
"Yang!"
"Hmmm!"
"Yang!"
"Hmmm!"
"Sayangggggg!!"
"Apa sih Yang?" Jawab Alex .
"Kenapa sih aku panggil cuma mmmm aja?"
"Ya Allah Yang, kenapa sih sensitif banget!" Ucap Alex padaku.
"Ga jadi deh! Aku dah ga mood lagi!" Jawabku pada Alex dengan nada sedikit kesal.
"Sayang, aku sedang memikirkan apa yang siang tadi kamu bicarakan tentang Leo!"
"Terus gimana?"
"Aku masih bingung Yang, kalau aku lepaskan dia aku takut dia berbuat yang lebih gila lagi. Tapi kalau aku tidak melepaskannya aku teringat raut wajah Ibu nya tadi!"
"Iya aku mengerti sayang, maka dari itu aku pun bingung harus bagaimana. Aku tidak tega melihat Umi dan Abi seperti ini sedangkan Leo adalah anak satu-satunya, keputusan ini aku serahkan padamu Yang!" Ucapku pada Alex.
"Iya Yang aku juga memikirkan mereka selalu orang tuanya, apakah aku memberikan kesempatan Leo untuk merubah sikapnya dan mengurus kedua orang tuanya. Sekejam kejamnya aku, aku tidak bisa melihat orang tua yang memohon demi anaknya."
"Sudahlah hal ini nanti dipikirkan lagi aku lelah, kita tidur saja ya Yang!" Aku berkata pada Alex.
"Baiklah besok kita bahas ini lagi!" Jawab Alex.
Alex pun sudah dengan posisi tidurnya, dia menyuruhku untuk mendekati ku, aku pun mendekatinya dan tidur dalam pelukannya. Aku sangat menyukai jika tidur berada dalam pelukannya.
****
Hari ini waktunya aku kontrol kandungan ku, seperti biasa Alex selalu bersemangat untuk mengantarku. Karena bayi ku kembar maka aku harus rutin kontrol kandungan ku.
"Sayang kau sudah siap?" Tanya Alex padaku.
__ADS_1
"Iya aku sudah siap!" Jawabku.
Kami pun berangkat ke rumah sakit, dalam perjalanan Alex berkata padaku, "Yang aku sudah memutuskan tentang sesuatu hal!"
"Apa itu?" Tanyaku bingung.
"Mengenai Leo, aku sudah memutuskan akan memberikannya sebuah kesempatan untuk berbakti kepada orang tuanya. Tapi masalah mengembalikan perusahaan seperti semula aku tidak bisa."
Aku berpikir pasti Alex sulit sekali mengambil keputusan ini, aku akan selalu mendukung apapun keputusan mu yang penting tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku.
"Apapun keputusan mu aku akan mengikutinya! Sayang terimakasih telah menjadi suami dan calon Ayah untuk anak-anak ku."
Alex mendengar ucapan ku langsung memelukku dan mencium bibirku dengan lembut, aku pun membalas ciuman nya. Ciuman Alex semakin dalam dan itu membuatku sulit mengatur ritme bernafas ku. Tapi aku sangat menikmati ciuman yang Alex berikan padaku, beberapa saat kemudian mobil terhenti kami pun menghentikan apa yang kami lakukan. Aku merapihkan penampilanku yang sedikit berantakan akibat ulah Alex.
Kami memasuki ruangan dokter kandungan, seperti biasa aku melakukan USG. Dokter memeriksa semuanya dalam keadaan baik perkembangan janin pun baik. Dokter pun bisa melihat jenis kelamin bayi.
"Ternyata kandungan Nyonya adalah jenis kembar fraternal!"
"Apa itu Dok?" Tanya ku.
"Kembar fraternal, atau dizigot(dua buah zigot), berasal dari dua ** yang membuahi dua telur secara terpisah. Dua telur yang dibuahi ini kemudian tumbuh menjadi dua bayi. Kedua bayi tersebut bisa berjenis kelamin yang sama atau berbeda, satu laki-laki dan satu perempuan. Kembar ini biasanya tidak terlalu terlihat mirip dibandingkan dengan saudara kandung yang lain." Penjelasan Dokter pada ku dan Alex.
"Jenis kelamin bayi Tuan dan Nyonya, laki-laki dan perempuan." Jawab Dokter.
"Alhamdulillah sayang, kita bisa langsung mendapatkan putra dan putri!" Ucap Alex.
"Alhamdulillah Ya Allah." Ucap syukur ku pada Yang Maha Kuasa.
Pemeriksaan Dokter sudah selesai, kami memutuskan untuk pulang. Tapi aku harus ke kantor dulu karena ada urusan yang harus aku tangani. Alex mengantarku ke kantor dan dia pun pergi ke kantornya. Dia akan menjemputku kembali setelah urusan kantornya beres.
Setelah kepergian Ibu Sinta, semua yang dimiliki Bu Sinta diserahkan padaku. Ibu sudah tidak memiliki kelurga lagi jadi beliau menyerahkan nya padaku. Sekarang aku akan berusaha untuk meningkatkan kembali perusahaan ini. Agar semua karyawan disini bisa sejahtera. Karena itu adalah cita-cita yang diinginkan oleh Ibu Sinta dan suaminya sebelum mereka meninggal.
"Pak Dim, bagaimana dengan produk yang sudah kita luncurkan apakah berjalan dengan lancar?" Tanya ku pada Pak Dim.
"Alhamdulillah semua berjalan dengan baik Nyonya!" Jawab Pak Dim padaku.
"Haha Pak Dim sejak kapan kau memanggilku Nyonya?" Tanya ku pada Pak Dim.
"Sejak Nyonya Sinta meninggal, dan anda adalah penerusnya. Dan juga sekarang anda sedang mengandung jadi sudah pantas di panggil Nyonya!" Jawab Pak Dim.
__ADS_1
"Baiklah terserah Pak Dim saja mau memanggilku apa, oia Pak Dim aku mau minta tolong padamu untuk terus berada di sampingku dalam mengurus semua ini. Dulu Pak Dim membatu Ibu sekarang apakah Pak Dim bersedia membantu ku?"
"Baiklah saya akan selalu berada di sisi Nyonya Alin sama seperti saya berada di sisi almarhum Nyonya Sinta."
"Alhamdulillah terimakasih ya Pak Dim!"
"Sama-sama Nyonya!"
"Kalau begitu Pak Dim bisa kembali untuk melanjutkan pekerjaan Pak Dim."
"Baiklah kalau begitu saya permisi Nyonya." Pak Dim berkata sambil meninggalkan ruangan ku.
Waktu tak terasa sudah sore, Alex pun menghubungi ku dia sudah berada di bawah untuk menjemput ku. Aku pun langsung bersiap dan pergi menemui Alex yang sudah menunggu ku. Kulihat memang dia sudah menungguku di dalam mobil. Aku pun masuk ke dalam mobil.
"Hai sayang, bagaimana sudah menunggu lama kah?" Tanya ku pada Alex.
"Lumayan sayang, aku hubungi kami dari tadi baru kau baca ya?"
"Iya sayang maaf ya, tadi tidak terdengar karena handphone ku silent!" Jawabku pada Alex.
"Ari jalan!" Alex memerintahkan Ari untuk menjalankan mobilnya.
"Kau marah sayang?"
Dia terus saja diam, hah dia benar marah sepertinya dia menunggu ku lama. Mode jahilku muncul kembali, aku mendekatinya ku cium aroma tubuhnya dan aku sangat menyukainya tak terasa wajahku sudah ada di dadanya. Aku menggerakkan kepalaku ke kanan dan kiri niatku ingin membuatnya kegelian. Tapi dia tidak bergeming, ahh sudahlah sepertinya dia benar-benar marah. Kutarik kepala dan badanku agar menjauh dari badan Alex. Ternyata Alex dengan cepat menarik tanganku dan menciumku dengan lembut.
"Kau terus menggodaku seperti ini, lama-lama aku tidak bisa menahan diriku untuk melahapmu tanpa ampun!"
Alex melanjutkan ciumannya, aku pun menikmatinya ciumannya semakin lama semakin membuatku panas. Aku berusaha mengatur ritme bernafas ku, karena dia memberikan waktu padaku untuk mengatur nafas ku. Tangan nya terus berjalan ke bagian tubuhku, aku teringat ini sedang di dalam mobil dan ada Ari di sini. Aku pun menghentikan semuanya, ku dorong dengan lembut tubuh Alex dengan maksud memberi isyarat untuk berhenti.
"Hentikan ini, aku tidak enak melakukan nya disini. Nanti kita bisa lanjutkan di rumah saja!" Ucapku pada Alex.
"Hahaha baiklah Nyonya ku sayang, kau harus memberikan semua yang ku inginkan!" Jawab Alex.
____________________________________________
Sampai ketemu di bab berikutnya 😊
aku siap menampung poin kalian kalau mau mendukung novel ku 😚😚
__ADS_1
ku tunggu dukungan kalian ya jangan lupa vote biar aku semakin maju ke depan kalau tidak juga tak masalah 😏