
Akhirnya kami tiba di rumah, saat aku akan keluar dari mobil Alex menyuruhku untuk tetap duduk. Aku pun menurutinya, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Ternyata dia menggendong ku dan berjalan masuk ke rumah. Aku tidak menyangka bahwa orang seperti dia bisa melakukan hal yang sangat manis seperti ini. Dulu ku kira dia orang yang sangat egois dan tidak berperasaan, ternyata aku salah dia adalah orang yang sangat baik dan sangat romantis. Aku sangat menyayanginya, sampailah kami di dalam kamar dia mendudukan ku di atas sofa yang nyaman.
"Sayang!"
"Hmmm!"
"Aku sangat-sangat menyayangi mu!" Ucapku sambil mencium bibirnya dengan lembut.
Alex yang mendengar ucapan ku dan merasakan ciuman sekilas ku tersenyum lembut dan berkata, "kau selalu membuatku tergoda sayang, aku pun begitu mencintai mu!"
Hari berganti hari, Minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Kandungan ku sudah memasuki usia delapan bulan. Aku menanti kelahiran putra-putri kami dengan senang. Aku masih melakukan pekerjaan ku seperti biasa, masih ke kantor dan Alex selalu menjaga ku dengan baik.
"Yang!" Alex memanggilku.
"Iya sayang, ada apa ?" Jawabku.
"Sepertinya aku harus ke Jepang, ada masalah di kantor sana dan aku tidak bisa melimpahkan pada Adam atau Ari sendiri!"
"Apa? Ke Jepang, Yang kau tahu kan usia kandunganku sudah delapan bulan! Apa kau tega meninggalkan ku di sini sendiri?" Jawabku dengan nada sedih.
"Sebenarnya aku juga tidak ingin meninggalkan mu di sini, di saat kau mendekati kelahiran anak kita! Tapi aku benar-benar harus pergi ke Jepang."
"Sayang Aku tidak bisa melarang mu untuk tidak pergi ke Jepang. Tapi perasaan ku tidak enak, aku merasakan akan hal sesuatu yang akan terjadi entah apa itu!" Jawab ku pada Alex.
"Sayang buang semua pikiran negatif mu, ingat sebentar lagi kau akan melahirkan. Jangan kau membuat dirimu menjadi stress, dan itu akan berpengaruh bagi bayi kita. Aku pergi hanya satu Minggu saja, setelah itu aku akan cepat kembali menemani sayang."
"Baiklah, tapi kau harus ingat dengan janjimu padaku kau kan kembali dengan cepat padaku. Dan menemaniku di saat anak-anak kita lahir nanti!"
"Baiklah saya aku janji padamu aku akan kembali secepat mungkin!" Alex berkata sambil memelukku dan mengecup keningku.
Pelukan Alex terasa beda, entah apa yang terjadi dengan diriku. Perasaan apa ini aku tidak suka dengan perasaan seperti ini, meski ku hempaskan perasaan ini tetap sulit ku hilangkan. Aku semakin memeluk erat Alex serasa tidak ingin melepaskannya. Alex pun melakukan hal yang sama.
"Sayang ada apa dengan mu?" Alex bertanya padaku.
"Aku tidak tahu, rasanya aku tak mau melepaskan pelukan ini! Aku tidak mau!" Tak terasa air mataku menetes keluar membasahi pipiku.
"Sayang hentikan tangisan mu ini, aku pasti akan kembali jangan seperti ini nanti aku bisa tak tenang meninggalkan mu! Aku pasti akan kembali!" Alex berkata dan mengusap air mataku dengan lembut.
"Baiklah kapan kau akan pergi ke Jepang?"
"Besok pagi!"
"Kau pergi bersama Ari?"
"Iya tentu saja, dia adalah Asisten ku yang bisa ku andalkan!"
"Syukurlah aku tenang jika ada dia di sisimu! Aku harap kau ingat dengan semua janjimu padaku!"
"Ya Allah sayang, aku pasti ingat dengan janji ku padamu! Jadi kau tidak usah khawatir!" Jawab Alex padaku.
*****
Keesokan harinya, Alex sudah siap untuk pergi ke bandara menuju ke Jepang. Rasanya masih tidak rela dengan kepergian nya ke Jepang. Tapi aku tidak boleh egois, aku harus berpikiran positif dia melakukan ini juga demi masa depan anak-anak kami. Aku berusaha membuang semua pikiran buruk ku.
"Sayang jangan seperti ini dong, aku jadi tidak tenang kalau pergi meninggalkan mu seperti ini!" Ucap Alex padaku.
"Iya maafkan aku ya sayang, pergilah dengan tenang! Tapi ingat janjimu padaku, kau harus cepat kembali padaku!"
"Duh ini Nyonya ku sayang seperti aku mau pergi lama saja, aku hanya pergi satu minggu!"
"Iya-iya karena aku sangat menyangimu, aku pasti akan sangat merindukan mu!"
"Akupun sangat menyayangi mu sayang, jadi setelah semua nya beres aku langsung pulang dan kembali bersamamu menunggu kelahiran putra dan putri kita."
Alex berkata sambil mengelus perut ku dengan lembut dan mencium perutku sambil berkata, "tunggu Ayah ya kalian harus jaga Bunda kalian, Ayah sangat menyangi kalian dan Ayah menantikan kelahiran kalian!"
"Ari aku mohon jaga Alex untuk ku!" Aku berkata pada Ari.
"Baik Nyonya, saya akan selalu menjaga dan melindungi Tuan dengan tenaga dan nyawa saya kalau itu pun diperlukan!"
"Sayang kalau kau sudah sampai di Jepang, jangan lupa untuk langsung menghubungi ku ya!" Ucapku pada Alex.
"Iya sayang, aku akan menghubungi ku setelah sampai di sana!"
Akhirnya Alex pun pergi meninggalkan ku, aku hanya bisa berdoa untuk kesehatan dan keselamatannya. Entah apa yang akan terjadi jika tidak ada kau di sisiku Alex.
Alex POV
Kenapa perasaan ku sangat tidak rela meninggalkan nya sendirian di Indonesia, kalau saja dia sedang tidak mengandung pasti akan ku ajak dia kemanapun aku pergi. Aku begitu tidak rela untuk kehilangannya. Aku harap kau akan baik-baik saja demi aku dan calon anak-anak kita sayang.
"Ari apa menurutmu ini adalah ulah salah satu musuh ku yang ingin menghancurkan usahaku yang di Jepang?" Tanya ku pada Ari.
"Saya telah memeriksa nya sepertinya ini memang salah satu musuh Anda, tapi saya belum bisa melacak siapa orang di balik masalah perusahaan kali ini. Dia terlalu rapih menutupi semuanya!"
"Serapih apa pun yang mereka lakukan, pasti akan ada celah mereka membuat kesalahan dan itu lah yang harus kita gunakan dengan sebaik mungkin. Dan aku ingin semua ini berakhir sebelum jangka satu minggu!"
__ADS_1
"Baik Tuan, semoga semua urusan dapat kita selesaikan dengan cepat!"
Akhirnya aku Samapi di Jepang, aku harus segera menghubungi Alin dia pasti sedang menunggu kabar dari ku. Aku pun mengambil handphone ku dan ku klik nomor yang kusimoin di urutan paling atas.
Tut...
Tut...
Tut...
Suara nada sambung yang masih belum di angkat oleh Alin, beberapa saat kemudian ada jawaban dari seberang telepon.
"Hallo sayang?" Suara Alin begitu enak di dengar.
"Hai sayang, aku rindu padamu!"
"Akupun sangat merindukanmu!" Jawab Alin padaku.
"Sayang aku baru tiba di Jepang, dan akan segera ke kantor untuk mengurus semua masalah yang ada!"
"Alhamdulillah kau sudah Samapi dengan selamat, jaga kesehatan mu sayang aku ingin agar kau segera kembali bersama ku!"
"Iya sayang kau juga jaga kesehatan mu dan bayi kita yang masih ada dalam kandungan mu!"
"Baiklah, cepat kembali I love you!"
"Love you to beib muachhhh!" Aku pun menutup telepon.
*****
Sudah lima hari Alex pergi ke Jepang, suasana hati semakin tidak enak. Aku berusaha menenangkan diri ku sendiri, aku tidak ingin terus berpikiran buruk tentang semua ini. Aku selalu banyak berdoa dan menyibukkan diri ku sendiri agar aku tidak berpikiran buruk.
Drrrttttt....
Drrrttttt....
Drrrttttt....
Handphone ku berbunyi ternyata itu adalah Alex.
"Sayang aku rindu padamu!" Ucapku dengan cepat tanpa mengucapkan salam.
"Aku pun merindukanmu sayangku! Sedang apakah kesayangan ku ini?"
"Aku sedang menunggu kedatangan mu di rumah!" Jawabku.
"Aku sudah mengambil cuti untuk ke kantor, dan aku menyerahkan semua urusan kantor pada Pak Dim!"
"Ohh begitu rupanya."
"Kau masih di Jepang kah?" Tanya ku pada Alex.
"Tidak aku sudah kembali ke Indonesia, sekarang aku akan segera pulang!"
"Tuan sepertinya ada yang mengikuti kita dari belakang!" Ucap Ari pada Alex.
Aku mendengar perkataan Ari pada Alex, "apa yang terjadi? Siapa yang mengikuti kalian? Alex katakan padaku?"
"Sayang kau tidak usah khawatir nanti aku akan menghubungi lagi!" Jawab Alex padaku.
"Tidak jangan kau tutup telepon nya! Alex!!!" Teriakku namun Alex tetap menutup teleponnya.
Aku merasakan khawatir dengan nya, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa dan menunggu nya di rumah.
Alex POV
"Siapa mereka? Ari cepat hubungi para pengawal untuk bersiap-siap dan kirim sebagian ke rumah untuk melindungi Alin!" Perintah Alex pada Ari.
"Baik Tuan!"
Ari pun memberikan instruksi kepada para pengawal, sesuai yang di instruksi kan Tuan Alex. Sementara itu supir Alex terus berusaha untuk menghindari mereka.
Dor...
Dor...
Dor...
Terdengar suara tembakan dari arah belakang yang menghujani mobil Alex. Alex berusaha tenang begitu pun Ari, Ari pun sudah bersiap dengan senjata di tangan nya, di membuka jendela mobil dan menebakkan peluru pada mobil yang mengejarnya.
Dalam pikiran Ari, 'aku tidak boleh menyerah, aku harus menyelamatkan Tuan karena aku sudah berjanji pada Nyonya untuk menjaga Tuan sampai kembali ke sisinya. Aku akan berusaha sekuat tenaga ku Nyonya demi janji ku pada anda dan janjiku pada Tuan untuk selalu menjadi perisainya.'
Dor...
Dor...
__ADS_1
Dor...
Ari terus menembakkan semua peluru yang ada di dalam senjatanya, kalau habis dia mengisinya kembali. Tembakkan Ari mengenai salah satu ban mobil musuh, mobil tersebut terjungkir balik dan berguling-guling, namun mobil musuh masih banyak yang mengejarnya. Akhirnya Alex pun turun tangan, dia mengisi senjatanya dengan peluru. Alex membuka jendela mobilnya, dia pun menghujani mobil musuh, dengan tembakkan nya. Tembakan Alex mengenai ban salah satu mobil musuh, mobil tersebut terbalik, berguling-guling dan meledak. Supir ku langsung tancap gas untuk menyelamatkan Tuan nya.
Aku pikir aku sudah bisa lepas dari kejaran mereka, namun aku salah. Mereka masih mengejarku di belakang.
"Ari cari rute yang tidak banyak orang! Aku tidak ingin banyak korban jiwa karena pertempuran kita!" Perintah ku pada Ari.
"Baik Tuan!"
"Kau sudah dengar kata Tuan Alex, kau tahu harus mengambil jalan yang mana!" Tanya Ari pada supirnya.
"Baik Asisten Ari, saya tahu rute yang jarang dilewati banyak orang!" Jawab sang sopir.
Sopir pun langsung tancap gas dan berbelok arah untuk menghindari korban yang tidak bersalah.
Sial mereka masih saja mengejarku, "Ari apakah peluru mu masih banyak?"
"Tinggal sedikit lagi Tuan!"
Sial peluruku juga sedikit lagi, aku harus bisa bertahan dan pergi dari masalah ini. Aku tidak bisa meninggalkan Alin sendirian untuk mengurus anak-anak. Aku tidak siap jika aku harus meninggalkan nya.
"Ari bagaimana dengan Nala bantuan yang Kuningan?"
"Mereka sedang menuju kemari, karena mereka sudah melacak keberadaan kita!" Jawab Ari.
Dor...
Dor...
Dor...
Musuh menembakki mobil Alex, ada salah atu peluru yang mengenai Alex. Ari yang menyadari Tuan nya terluka, segera mengambil tindakan, dengan menghujani musuh dengan tembakkan nya. Alex pun dengan sekuat tenaga yang dimilikinya menghujani mereka dengan peluru yang tersisa.
"Tuan bertahanlah, kita akan segera bertemu dengan Nyonya! Aku mohon Tuan, anda bisa bertahan! Tuan!!!" Teriak Ari pada ku yang sudah mulai kehilangan kesadaran.
Dor...
Dor...
Dor..
Musuh menghujani mobil ku, akhirnya sopir kami pun terkena tembakan dan meninggal seketika. Ari berusaha menggantikan posisi menjadi supir. Dan berusaha keras untuk menyetabilkan mobil lagi.
"Tuan bertahanlah! Aku mohon Tuan!!"
"Dasar kau Ari! Aku belum tuli hah! kenapa kau berteriak padaku! Cepat bawa aku ke istriku, aku tidak mau membuatnya khawatir!"
"Baik Tuan! Aku akan membawa anda pada Nyonya Alin!"
Dor...
Dor...
Dor...
Aku menembaki musuhku dengan peluru terakhirku, dan mereka membalas tembakkan ku. Akhirnya mereka mengenai ban mobil ku, mobilku tergelincir, berbalik dan berguling-guling. Aku menahan rasa sakitnya, tapi mataku mulai kabur seluruh badanku mati rasa.
Ari POV
Awwww dasar sial, kenapa ini bisa terjadi! Ayo bangun Ari kau harus segera mengeluarkan Tuan mu dari dalam mobil ini. Kaki ku terasa sakit sekali, aku harus bisa keluar dari mobil ini dan menyelamatkan Tuan ku. Darah segar mengalir dari tubuhku, rasa sakit yang yang terasa di bagian kaki ku, tidak kuhiraukan! Aku berhasil keluar dari mobil, kubuka pintu mobil bagian belakang, kulihat Tuan sudah tak sadarkan diri. Aku berusaha untuk mengeluarkan Tuan, dengan sisa tenaga yang kumiliki, 'aku harus cepat mengeluarkan Tuan dari dalam mobil! Karena mobil ini akan meledak!' gumam Ari dalam hatinya.
Akhirnya aku bisa mengeluarkan Tuan dari dalam mobil, aku harus segera membawa Tuan pergi jauh dari mobil ini. Aku mengumpulkan semua tenaga yang kumiliki, aku mengangkat Tuan berjalan menjauhi mobil kami yang terbalik.
Duar....
Duar....
Suara ledakan mobil menggema, ledakan itu menghempaskan tubuhku dan tubuh Tuan Alex. Seketika badanku mati rasa, aku sudah tidak bisa merasakan apapun. Aku memandang ke arah Tuan, 'Nyonya maafkan aku, aku hanya bisa sampai disini!' gumam ku dalam hati. Plek... Ari pun jatuh tak sadarkan diri.
Para penjahat yang masih mengikuti Alex dan Ari, mendekati mobil yang sudah meledak. Mereka memeriksa apakah orang yang mereka incar sudah benar-benar tewas. Mereka mencari tubuh Alex dan Ari, pada saat mereka mau mendekati Alex dan Ari yang tergeletak, mereka hendak menghujani Alex dan Ari dengan tembakan. Namun usaha mereka gagal, karena para pengawal Ari datang dan langsung menghujani mereka dengan tembakan membabi buta. Akhirnya para penjahat yang menyerang Tuan mereka tewas di tempat.
Adam yang datang bersama para pengawal, langsung berlari mendekati Alex dan Ari.
"Mas, ayo bangun Mas! Maafkan aku terlambat untuk membatu mu! Mas bangun!!!" Teriak Adam tapi Alex tak bergeming.
"Tuan semua penjahat sudah kita habisi, kami sudah menelusuri daerah sekitar!" Ucap seorang pengawal pada Adam.
"Cepat panggilan ambulance!!" Perintah Adam pada pengawalnya.
Beberapa saat kemudian ambulance datang, Alex dan Ari di bawa langsung ke rumah sakit terdekat.
Akhirnya kami tiba di rumah sakit, para Dokter dengan cepat melakukan tindakan pada Alex dan Ari.
_________________________________________
__ADS_1
Sampai jumpa di bab selanjutnya 😉😉