
"Tuan Muda Alex! bisakah aku memohon padamu! berikan satu kesempatan padaku, setelah itu aku akan ikut pulang bersamamu!"
"Baiklah! Aku akan menunggu mu disini! Aku percaya padamu! Kau tidak akan mengingkari janji mu!" pergilah!". Alex berkata dengan lembut.
"Terimakasih! Aku pasti kembali!" ucap Rosalina.
Rosalina pun pergi menaiki kapal bersama Leo, Alex yang melihat Rosalina pergi, ada perasaan yang aneh, perasaan yang tidak ingin melihat Rosalina pergi bersama pria lain, perasaan dimana tidak ingin kehilangannya.
Ari yang melihat sikap Tuan Mudanya, begitu bingung! ada apa dengan mu Tuan? apakah kau begitu takutnya kehilangan Nona? apakah anda benar-benar sudah melupakan wanita itu? jika benar aku sangat bersyukur! jika yang menjadi pasangan seumur hidup anda adalah Nona Rosalina!.
Di atas kapal
Leo menceritakan semuanya, tentang awal pertemuan mereka, dari Jakarta hingga Kairo, tidak ada yang terlewat satupun. Sampai disaat Leo melamar Alin di atas kapal ini.
"Alin apakah kau sudah mengingatnya?"
"Maafkan aku! Aku belum bisa mengingat apa-apa!"
Ku memalingkan wajahku, kulihat alam sekitar begitu indah, ada perasaan bahwa aku pernah merasakan hal ini! tapi anehnya selalu di barengi dengan kesedihan! apa ada cerita lain yang tidak kuketahui? dan pria yang mengaku sebagai tunangan ku ini, tidak sepenuhnya jujur?
"Alin, ayo ikut dengan ku! apa kau tidak merindukan Ayah, Bunda, dan Rio?"
Nama-nama yang dia sebutkan, begitu familiar dan hatiku merasakan kerinduan yang sangat besar, tapi entah kenapa aku tidak bisa menerima ajakannya? padahal dia mengaku sebagai tunangan ku? setidaknya hatiku akan merasakan kenyamanan, jika berada di dekatnya.
"Aku butuh waktu lebih untuk mengingat semuanya! jadi aku harap anda jangan banyak mengganggu saya! jika benar anda adalah tunangan saya! maka anda akan memberikan saya waktu!"
"Baiklah! Aku akan memberikan waktu untukmu! tapi jangan meminta aku untuk menjauhimu! karena aku tidak bisa menjauhimu! dan aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi!"
"Itu terserah anda Tuan! entah kenapa hati saya tidak bisa menerima begitu saja dengan kehadiran Anda!! Kita sudahi saja percakapan kali ini! sudah ada yang menunggu saya disana!"
Kulihat dari kejauhan, Alex berdiri sedang menungguku , di temani oleh Asisten Ari dan beberapa pengawal nya. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan? Aku serahkan saja semuanya pada Allah, mudah-mudahan ingatan ku akan kembali pulih. Beberapa menit kemudian kapal berlabuh, Alex yang sudah menungguku dengan diamnya! entah apa yang sedang dia pikirkan? Aku tidak bisa menebaknya!"
"Ayo kita pulang!" ucapan Alex singkat.
Akupun mengikuti arahan Alex, karena aku sudah berjanji aku pulang bersamanya! dan aku tak bisa mengingkari janji ku padanya.
"Tunggu!" Leo menghentikan langkahku.
"Ada apa lagi!!! bukanya sudah cukup, kuberi waktu kau untuk bersama istriku!!!" Alex berkata dengan sinisnya. Langsung menarik tangan Rosalina.
"Tuan Leo! sebaiknya anda jangan mengganggu lagi Nona Muda kami! jika ingin selamat dari kehancuran!"
"Aku tidak takut dengan ancaman mu!! Aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!! meski banyak yang akan aku korbankan!!". Leo berkata sambil pergi meninggalkan Ari.
Sial, kau mencari masalah dengan ku! kita lihat saja nanti! jika kamu berani menyentuh kebahagian Tuan Muda Alex! Kau akan menerima yang lebih menyakitkan dari pada keamtian mu sendiri! ucap Ari dalam hatinya yang begitu kesal dengan ucapan Leo.
******
Dalam mobil
Aku terus memikirkannya, ahhh kepalaku lelah, memikirkan semuanya! lebih baik aku istirahakan dulu otak dan pikiran ku! tak sengaja ku melihat pantulan wajah Alex di kaca mobil, apa yang sedang dia pikirkan? kenapa sikap nya menjadi pendiam seperti ini? Aku tidak terbiasa dengan sikap dia seperti ini? Deg.... mataku bertabrakan dengan matanya! apakah dia menyadarinya? ahh tidak mungkin!
"Kanapa! wajahmu memerah gadis tengil!!" bisikan Alex lembut dengan suara yang begitu tegas tapi menggoda.
"Aku tidak apa-apa!"
"Benarkah? lalu kenapa kau menatapku terus? apakah kau jatuh cinta padaku?" bisikan Alex semakin menderu, membuat wajah Rosalina semakin memerah.
Ahhh sial dasar kau otak mesum kenapa selalu berbisik padaku sih, "apa jatuh cinta!!! Cih bermimpi saja kau Tuan Muda!! Aku tidak akan jatuh cinta, pada seorang pria sepertimu!! lagian aku sedang memikirkan bagaimana aku pergi, dan kau tidak akan bisa menangkap ku!!!"
Gadis tengil ini, kuberi dia perhatian malah membuatku kesal saja, "apa kau bilang hah!!!! Kau ingin lari dari ku! tidak akan kubiarkan!! Kau sudah menjadi milikku, selamanya tidak akan kulepaskan!! Alex berkata sambil mendekatkan badannya, langsung memegang kedua tangan Rosalina, seketika Alex melihat wajah Rosalina semakin merah seperti kepiting rebus. Tak kuasa melihat itu Alex pun tertawa "hahahahhahahah dasar kau gadis tengil!!!" sambil melepaskan tangan Rosalina dan kembali ke posisi duduk nya.
Ehh kemana ini, bukannya dia bilang akan kembali ke hotel? ini kan bukan hotel! mau dibawa kemana aku? apa dia tidak akan menghukum ku karena semua perbuatan ku tadi kan? Ya Allah, mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang gila lagi!!
"Ayo turun!!!" Alex berkata.
Ahh sudahlah aku ikuti mau dia, kepalaku sudah lelah karena memikirkan masa lalu yang tidak bisa ku ingat. Kuikuti langkah nya dari belakang, brugggg.... "Awwww" kuelus kening ku yang sakit karena menabrak badan seseorang yang ada di depan ku.
__ADS_1
"Hai gadis tengil! kalau jalan tuh liat di depan mu! jangan melamun saja!!" ucap Alex.
"Huh bukannya aku tidak melihat! Kau sendiri berhenti mendadak! makannya kalau mau berhenti kasi aba-aba dong!"
"Aku masih ada yg harus ditangani dulu! Kamu duduk disana! dan jangan membuat ulah lagi, aku masih mengawasi mu!"
Huh dasar, ngeselin deh masa aku harus nungguin dia kerja seharian, emangnya aku ini apa? bosen kali duduk doang. Dia kalau kerja serius gitu sangat berbeda. Ahhh, apa yang kau pikirkan Rosalina, buang pikiran itu jauh-jauh dari otak mu! yang utama sekarang adalah mengingat semua masa lalu mu. Tak terasa rasa kantuk ku datang, Aku tidur saja deh dari pada bengong ga karuan nungguin dia.
Tak terasa sudah 3 jam Alex menyelesaikan pekerjaannya. Dilihat Rosalina yang sedang tertidur di sofa, sungguh tidak bisa menjaga diri, kau bisa tidur dimana saja! bagaimana jika ada orang yang berniat jahat padamu! sepertinya kau tidak bisa ditinggalkan sendirian tanpa seorang pengawal.
"Ari apakah semua sudah beres urusan di sini?"
"Sudah Tuan Muda!"
"Baiklah kalau begitu kita siapkan kepulangan kita ke Indonesia!"
"Baik Tuan Muda!"
"Kapan kita kembali ke Indonesia?" tanya Rosalina yang terbangun.
"Hari ini kita pulang ke Indonesia, kita langsung ke bandara saja, semua barang-barang kita sudah ada yang urus!" ucap Alex sambil berjalan keluar, di ikuti Rosalina dan Ari.
Akhirnya kembali lagi ke Indonesia, aku akan meninggalkan Kairo, meski aku belum ingat semuanya! yang pasti aku harus bisa sembuh! Aku rindu keluarga ku! tunggu aku Bunda, Ayah, Mas. Dan aku pasti akan menemukan kalian lagi.
******
Akhirnya sudah sampai di Indonesia, aku kangen masakan Indonesia. Senangnya, aku bisa kembali bekerja memambantu Ibu. Kumelangkah keluar bandara. Kuikuti langkah Alex, untuk memasuki mobil yang sudah menunggu. Mobil melaju dengan cepat, aku melihat keluar, aku sibuk dengan pikiran ku tentang masa lalu ku, berpikir kembali bagaimana dengan wajah Bunda sekarang, apakah sudah berubah? atau masih sama seperti dulu? wajah Ayah? apakah Ayah masih membenciku? Mas Rio, aku lupa wajah mu setelah dewasa?
Ckitttt...mobil berhenti
Kupikir sudah samapai di rumah, ternyata belum samapai rumah! ini dimana? hah...aku lelah, dia akan mengajakku kemana lagi! apa tidak salah ini kan ke kantornya. Ahh dasar kau sudah mesum, gila kerja pula! apa dia tidak lelah dengan penerbangannya!
"Aku boleh jalan-jalan ditanam tidak? selagi kau menyelesaikan pekerjaanmu?" tanya Rosalina.
"Baiklah! sebentar dan kau harus ditemani oleh para pengawal! jawab Alex tegas.
"Terserah!!" Aku lagi malas berdebat dengan nya.
Drrrttttt....
Drrrttttt....
Drrrttttt...
Angkat
"Hallo! kamu masih ditaman?" tanya seorang pria di seberang telepon, tak lain adalah Alex.
"Iya! apa kau sudah selesai?" jawab Rosalina.
"Iya, tunggu disitu! Aku akan menjemputmu! lalu kita pulang!"
"Oke" bip.. telepon kututup.
Kenapa perasaanku tidak enak ya? apa yang akan terjadi! beberapa saat kemudian, ada beberapa orang yang menghampiri ku! sepertinya mereka memiliki niat buruk padaku! dilihat-lihat mereka seorang pengawal yang berpakaian preman!sial pengawal yang dikirim Alex tidak cukup menghadapi mereka!
"Hai Nona Muda! ikutlah dengan kami!!!" ucap salah satu preman.
"Hai kalian! berani sekali mengganggu Nona Muda kami!! apakah kalian sudah anda bosan hidup hah!!!!" ucap pengawal ku.
"Minggir kalian! Aku tidak ada urusan dengan kalian! yang aku inginkan hanya Nona kalian ikut dengan kami!"
"Dengan hak apa kalian mau membawaku! Aku tidak kenal kalian! jangan harap aku akan ikut dengan kalian!" ucap Rosalina.
"Besar mulut juga kau Nona! apa kau tidak takut jika kami merobek mulut manis mu itu hah!!!!"
"Emang kalian bisa!!!! kalau kalian bisa menyentuh ku, dengan tangan kotor kalian itu! Aku akan ikut dengan kalian! tapi jangan harap kalian bisa menyentuh ku!!!!"
__ADS_1
"Nona Muda, lebih baik anda segera lari! biar kami yang menghadapi mereka!! Saya mohon Nona, nyawa Nona lebih penting daripada nyawa kami!!" ucap pengawal Alex.
"Kalian pikir aku adalah Nona Muda, yang akan meninggalkan pengawalnya, hanya untuk menyelamatkan diri sendiri!!! Aku tidak akan melakukan hal itu!!"
"Nona, kami mohon pergilah! Kami tidak mau terjadi sesuatu kepada Anda!"
"Sudah cukup kalian!! jangan banyak bicara lagi!!!!serang!!!!!" ucap preman dan langsung menyerang pengawal yang melindungi Rosalina.
Kedua pengawal ku memang hebat! tapi entah sampai kapan mereka bisa bertahan. Aku harus menghubungi Alex, prakkkkk.... handphone ku terjatuh karena ada yang memukul tangan ku. Sial kalian kurang ajar! berani sekali kalian menghancurkan benda milik ku!!!!
"Nona! sebaiknya Nona segera pergi menuju Tuan Muda, kami tidak bisa menahan mereka!!!"
"Tidak akan ku tinggalkan kalian! Kita lawan mereka bersama!"
"Aku butuh handphone kalian! berikan padaku! cepat lemparkan padaku!!!!"
Salah satu pengawal melemparkan handphone nya, Aku langsung menangkapnya, untung saja dia tidak menggunakan kata kunci, aku cari saja nama Tuan Muda Alex, Aku pijit nama yg tertera di layar handphone!
Drrrttttt.....
Drrrttttt.....
Angkat
"Alex cepat kemari!!!!! para pengawal mu sudah tidak bisa bertahan!!!"
"Gadis tengil! diamana kamu? cepat katakan padaku?"
"Aku berada di taman dekat kantor mu cepat!!!!!!"
"Ari siapkan orang-orang kita! ada yang menghadang Rosalina!" Alex berkata sambil berlari menuju taman dan Ari mengikuti dari belakang sambil menyuruh para pengawal segera ke taman.
Sial! lama sekali mereka datang untuk membatu! apakah aku harus turun tangan! apa aku ga salah lihat mereka semakin bertambah banyak! sepertinya aku harus turun tangan!
"Kalian minggir! biar kuhadapi mereka! istirahatlah kalian!"
"Nona! apa yang Nona katakan! Saya mohon lebih baik Nona pergi !!"
"Bodoh!! kalian tidak menuruti kata-kata ku hah!!!" Aku lelah harus mendengarkan ocehan kalian yang menyuruhku pergi begitu saja.
"Kemarilah kalian!!! jika kalian menginginkan Aku!!!akan ku habisi kalian semua!!!!"
"Dasar kau Nona Muda, jangan kau berkata sombong! ayo tangkap Nona sombong itu!!!!"
Buk...bak...bik...buk...
"Lo pikir gue takut sama ancaman Lo pada hah!!! jangan harap setelah apa yang Lo pada perbuat bisa lepas begitu saja hah!!!"
Semua preman yang menyerang Rosalina tumbang, pengawal Alex yang terluka kaget melihat kemarahan Nona Rosalina. Alex dan Ari yang baru saja sampai kaget, dengan apa yang mereka lihat. Seperti apa sebenarnya Nona Rosalina ini.
Ada salah satu preman yang mencoba memukul dari belakang, Rosalina yang menyadarinya, langsung menangkis dan menghajarnya tanpa ampun.
"Heiii dasar kau bajingan!!! berani sekali menyerang ku dari belakang! Kau sudah bosan hidup hah!!! tidak akan kulepaskan kau!!!!" Rosalina terus menghajar nya tanpa ampun, preman yang sudah terkapar tak berdaya masih di pukuli nya.
Alex yang melihat luka di tangan Rosalina, mendekatinya "sudah cukup! dia sudah tidak berdaya! apa masih kurang kau menghajarnya!"
"Belum cukup!!!! Gue belum cukup hajar ni orang, yang udah berani nyerang gue dari belakang! pergi Lo sana!! apa Lo mau gue hajar hah!!" Rosalina tidak bisa menahan emosinya lagi, sehingga dia tak sadar dengan apa yang telah diperbuatnya. Dan langsung menyerang Alex.
Ari yang melihat Alex diserang Rosalina, langsung berlari kedepannya guna melindungi Alex, namun Alex melarangnya. Akhirnya Alex dan Rosalina berkelahi. Alex tak kuasa melihat tangan nya yang terluka. Akhirnya Alex memeluk Rosalina "sudah cukup! tangan mu sudah terluka! apa kau tidak sayang terhadap tubuhmu!"
Rosalina masih meronta, dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Namun tidak bisa lepas dari pelukan Alex, alex terus menahan rasa sakit akibat pukulan Rosalina. Dan akhirnya Rosalina jatuh tak sadarkan diri.
"Bereskan semua ini!!" bawa mobil kemari!!dan ingat jangan ada yang mengatakan sesuatu mengenai kejadian ini! tidak boleh ada informasi yang keluar kalau Rosalina bisa bela diri!!" Alex berkata dan pergi menggendong Rosalina menuju mobil.
Baik Tuan semua serentak menjawab.
Terimakasih sudah membaca novel ku 😊
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya ya 😉
c u next episode 😉