Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-47


__ADS_3

Lili yang sudah bosan berada terus di rumah, dia berniat untuk kembali bekerja. Dia pun merasa kasihan pada Novi yang sudah mengurus semua pekerjaan selama dia tidak sehat.


"Sayang, bolehkah aku kembali bekerja? Aku janji tidak akan sampai seperti kemarin!"


Lili berkata pada Arata yang hendak pergi ke perusahaan, Arata masih belum mengijinkan Lili untuk bekerja. Karena dia baru saja membaik, dia khawatir jika Lili kelelahan akan berpengaruh pada kesehatannya dan janin yang ada dikandungannya.


"Sayang, boleh ya..., ya...," Lili berkata dengan wajah imutnya.


Melihat Lili seperti itu membuat Arata tidak bisa berkutik, akhirnya dia mengijinkan Lili untuk pergi ke kantor. Namun dengan beberapa syarat yang diberikan oleh Arata.


Lili setuju dengan syarat yang Arata berikan, dia pun segera bersiap untuk pergi ke kantor. Arata melihat Lili yang begitu bahagia bisa kembali bekerja, merasa bahagia juga karena itu baik juga untuk janinnya.


Seperti biasa Maru sudah berada pagi-pagi sekali di rumah Arata, dia sudah mempersiapkan semua keperluan tuannya. Sebelum ke kantornya Arata mengantar Lili terlebih dahulu.


Dalam perjalanan Arata terus saja memberikan petuah pada Lili, sehingga membuat Lili merasa bosan. Dia seperti anak kecil yang sedang dinasehati oleh ayahnya. Dan akhirnya Lili terkekeh mendengar semua nasehat Arata, melihat Lili terkekeh Arata diam.


"Sayang, kau marah? Aku minta maaf ya, jangan marah lagi ya? Aku akan mengikuti semua yang kau katakan!" Lili berkata dengan manja sembari merangkul lengan Arata dengan lembut.


Arata menatap Lili, dia begitu mencintai wanita yang ada di sampingnya itu. Sehingga dia tidak ingin kehilangannya, dia akan berusaha untuk selalu membahagiakan Lili.


Tibalah Arata di kantor Lili, dia tidak bisa mengantar Lili ke ruangannya langsung. Karena dia harus segera ke perusahaannya, masih banyak masalah yang harus dia kerjakan.


"Maru! Bagaimana perkembangan penyelidikanmu terhadap Nathan?!" Arata bertanya pada Maru, dia ingin mengetahui apakah ada informasi baru mengenainya.


Maru belum bisa menjawab dengan pasti, dia mengatakan bahwa begitu banyak misteri mengenai Nathan. Sepertinya Nathan sudah menyiapkan semuanya, sehingga dia bisa menutupnya dengan rapi.


Arata sungguh penasaran sebenarnya siapa Nathan itu? Apa sebenarnya yang menjadi alasan dia menganggunya. Arata merasa dia tidak pernah bermasalah dengan Nathan Wijaya.


Tibalah Arata dan Maru di perusahaan, kedatangan mereka disuguhi dengan permasalah perusahaan yang belum terselesaikan. Arata segara memasuki ruangannya.


"Begitu misterius kau Nathan Wijaya? Sehingga aku tidak bisa menemukan titik terang siapa kau sebenarnya?" gumam Arata di ruangannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Maru masuk ke ruangan Arata, dia mengatakan jika malam ini ada sebuah undangan. Dan itu mengharuskan Arata untuk menghadirinya.


Arata menghubungi Lili, dia mengatakan bahwa malam ini ada undangan pesta. Dia bertanya apakah Lili mau menemaninya untuk menghadiri pesta nanti malam.


Lili mengatakan bahwa dia mau menemani Arata untuk ke pesta nanti malam. Setelah tahu jawaban Lili, dia segera memberitahukan Maru untuk memesan sebuah gaun untuk Lili.


Maru pun mengerjakan apa yang sudah diperintahkan oleh Arata. Dia memesan gaun di tempat biasa Lili membeli gaun. Sehingga orang di butik tahu ukuran Lili terbaru.


Dilain tempat, setelah mendapat telepon dari Arata segera membereskan semua pekerjaannya. Sehingga dia bisa pulang lebih cepat untuk bersiap.


Lili tahu jika Arata pasti sudah memesan sebuah gaun di butik langganannya. Jadi dia tidak khawatir akan mengenakan gaun apa untuk pesta malam nanti.


Terdengar suara ketukan pintu, Lili menyuruhnya masuk. Terlihat Novi yang membuka pintu lalu dia berjalan menghampiri Lili. Dia menyerahkan beberapa berkas yang harus dibubuhi tandatangan Lili.


Lili memeriksa dokumen tersebut, dirasa sudah pas dia menandatangani dokumen tersebut. Setelah selesai di tandatangani oleh Lili, dokumen tersebut dibawa kembali oleh Novi.


Lili melihat Novi yang sekarang berbeda dengan Novi yang dulu, dia sangat bersyukur akhirnya Novi bisa berubah. Lili teringat akan Nova, karena dulu dia pernah mendapatkan sebuah surat yang ditulis oleh Nova.


Dalam surat itu juga Nova menjelaskan kenapa Novi selalu bertindak jahat pada Lili. Setelah membaca surat Nova, dia menjadi tahu alasan kenapa Nova dan Novi selalu berbuat jahat padanya.


Ternyata semua itu adalah perintah dari kedua orangtuanya, Lili sungguh tidak habis pikir dengan sikap orangtua Nova dan Novi. Padahal selama ini baik ibu atau dirinya tidak pernah mengusik mereka.


"Aku berharap kau bisa menemukan pasangan yang mencintaimu Novi! Aku ingin melihatmu bahagia, sudah cukup kau mengorbankan semuanya demi kedua orangtuamu! Sekarang waktunya kau mengejar kebahagiaanmu sendiri!" gumam Lili.


Tidak terasa hari sudah sore, Arata sudah menjemput Lili di kantor. Lili pun segera merapikan mejanya, Arata menunggu Lili dengan sabar. Dia tersenyum melihat Lili yang sedang merapikan mejanya, karena dia terlihat sangat cantik.


Setelah selesai dengan merapikan mejanya, Arata menggenggam tangan Lili. Lalu mereka berjalan menuju mobil, yang dimana sudah ada Maru yang menunggu lalu membukakan pintu mobil.


Dalam perjalanan Lili mengatakan bahwa dia ingin menginap di rumah Mama Hani. Arata mengijinkannya, laku dia mengatakan bahwa dia juga akan ikut menginap di rumah Mama Hani.


Tibalah Arata dan Lili di rumah mereka, Lili terlebih dahulu menuju kamarnya. Sedangkan Arata harus ke ruang bacanya karena ada sesuatu yang harus dikerjakan.

__ADS_1


Maru membawa tas yang berisi gaun Lili, setelah Arata selesai dengan urusannya. Dia membawa gaun yang akan dikenakan oleh Lili malam ini. Sebelum meninggalkan Maru, dia berkata bahwa pesta malam ini Maru harus ikut.


Entah mengapa ada yang membuat hati Arata tidak tenang, sehingga dia membutuhkan Maru malam ini. Madu punemgangguk, setelah araya meninggalkan Maru sendiri. Dia menghubungi Sarada, dia mengatakan bahwa akan pulang terlambat malam ini.


Arata memasuki kamarnya, dia mencari keberadaan Lili lalu menyiapkan gaun yang dia bawa di atas ranjang. Beberapa saat kemudian Lili keluar dari kamar mandi. Dia terlihat sangat segar, karena dia baru selesai membersihkan diri.


Arata pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lalu dia akan bersiap untuk pergi ke pesta malam ini. Di saat Lili mengenakan gaunnya, dia mengalami kesulitan.


Arata yang melihat Lili mengalami kesulitan langsung menghampirinya lalu dia membatu Lili. Terlihat Lili menghela napas, dia merasa sesak. Mungkin sekarang dia sedang berbadan dua, sehingga berat badannya bertambah.


Araya tersenyum melihat sikap Lili seperti itu, Lili yang melihat Arata tersenyum sedikit kesal. Dalam benaknya mengatakan bahwa Arata menertawakannya, apakah dia terlihat gemuk kali ini.


"Apakah aku terlihat jelek? Karena aku sekarang sangat gemuk? Apakah kau akan mencari wanita lain yang lebih sexi?" Pertanyaan yang dilayangkan Lili secara bertubi-tubi pada Arata.


Arata terkekeh mendengar pertanyaan Lili, dia tidak habis pikir mengapa dia sampai berpikiran seperti itu. Terlihat jelas raut wajah Lili berubah setelah melihat Arata terkekeh.


"Kau memang gemuk! Tidak seperti dulu yang sexi, namun aku akan selalu mencintaimu. Meski kau sudah berubah gemuk atau kau sudah berubah menjadi tua, aku akan selalu mencintaimu. Tidak ada yang akan berubah!" Arata berkata dengan penuh keyakinan, sehingga membuat Lili tenang.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉

__ADS_1


__ADS_2