelah pekerjaannya selesai dia bergegas menuju rumah sakit.


Saat tiba di rumah sakit, Akhira sudah tidak menemukan Fumiko. Yang dia temukan hanya secarik surat, dia membacanya secara perlahan. Tak terasa air mata Akhira menetes, dia terlambat mengatakan bahwa dia tidak ingin kehilangan Fumiko.


Akhira mengambil handphone-nya, dia berusaha menghubungi Fumiko. Hanya nada sambung yang terdengar, setelah itu handphone-nya tidak bisa dihubungi.


Akhira kesal dilemparnya handphone sehingga hancur berantakan. Akhira bergegas mencari Fumiko di jalanan, dia mencari ke tempat yang biasa dikunjungi oleh Fumiko. Namun tidak menemukannya.


Akhira langsung menuju apartemen Fumiko, disana pun tidak ada Fumiko. Apartemennya kosong, "Dia benar-benar pergi meninggalkan ku!" gumam Akhira yang menitikan air mata.


Akhira sudah mencari kemana-mana namun hasilnya nihil, dia sungguh menyesal kenapa tidak dari awal dia tidak mengatakan padanya. Bahwa Akhira sangat mencintai Fumiko.


Akhira pun kembali ke apartemennya, dia merasa kalut dengan kepergian Fumiko. Dia pun mulai mabuk-mabukan untuk menghilangkan rasa sedihnya.


Sudah dua hari semenjak kepergian Fumiko, selama itu pula Akhira tidak keluar dari apartemennya. Arata mendapatkan kabar jikalau Akhira tidak pernah hadir ke kantor dalam dua hari ini.


Arata pun khawatir dengan Akhira, dia memutuskan untuk pergi ke apartemen Akhira. Dia ingin memastikan bahwa tidak terjadi sesuatu padanya.


Bel berbunyi, Akhira membukakan pintu apartemennya. Dia berharap itu Fumiko, namun yang dilihatnya adalah Arata. Tanpa berkata apa pun Arata masuk ke dalam apartemen.


"Untuk apa kau kemari! Apa kau kemari untuk menertawakanku?!"


Akhira berkata dengan datar, dia tidak ingin banyak berdebat untuk hari ini. Dia begitu lelah karena selama dua hari ini dia tidak tidur dengan benar.


Arata yang melihat Akhira begitu terpuruk, akibat ditinggal Fumiko. Dia tidak menyangka dia akan menjadi seperti ini, dia baru menyadari bahwa Fumiko sangat penting baginya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan hah! Jika dia pergi, maka kau harus mencarinya! Jangan kau siksa dirimu seperti ini! Sadarlah Akhira, dia sangat mencintaimu! Jangan kau seperti ini!"


Akhira menghiraukan perkataan Arata, dia hanya minum dan minum saja. Arata yang kesal dengan sikap Akhira yang lemah seperti ini. Dia pun menarik Akhira lalu membawanya ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Arata menyalakan shower sehingga air menetes ke seluruh tubuh Akhira. "Sadarkan dirimu! Kemana Akhira yang selalu mengejar apa yang dia inginkan hah! Yang kulihat ini bukan Akhira kakakku! Yang kulihat ini hanyalah seorang pecundang!"


Akhira terduduk seluruh tubuhnya basah oleh air, dia hanya terpaku. Entah apa yang dia pikirkan, dia pun menangis. Dia tidak tahan jika Fumiko meninggalkannya.


Arata pun membangunkan Akhira, agar dia segera sadar. Dari pada menyiksa diri sendiri, lebih baik jika dia mencari keberadaan Fumiko.


***


Dilain tempat, Fumiko samapai di suatu pedesaan. Dia sengaja mendatangi pedesaan ini untuk meminta maaf kepada tuan dan nyonya Amida.


Nyonya Rima sangat terkejut dengan kedatangan Fumiko, namun tetap saja dia mempersilakan Fumiko untuk masuk. Tuan Amida yang baru saja turun sudah melihat wanita yang membuat Arata dan Akhira bertengkar.


"Untuk apa kau datang kemari?!"


Fumiko terdiam sesaat, dia berusaha untuk bersikap tenang agar tidak menangis. Dia menarik napasnya untuk menjawab pertanyaan tuan Amida.


"Saya datang kemari untuk meminta maaf atas segala kesalahannya yang sudah saya perbuat! Saya tahu kalau kesalahan saya sangat besar dan tidak patut untuk dimaafkan!"


Nyonya Rima menatap lekat Fumiko, dia merasa bahwa wanita ini sangat berbeda dengan beberapa tahun kebelakang. Dia sudah banyak berubah, entah apa yang membuatnya berubah seperti ini.


Apa yang dilihat oleh nyonya Rima sama dengan apa yang dilihat oleh tuan Amida. Dia merasa bahwa Fumiko sudah berubah, dia melihat wajah Fumiko yang terlihat sedang sakit.


Setelah perbincangan selesai, Fumiko meminta ijin untuk pergi. Namun disaat dia hendak berdiri, tiba-tiba dia terjatuh tak sadarkan diri.


Nyonya Rima bergegas menyuruh pelayan untuk memanggil dokter, Fumiko pun di gendong oleh seorang pengawal dan ditidurkan di atas ranjang.


Setelah selesai memeriksa dokter pun bicara pada tuan Amida, mengenai keadaan yang sebenarnya. Mendengar perkataan dokter tuan Amida pun segera menghubungi Arata, mungkin dia tahu tentang yang terjadi pada Fumiko.


Arata yang masih berada di apartemen Akhira, mendapatkan telepon dari ayah. Dia pun mengangkatnya, sungguh terkejutnya Arata mengetahui bahwa Fumiko berada di pedesaan bersama ayah dan ibu.


Arata berjanji akan ke pedesaan bersama Lili dan Akhira, dia mengatakan pada ayah akan menjelaskan semuanya jika sudah tiba di pedesaan. Ayah pun menutup teleponnya, dia akan menunggu kedatangan putra dan putrinya.


"Bersiaplah! Kita akan segera bertemu dengan Fumiko!"


Akhira langsung berdiri tegap, dia memastikan kembali apa yang baru dikatakan oleh Arata. Arata pun mengatakannya kembali, agar Akhira semakin yakin dengan apa yang dia dengar.


Akhira pun dengan cepat bersiap, saat Akhira bersiap. Arata menghubungi Lili untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk berpergian.


Arata berkata pada Lili bahwa Fumiko berada di perasaan bersama ayah dan ibu. Hati Lili lega mendengar kabar itu, dia bergegas merapikan apa yang akan dibawa dia dan Arata.


***


Di pedesaan keadaan Fumiko sedikit mengkhawatirkan, dia mengalami demam. Nyonya Rima berusaha menurunkan demam Fumiko, dia sungguh khawatir atas keadaan Fumiko.


"Ayah, apakah kita harus membawa Fumiko ke rumah sakit?! Aku merasa khawatir dengan keadaannya!"


Ayah menjelaskan bahwa Fumiko bisa dirawat di rumah saja, lagian akan ada dokter yang selalu mengecek keadaanya. Ayah berusaha menenangkan istrinya.


Arata, Lili, Akhira serta Maru tiba di pedesaan. Akhira langsung menanyakan Fumiko. Ayah yang terpaku melihat sikap Akhira, dia merasa bahwa prutanya sudah kembali. Dia bukan Akhira yang serakah dan iri hati.

__ADS_1


Arata tersenyum, dia mengajak ayah duduk di sofa begitupun dengan ibu. Arata mengatakan semua kejadian yang menyebabkan Akhira berubah.


Akhirnya ayah pun tahu bahwa Akhira dan Fumiko benar-benar saling mencintai. Mungkin mereka berdua sudah ditakdirkan untuk berjodoh.


Akhira bergegas menuju kamar dimana Fumiko berada, dia melihat wanita yang dia cintai sedang tertidur pulas. Hatinya merasa lega, dia tidak akan pernah membiarkan Fumiko pergi meninggalkannya.


"Maafkan aku! Aku terlambat menyadari bahwa aku sangat mencintaimu! Aku mohon maafkan aku dan jangan kau pergi meninggalkanku!" gumam Akhira di samping Fumiko.


Akhira duduk disamping Fumiko, dia hanya ingin berada disisinya. Ibu melihat lalu menghampiri Akhira yang sedang terduduk disamping Fumiko.


"Istirahatlah, biar Ibu yang menjaga Fumiko malam ini!"


Ibu mengatakan ini karena khawatir dengan Akhira, ditatapnya wajah Akhira. Terlihat jelas bahwa dia kelelahan, ibu langsung memeluk putranya yang telah kembali.


"Maafkan aku Bu! Aku sungguh-sungguh minta maaf! Aku sudah banyak melakukan kesalahan, jika Ibu ingin menghukumku! Aku rela."


Ibu Rima menitikan air mata, inilah putra yang sudah dia urus sedari kecil. Akhirnya dia sudah kembali, ibu Rima tersenyum lega mendengar permintaan maaf Akhira.


Ayah yang melihat suasana ini menjadi haru, dia masuk ke dalam kamar. Akhira yang menyadari kehadiran ayah, segera bergegas menghampirinya. Dia langsung bersujud meminta maaf.


Momen inilah yang ditunggu-tunggu oleh Arata, dia ingin melihat semua orang yang disayanginya berbaikan. Lili menggenggam tangan Arata yang sudah meneteskan air matanya.


Arata tersenyum pada Lili, dia tahu maksud dari genggamannya. Tanpa sepatah kata Arata mengajak Lili masuk kedalam, dia memeluk kakaknya.


Setelah saling memaafkan semuanya kembali ke dalam kamar masing-masing. Sedangkan Akhira memilih untuk menjaga Fumiko, karena Fumiko membutuhkannya saat ini.


Didalam kamar Lili melihat Arata yang terduduk di sofa, terlihat kelegaan di wajahnya. Mungkin dengan kembalinya Akhira ke dalam keluarga yang membuatnya senang.


Lili pun merasa bahagia jika Arata bahagia, namun hari ini Lili merasa kesal. Karena Arata melupakannya, dia merasa cemburu karena tidak ada dalam pikirannya. Dalam benaknya berkata bahwa dia sungguh egois.


Lili menghampiri Arata, dia duduk disampingnya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun. Arata tersadar ada yang aneh dengan sikap istrinya, dia berusaha berpikir apa yang ada didalam hati dan pikiran Lili.


"Kenapa cemberut?!"


Arata bertanya pada Lili, namun lili hanya diam. Lili ingin tahu apakah Arata peka terhadap perasaan Lili. Arata tersenyum tipis, dia tahu Lili sedang kesal karena hari ini dia tidak memperhatikannya.


Ditariknya lengan Lili sehingga Lili berada di atas pangkuan Arata, dia membisikan kata-kata yang membuat Lili tersipu malu. Arata menyukai ekspresi Lili seperti ini, perlahan namun pasti Arata mengecup bibir Lili dengan lembut.


Lili pun membalas kecupan lembut Arata, semakin lama semakin dalam. Mereka terhayut oleh suasana, tangan Arata mulai menelusuri tubuh Lili. Satu per satu Arata sudah menanggalkan pakaian Lili, digendongnya Lili dengan lembut dengan tidak menghentikan kecupannya. Dihempaskan Lili diatas ranjang, ditatapnya Lili dengan lembut.


"Apakah kau siap?!"


Suara lirih Arata terdengar begitu memprovokasi Lili untuk menerima semua permainan Arata. Senyum tipis muncul di bibir Arata, dia tidak bisa menahannya lagi.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2