Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 67


__ADS_3

Ini sudah malam, kenapa Tuan Muda mesum gila itu belum pulang? apa masalahnya belum beres? apa dia ga tau kalau aku di rumah Bunda? ahh biar deh, ngapain juga aku pikirin dia, yang ada dia nanti besar kepala, lebih baik aku tidur sajalah.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, di depan rumah Alin, Alex baru saja sampai, dia mengetuk pintu dan yang membukakan adalah Bunda, yang kebetulan belum tidur, karena sedang menunggunya Ayah yang belum pulang juga. Alex pun masuk ke dalam rumah, "malam Bun?" ucap Alex sambil mencium punggung telapak tangan Bunda.


"Malam, bukannya sudah sampai dari siang ya? kenapa baru sampai ke rumah jam segini?" tanya Bunda, yang sudah tahu kalau Alex sudah sampai di Jakarta tadi siang.


"Iya Bun, tadi ada urusan yang harus di selesaikan terlebih dahulu!" jawab Alex.


"Ya sudah istirahat! kamar Alin di atas paling pojok ya!" ucap Bunda sambil menunjukkan kamar Alin.


"Iya makasih Bun! Alex keatas dulu ya!" jawab Alex sambil berjalan meninggalkan Bunda. Sampailah Alex di depan kamar Alin, pintunya tidak di kunci. Dasar gadis tengil! tidak memperhatikan keselamatannya, pintu kamar saja tidak dia kunci. Lebih baik aku masuk saja dulu, kulihat gadis tengil yang sudah tertidur pulas, dia tidur tanpa mengenakan kerudung nya, dasar ceroboh! apa dia ingin menggodaku! badanku rasanya lengket sekali, lebih baik aku mandi saja dulu. Ternyata gadis tengil ku sudah menyiapkan perlengkapan untuk mandi ku. Beberapa saat kemudian Alex keluar dari kamar mandi, dia menggunakan handuk jubah yang sudah disediakan Alin. Dilihat nya wajah Alin yang sudah terlelap tidur, kau akan menjadi milikku selamanya gadis tengil ku! tidak akan kulepaskan lagi kau! lebih baik aku tidur saja. Alex seperti biasa jika Alin tidur di kasur, dia akan tidur di sofa.


Keesokan harinya,


Seperti biasa, aku selalu bangun di jam 4 subuh, saat ku terbangun aku melihat sesosok pria yang sedang tertidur pulas di sofa, hmmm ternyata dia pulang, kupandangi wajahnya, kulihat dengan seksama wajah yang begitu membuatku merasa tenang. Ku sentuh rambutnya, kusibakkan rambut yang menutupi matanya, kau terlihat menarik jika sedang tertidur. Ahhhhhh, apa yang kau lakukan Alin, sadar lah kau, lebih baik aku sholat dulu deh. Disaat aku akan berdiri, secara tiba-tiba tangan ku ditarik dan aku pun terjatuh dalam pelukan Alex.


"Aaaaaaaaa, dasar mesum apa yang kau lakukan hah!"


"Gadis tengil! Apa yang kau lakukan hah! Apa kau ingin menggodaku!"bisik Alex di telinga Alin.


"Huh, siapa yang mau menggodamu! sudah lepaskan aku, aku mau sholat dulu !"


"Lalu, kanapa kau menyentuh rambutku? apa kau jatuh cinta padaku?" Alex berkata sambil senyum jahilnya.


"Sudah lepaskan aku! nanti keburu siang! Aku mau sholat dulu!"


"Baiklah, kulepaskan kau kali ini!"


Huh dasar otak mesum, pagi-pagi sudah berpikir mesum, ahh buat apa aku pikirkan dia! ambil wudhu terus sholat deh. Selesai wudhu aku bersiap-siap untuk sholat, "tunggu aku! siapkan satu sajadah buatku! kita sholat bareng!" ucap Alex sambil berjalan ke kamar mandi guna mengambil air wudhu.


Apa!! apa aku tidak salah dengar! dia mau sholat bareng, selama ini kan dia ga pernah aku lihat sholat! sudahlah yang penting sholat sekarang, aku siapkan sajadah buat dia sholat. Beberapa saat kemudian Alex keluar dan mulai menjadi imam Alin.


"Aku masih lelah! Aku tidur lagi ya!" ucap Alex sambil menuju kasur dan tidur kembali.


Terserah kaulah! Aku mau joging dulu sajalah, aku berlari kecil menuju taman dekat rumah, udara di pagi hari ini masih bagus untuk kesehatan. Tiba-tiba dari belakang ada yang mengikuti ku, lebih baik ku pura-pura tidak menyadarinya, sambil menaikkan kecepatan lari ku, tapi orang di belakangku masih saja mengejarmu, sebenarnya mau apa dia sih! Kalau dia macam-macam aku hajar tanpa ampun! "Alin ... !" suara pria memanggilku, aku kenal dengan suara ini, tidak mungkin dia kan! Aku tidak mau melihatnya lagi! Lebih baik aku pergi dan kembali ke rumah.


Leo menarik tangan Alin dari belakang, dengan refleks Alin menepis tangan Leo, dan akan segera melemparkan tonjokkannya, namun Leo menepisnya terjadilah perkelahian kecil antara mereka, "pergi kau sana! jangan kau mendekati ku lagi! Aku jijik setiap melihat mu!"


"Alin, apakah kau sudah mengingat semuanya? Aku mohon kembalilah padaku? Aku sangat mencintaimu Alin? Kumohon padamu kembalilah padaku! Aku pasti akan membuatmu bahagia, kamu ingat janji kita berdua kan, setelah kembali ke Indonesia kita akan menikah dan membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia! Ku mohon ingat lah semua itu! Kumohon Alin kembalilah padaku dan tinggalkan Alex!" ucap Leo sambil berlutut di hadapan Alin.


"Sudah kubilang, jangan dekati aku! jangan kau sentuh aku dengan tangan kotor mu itu! yang sudah memegang wanita lain! lupakan tentang semua janji kita, karena yang menghancurkan janji kita adalah kau sendiri!"


"Tunggu! sampai kapan pun aku Leo Ahmad tidak akan melepaskanmu! Karena kamu adalah milikku!"


"Siapa bilang kalau aku adalah milikmu? karena semenjak kau bercumbu dengan wanita lain, semenjak itu aku bukan milikmu lagi! Kau paham?"


"Karena aku tahu kau masih mencintaiku, malahan sangat mencintaiku!"


"Buktinya! bahwa samapai sekarang kau belum disentuh oleh Alex! dan kalian belum berhubungan layaknya suami dan istri?"


"Hahahha, kau terlalu naif dan percaya diri Leo! Kau pikir dengan belum tersentuhnya Aku, aku masih mencintaimu hah!


"Alin!!! Aku masih nyakin kamu mencintaiku! sampai kapan pun aku akan terus menunggumu!"


"Teruslah kau berharap dan menunggu ku! tapi aku tidak akan pernah kembali bersamamu!!" ahhh kesal aku dibuatnya, dia pikir dia siapa? seenak jidatnya menyuruhku kembali padanya? meski memang benar aku belum sepenuhnya melupakan dia! tapi dia sudah sangat menyakitiku! karena aku tidak suka dengan orang yang berkhianat.!


Beberapa saat kemudian Alin sampai di rumah, dengan raut wajah yang sangat kesal, Bunda yang melihat Alin bertanya, "kanapa dengan mu nak?"


Aku diam seribu bahasa, aku masih kesal dan tak mau banyak bicara, "maafkan aku Bun, nanti kita bicara lagi ya! Alin mau mandi dulu, ga enak keringetan! Aku berkata sambil pergi meninggalkan Bunda dengan membawa sebuah apel untuk kumakan. Aku lebih baik mandi dulu saja lah, mungkin kekesalanku akan sedikit menghilang. Aku masuk ke dalam kamar ku dan melepaskan kerudungku, dasar kau sial Leo!!! Aku benci kau! meskipun aku belum bisa melupakan mu! tapi aku Rosalina Sanjaya tidak akan pernah kembali padamu!!


"Kenapa kau berteriak! berisik tau!! Kau menggangu tidurku saja!!" ucap Alex yang terganggu dengan teriakan Alin.

__ADS_1


Sial kenapa aku bisa lupa sih, kalau ada dia di kamarku! apa dia dengar apa yang aku katakan tadi? aduh, dasar kau Alin tidak bisa menjaga mulut mu kalau lagi emosi, lebih baik aku mandi saja, dari pada dia mengajakku berdebat, "maaf, kalau kau terganggu dengan teriakkan ku! lanjutkan saja tidur mu!" Aku berkata sambil menuju kamar mandi.


Gadis tengil! apakah kau masih mencintai lelaki itu? kenapa kau gusar sekali? apakah dia menemuinya lagi? Leo Ahmad, jika kau berani mengganggu milikku, lihat saja nanti! Kau akan merasakan yang lebih sakit! ahh sial, dasar kau gadis tengil! Kau membuatku tidak bisa tidur lagi.


Didalam kamar mandi, ahhh sungguh sial! kenapa dengan mu Alin! selalu saja lupa membawa handuk! apakah dia masih di luar? mana mungkin aku keluar kamar mandi tanpa sehelai kainpun, kalau tidak ada Tuan Muda mesum gila itu aku bisa lakukan itu! kutunggu saja deh sebentar lagi, siapa tau di nanti keluar kamar. Sepuluh menit kemudian, Ya Allah aku sudah mulai kedinginan nih!


Gadis tengil itu lama sekali sih! Aku juga kan mau mandi! apa dia melupakan handuknya lagi! Dasar ceroboh! benar saja dia melupakan handuknya, "hai gadis tengil! cepat keluar! Aku mau mandi juga nih!"


"Baik-baik aku akan keluar, jika kau memberikan handuk, aku juga sudah kedinginan!"


"Buka pintunya! Aku bawakan handukmu!"


Alin pun membuka sedikit pintu kamar mandi, dan mengambil handuk yang menggantung di pegangan pintu. Alex yang sedang duduk di sofa sambil membaca berkas-berkas kerjaannya. Lebih baik aku langsung mengenakan pakaianku, sebelum dia berbuat yang aneh-aneh. Ternyata Alin kalah cepat Alex yang melihat Alin, langsung menghampiri nya, dan mulai menggodanya, "ternyata istriku cantik ya! dan kau sudah mulai menggodaku hah!" bisik Alex di telinga Alin.


Alin yang kaget karena Alex memeluknya dan berbisik di telinganya, seketika membuat wajah Alin memerah, "hei Tuan Muda mesum gila, siapa yang menggodamu! cepat lepaskan aku mau mengenakan pakaianku!"


"Aku tidak mau melepaskanmu! apa yang akan kau lakukan?"


"Aku mohon padamu lepaskan aku ya!"


"Tidak akan! Aku akan melahapmu sekarang juga!"


"Tidak, jangan lakukan sekarang!"


"Kenapa! Kau kan istriku, bukannya itu adalah kewajiban mu untuk melayaniku?"


"Iya aku adalah istrimu, tapi aku ingin kau memintaku kembali kepada Ayah dan Bunda, sebagai Rosalina Sanjaya atau Alin, karena ini adalah identitasku yang sebenarnya."


"Jadi aku harus menikahimu kembali?"


"Iya, karena aku sudah sembuh dari amnesia ku, dan aku ingin Ayah yang menjadi wali ku, dan Ayah yang melepaskan ku kepadamu! apakah kau sanggup?"


"Baiklah, akan ku urus semuanya, apakah kau ingin mengadakan pesta yang meriah?"


"Oke, aku lepaskan kau sekarang, tapi jika kita sudah menikah kembali, aku tidak akan melepaskan mu!" Alex berkata sambil berjalan ke kamar mandi.


Apakah yang kulakukan sudah tepat, aku memilih dia sebagai Imamku?


*****


Beberapa hari kemudian acara pernikahan kembali dilangsungkan, tidak ada pesta yang meriah, hanya berkumpul nya semua saudara, teman-teman, dan sahabat.


Tiba-tiba, terdengar kegaduhan dari luar, Leo berusaha masuk dan membuat keributan. "Alin kau tidak bisa melakukan ini padaku! Aku tahu kau masih mencintaiku! Kau lakukan ini hanya untuk membalas dendam padaku kan?" teriak Leo.


"Mas Rio, biarkan dia masuk!" ucap Alin.


Leo pun masuk, dia langsung menarik lengan Alin, "jangan kau hukum aku seperti ini! Aku sangat mencintaimu! Aku pun tahu kau masih sangat mencintaiku kan! Kau boleh menghukum ku, tapi jangan kau hukum dirimu, dengan menikahi lelaki yang tidak kau cintai!"ucap Leo dengan nada sedih nya.


"Dengarkan aku! Aku memaafkan mu Leo Ahmad, dan ini yang terakhir kalinya aku bicara padamu! iya memang benar aku belum bisa melupakan mu, tapi itu sudah tidak ada artinya lagi, kau sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal, sehingga aku tidak mungkin memaafkanmu! Sekarang aku sudah sah seutuhnya menjadi milik Alex Wibowo, dia yang berhak seutuhnya terhadapku, termasuk hatiku! jadi mulai saat ini, lupakanlah aku, hiduplah dengan baik, carilah gadis yang mencintai mu dengan tulus, janganlah kau ulangi apa yang kau lakukan padaku!"


"Alin, jangan kau lakukan ini padaku, meski kau mengatakan semua itu, aku tidak percaya dengan yang kau ucapkan!"


"Apa kau ingin bukti dari ucapan ku?" ucap Alin sambil melangkah mendekati Alex, dan Alin mencium bibir Alex di depan semuanya, Alex terkejut dengan tindakan Alin, dan membalas ciumannya dengan lembut.


Dasar kau gadis tengil, mencium ku di depan umum, kita lihat nanti hukuman apa yang akan ku berikan padamu! gumam Alex dalam hatinya.


Leo yang melihat semua yang dilakukan Alin, langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan rumah Alin. Semua yang ada di sana melihat pertunjukan seorang istri yang mencium terlebih dahulu suaminya. "Hahahah, Lin ini belum malam loh, jadi sabar aja dulu!" goda Lili yang disambut tawa semua orang.


Otomatis wajah Alin memerah se merahnya, karena malu dan baru menyadari apa yang sudah dia lakukan. "Istriku mulai nakal ya! Kita lihat nanti malam kau akan kuberi hukuman, sehingga kau tidak bisa berdiri!!" bisik Alex di telinga Alin.


Acara sudah selesai, para tamu sudah berpamitan pulang, rumah juga sudah mulai sepi.

__ADS_1


Didalam kamar, kok aku jadi keinget omongan Alex ya! apa yang akan dia lakukan, arrrgggh apa yang kau lakukan sih Alin, kenapa pula kau mencium dia di depan umum, semua ini salah si berengsek Leo, aku jadi harus melakukan hal seperti itu.


Beberapa saat kemudian Alex masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya sedang melamun, entah apa yang dia lamunkan, awas saja kalau dia memikirkan lelaki itu, akan kuhukum kau sehingga tak bisa berjalan!!


Alin yang menyadari Alex sudah berada di kamar, langsung berdiri dan segera menuju kamar mandi, lebih baik aku mandi dulu saja. Alex pun duduk di sofa menunggu Alin selesai mandi, tak terasa matanya tertutup karena lelah. Beberapa saat kemudian Alin keluar, melihat Alex tertidur dengan pakaian yang tadi siang, lebih baik kubangunkan dia untuk membersihkan badannya, biar dia bisa tidur nyenyak.


"Alex ... !" panggil Alin dengan menggoyangkan tubuh Alex, guna menyuruhnya mandi.


"Hmmm, mandi gih aku dah beres, biar kamu bisa tidur nyenyak!"


Alex menarik lengan Alin, seketika Alin terjatuh dalam pelukan Alex, "aku tidak mau mandi! Aku ingin memakanmu sekarang juga!"


"Mandi gih, bau tau!!"


"Haha se bau apa aku hah! kalau aku bau, kenapa kau tadi siang berinisiatif untuk menciumku terlebih dahulu!"


"Sudahlah cepat mandi! Aku sudah lelah, pingin istirahat!"


"Baiklah, ingat jangan tidur dulu, kita sholat bersama sebelum tidur!"


"Iya!"


Beberapa saat kemudian, Alex sudah selesai mandi dan mengajak Alin sholat bersama. Sesudah selesai dengan kegiatan mereka. Tiba-tiba Alek memeluk Alin, mencium aroma rambut Alin yang wangi, sambil berbisik "aku sudah tidak bisa menahannya lagi! Kau begitu membuatku tergoda!"


"Hentikan ini geli tau! jangan berbisik di telingaku."


Seketika Alex langsung menggendong Alin dengan lembut dan membaringkannya di kasur.


Alex POV


Alin tampak begitu menggoda. Matanya, bibirnya, tubuhnya yang sintal semuanya membuatku bergairah.


Kucium lembut bibirnya, lehernya. Kusentuh setiap lekuk tubuhnya. Dia memejamkan matanya, mendesah menikmati. Aku suka mendengar suara desahannya, membuatku semakin bergairah.


Semakin lama ciuman dan sentuhan yang kuberikan padanya semakin liar. Dia mendesah dan terus mendesah. Lalu kugerakkan tubuhku pelan dan lembut, dia merintih kesakitan. Kukatakan padanya untuk bertahan hanya sebentar saja setelah itu dia akan menikmati


Semakin lama gerakanku semakin cepat, rintihannya sudah berubah menjadi desahan. Akhirnya dia menikmati permainanku. Peluh memenuhi sekujur tubuh kami berdua.


Alin POV


Dia tidak mau melepaskan ciumannya, aku tidak bisa bernafas. Tangannya begitu nakal menelusuri setiap lekuk tubuhku. Semakin lama ciuman dan sentuhannya semakin nakal, menelusuri setiap inci dari tubuhku. Aku sangat menikmatinya.


Aku menginginkan lebih. Aku membalas sentuhannya dengan penuh cinta dan hasrat membara. Dia memulai permainannya dengan perlahan, tapi itu membuatku kesakitan


"ah... Sakit alex .... "


Alex berbisik tahan sebentar sayang, setelah itu kamu tdk akan merasa sakit lagi. Sesaat kemudian rasa sakit itu tergantikan oleh kenikmatan. Aku serasa melayang. Aku berdesah semakin kencang.


Ahh ....ahhh....alex ...


Kau menikamatinya alin?


Ya...ahhh..


Malam itu kami begitu puas. Peluh keringat membanjiri tubuh kami berdua.


________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ jangan lupa ya klik like dan komennya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2