
Tidak terasa sudah enam bulan berlalu, Arata pun sudah bisa berjalan seperti biasa dan dia pun sudah bisa beraktivitas seperti biasanya.
"Ayah, ayo kita bermain dengan Eitaro!" Yuki berteriak mengajak Arata untuk bermain bersama Eitaro.
Arata pun menyetujui ajakan Yuki, dia berjalan di taman mendekati Eitaro yang sedang duduk bersama ibu. Lili yang masih di kamar sedang bersiap untuk pergi ke kantornya. Karena ada sesuatu yang harus dia urus.
Setelah bersiap dia menuju taman guna berpamitan pada ibu dan Arata. Dia juga meminta maaf pada ibu karena harus menjaga Eitaro selam dia berada di luar rumah.
Lili mendekati Arata lalu dia berpamitan untuk pergi, Arata mengizinkan Lili untuk pergi. Dia tidak mau melarang apa yang sudah dia kerjakan, dia berharap Lili selaku bahagia.
Karena selam beberapa bulan ini Arata selalu membuat Lili merasa sedih dan kesal dengan sikapnya. Namun, sampai saat ini dia belum bisa menerima dengan keadaan tubuhnya karena bekas luka dari kecelakaan itu masih terlihat dengan jelas.
Lili tiba di perusahaan dia langsung menuju ruang kerjanya, di sana sudah ada Novi yang menunggunya. Sekarang kandungan Novi sudah terlihat besar. Mungkin saat Novi melahirkan dia akan mecari seorang asisten untuk membantunya dalam mengurus pekerjaan.
"Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah Arata sudah bisa menerima semua keadaanya?!" Novi bertanya pada Lili.
Lili benjawab bahwa Arata masih belum bisa menerima dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Sehingga dia tidak mau disentuh oleh Lili dan itu yang membuat Lili menjadi sedih.
Novi mengatakan jika Lili harus bersabar dan tidak putus asa untuk terus mendekatkan diri pada Arata. Mungkin dengan berjalannya waktu Arata akan kbali seperti dulu. Suami yang hangat dan penuh perhatian pada istrinya.
Setalah mendengar perkataan Novi membuat hati Lili menjadi lega. Dia merasakan bertambahnya kekuatan atas kesabarannya untuk menghadapi sikap Arata.
Setalah mengatakan itu Novi kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Begitu pula dengan Lili yang berusaha bekerja dengan cepat agar dia bisa cepat kembali ke rumah.
Tidak terasa waktu sudah malam dan Lili pun bergegas kembali ke rumah karena dia sudah rindu dengan putranya itu. Yang semakin hari bertambah kepintarannya.
Setelah tiba di rumah Lili bergegas menuju kamarnya, dia tidak melihat Eitaro atau Arata. Dia berpikir mungkin suami dan putranya sedang bermain di kamar Yuki. Dia pun memutuskan untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Saat Lili keluar dari kamar mandi, dia melihat Arata yang baru saja menidurkan Eitaro di tempat tidurnya. Setelah itu Arata duduk di atas sofa sembari membaca email lewat ponselnya.
Lili menghampiri Arata lalu duduk disampingnya, dia menatap Arata dengan lekat. Muncul ide nakal darinya, dia langsung duduk dipangkuan Arata. Menatap kedua bola matanya dengan lembut, Arata berusaha lepas dari Lili. Namun, kali ini Lili tidak akan melepaskan pria yang sudah membuatnya sangat kesal.
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Lili langsung mengecup bibir Arata dengan lembut. Lalu dia mulai bermain dengan sangat lembut sehingga Arata terhayut oleh permainan Lili. Dan akhirnya dia pun ikut dalam permainan Lili.
Lili menghentikan permainannya lalu dia menatap kembali Arata dan memberikannya senyuman nakal. Arata memegang tengkuk leher Lili lalu mengecup kembali bibir Lili dengan lembut dan hangat.
Saat Arata mengecup bibirnya, tangan Lili mulai bermain dia melepaskan satu per satu kancing kemeja yang dikenakan oleh Arata. Semua kancing sudah terbuka, Lili melepaskan kemeja yang dikenakan Arata.
Arata tersadar jika pakaiannya sudah terlepas dari tubuhnya, dia melepaskan kecupannya. Lalu berusaha menghentikan permainan Lili tetapi Lili tidak menghentikannya.
"Apa kau tidak merasa jijik melihat tubuhku?!" Arata bertanya pada Lili.
Lili menghentikan permainannya, dia menyapa dengan lekat tubuh Arata yang terlihat buruk akibat luka yang pernah di deritanya. Lili berpikir mungkin inilah penyebab Arata berlaku dingin padanya dan tidak mau di sentuh.
Tanpa mengucapkan kata-kata Lili pun mengecup setiap bekas luka yang ada di tubuh bagian depan Arata dengan lembut. Arata berusaha menahan semuanya lalu dia berkata, "Sudah cukup hentikan!"
"Bagiku kau masih Arata yang dulu— aku tidak peduli dengan fisikmu sekarang! Karena aku sangat mencintaimu! Jika kau sudah tidak mencintaiku, maka aku akan pergi darimu dan membawa Yuki serat Eitaro!" Lili berkata pada Arata dengan penekanan.
"Jika kau memilih mengusirku dari hati dan hidupmu! Kau akan menyesal karena aku sampai kapan pun tidak akan pernah mengusir pria yang kucintai yang bernama Arata." Lili berkata sekali lagi.
Lalu dia beranjak dan hendak mengambil pakaian di dalam almari serta merapikan pakaian. Namun, niat Lili sepertinya akan terhempas begitu saja. Karena Arata menarik tangan Lili lalu dia menggendong Lili dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.
"Jika ini pilihammu— jangan kau menyesalinya!" Arata berbisik lalu mengecup daun telinga Lili dengan lembut.
Arata pun mulai menyerang Lili dengan permainan yang sangat laut sehingga Lili menikmati setiap permainan Arata. Dan mereka pun bermain dengan indahnya sehingga Lili tidak bisa menahan suara lembutnya keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Suara lembutnya itu membuat Arata semakin ingin melahapnya, dia sudah melakukan apa yang menjadi masalah di dalam dirinya. Sekarang yang dia inginkan adalah selaku bersama dengan Lili selamanya.
***
Suara tangis Eitaro membangunkan Lili dan Arata, mereka bergegas menuju Eitaro untuk melihat putranya di pagi hari. Mereka tersenyum lalu Arata menggendong Eitaro dengan lembut.
"Bersihkan dirimu terlebih dahulu, aku akan mengurus putra kesayangan ini!" Arata berkata pada Lili semabri menggendong Eitaro.
Lili melangkah menuju kamar mandi guna membersihkan diri, setelah selesai dengan rutinitas membersihkan diri dia keluar dari kamar mandi. Berjalan menuju almari guna mengambil pakaian.
"Sayang, berikan Eitaro padaku— sekarang giliranku membersihkan diri." Lili berkata dengan lembut lalu mengbil Eitaro yang sedang bermain dengan Arata.
Arata tersenyum lalu dia mengecup sekilas bibir Lili dengan lembut lalu mengucapakan, "Terimakasih, sayang."
Lili tersenyum dia merasa bahagia karena Arata sudah kembali seperti dulu. Dia berharap Arata selamanya akan seperti ini karena dia sangat mencintainya.
Setelah selesai membersihkan diri, sekarang giliran Eitaro untuk membersihkan diri. Arata sudah menyiapkan air hangat untuk Eitaro, dia berniat ikut memberikan badan Eitaro.
Kali ini Arata yang akan memandikan Eitaro dan Lili hanya memperhatikan saja. Setelah selesai Lili menyiapkan pakaian untuk Eitaro. Saat Lili memakaikan pakaian Eitaro, Arata mengambil pakaian di almari lalu memaki pakaian yang baru saja diambilnya.
"Ayo kita ke taman, Yuki, ayah dan ibu sudah menunggu kita!" ucap Arata pada Lili yang baru saja selesai dengan Eitaro.
Mereka pun berjalan dengan penuh rasa bahagia, menuju taman di mana orang-orang yang mereka cintai dan sayangi sedang menunggu mereka.
Saat tiba di taman Yuki, ayah dan ibu melambaikan tangan dengan wajah yang berseri. Terlihat kebahagiaan yang selalu ingin dilihat oleh Arata serta Lili.
"Aku berharap kebahagiaan kita akan kekal untuk selamanya!" ucap Lili pada Arata.
__ADS_1
"Terima kasih karena kau sudah mau bersabar denganku, I love you so much." Arata berkata dengan lembut dan penuh dengan senyuman kebahagiaan.
______________The End__________________