Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-27


__ADS_3

Keesokan harinya Minami terbangun, dia melihat disampingnya seorang pria yang sudah membuatnya merasa terhina. Seluruh tubuhnya terasa ngilu, dia pun berusaha berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi di tatapnya cermin dengan lekat, terpampang luka gigitan di seluruh tubuhnya. Dia sadar bahwa hari ini akan tiba, namu dia tidak bisa melakukan apa-apa. Karena bagaimanapun Toru adalah suaminya.


Diputarnya keran shower, air menyala tetes demi tetes membasahi seluruh tubuh Minami. Dia meringis kesakitan akibat luka yang terasa sangat perihnya. Ditetekannya sabun ketelapak tangannya lalu dibasuhnya seluruh tubuh dengan sabun. Lukanya semakin perih hingga hati terasa tersayat.


Dia menahan semuanya, rasa sakit yang dirasakan hari ini akan selalu diingatnya. Dia bertekad tidak akan menyerah, dia akan berjuang untuk bisa lepas dari cengkramannya. Minami mulai bersiap, dia akan pergi untuk bekerja. Dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena Lili sedang pergi ke Paris.


"Mau kemana kau?!" Toru bertanya dengan nada dinginnya.


Minami mengatakan bahwa dia akan pergi bekerja lalu dia bergegas pergi meninggalkan Toru. Namun langkah kakinya terhenti, setelah Toru melarangnya untuk pergi keluar rumah.


"Bukankah kau sudah berjanji padaku sebelum kita menikah? Kau tidak boleh melarang ku bekerja!"


Toru tersenyum mendengar jawaban dari Minami, dia berpikir bahwa hukuman semalam belum cukup. Dia masih saja bisa membangkang, namu dia ingat semua perjanjian sebelum mereka menikah. Dalam benaknya, Toru akan melepaskannya kali ini.


Melihat Toru yang terdiam, Minami berjalan meninggalkan Toru yang masih terdiam. Seorang pelayan bertanya apakah akan disediakan sarapan sekarang atau membawanya untuk dimakan di kantor.


Minami tidak menjawab pertanyaan pelayan tersebut, dia memilih untuk segera pergi dari rumah. Saat ini yang dia butuhkan adalah ketenangan. Dan ketenangan itu hanya dia biasa dapat dengan mengerjakan semua pekerjaannya.


Dilain tempat Toru memanggil asisten Ken untuk segera menghampirinya. Sembari menunggu Ken, Toru memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat keluar dari kamar mandi, terdengar suara pintu di ketuk. Toru menyuruhnya masuk, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Ken.


Toru menyuruh Ken untuk memeriksa semua jadwal hari ini lalu dia menginginkan semua informasi mengenai kegiatan Minami. Dia ingin mengetahui kegiatan Minami selama dia di luar negri. Dan informasi kegiatan Minami hari ini, dia membutuhkannya untuk melihat apakah dia akan berulah atau tidak.


Ken pun pergi setelah mendapatkan perintah dari Toru. Setelah Ken pergi Toru bersiap, karena hari ini ada jadwal untuknya meeting. Dilihatnya jadwal hari ini, ternyata begitu banyak pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini.


Di kantor Minami tidak memikirkan hal semalam, sekarang dia mengerjakan apa yang sudah ada di depan matanya. Seorang sekertaris masuk, dia mengatakan akan ada meeting siang ini dengan perusahaan Zn.


Minami terhenyak perusahaan Zn adalah perusahan Toru, dia berniat menyuruh asistennya. Tapi kerjasama ini sangat penting, dia tidak mau mengecewakan Lili yang sudah percaya padanya. Akhirnya Minami memutuskan dia yang akan pergi meeting dengan perusahaan Zn.


Minami sudah siap dengan semua berkas dan data yang dibutuhkan saat meeting nanti. Karena bagian design sibuk semua, Minami pergi sendiri menuju perusahaan Zn.


Dalam perjalanan Minami dihubungi oleh Lili, dia bertanya bagaimana perihal kerjasama dengan perusahaan Zn. Minami pun menjawab Lili, bahwa dia sedang menuju perusahaan Zn untuk meeting.


Lili mengatakan pada Minami, apakah dia sanggup menghadapinya? Yang dimaksud adalah Toru. Karena Lili tahu semua permasalahan Minami. Oleh sebab itu Lili merasa khawatir dengan Minami.


Minami menjawab bahwa dia bisa mengatasi semua ini, jadi Lili tidak perlu mengkhawatirkannya. Mendengar perkataan Minami seperti itu membuat hati Lili lega. Lili pun mengakhiri percakapannya.


Sampailah Minami di perusahaan Zn, semua karyawan tidak mengetahui status Minami. Karena pernikahan yang dilakukan Minami dengan Toru hanya dihadiri oleh orang terdekat saja.


Minami disambut dengan ramah oleh seorang resepsionis, beberapa menit kemudian tibalah asisten Ken yang dihubungi oleh resepsionis. Ken terkejut yang hadir adalah nona Minami, yang Ken ketahui nona Minami bekerja di perusahaan design Lili. Dia mengira yang akan hadir adalah nona Lili.


"Kenapa kau terkejut Asisten Ken?!"


Asisten Ken tersenyum guna menghilangkan rasa terkejutnya, sembari mempersilahkan nona Minami untuk mengikutinya. Minami pun mengikuti Ken dengan santai, dia tidak peduli jika bertemu dengan Toru.


Sampailah diruang meeting, sudah ada beberapa orang yang hadir disana. Ken pun menyuruh Minami duduk di kursi yang sudah disediakan. Minami pun tersenyum lalu duduk dengan santai.


Beberapa menit kemudian tibalah Toru yang diiringi oleh dua orang wanita. Mereka adalah sekertaris Toru, dilihat dari penampilan mereka pasti kedua wanita itu selalu berusaha menggoda Toru.


Toru tak menyadari kehadiran Minami, sehingga dia bersikap seperti biasanya. Sebenarnya jika Toru bertemu dengan Minami, sikap Toru berubah 180 derajat. Toru semakin bersikap arogan dan itu membuat Minami tidak menyukainya.


Presentasi pun dimulai, Toru terkejut melihat yang sedang presentasi adalah Minami. Dia menatap Minami dengan lekat, dia terpukau sesaat melihat Minami yang berbeda jika sedang bekerja.


Ken mendekati Toru, dia memberikan sebuah dokumen lalu membisikan semua informasi yang dibutuhkan oleh Toru. Semua yang hadir puas dengan presentasi Minami.


Toru menyuruh Ken untuk membawa Minami ke ruangannya setelah selesai meeting kali ini. Ken pun mengangguk menandakan akan dilaksanakan.


Presentasi selesai itu menandakan tugas Minami sudah selesai. Minami bergegas untuk pergi dari perusahaan Zn, dia tidak ingin bertemu dengan Toru saat ini


Saat akan memasuki lift Ken mencegah Minami untuk pergi, karena Toru ingin bertemu dengannya. Minami menolaknya secara halus, dia mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.


"Nona, jangan mempersulit diri Nona sendiri! Jika Nona tidak menemui Tuan Toru, maka Nona akan tahu apa yang akan terjadi!"


Ken berkata dengan penekanan, dengan maksud mengancam Minami. Namun Minami tidak takut dengan ancaman Ken, dia berjalan melewati Ken begitu saja.


"Apakah Nona akan mengecewakan sahabat Nona? Dia sudah mempercayakan tender ini kepada Anda?"


Minami terhenti, dia teringat Lili. Dia tahu tender ini penting, tapi melihat sifat dia tidak akan membuatnya kesulitan. Minami berpikir kembali, sudah cukup Lili banyak membatunya. Sekarang dia tidak ingin menyusahkan Lili lagi.


Minami pun menyetujui untuk bertemu dengan Toru, Ken tersenyum tipis menandakan dia berhasil membaut nonanya menurut. Karena selama ini jika Ken meminta sesuatu atas perintah tuan Toru, selalu mendapatkan kesulitan.


Saat memasuki ruangan Minami melihat seorang wanita duduk dipangkuan Toru. Dia tidak terkejut sama sekali, Ken pun mempersilahkan duduk Minami.


Minami melihat Toru bermesraan, dalam hatinya mengatakan apapun yang kau lakukan aku tidak peduli. Terus saja kau lakukan hal yang menjijikkan, jika tiba saatnya aku akan pergi sehingga kau tidak bisa menemukanku lagi.

__ADS_1


Minami sudah cukup lama duduk dan melihat mereka bermesraan, dia berpikir lebih baik pergi dan mengerjakan pekerjaan. Daripada melihat adegan yang menjijikkan.


"Sebaiknya aku pergi! Karena Tuan Toru sedang sibuk!"


Minami berdiri lalu melangkahkan kaki untuk keluar, Ken tahu bahwa nona Minami tidak diperbolehkan untuk pergi dulu. Entah apa yang ada di dalam pikiran tuannya itu. Sehingga membuat nona Minami seperti ini.


Melihat Minami yang hendak pergi, Toru menghentikan semua permainannya bersama wanita itu. Dia menyuruh wanitanya pergi, namun wanita itu tak mau pergi. Karena dia belum merasakan kepuasan yang diinginkannya dari Toru.


"Kubilang kau pergi! Jika tidak...!"


Mendengar ancaman Toru, wanita itu merapikan pakaiannya lalu pergi meninggalkan ruangan. Toru menyuruh Ken untuk pergi meninggalkannya bersama Minami.


"Kemarilah rapikan pakaianku!"


Toru menyuruh Minami untuk merapikan pakaiannya, Minami berbalik disimpannya tas dan beberapa dokumen diatas meja. Setelah itu dia mendekati Toru, dirapikan ya pakaian Toru. Dipasangkannya dasi yang terlepas dari ikatannya. Terlihat seperti istri yang membatu suaminya bersiap.


Tercium parfum wanita lain yang baru saja bermesraan dengan Toru, entah mengapa itu membuat Minami muak. Dia berusaha berusaha bersikap dingin pada Toru.


Toru kesal dengan sikap dingin Minami, dia tidak suka jika Minami bersikap dingin padanya. Ditariknya kenangan Minami, namun Minami berusaha bertahan sehingga tidak terjatuh kedalam pelukannya.


Minami menepis pegangan Toru, setelah terlepas Toru berusaha menarik Minami. Akan tetapi Minami menghindar, kesal dengan sikap Toru. Tanpa disadari Minami melayangkan tendangannya, namun kaki Minami berhasil ditangkap oleh tangan Toru.


Toru terus memegang kaki Minami lalu menariknya, akhirnya Minami terjatuh dalam pelukan Toru. Minami tidak suka dengan dekapan Toru, karena di tubuhnya tersibuk parfum wanita lain.


Toru berusaha mencium Minami, namu Minami tadak mau. Dia tidak mau berciuman dengan pria yang sudah berciuman dengan wanita lain. Dia merasa jijik jika mengingat hal tadi.


Begitu kotorkah dirinya, sehingga setelah mencium wanita lain Toru ingin mencium Minami. Diinjaknya kaki Toru, sehingga dia melepaskan dekapannya. Minami pun terbebas, dia bergegas mengambil barangnya lalu pergi meninggalkan Toru yang meringis kesakitan.


Ken melihat nonanya sudah keluar, segera masuk keruangan tuan Toru. Dilihat tuannya sedang meringis kesakitan. Toru terkekeh melihat keadaan tuannya. Namun dia berusaha menghentikan tawanya.


"Hentikan tawamu! Jika tidak akan ku kirim kau ke Afrika!"


Toru menghentikan tawanya, meski dia masih ingin tertawa. Dia tidak menyangka ada seorang wanita yang tidak bisa ditaklukkan oleh tuan Toru. Karena selama ikut bersamanya, dia tidak pernah melihat tuan Toru ditolak oleh wanita.


Ken adalah teman sekaligus sahabat Toru semenjak kecil. Ken adalah anak dari asisten ayah Toru, sehingga mereka berdua selalu bersama-sama kemanapun.


Minami yang kesal dengan sikap Toru, menggerutu sepanjang jalan. Dia tidak peduli orang-orang memperhatikannya. Dia segera memasuki mobil lalu pergi dengan kecepatan tinggi dari perusahaan Zn.


"Untuk apa kau menikah denganku? Jika kau bisa mencari wanita lain yang bisa melayani dengan baik! Sungguh aku kesal dibuatnya! Entahlah aku malas memikirkannya!" gumam Minami.


Wajah Minami masih terlihat kesal saat memasuki kantor, semua karyawan menghindarinya. Mereka tahu jika Minami dalam keadaan kesal. Mereka berusaha tidak membuat salah, jika membaut salah maka Minami yang sedang kesal itu bisa meledak.


Setelah mendengar kabar itu Minami segera menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Minami langsung memasuki ruang rawat mamanya.


Didalam ruangan sudah ada dokter yang memeriksanya, terlihat mama masih tertidur. Dokter pun menyuruh Minami ke ruangannya, ada hal yang perlu dibicarakan.


Dokter berkata bahwa mamanya sudah tidak memiliki waktu yang banyak. Penyakitnya semakin lama semakin parah, dokter selama ini sudah berusaha sebaik mungkin merawat mamanya Minami.


Mendengar semua perkataan dokter hati Minami menangis, dia berjalan dengan lemah menuju ruang rawat sang mama. Dia berusaha kuat, dia tidak mau mamanya melihatnya menangis.


"Jika mama pergi aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi! Yang kumiliki saat ini hanya dirimu Ma! Apakah kau akan meninggalkanku juga?" gumam Minami.


Minami pun memasuki ruang rawat, ditatapnya sang mama yang terkulai lemas. Dia tidak menyangka bahwa dirinya akan ditinggalkan lagi oleh orang yang disayanginya.


"Kamu kenapa sayang?!"


Mama bertanya dengan lemah, Minami hanya tersenyum mendengar namanya bertanya. Dia tidak ingin membuatnya khawatir, dia ingin memberikan semua kebahagiaan pada mamanya. Namun semua itu belum dan tidak akan terlaksana.


"Sayang, dengarlah kamu sudah menikah jadi berusahalah menerima suamimu! Meski kau sangat membencinya, karena dia penyebab Ayahmu tiada! Tapi ingat dia yang akan menjagamu jika Mama tiada! Berusahalah untuk mulai mencintainya! Mama yakin dia orang yang cocok untukmu!"


****


Di Paris, Lili sangat bahagia dia bisa bertemu dengan Salma. Hari ini saja dia berniat untuk jalan-jalan bersama Salma. Sedangkan Arata mengurus semua pekerjaannya.


"Li ku lihat kau sudah mencintai Arata!?"


Lili tersenyum mendengar perkataan Salma, dia hanya diam mendengar apa yang dikatakan Salma. Meski tak menjawab pertanyaan Salma, dia tahu persis jawabannya. Bahwa Lili mulai membuka hatinya untuk Arata.


"Dans le Noir, kita kesana Soal!"


Lili mengajak Salma untuk pergi ke Dans le Noir, Salma pun mengangguk. Merekapun pergi, dalam perjalanan mereka bercakap-cakap. Seandainya Alin ada di Paris juga mungkin akan bertambah seru.


Tibalah mereka di tempat yang mereka di restoran, saat mereka masuk suasana sangat gelap. Karena ini adalah ciri khas dari restoran ini, mereka pun memilih tempat duduk.


Lili sangat menikmati restoran ini begitupun dengan Salma, disaat sedang asik menyantap makanan Salma mendengar suara yang dia kenal. Tapi tidak mungkin karena dia sedang bekerja, batinnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka pun keluar restoran, saat keluar Salma berpapasan dengan Rio. Benar saja, suara yang dia dengar tadi di dalam adalah suara Rio. Rio terkejut melihat Salma, dia langsung menghampiri Salma.


"Rupanya kau ada disini juga, sayang?" Rio berkata dengan lembutnya.


Salma tidak menjawab pertanyaan Rio, dia melirik seorang wanita yang sedang bersama Rio. Ditatapnya dengan penuh tanda tanya, wanita yang bersama Rio sedang mengandung karena terlihat begitu jelas.


Wanita itu berjalan mendekati Salma serta Rio. Dia memperkenalkan diri sebagai temannya Rio bernama Karin, dia teman semasa kuliah Rio. Salma melihat ada yang berbeda, Rio terlalu perhatian pada Karin.


"Siapa dia sebenarnya?! Karena ini bukan pertama kalinya aku melihat kalian bersama! Aku melihat kalian berada di rumah sakit, aku ikuti kalian ternyata kau menemani wanita itu memeriksakan kandungannya! Apakah bayi yang dikandungnya adalah anakmu!"


Rio Masahiro mendengar perkataan Salma, jika Salma berkata seperti itu bearti dia tidak percaya pada Rio. Dia tidak bisa menahan emosinya lagi, karena Salma terus saja berkata hal-hal yang tidak benar. Terlihat jelas ada kecemburuan di mata Salma.


"Sudah cukup! Hentikan semua perangkat burukmu itu sayang! Aku benar-benar tidak ada hubungan dengannya!"


Salma segera berlari meninggalkan Rio, dia sedih Rio berkata dengan nada tinggi padanya. Selama ini dia tidak pernah berkata dengan nada tinggi pada Salma. Lili yang melihat semua kejadian ini, berlari mengejar Salma.


Rio terdiam sejenak, Karin berkata lebih baik Rio mengejar istrinya. Namun Rio malah mengantarkan Karin ke rumah sakit. Karena Karin saat ini sedang sakit.


"Biar saja, nanti setelah mengantarmu aku akan bicara padanya dan menjelaskan semuanya!"


Rio pun berjalan mengantar Karin ke rumah sakit, dalam benaknya masih memikirkan Salma. Dia sangat menyesal karena sudah membentak Salma.


Rio sangat mencintai Salma, tidak mungkin dia akan mengkhianatinya. Seumur hidupnya dia akan selalu mencintai Salma, hingga akhir hayatnya.


"Sebaiknya kau jelaskan semuanya pada Salma tentang aku, karena tidak boleh ada rahasia diantara kalian. Aku minta maaf karena aku, kalian bersitegang!"


Rio terdiam, yang dikatakan Karin benar. Mengapa dia tidak menceritakan semuanya pada Salma sehingga Salma salah paham terhadapnya dan Karin.


Di lain tempat Salma berjalan tanpa arah, Lili selalu ada disampingnya. Dia tahu bahwa Salma sedang kalut serta dipenuhi dengan rasa cemburu. Salma begitu sangat mencintai Rio, sehingga dia merasakan cemburu ketika melihat wanita yang tidak dia kenal dekat dengan Rio.


"Kita pulang saja ya Sal, aku antar kamu ke rumahmu!"


Lili mengatakan itu agar Salma bisa menenangkan diri di rumah, karena lebih aman untuk Salma. Lili pun mengantar Salma ke rumah, dia akan menemani Salma sampai Rio tiba di rumah.


"Dia tidak mengejarku Li! Itu bearti benar wanita itu adalah selingkuhannya! Aku tahu, kalau aku tidak bisa memberikannya keturunan. Tapi tidak seperti ini dia perlakukan aku!"


Lili terkejut dengan apa yang baru dia dengar, ternyata Salma tidak bisa mengandung. Lili langsung memeluknya dengan erat, tangisan Salma menyeruak. Dia begitu sedih karena tidak bisa melahirkan seorang anak.


Bisa dirasakan bahwa sedih sekali seorang wanita yang tidak bisa melahirkan seorang anak. Karena hidupnya sempurna jika sudah menikah dan memiliki seorang anak.


Lili berusaha menenangkan Salma, dia tidak bisa berkata apa-apa. Lili hanya bisa mendengarkan semua kelu kesah Salma. Setelah tenang Salma menghentikan tangisannya.


Handphoneku berbunyi, Arata menghubungiku. Aku menyuruhnya untuk menjemputku di rumah Salma. Aku pun mengirim alamat pada Arata, aku sungguh tidak ingin meninggalkan Salma seorang diri.


Lili memutuskan untuk pulang, jika Rio sudah kembali ke rumah maka Lili akan pulang. Beberapa saat kemudian Arata memberi pesan bahwa dia sudah ada didepan.


Lili pun ke depan untuk melihat Arata, ternyata Rio pun sudah tiba dia sedang berbincang dengan Arata. Lili mendekati mereka, lalu Lili mengajak Arata untuk segera pergi.


"Mas lebih baik kalian bicarakan semuanya dengan kepala dingin! Jangan sampai terbawa emosi! Salma sangat mencintaimu Mas!"


Rio pun masuk setelah kepergian Lili, Arata yang bingung dengan sikap Lili pada Rio. Yang Arata tahu bahwa Lili sangat akrab dengan Rio, karena Rio selain suami Salma juga Kaka dari Alin.


"Ada apa denganmu?!"


Lili menceritakan semuanya pada Arata, dia sangat sedih dengan Salma. Bagaimana jika hal yang terjadi pada Salma terjadi juga padanya. Apakah Arata akan pergi meninggalkannya.


Arata tahu Lili pasti sedang berpikir hal-hal yang aneh, dia pasti sedang memikirkan jika dia berada di posisi Salma. Yang pasti Arata akan selalu setia pada Lili.


____________________________________________


Sekilas info Dans le Noir


Wisatawan yang suka berkuliner, jangan sampai melewatkan Dans le Noir yang akan memberikan suasana unik dalam menikmati hidangan. Seperti namanya yang bermakna dalam kegelapan, para pelanggannya akan ditempatkan di kegelapan setelah masuk ke restoran ini. Jadi, bagi yang memiliki fobia terhadap kegelapan tidak disarankan untuk datang ke tempat ini. Konsep yang diutamakan oleh restoran ini adalah permainan panca indera di mana pelanggan diajak untuk tidak memakai penglihatannya dan lebih memanfaatkan indera pendengaran, peraba, perasa dan penciuman saja.


Di dalam kegelapan tersebut, pelanggan hanya akan menangkap bisikan dan beberapa bunyi untuk mengalihkan perhatian para tamu dari proses icip-icip hidangan istimewa. Menu yang diicip oleh pelanggan adalah menu kejutan dan biasanya tidaklah lazim (disesuaikan dengan musim). Para pelayan tuna netra-lah yang menghidangkan menu tersebut dan pelanggan baru akan tahu menu apa yang baru ia santap saat acara makan sudah benar-benar selesai.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2