Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Pernikahan


__ADS_3

Apakah yang kulakukan ini benar, aku menikah bukan karena Allah, Ya Allah ampunilah hambamu ini, karena melakukan pernikahan bukan karena Mu. Hambamu ini malakukan pernikahan ini demi menyelamatkan seorang ibu yang telah menolong dan merawat ku di ambang kematian, dan menyelamatkan kehidupan para karyawan yang memiliki keluarga untuk di hidupi. Bunda, ayah, mas maafkan aku tidak bisa bertemu dengan kalian, dan juga kalian tidak bisa menghadiri pernikahan ku. Aku sayang kalian, aku belum bisa meninggalkan orang yang telah menyelamatkan ku, aku juga belum siap untuk bertemu dengan kalian karena ingatanku belum pulih semua. Jika ingatan ku sudah pulih semua aku akan menemui kalian, ayah, bunda dan mas tunggu aku. Aku sayang kalian semuanya, aku doakan semoga kalian sehat-sehat slalu. Ucap dan doa Rosalina sebelum melangsungkan pernikahan.


"Rosalina sayang maafkan ibu ya, ibu telah menjerumuskan mu ke lubang hitam, seharusnya kamu bisa berkumpul kembali dengan keluargamu, tapi gara gara masalahku kamu harus menanggung akibat dari perbuatan buruk putri kandungku. Sebelum terlambat lebih baik kamu pergi dan kembali lah bersama keluarga mu, ibu tidak sanggup melihat mu menderita huhuhuhuhu. Tangis Bu Sinta keluar karena merasa bersalah pada Rosalina.


"Tidak bu, ibu jangan menangis ini bukan salah ibu semua ini sudah takdir ku Bu, doa kan saja agar aku bisa menjalani semua ini dan doakan aku agar aku bisa mengingat semua ingatan ku yang hilang. Jangan menangis lagi ya Bu aku sayang ibu seperti ibu kandung ku, terus lah tersenyum dan kuat masih ada yang harus ibu jaga selain aku yaitu perusahaan dan semua karyawan.." tak terasa air mata Rosalina menetes dan memeluk ibu Sinta.


"Terimakasih Rosalina kamu telah menganggap ku sebagai ibu mu, aku bersyukur bisa bertemu dengan mu sayang, sehingga aku bisa merasakan memiliki putri sholeha. Terimakasih sayang ibu tidak bisa berkata kata lagi, selain semua doa terbaik buat mu nak." Bu Sinta memeluk dan mencium kening Rosalina.


"Ibu aku sayang padamu, sudahlah Bu kita jangan menangis lagi nanti make up ibu luntur haha..." Rosaline berkata guna membuat ibu nya tidak menangis.


"Haha dasar gadis nakal, dan mulai hari ini aku tidak akan memanggil mu Rosaline melainkan nama asli mu sendiri Rosalina Sanjaya...dan saat ijab kabul pun kau akan memakai nama yang sudah diberikan oleh keluarga kandungmu." Ucap Bu Sinta.


"Terimakasih Bu, ibu telah memberikan ijin agar aku memakai nama ku yang sebenarnya, terimakasih atas semuanya."


"Gadis nakal kenapa kau berterimakasih padaku..kita adalah ibu dan anak kan.. lebih baik sekarang kita memikirkan semua hal hal yang baik saja." Bu Sinta pun memeluk Rosalina dengan erat.


"Bu ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan?"


"Apa itu nak...?"


"Siapa yang akan menjadi wali nikah ku.."


"Ibu sudah urus semuanya, karena suami ibu sudah tidak ada dan di keluarga ibu pun tidak ada laki-laki yang bisa menjadi wali mu, dan juga kamu belum tau keberadaan keluarga mu, maka ibu putuskan wali hakim yang akan menjadi wali mu, bagaimana apakah ini sudah tepat sayang...?"


"Iya Bu lebih baik seperti itu..". Mungkin ini sudah harus jalan nya maafkan aku ayah dan mas, gumam Rosaline dalam hatinya.


"Sudah jangan terus ucapkan terimakasih, kau adalah putri kedua ku maka mulai hari ini dan seterusnya aku akan memanggil mu Rosalina"


"Ibu terimakasih...." Rosalina memeluk Bu Sinta dengan perasaan sedih dan bahagia akhirnya aku bisa menggunakan nama pemberian ayah dan bunda.

__ADS_1


Ayah bunda tunggu aku, aku pasti kembali memeluk kalian.


"Nah kan terimakasih lagi nanti ibu bisa bisa akan menghitung berapa kali kau ucapkan kata kata terima kasih.."


Beberapa saat kemudian pak Dim "nyonya dan nona sudah waktunya.."


"Baik pak Dim, terimakasih "ucap Bu Sinta sambil bersiap siap dan merapikan semuanya.


"Nona anda begitu cantiknya, mudah mudahan anda akan dikelilingi kebahagian dan di jauhkan dari semua penderitaan." Ucap dan doa pak Dim.


"Aamiin terimakasih pak Dim atas doa nya, pak Dim aku minta tolong jaga ibu dengan baik."


"Nona apa yang anda bicarakan bukannya nona masih bisa sering bertemu dengan nyonya, nona masih akan bekerja di kantor kan..?" Ucap pak Dim.


"Hahaha iya ya pak Dim aku ko lupa ya..." Ucap Rosalina.


"Hahaha...tidak juga pak Dim."


"Tunggu dulu sayang, pakailah ini ..?" Bu Sinta pun memakaikan sebuah kalung berlian yang sangat indah sekali.


"Apa ini Bu, aku tidak terbiasa memakai ini, sepertinya ini sangat berharga bagimu Bu.."


"Ini adalah kalung pemberian mendiang suami ku, dan sekarang kalung ini kuberikan pada mu, karena kamu adalah putriku jadi terima lah ini dan jangan menolaknya.." Bu Sinta berkata sambil tersenyum, begitu cantik nya kamu nak sungguh beruntung orang tua mu, ucap Bu Sinta dalam hati.


****


Rosalina pun memasuki ruangan akad disana sudah menunggu Alex dengan mengenakan jas berwarna putih senada dengan gaun yang di gunakan oleh Rosalina. Saat melihat Rosalina berjalan Alex melihat nya tanpa henti cantik sekali, dia berbeda dengan terakhir kali bertemu, ahh sial kenapa dia begitu cantik hentikan ini Alex kamu harus ingat dia adalah gadis yang telah menyebabkan kan papamu meninggal dan keluarga mu menjadi hancur. Ucap Alex dalam hati.


"Hai hapus air liur mu itu nak, jangan kau bikin malu mama mu ini dengan kelakuan konyol mu..?" Rahma menggoda Alex karena Alex terus memandangi Rosalina.

__ADS_1


"Huh apa sih mah tidak lucu tau.." jawab Alex


Rosalina pun duduk di sebelah Alex dan ijab kabul pun dilaksanakan dengan lancar. Akhirnya mereka sah menjadi sepasang suami istri. Babak ini adalah permulaan dari perjalanan mereka berdua.


Acara pun sudah selesai, acara perpisahan dengan Bu Sinta pun sudah selesai.


"Nyonya Rahma.. saya mohon jaga putri saya Rosalina anggap dia sebagai putri anda sendiri. Dan saya meminta satu permintaan lagi, panggil dia Rosalina bukan Rosaline." Ucap Bu Sinta.


"Sebelum itu jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku Rahma sebenarnya aku sudah memaafkan perbuatan putri kandung mu terhadapku, jadi mulai sekarang kita berdua akan menjaga Rosalina dengan baik sebelum dia mengingat semua ingatannya." Jawab Rahma sambil memeluk Sinta.


"Alhamdulillah terimakasih Rahma, aku tenang melepaskan Rosalina kepadamu. Terimakasih sudah memaafkan perbuatan putri kandung ku." Sinta menangis tak kuasa mendengar perkataan Rahma.


"Apa yang nyonya Sinta katakan padamu mah..?" Tanya Alex dengan nada menyelidiki.


"Mulai sekarang Rosaline adalah istrimu dan kita semua harus memanggilnya Rosalina bukan Rosaline." Ucap Rahma pada Alex dan Ari.


"Apa maksud mu mah, aku tidak mengerti..?"


"Nanti kamu juga akan mengerti apa yang kukatakan hari ini... ayo kita pulang dan bawa menantu ku ke rumah ..." Ucap Rahma seraya tidak ingin ada yang membantah nya.


"Ari selidiki semuanya, aku ingin tahu semua informasi nya.."


"Baik tuan muda.."


Terimakasih sudah membaca novel ku 😊


Jangan lupa like dan komen nya ya 😉


c u next episode 😉

__ADS_1


__ADS_2