
"Siapa keluarga dari Nona Rosalina?" seorang suster bertanya.
"Saya Bunda nya? bagaimana keadaan putri saya?"
"Putri Anda membutuhkan transfusi darah secepatnya!"
"Ambil darah saya suster! darah saya, golongan darah saya sama dengan Alin!" Bunda berkata
"Baik Bu, silahkan ikuti saya!" Suster tersebut berjalan diikuti Bunda.
Beberapa saat kemudian Bu Sinta datang, "Mba Rahma, bagaimana dengan Rosalina?" sambil berurai air mata dan wajah nya pucat pasi.
"Tenanglah Mba Sinta, Rosalina pasti baik-baik saja, kita hanya bisa berdoa!"
"Ya Allah, jangan biarkan Rosalina menderita lagi, sebelum dia bertemu dengan keluarga yang sesungguhnya! biarkan aku saja yang menggantikan penderitaannya!" ucap Bu Sinta.
"Bun, Bunda gak apa-apa kan! lebih baik Bunda istirahat' saja, Rio mau keluar dulu, Bunda mau makan apa? nanti Rio belikan! kan Bunda baru transfusi darah buat Alin."
"Alin! apa kalian keluarga dari Rosalina?" Bu Sinta langsung bertanya pada Rio.
"Iya, Anda benar Nyonya! saya adalah Rio Kaka dari Rosalina Sanjaya, kami sering memanggilnya Alin."
"Ya Allah, Alhamdulillah akhirnya Rosalina bisa berkumpul lagi dengan keluarganya!" air mata Bu Sinta tak terbendung lagi.
"Siapa Anda sebenarnya! apa hubungan nya Anda dengan putri kami?" ucap Bunda.
"Saya Sinta, saya menemukan Rosalina yang terombang-ambing di lautan 2 tahun yang lalu."
"Ya Allah, makasih ya Mba, telah menyelamatkan putri kami dan merawatnya sampai sekarang!" ucap Bunda.
"Jadi benar, Nyonya adalah orang tua Rosalina?" Mama Rahma bertanya dengan guratan kesedihan di wajahnya.
" Benar saya Ana, maaf sebelumnya Nyonya siapa nya Rosalina?" tanya Bunda.
"Saya Rahma, mertuanya Rosalina!"
"Apa! Alin sudah menikah?" ucap Ayah terkejut mendengar itu.
"Benar Tuan, Rosalina sudah menikah dengan putra dari Nyonya Rahma! sebelum menikah saya mencari keberadaan Anda dan keluarga, orang saya sempat ke universitas di Kairo untuk mencari alamat Anda, setelah mendapatkan alamat Anda, kami mendatangi rumah Anda, tapi saat saya sampai di alamat rumah Anda, rumah itu kosong tak berpenghuni."
"Semenjak hilangnya Alin, kami semua pergi ke Macau, untuk mengobati istri saya, dan juga menghindari kegilaan seorang yang terus mencari Alin, dia terus saja mengganggu kami, sehingga mengganggu kesehatan istri saya, saya pun merahasiakan keberadaan kami pada semua karyawan. Jadi tidak ada yang tahu dimana kami, setelah kesehatan istri saya membaik, saya putuskan untuk kembali ke Indonesia, dan terjadi lah musibah ini", Ayah berkata dengan nada sedih nya.
Beberapa saat kemudian, dokter yang menangani Rosalina keluar, "Bagaimana keadaan istri saya?" Alex bertanya dengan nada khawatir nya.
"Masa kritis nya belum lewat, jadi kita tunggu saja sampai Nona Rosalina sadar, apakah Nona pernah mengalami luka yang berat di bagian kepalanya?" tanya dokter.
"Iya Dok, 2 tahun yang lalu dia mengalami luka, yang cukup parah di kepalanya dan mengakibatkan amnesia!" ucap Ibu Sinta.
"Kalau begitu, kita tunggu bagaimana reaksi nya setelah Nona tersadar!" ucap dokter.
"Apakah kami bisa melihat nya?" tanya Bunda
"Silahkan Nyonya! setalah Nona dipindahkan ke ruang rawat inap!" Dokter pun meninggalkan keluarga Rosalina.
Bunda, Ayah, dan Rio masuk terlebih dahulu, mereka sangat bersyukur bisa bertemu kembali, setelah penantian selama 2 tahun ini. "Cepat lah sadar Alin sayang, ini Bunda nak! ayo bangun, kita pulang kerumahnya!" ucap Bunda dengan lirih.
"Bangun sayang, ini Ayah nak, berikan Ayah kesempatan untuk meminta maaf padamu! jangan biarkan rasa bersalah ini terus menghantuiku! Ayah sangat sayang padamu!" tak terasa air mata Ayah, tak terbendung lagi.
"Lin, Lo denger itukan? jadi Mas harap Lo cepet bangun! Mas sayang sama Lo Lin! cepet Lo bangun, kita balik ke rumah, kita bisa kumpul lagi seperti dulu!" ucap Rio dengan nada penuh kesedihan.
Beberapa saat kemudian, masuklah Alex dan yang lainnya. Bunda, Ayah dan Rio mengerti bahwa yang lainnya, ingin bertemu dengan Alin, akhirnya mereka bertiga mundur untuk memberi ruang pada yang lainnya.
"Rosalina sayang, bangun nak! ini Ibu nak, ayo bangun! lihatlah siapa yang ada disini! mereka sudah datang sayang, Ayah, Bunda dan kakakmu! ini yang kau harapkan bukan! kembali bersama keluarga mu! maka bangunlah nak! ucap Ibu Sinta, yang tak tahan melihat Rosalina tak berdaya seperti dulu, tak kuat membendung air mata dan pergi meninggalkan Rosalina dan yang lainnya.
"Hai, Kaka ipar! cepatlah bangun, kita baru pertama kali bertemu bukan! Aku ingin melihat mu menghajar kakaku, aku ingin melihat ketidakberdayaan kakaku karena ulah mu Mba! maka bangunlah, nanti Aku akan lebih sayang kau dibandingkan dengan Mas ku yang pemaksa ini!" ucap Adam, pada Rosalina.
"Hai Adam, apa yang kau katakan pada Kaka ipar mu? jangan kau mengganggunya, kalau kau terus mengganggunya, akan ku kirim kau ke Afrika dan tidak ku ijinkan kembali ke Indonesia dengan cepat!!! ucap Alex dengan tegas nya.
"Kaka ipar, buruan bangun! lihatlah suaminu, dia akan menindas ku lagi!!!" gerutu Adam.
"Sudah cukup kalian berdua! Kalian tidak melihat bagaimana keadaan Rosalina!" Mama Rahma berkata pada Alex dan Adam. "Ayo cepat bangun sayang! Mama tidak ingin kehilanganmu! Kau adalah menantu Mama yang terbaik, hanya kamu yang bisa menjadi pasangan Alex! Mama sayang sekali sama kamu nak! ayo bangun sayang, nanti Mama akan masakkan makanan kesukaan mu nak, ayo bangun sayang!" huhuhuhuhu...tangisan Mama Rahma tak terbendung lagi dan memeluk Adam yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
"Ayo Mah, lebih baik kita keluar saja! kasian Mba Rosalina kalau melihat Mama seperti ini!" ucap Adam sambil memapah Mama Rahma keluar ruangan.
Bunda yang melihat kejadian itu, ada rasa sedih dan bahagia, karena selama ini Alin berada di tengah-tengah orang yang sangat menyanyinya. Begitu pun menurut Ayah dan Rio, yang berpikir dalam hatinya.
"Hai gadis tengil! apakah ini salah satu ancaman mu padaku hah! cepat bangun! Aku perintahkan kau! jangan membuatku marah, sudah ku bilang, walau kau pergi sampai ke mereka pun akan aku kejar, dan tidak akan kulepaskan lagi! jangan lakukan ini padaku, masih banyak yang ingin kulakukan bersama mu, masih banyak yang urusan yang belum beres antara kita! apa kau ingin mengakhiri nya hah!! cepatlah bangun, aku sangat membutuhkan mu!" ucap Alex sambil memegang tangan Rosalina.
Bunda yang mendengar perkataan Alex, mendekatinya "apakah kau begitu mencintai putriku?"
"Saya tidak tahu, apakah saya mencintai dia atau tidak! yang saya rasakan adalah saya tidak ingin kehilangannya, saya membutuhkannya, saya ingin selalu berada di sisinya, melihat tingkah jahilnya, melihat sikap pembangkangnya, saya hanya ingin melihat senyumannya, bukan kesedihannya, dan ingin melindunginya!"
Itu berarti kau sangat mencintai putriku, sungguh beruntung Alin mendapatkan suami seperti ini, Alin sayang cepatlah bangun nak, disini banyak sekali orang yang sangat mencintai dan menyangimu? ucap Bunda dalam hatinya sambil memegang tangan Alin.
"Sebaiknya Nyonya dan Tuan beristirahat dulu, disini biar saya yang menjaga Rosalina, besok Nyonya dan Tuan bisa kembali kesini!" ucap Alex pada Bunda, Ayah dan Rio.
"Jangan begitu formal, kamu bisa panggil saya Bunda, Ayah dan Rio! itu terdengar sangat bagus bukan? karena kamu adalah anak kami juga!" ucap Bunda dengan senyum lembutnya, meski masih tergurat kesedihan di raut wajahnya.
"Iya yang dikatakan Bunda benar, panggil saja kita seperti Alin memanggil kita, jadi mulai sekarang panggil aku Ayah!"
"Yang dikatakan Ayah dan Bunda memang benar, jadi kamu bisa panggil aku Rio atau Mas Rio, tidak kusangka adikku menikah dengan laki-laki yang sangat mencintainya dan menyayanginya" ucap Rio sambil memegang pundak Alex.
"Baiklah, kalau begitu Ayah, Bunda dan Mas Rio bisa istirahat dulu saja, biar Asisten saya yang mengantar kalian!" Alex berkata sambil memanggil Ari, dalam beberapa detik Ari sudah masuk dan menuruti perintah Alex.
Ari pun pergi meninggalkan Alex dan Rosalina, di ikuti oleh Ayah, Bunda dan Rio.
******
Sudah dua hari berlalu Rosalina belum juga terlihat tanda-tanda akan sadar, semua keluarga merasa khawatir, Alex yang sangat emosi hampir saja menghajar para dokter yang menangani Rosalina. Alex meninggalkan semua pekerjaan demi menjaga Rosalina di rumah sakit. Bunda yang melihat perlakuan Alex pada Alin sangat senang, begitu beruntungnya putri ku ini. Cepatlah bangun sayang, lihatlah disini banyak orang-orang yang begitu menyangimu, jangan sampai kamu mengecewakan Bunda dan semuanya.
Bundaaaaaaa, teriak seorang gadis memecah keheningan di rumah sakit. "Bunda bagaimana keadaan Alin?" ucap Lili sambil menagis dan memeluk Bunda.
"Lili sayang, kapan kamu kembali ke Indonesia?" Jawab bunda
"Lili baru sampai Bun, Bun gimana keadaan Alin? ayo Bun katakan?" Huhuhuhuhu tangis Alin menyeruak.
"Alin belum sadarkan diri, tapi bunda nyakin Alin pasti akan bangun dan berkumpul kembali bersama kita" ucap bunda dengan lembut guna menenangkan Lili.
"Aku ga bisa tenang Bun, aku ga mau kehilangan Alin lagi Bun, aku kangen banget sama Alin!" huhuhuhuhu....
"Dari Salma Bun, Salma tahunya dari mas Rio, setelah Salma telepon Lili, aku langsung terbang ke Indonesia!".
"Ohh, syukurlah Lili sudah Samapi disini, jadi Alin pasti akan bisa merasakan bahwa orang yang menyanyinya sedang menunggunya!"
Beberapa menit kemudian, Salma pun datang, "Bunda, gimana keadaan Alin Bun?" Salma berkata sambil memeluk Bunda.
"Hallo sayang, Alin belum sadarkan diri sampai sekarang!"
"Ya Allah, kenapa hal ini harus terjadi pada Alin Bun?" huhuhuhuhu tangis Salma
"Kita hanya sebagai manusia tidak tahu musibah akan datang nya kapan, musibah ini terjadi sudah kehendak Allah, mungkin dengan banyaknya musibah ini untuk melatih kita semakin dekat dengan Yang Maha Kuasa, jadi kita hanya bisa berdoa agar Alin bisa segera bangun dan kembali ke sisi kita" ucap Bunda.
"Bun, boleh Salma dan Lili bertemu dengan Alin?" tanya Salma
"Tentu saja boleh sayang, ayo ikut Bunda!" Bunda pun berjalan masuk ke ruangan Alin di ikuti Salma dan Lili.
"Alinnnnnnnnn, ini gue Lin! ayo buruan bangun Lin, gue kangen banget sama Lo Lin, Alin bangun Lili ga mau kehilangan Alin lagi, sudah cukup 2 tahun lebih kita ga ketemu, Alin bangun!!"
Alex yang melihat kedatangan Salma dan Lili sedikit menjauh dan memberikan ruang pada mereka agar bisa lebih dekat dengan Rosalina.
"Lin bangun Lin! ini gue Salma, gue kangen sama Lo Lin, buruan bangun, banyak yang mau gue curhatin ama Lo Lin! ayo Lin bangun, nanti kita bisa jalan kaya dulu lagi, ayolah Lin Lo bangun!!!" huhuhuhuhu....
Beberapa saat kemudian Ari masuk, "maaf Tuan muda! ada hal penting yang harus saya sampaikan pada Anda!"
"Pergilah nak, urus dulu pekerjaan mu, disini ada Bunda yang menjaga istrimu!" ucap Bunda pada Alex.
"Baiklah Bunda!" Alex pun pergi diikuti oleh Ari dari belakang.
"Katakan ada apa?"
"Kita harus pergi ke Jepang! ada masalah yang hanya Tuan Muda bisa selesaikan!"
"Apa tidak bisa kau atau Adam yang menyelesaikannya!"
__ADS_1
"Maaf Tuan Muda, ini memang harus Anda sendiri yang menyelesaikannya!"
"Kira-kira berapa lama kita akan di Jepang?"
"Mungkin bisa 2 atau 3 Minggu bisa jadi satu bulan!"
"Sial, kenapa lama sekali hah!!!"
"Maslah kita berhadapan dengan geng terkuat di Jepang, mereka ingin menghancurkan perusahaan kita, dan kita juga harus berhati-hati dalam menghadapi masalah ini!"
"Baiklah, kita pergi sekarang, siapkan semuanya!! Aku akan menemui gadis tengil ku!" Alex berkata sambil masuk kembali ke ruangan rawat. Ari pun pergi untuk mengurus keberangkatan ke Jepang.
"Bun, Alex bisa minta tolong kan?"
"Apa yang bisa Bunda bantu?"
"Ada masalah di kantor cabang Alex di Jepang! jadi Alex akan pergi ke Jepang! Alex titip gadis tengil ya Bun!"
"Gadis tengil! siapa gadis tengil?" tanya Bunda tidak mengerti.
"Gadis tengil Alex adalah dia putri kesayangan Bunda sekaligus istri Alex!!"
"Kamu menyebutnya gadis tengil! kenapa? masa gadis cantik bunda di panggil gadis tengil?"
" Dia selalu membuat onar, selalu berdebat dengan ku, dan selalu mengancam ku akan pergi meninggalkan Aku, jadi Alex panggil dia gadis tengil!"
"Alin memang seperti itu, baiklah kamu akan pergi ke Jepang kapan? dan berapa hari?"
"Sekarang Bun, Alex akan pergi! mungkin butuh waktu aga lama, mungkin bisa sampai satu bulan! Alex tolong jagain dia ya Bun, nanti Mama Rahma akan, bergantian menjaga nya!"
"Jangan kamu berkata minta tolong ya, ini adalah kewajiban Bunda pada Alin, nak Alex bisa fokus pada pekerjaannya, jadi ga usah khawatir ya!"
"Baiklah Bun, terimakasih ya Bun! Alex pamit sama Alin dulu ya Bun!" Alex pun mendekati Rosalina.
Salma dan Lili yang sudah mendengar perbincangan Bunda dan Alex menjauh sedikit guna memberi ruang pada Alex untuk berpamitan pada Rosalina.
"Gadis tengil! Aku akan pergi sebentar, saat aku kembali aku ingin melihat mu sudah terbangun dan sehat kembali! ingat janjimu padaku! jika tidak ingin mendapat hukuman atas pembangkanganmu! dan jangan coba-coba lari lagi dari ku! Alex berbisik di telinga Rosalina dengan lembut dan mencium kening Rosalina.
Alex pun beranjak dan berkata "kalian adalah sahabat nya bukan! Aku titip dia sampai aku kembali!"
"Tanpa Anda memintanya kami akan selalu menjaganya!" ucap Salma.
"Betul kata Salma, kita tidak akan meninggalkannya, kita akan jaga Alin!" sambung Lili.
"Bagus kalau begitu, maka aku akan tenang meninggalkan nya disini!"
Tok...
Tok..
Tok...
"Masuk!!" ucap Alex
"Tuan Muda, sudah saatnya kita pergi! tapi sebelum pergi bisa kah saya melihat Nona Muda terlebih dahulu?" ucap Ari.
"Lakukan apa yang kau mau!"
"Terimakasih Tuan Muda!" Ari pun berjalan mendekati Rosalina, "Nona Muda saya harap segera terbangun dan sehat kembali! Tuan Muda sangat membutuhkan Anda, saya pamit dulu Nona Muda!" setalah mengatakan apa yang mau dikatakan Ari pun pergi melangkah keluar mengikuti Alex.
_________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bagaimana cara mendapatkan poin, bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
Trus kalo mau vote pakai KOIN juga bisa, khusus koin bisa di vote langsung di aplikasi MangaToon ini.
Buat yang sudah vote, aku ucapkan terimakasih banyak πππ
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua ππ jangan lupa ya klik like dan komennyaππ