
Setelah acara makan malam itu, aku sudah tidak mendengar tentang Arata dan Akhira. Entah apa yang terjadi dengan mereka, hari ini aku bersama Alex berencana kembali ke Indonesia. Karena sudah lama aku meninggalkan perusahaan Ibu Sinta. Kasian Ibu tidak ada yang membantu mengurus perusahaan. Dalam beberapa bulan kedepan Mas Rio akan menikah dengan Salma.
"Sayang kau sudah siap? Kalau sudah ayo kita pergi!"
"Oke aku sudah siap!"
Akupun menuju bandara, dengan perasaan tenang karena Lili sudah bisa menghadapi semuanya. Aku rindu banget sama Mama Rahma dan Ibu Sinta. Kalo Bunda jangan di bilang baru berpisah sebentar sudah kangen lagi. Alhamdulillah aku memiliki Bunda-bunda yang sayang padaku.
Akhirnya aku sampai juga di Indonesia, sesuai dengan pembicaraan sebelumnya aku pulang ke rumah Alex. Disana sudah menunggu Mama Rahma dan Adam. Mama Rahma terlihat sangat senang karena aku kembali ke rumah. Aku pun merindukan suasana rumah ini. Banyak juga kenangan ku disini, aku jadi teringat dengan pertemuan ku dengan Alex. Dan Alex membawaku ke rumah ini dengan niat balas dendamnya. Jika aku mengingat semuanya terasa lucu.
"Sayang selamat datang di rumah," Mama Rahma berkata sambil memelukku dengan hangat.
Akupun membalas pelukan Mama Rahma, aku rindu pelukan Mama Rahma. Dia begitu hangat dan keibuan, siapapun yang dekat dengan nya pasti sangat senang.
"Aku kangen banget sama Mama, bagaimana kabar Mama?" Tanyanku pada Mama Rahma.
"Alhamdulillah Mama sehat, ko kamu kurusan sayang? Apa Alex tidak memberikan makan yang cukup?" Mama Rahma berkata dengan sedikit menyindir Alex.
"Ahh Mama giliran ada Alin aku dilupakan! Sudahlah lebih baik aku istirahat saja di kamar!" Ucap Alex sambil berjalan menuju kamar.
"Hahaha, Mas Alex cemburu tuh Mah lagian Mama sih bukannya tanya anak nya dulu malah Mba Alin yang langsung di peluk." Celetuk Adam.
"Haha Adam kamu seneng banget liat Mas mu cermberut! " Candaku pada Adam.
"Haha iya Mba, habis biasanya dia yang suka bikin jantung deg-degan apalagi kalau sudah main ancam! Wuih serem deh aku Mba!" Jawab Adam yang membayangkan kalau Mas nya marah.
"Sudah-sudah kalian jangan bercanda lagi, Alin sayang susul sana suami mu. Dia pasti kelelahan dan kamu juga harus istirahat." Ucap Mama Rahma padaku dengan lembut.
"Baik lah kalau begitu aku kemarin dulu ya Mah." Aku berkata sambil berjalan meninggalkan Mama Rahma dan Adam, aku menuju kamar dengan mengingat semua yang telah terjadi di rumah ini.
Akupun masuk kedalam kamar kulihat Alex sedang rebahan diatas kasur. Lebih baik aku biarkan dia istirahat, aku mandi saja dulu sebelum Alex bangun. Ahh segarnya ternyata dia masih tidur, hmmm aku godain dia ahh hehehe, aku dekati dia kumainkan rambutku yang basah ke wajahnya. Namun dia tidak terbangun malah memaling kan wajahnya. Hmm ya sudah lah aku berpakaian saja, saat aku membalikkan badanku hendak menuju lemari untuk mengambil pakaianku. Tiba-tiba tanganku ditarik Alex, seketika badanku terjatuh di dalam pelukannya.
"Dasar kau gadis tengil, apakah kau menggoda hah!" Bisik Alex di telingaku.
"Tidak aku sama sekali tidak menggodamu!"
"Lalu tadi apa yang kau lakukan?"
"Sudah ah lepaskan aku dulu, aku mau pakai baju dulu!"
"Kau yang menggodaku terlebih dahulu, tidak akan ku lepaskan kau kali ini."
Alex yang sudah memeluk erat tubuhku, membelai rambutku yang masih basah dia menikmati aroma yang tercium di tubuhku. Dia mulai mengecup lembut bibirku, begitu lembutnya kecupan yang dia berikan kepadaku sehingga aku membalas kecupan manisnya itu. Semakin dalam kecupan yang kami lakukan hampir membuatku tak bisa bernafas. Dia melepaskan kecupannya dengan perlahan guna memberiku kesempatan untuk mengambil nafas, tapi kecupan lembut bibirnya menjalar ke bagian leher ku, aku sangat menikmati kecupan manis yang dia berikan. Tangan nya mulai berjalan di tubuhku. Tanpa ku sadari handuk yang melingkar di tubuhku terlepas dan di hempaskan begitu saja oleh nya.
Aku terhentak karena mengingat kejadian di Jepang, seketika aku mengambil jarak dari Alex. Alex pun menyadari nya bahwa aku teringat kembali peristiwa itu.
"Apa kau belum bisa berdamai dengan dirimu sendiri?" Alex berbisik.
"Maafkan aku, entah kenapa aku belum bisa melupakan semua itu. Bisakah kau memberiku waktu lagi?"
"Baiklah kenakan pakaian mu nanti masuk angin, aku mandi dulu!" Alex berkata dan berjalan menuju kamar mandi.
Maafkan aku sayang, aku mengecewakan mu sungguh aku tidak bermaksud seperti ini. Aku butuh waktu untuk melupakan semua yang telah terjadi. Aku merasa diriku sangat kotor, karena tubuh ini pernah di sentuh pria lain. Aku pun masih merasa jijik bila mengingat itu.
Alex POV
Aku akan menunggumu Alin, sampai kau bisa berdamai dengan dirimu sendiri. Aku tahu peristiwa itu begitu membuatmu terpukul, tapi kau harus bisa bangkit. Jika kau seperti ini terus kapan kau akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Aku akan membuatmu semakin kuat, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Dunia Bisnisku begitu kejam, aku tidak ingin kau lemah Alin. Kau harus bisa menghadapi semua situasi yang sangat menyakitkan. Aku ingin kau bisa melindungi dirimu dan calon anak-anak kita nantinya.
******
Keesokan harinya, aku berencana untuk kembali ke kantor untuk membatu Ibu Sinta. Hari ini aku sudah siap dengan semuanya, Alex pun mengijinkan ku kembali ke kantor tapi dengan syarat aku harus di dampingi oleh pengawal.
"Yang bantu aku kenakan pakaian dong," ucap Alex dengan manja.
"Ihh manja banget sih, kan biasanya pakai sendiri!"
"Cepet bantu aku, kalau tidak kau tidak boleh pergi ke kantor!" Ancam Alex padaku.
"Huh sebel deh, kalau sudah mulai main ancam gini!" Aku berkata sambil mendekat pada Alex dan membantunya memakaikan pakaiannya.
Alex yang melihat ekspresi Alin kesal, hanya tersenyum karena Alex suka jika Alin terlihat kesal karena kejahilannya. 'Hanya aku yang boleh menjahili mu sayang!' gumam Alex dalam hatinya. Alex pun langsung memeluk Alin dan mengecup kening nya dengan lembut. Alin pun membalas dengan mengecup pipi Alex, tapi yang dilakukan Alin malah membuat pipinya memerah karena Alin mengecup pipi Alex secara refleks.
"Tok...!"
"Tok...!"
"Tok...!"
Suara pintu di ketuk oleh seorang pelanyan yang memberitahukan bahwa sarapan sudah siap, karena Mama Rahma dan Adam sudah menunggu di meja untuk sarapan bersama. Kami pun segera turun ke bawah menuju meja makan. Kami pun ikut bergabung dengan Mama Rahma dan Adam untuk sarapan.
"Sayang kamu sudah rapi, mau ke mana?" Tanya Mama Rahma padaku dengan lembut.
"Iya Mah, aku mau ke kantor kasian Ibu Sinta selama seminggu lebih aku ga bantu di kantor." Jawabku pada Mama Rahma.
"Ohh gitu, ya sudah habiskan sarapan mu nanti keburu siang!" Ucap Mama Rahma.
Kami pun melanjutkan sarapan, setelah selesai aku pergi di antar Alex terlebih dahulu dan mobilku bersama pengawal mengikuti dari belakang. Aku terdiam dalam lamunanku, melihat lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang hendak pergi bekerja.
__ADS_1
"Apa yang kau lamunkan?" Alex berbisik padaku.
Aku secara refleks mendorong tubuh Alex, dan berkata "kenapa sih selalu berbisik di telingaku? Geli tau ga!"
"Hahaha, aku tahu makannya aku senang berbisik padamu! Karena hanya aku yang boleh melakukannya padamu!"
"Iya aku tahu hanya kau yang bisa melakukan nya padaku, tapi jangan disini lah lihat di depan ada Asisten mu!"
"Memang apa hubungan dengan dia, dia tidak mendengar dan melihat kita!"
"Ahh sudahlah aku malas berdebat dengan mu!"
Beberapa saat kemudian sampailah aku di kantor, Alex melantik tanganku dan berkata "berikan aku kecupan manis mu setelah itu kau boleh pergi!"
Duh sumpah nih ya kenapa sifat mesum nya kembali lagi sih, ini kan masih ada orang lain. Dari pada aku terus melawannya lebih baik aku turuti saja lah apa maunya. Ku kecup keningnya dengan lembut, namun dia memegang tengkuk leherku dan dia mulai mengecup lembut bibirku. Tak terasa aku pun membalas kecupan lembutnya itu.
"Sudah kan? Lepaskan aku? Ga enak dilihat banyak orang tuh?"
"Haha biarkan saja mereka melihatnya, kau kan istriku siapa yang berani membicarakan kita, akan dipecat mereka semua!" Ucap Alex dengan nada sinisnya.
"Hai kau Tuan Muda, mereka karyawan ku bukan karyawan mu! Jadi jangan macam-macam dengan karyawan ku kalau tidak lihat nanti hukuman mu!"
"Haha kau berkenan menghukum ku, akan ku lihat bagaimana cara kau menghukum ku!"
"Sudah ahh aku masuk dulu, kau pergi lah ke kantor."
"Baiklah selamat bekerja sayang." Ucap laex sangat lembut dan dia langsung pergi.
Aku pun masuk kedalam kantor dan disambut oleh sapaan hangat para karyawan. Pak Dim pun menyambutku dengan hangat dan mengantarkan ku ke ruangan Ibu Sinta. Aku masuk ke dalam ruangan Ibu, aku melihat Ibu sedang duduk membaca berkas-berkas.
"Assalamualaikum Ibu," salam ku pada Ibu Sinta.
"Waalaikumsalam." Jawab Ibu tanpa melihat ke arah ku.
Beberapa saat Ibu baru menyadari suara ku, langsung menyimpan berkasnya, lalu berdiri dan menghampiri ku dan memelukku dengan lembut penuh kehangatan. Aku rindu dengan pelukan ini.
"Aku rindu pelukan mu ini Bu," Ucapku pada Ibu.
"Ibu juga sangat rindu kamu nak, bagaimana kabarmu?"
"Alhamdulillah baik Bu."
"Ayo kita duduk lalu lanjut berbincangnya."
"Sayang Ibu bisa minta satu hal padamu?"
"Aku ingin kau memegang penuh atas perusahaan ini, karena aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Hanya kau yang ku miliki!"
"Mengapa ibu berkata seperti itu? Aku pasti akan membantu mu tanpa Ibu menyerahkan kekuasaan penuh padaku."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menyerahkan nya saja padamu, karena aku yakin kau bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik."
Kenapa aku merasa ada hal aneh yang di sembunyikan oleh Ibu, firasat ku tidak enak. 'Ada apa ini sebenarnya? Mengapa Ibu bisa berkata seperti itu?' ucapku dalam hati.
"Ibu tidak menyembunyikan sesuatu dari ku?"
"Tidak sayang, Ibu tidak menyembunyikan apa-apa dari mu. Ibu hanya ingin beristirahat sejenak jauh dari semua urusan kantor."
"Aku akan membatu mu Bu, tapi tidak perlu melimpahkan seluruh kekuasaan mu padaku!"
"Iya baiklah, Ibu percaya padamu sayang." Bu Sinta berkata sambil memelukku.
"Baiklah kalau begitu aku kembali ke ruangan ku ya Bu, sepertinya banyak pekerjaan ku yang terbengkalai."
"Oke, selamat bekerja ya," Ucap Bu Sinta.
Akupun berjalan keluar ruangan Ibu menuju ke ruangan ku, seperti nya hari ini banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Tak terasa waktu sudah siang waktunya aku makan siang.
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Drrrttttt...
Handphone ku berbunyi ternyata Adam yang menelepon ku.
Angkat.
"Hallo Mba Alin! Mba bisa ke kantor Mas Alex ga?"
"Apa yang terjadi? Sehingga kau menyuruhku kesana?"
"Mba pliss ya Mba, datang ke kantor ya Mas Alex lagi ngamuk tuh kaya macan! Buruan deh Mba kesini!" Ucap Adam yang sudah tidak tau harus bagaimana lagi.
"Aku tidak mau, pasti kau membuat masalah kan dan kau takut di kirim ke Afrika! Lebih baik kau urus sendiri," Goda ku pada Adam.
"Mba jangan gitu dong, beneran deh Adam ga mau ke Afrika. Adam pingin di Indonesia, kalau Adam ke Afrika tar Adam ga bisa kejar calon istri Adam!" Adam berkata dengan nada memelas.
"Hahaha, sudah-sudah jangan memelas lagi aku akan bantu kau! Aku segera kesana." Aku langsung menutup telepon dan berjalan keluar kantor menuju kantor Alex.
__ADS_1
Aku pamit pada Bu Sinta untuk pergi ke luar kantor. Aku pun malenaiki mobil dan langsung pergi ke kantor Alex. Beberapa saat kemuadian aku sampai di kantor Alex. Benar saja baru saja aku masuk suasana kantor begitu mendung, para karyawan pucat pasi. Sepertinya masalah yang terjadi begitu besar sehingga Alex marah besar.
Ari yang melihatku kedatanganku langsung menyambutku dan Mambawa ku keruangan Alex.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa suasana kantor ini mendung?" Tanya ku pada Ari.
"Maaf Nona lebih baik Nona tanya sendiri pada Tuan Muda!" Jawab Ari singkat.
"Ahh kau begitu menyebalkan aku bertanya serius padamu malah kau suruh kau bertanya pada Tuan mu itu! Bukannya tadi pagi suasana hatinya sedang baik kenapa bisa berubah cepat?"
Ari hanya diam tidak mendengarkan ku sama sekali. Pusing aku menghadapi Ari, dia tidak pernah bisa di ajak kerja sama. Ari membukakan pintu kantor Alex, namun aku tidak melihat batang hidungnya sama sekali.
"Kemana Tuan mu itu?" Tanya ku pada Ari.
"Silahkan Nona masuk kedalam!"
Ari menunjukan sebuah ruangan yang berada di dalam kantor Alex, aku pun membukanya ternyata itu adalah sebuah kamar yang sangat rapih dan mewah. Gila juga nih Tuan Muda bisa-bisanya ada kamera di kantor. Kulihat sekeliling begitu rapih dan elegan, ternyata bagus juga seleranya. Ternyata dia sedang tertidur, ahh tahu gitu lebih baik aku ga kesini kan. Dasar Adam awas kau sudah membuatku kesini secepat kilat.
Tanpa kusadari aku melangkah mendekati Alex. Kulihat dia tertidur dengan lelap. Aku mendekati nya dengan perlahan agar dia tidak terbangun. Aku duduk di samping Alex kulihat wajahnya, memang dia sangat tampan dan terlihat dewasa. Aku menyukai wajahnya di saat dia sedang tertidur. Aku sayang padamu wahai imamku, sambil ku kecup lembut kening nya. 'arrrggh apa aku sudah gila? Mengecup keningnya di saat dia sedang tertidur? Bangun Alin, nanti dia terbangun bahaya bisa-bisa dia langsung menerkam mu!' gumamku dalam hati.
Disaat aku mau berdiri dan pergi, Alex langsung menarik tangan ku dan aku pun terjatuh ke dalam pelukan Alex.
"Kau selalu saja menggodaku! Apa kau akan bertanggung jawab setelah apa yang kau lakukan tadi hah!" Bisik Alex di telinga ku.
"Alex lepaskan! Siapa yang menggoda mu sih?"
"Apa kau tidak merasa bersalah karena sudah menggodaku!"
"Beneran deh Yang aku ga menggodamu kok! Tadi ada nyamuk di kening mu jadi aku mengusirnya."
"Hahaha apa kau bilang disini ada nyamuk!"
Ahh gila aku ini kenapa pula aku bilang ada nyamuk, kan ga mungkin juga disini ada nyamuk secara dia pasti menyuruh karyawannya untuk membersihkan dari segala hal.
"Ya sudah aku minta maaf, tapi beneran ko tadi ada nyamuk!"
Alex mengilikitikku, karena aku sudah berbohong kepadanya. Aku tertawa kegelian.
"Hahahaha, Alex hentikan geli tau ga sih!" Aku tak tahan dia terus saja mengilikitikku seperti mengilikitik seorang anak kecil saja.
"Cepat mengaku padaku dan minta maaf padaku karena kau sudah berbohong padaku!" Alex berkata sambil terus melakukan hal-hal yang membuat Alin kegelian.
"Hahahha, iya-iya aku mengaku salah deh aku sudah bohong padamu tadi tidak ada nyamuk! Tapi ngamuk nya besar sekali dan dia sangat menyayangi mu sehingga nyamuk ini tidak akan melepaskan mu! Hahahha."
"Kau semakin kesini sudah mulai membuatku tak bisa menahan diriku untuk melahap mu!"
"Tidak aku tidak mau kau melahap ku disini, nanti saja ya kalau sudah di rumah."
"Aku tidak mau, aku mau sekarang?" Ucap Alex dengan nada manjanya.
"Sudah cukup Alex kau membuatku geli dengan sikap mu seperti anak kecil, aku harus pergi ada rapat yang harus ku hadiri!"
"Lalu kenapa kau kemari?"
"Aku mendengar ada macan ngamuk di kantor, jadi aku khawatir dengan imamku. Aku takut dia di terkam macan!"
"Hahaha siapa yang memberimu kabar itu? Pasti Adam yang menelepon mu kan? Dia akan kuhukum!"
"Sudahlah maafkan Adam dan semuanya, kasihan mereka!"
"Aku tidak akan memaafkan mereka yang sudah mengacaukan perusahaan ku! Adam dan tim nya akan ku hukum mereka ke Afrika!"
"Kalau kau mengirim Adam ke Afrika, maka nanti malam jangan harap kau kuberi kenikmatan!"
"Gadis tengil kau berani mengancamku, sudah lah aku tidak mau berdebat dengan mu, aku akan memaafkan mereka yang penting kau tidak marah padaku!"
"Bagus ini baru suamiku, aku sayang kamu." Aku mengecup bibir Alex dengan lembut dan beranjak untuk pergi.
Tapi Alex memegang tengkuk leherku dan membalas kecupan ku dengan hangatnya. Kecupan itu semakin lama semakin dalam sehingga aku tidak bisa mengatur ritme bernafas ku. Alex pun akhirnya melapaskan ku dan tersenyum.
"Sudah cukup hari ini, kau ada rapat kan? Pergilah sebelum aku tak bisa menahan diriku ini untuk melahap mu!"
"Oke aku pergi ya."
Akupun meninggalkan Alex dengan wajah Alex yang memancarkan kebahagiaan. Aku pun bahagia setelah bertemu dengannya.
___________________________________________
Sampai bertemu di bab berikutnya 😊
___________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya juga vote ya 😉
__ADS_1