Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 90


__ADS_3

"Sayang apakah urusan mu dengan Bu Yeni sudah selesai?" Tanya ku pada Alex.


"Sudah, kenapa kau sudah lelah?"


"Aku lapar, tapi aku ingin makan di cafe biasa yang aku kunjungi dulu!"


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi kesana."


Kami pun berpamitan pada Bu Yeni, setelah berpamitan aku melihat Santi sedang asik bermain. Dia melihatku dan tersenyum manis, aku melambaikan tanganku dengan maksud samapai jumpa lagi. Dia pun membalas lambaian tanganku dan dia melanjutkan bermain bersama teman-temannya.


"Siapa dia sayang?" Alex bertanya padaku.


"Dia Santi, dia tadi duduk menemaniku dia sedikit menceritakan kisahnya. Kasihan dia Yang dia di terlantarkan oleh orang tuanya, dia juga merasa beruntung bisa tinggal di tempat singgah ini."


"Ohh begitu, syukurlah akhirnya tempat singgah ini bisa membatu anak-anak. Semoga mereka bahagia tinggal disini, aku pun sedang memikirkan untuk pendidikan mereka. Jika aku tidak ada aku ingin kau membantuku mengurus rumah singgah ini."


"Kenapa kau berkata seperti itu sayang, kau tidak akan pergi kemana-mana kan?" Aku bertanya pada Alex.


Entah kenapa ada firasat yang tidak enak, aku tidak bisa berpikir kalau Alex tidak ada. Aku tidak mau memikirkan hal itu, kalau aku memikirkan tidak ada akses hati ku sakit.


"Tidak aku tidak akan kemana-mana, aku akan selalu di dekat mu!" Jawab Alex.


Akhirnya kami sampai di tempat tujuan, sebuah cafe dimana aku dulu sering kumpul bersama Salma dan Lili. Aku mengingat semua kenangan berada disini. Ternyata cafe ini tidak berubah sama sekali, hanya di percantik sedikit. Aku duduk di tempat biasa aku duduk bersama Salma dan Lili, seorang pelayanan datang dan menanyakan pesananan yang mau di pesan. Aku memesan pesanan yang biasa ku pesan.


"Sayang kau mau pesan apa?" Tanya ku pada Alex.


"Sama saja seperti yang kau pesan."


Setelah mencatat pesanan yang kami pesan pelayan tersebut pergi meninggalkan meja kami, untuk menyiapkan pesanan yang kami pesan.


"Sepertinya kau sangat hapal dengan cafe ini?" Alex bertanya padaku.


"Mmm iya sayang, dulu aku sering kemari bersama Salma dan Lili!"


"Apa kau mengajak laki-laki itu?"


"Siapa yang kau maksud?"


"Siapa lagi kalau bukan Leo!" Jawab Alex dingin.


"Iya dia sering aku ajak kemari!" Godaku pada Alex.


"Kita pergi saja dari sini! Kita cari tempat yang lain!" Alex berkata dan hendak berdiri mau pergi meninggalkan meja.

__ADS_1


Tapi aku menarik tangannya agar dia kembali duduk.


"Hahha kenapa kau cemburu sayang?" Aku masih saja menggodanya.


"Tidak buat apa aku cemburu, malas saja aku harus berada di tempat yang pernah kau singgahi bersamanya!"


Hahahhaa aku terbahak-bahak mendengar ucapannya, "tidak sayang aku tidak pernah mengajaknya kemari, yang selalu ku ajak kemari hanya Salma dan Lili."


Alex langsung duduk dan tersenyum setelah mendengar apa yang ku ucapkan. Dia benar-benar seperti anak kecil saja kalau sudah cemburu.


"Kau seperti anak kecil tahu tidak?" Goda ku pada Alex.


"Habis kau kutanya serius malah menggodaku, entahlah aku sedang tidak ingin ke tempat yang suka kau kunjungi bersamanya."


Beberapa saat kemudian pelayan mengantarkan pesanan yang kami pesan. Kami menyantap pesanan kami, perutku terasa kenyang karena aku memakan bagian Alex juga haha. Nafsu makan ku semakin besar semenjak mengandung.


"Alin! Bisa kita bicara sebentar?" Tanya seorang Ibu padaku.


Aku kaget dengan kedatangannya, dia adalah Umi. Umi adalah Ibu dari Leo, entah apa yang ingin Umi katakan padaku semoga saja tidak ada hal-hal yang aneh.


"Silahkan Umi!" Jawabku pada Umi dan mempersilahkan untuk duduk.


Alex yang tidak mengenal Umi memberi isyarat padaku, seraya menanyakan siapa orang yang baru saja duduk di sampingku.


"Sayang kenalkan ini Umi dia adalah Ibu nya Leo!" Ucapku pada Alex.


"Silahkan kalian ngobrol, aku akan menunggu mu disana ya sayang!" Alex berkata pada ku dan menunjukkan tempat dia untuk menunggu ku dan mengecup keningku dengan lembut.


"Iya sayang."


Umi melihat perlakuan Alex padaku dengan tatapan bahagia sekaligus ada kesedihan terpancar di wajahnya.


"Alin sayang, maafkan Umi karena mengganggu waktu kebersamaan kalian berdua."


"Tidak apa-apa Umi, kalau boleh Alin tahu apa yang mau Umi bicarakan dengan Alin?"


"Umi mau minta maaf atas perlakuan Leo padamu nak, Umi tahu apa yang telah Leo lakukan sudah banyak membuatmu menderita. Tapi Umi mohon maafkan Leo!" Umi berkata dan meneteskan air mata.


"Aku sudah memaafkan dia Umi, tapi dia terus saja mengganggu ku dan membuat suami ku bertindak berlebihan. Aku harap dia bisa melupakan ku dan melanjutkan hidupnya, mencari cinta dan calon pendamping untuk dirinya sendiri. Yang utama adalah bahagiakan kalian sebagai anak kepada orang tua."


"Umi juga tidak tahu kenapa dia berubah menjadi seperti ini, kalau masalah kebangkrutan perusahaan kami. Kami sudah ikhlas, mungkin ini sudah jalannya seperti ini."


"Maafkan aku Umi kalau masalah perusahaan Abi, aku tidak tahu pasti. Saat itu aku tak sadarkan diri, aku mengetahuinya setelah aku terbangun. Suamiku sangat marah dengan yang dilakukan Leo padaku, dia hampir saja membunuh calon anak yang ada dalam kandungan ku."

__ADS_1


"Astaghfirullah, kenapa Leo bisa menjadi seperti ini? Maafkan Umi ya karena Umi sudah salah mendidiknya!" Huhuhuhuhu tangisan Umi keluar.


"Tidak Umi semua ini bukan salah Umi atau pun Abi, semua yang dilakukannya itu adalah tanggung jawabnya sendiri. Jadi Umi atau Abi tidak usah merasa bersalah."


"Alin Umi mohon yang terakhir kali nya, maafkan Umi atas kelakuan Leo yang telah membuatmu menderita. Umi mohon tarik laporan Alin terhadap Leo. Maafkan Umi karena meminta ini padamu? Karena Umi sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, yang bisa Umi lakukan hanya memohon padamu untuk memaafkan Leo. Dan umi berjanji aku menyuruh Leo agar tidak menggangu mu lagi!"


Aku berpikir sesaat dengan apa yang baru aku dengar, seorang Ibu yang memohon padaku untuk kebebasan anaknya. Tapi anaknya tidak pernah bersyukur memiliki seorang Ibu yang begitu sangat menyayanginya. Leo kau sungguh beruntung memiliki orang tua seperti mereka, tapi kenapa kau bisa berubah seperti ini dan itu sangat membuat orang tuamu menderita.


"Umi hentikan tangisan mu ini, sudah cukup kau menangisinya. Aku sayang Umi layaknya kepada Bunda, aku belum bisa memastikan apakah Leo bisa bebas apa tidak. Tapi aku akan membicarakannya dengan Alex, semoga dia bisa memaafkan dengan apa yang sudah terjadi."


"Terimakasih sayang, Umi benar-benar minta maaf atas perlakuan Leo padamu sehingga kau sangat menderita." Umi berkata dengan nada sedih.


"Iya Umi sama-sama!" Jawab ku singkat.


"Kalau begitu Umi pulang dulu, tidak enak Umi terlalu lama di sini. Kasian Abi sudah menunggu Umi di rumah." Umi berkata sambil meninggalkan ku sendiri.


Alex yang melihat Umi melangkah keluar dan memberikan salam perpisahan pada Umi. Setelah itu Alex berjalan menghampiri ku.


"Bagaimana? Apa yang dikatakannya padamu?" Tanya Alex padaku.


Aku pun menceritakan apa yang diminta Umi padaku, aku tidak bisa memaksa sepenuhnya kepada Alex. Aku menyerahkan semua keputusan pada Alex karena dia adalah suami ku.


"Akan kupikirkan ini, sekarang lebih baik kita pulang saja!" Alex berkata sambil berdiri dan menungguku untuk mengikutinya.


"Baiklah!" Aku pun mengikutinya berjalan menuju mobil.


___________________________________________


Terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan vote koin dan poin untuk contest novel ku ini 😘


Lagi-lagi aku meminta kebesaran hati kalian untuk vote lagi 😂


Jika kalian masih memiliki sisa poin kalian silahkan untuk vote lagi, sebagai tanda kasih kalian untukku 😔


Dan kalian juga masih bisa mengumpulkan poin kalian untukku di hari ini dan besok.


Bagaimana caranya mendapatkan poin?


Kalian bisa memasuki beranda aplikasi MangaToon atau NovelToon, kemudian selesaikan misi yang tertera di dalam fitur PUSAT MISI itu.


Jika ada hal lain yang ingin kalian tanyakan padaku, kalian bisa menghubungiku via Instagram dengan nama akun @macan_nurul


Sampai bertemu di episode selanjutnya 😂

__ADS_1


Itu pun jika kalian memberikan banyak poin kalian untuk judul karya ku yang ini 😒


Dan ingat!! Aku tidak pernah memaksa kalian 😏


__ADS_2