
Brugggg!
Saat Maru hendak pergi meninggalkan apartemen, Ayuka terjatuh. Dia mengerang kesakitan, mendengar suara Ayuka yang kesakitan membuat Maru berbalik lalu mendekatinya.
Maru tidak tahu apa rencana yang ada di benak Ayuka, Merupakan membatu Ayuka untuk berdiri lalu memapahnya ke atas sofa. Mari bertanya bagian mana yang sakit.
Maru berdiri lalu berjalan meninggalkan Ayuka, dia mengambil kotak P3K. Setelah menemukan kotak P3K dia kembali menghampiri Ayuka, dia melihat Ayuka masih terduduk dan terlihat sedang mengelus-elus kakinya.
Maru membuka kotak P3K lalu mengeluarkan minyak untuk memijat kaki Ayuka yang terkilir. Maru memijat kaki Ayuka secara perlahan, dalam hatinya dia tidak ingin Ayuka kesakitan.
Merasakan sentuhan lembut Maru mengingatkan Ayuka akan kejadian malam itu. Dimana dia melihat Maru dan Sarada sedang bermesraan, dalam hatinya dia menginginkan Maru malam ini.
Ayuka mulai berniat untuk mendekati Maru, dia meminta Maru untuk menggendongnya ke dalam kamar. Maru tidak berpikir kotor pada Ayuka, karena Maru menganggapnya hanya sebagai kakak dari istrinya saja.
Sarada tersenyum dia berhasil membuat Maru menggendongnya, Maru menurunkan Ayuka ke atas ranjang secara perlahan. Saat Maru hendak beranjak pergi, Ayuka menarik lengan Maru.
Dengan cepat Ayuka mengecup bibir Maru, begitu terkejutnya Maru dengan perbuatan Ayuka. Dia langsung menghempaskan Ayuka dengan kuat. Di tatapnya Ayuka dengan lekat, dia tidak menyangka Ayuka bisa melakukan hal seperti ini.
"Dinginkan otak gilamu itu! Aku adalah suami dari adikmu, kau harus ingat itu!" Maru berkata dengan dingin.
"Tunggu! Apa baiknya Sarada? Aku lebih cantik daripadanya! Aku lebih pintar dan hebat dari dia! Akulah yang pantas untukmu!" Teriak Ayuka pada Maru, namun itu semua membuat Maru semakin tidak menyukainya.
Maru menghiraukan Ayuka, dia berjalan pergi meninggalkannya. Namun Ayuka tidak terima dia berlari mengejar Maru, lalu memeluknya dan melayangkan kecupan yang sangat gila.
Maru semakin kesal dengan tindakan Ayuka, dia menghempaskan Ayuka dengan sangat keras. Sehingga dia terhempas ke lantai, Ayuka tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Maru.
"Haha kau lelaki bodoh! Kau tidak bisa melihat wanita secantik aku!" Ayuka berkata dengan percaya dirinya, lalu dia melepaskan satu per satu pakaiannya.
"Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku dan Sarada kembali!" Tatapan dingin dan perkataan yang mengandung rasa jijik untuk Ayuka dari Maru membuat Ayuka terdiam.
Maru pergi meninggalkan apartemennya dengan perasaan kesal, dia teringat dengan sikap Sarada tadi. Apakah ini yang di khawatirkan olehnya.
__ADS_1
Maru bergegas untuk kembali ke rumah Arata, dia ingin segera bertemu dengan Sarada. Dia takut membuat Sarada khawatir, karena dia tahu pasti dalam benak Sarada sedang gelisah.
Dalam perjalanan Maru mendapatkan pesan dari Sarada, ternyata apa yang dipikirkan oleh Maru benar. Sarada sedang gelisah, dia bertanya keberadaan Maru saat ini.
Maru tidak membalas pesan Sarada, dia semakin ingin mengetahui sebesar apa dia takut kehilangan akan dirinya. Sarada benar-benar gelisah dia terus berjalan mondar-mandir di kamarnya.
Dia takut jika terjadi sesuatu antara Maru dan Ayuka, karena Ayuka bisa berbuat apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau. Sarada mencoba menghubungi Maru, namun Maru tidak mengangkatnya.
Maru yang baru saja tiba di kediaman Arata, melihat handphone-nya. Dia melihat Sarada menghubunginya lebih dari 10 kali. Dia tersenyum lalu berjalan masuk, dia langsung menuju kamarnya. Karena Arata pasti sudah beristirahat.
Maru mengetuk pintu kamar namun tidak ada yang menjawab, lalu dia membuka pintu kamarnya. Dia tidak melihat Sarada di dalam kamar, dia mencari sekeliling namun tidak menemukan Sarada.
Maru masuk lalu menutup pintu kamarnya, dia mendengar suara air di dalam kamar mandi mungkin Sarada sedang berada di dalam. Dia menunggu cukup lama, namun Sarada tidak juga keluar.
Maru sangat khawatir, dia langsung membuka pintu kamar mandi. Untung saja pintunya tidak terkunci, sehingga Maru bisa masuk dan mengecek keadaan Sarada.
Maru melihat Sarada sedang berendam di dalam bhatup, dia menyalakan musik yang pelan sehingga tidak terdengar keluar. Maru tersenyum lalu mendekatinya.
Sarada tidak tahu dengan kehadiran Maru, dia menutup kedua matanya sembari mendengarkan musik. Hanya itu yang bisa membuatnya merasa tenang.
Dia membelai pipi Sarada dengan lembut, Sarada terkejut karena ada yang menyentuhnya. Lalu dia terbangun, Maru tersenyum melihat ekspresi Sarada. Dia terlihat sangat lucu jika sedang terkejut seperti itu.
"Kau? Sejak kapan kau ada di sini?!" tanya Sarada pada Maru.
Maru berkata dia sudah ada 30 menit yang lalu, Sarada berusaha mengambil handuk yang menggantung di sampingnya. Namu Maru menghempaskan lengan Sarada yang hendak mengambil handuk.
"Bantu aku membersihkan badanku!" Maru berkata dengan senyum mesumnya.
"Bersihkan saja sendiri! Untuk apa kau meminta padaku setelah bergulat dengan hebat!"
Sarada berkata lalu dia berdiri, Maru tahu yang dimaksud dengan perkataan Sarada. Apakah dia tidak percaya pada suaminya sendiri, Maru semakin berniat menjahilinya.
__ADS_1
"Iya tadi aku sangat menikmatinya dan kelelahan, jadi aku meminta kau untuk membantuku membersihkan diri!" Maru berkata dan itu membuat Sarada semakin kesal.
Dia mengambil handuknya lalu melangkah meninggalkan Maru, Maru tidak mengijinkan Sarada untuk pergi. Dia menarik tangan Sarada, sehingga Sarada terjatuh dalam pelukan Maru.
Sarada terdiam, dia mencium pakaian Maru. Namun dia tidak mencium aroma yang aneh, dia berpikir apakah yang dikatakan oleh Maru tadi bohong.
"Sudah puas mencium dadaku?!" bisik Maru di telinga Sarada.
Sarada tersadar, wajahnya memerah kerena merasa malu. Dia langsung melepaskan diri dari dekapan Maru. Namun Maru tidak melapaskannya, dia meminta Sarada membantunya membersihkan diri.
Sarada pun membuka kancing kemeja Maru satu per satu, hingga semua pakaian Maru terlepas. Maru menyalakan kran shower sehingga air membasahi seluruh tubuh Maru dan mengenai Sarada.
Setelah selesai membersihkan diri, Maru membantu mengeringkan rambut Sarada yang basah. Begitupun sebaliknya setelah rambut Sarada kering, Sarada membantu mengeringkan rambut Maru.
"Apa yang terjadi di apartemen?!" Sarada memberanikan diri untuk bertanya seperti itu pada Maru.
Maru mengatakan semua yang terjadi, Sarada menghela napasnya. Dia merasa bersyukur dengan suaminya itu. Karena Maru tidak terpengaruh oleh Ayuka.
"Jadi itu yang kau khawatirkan selama ini?!" Mari bertanya pada Sarada.
Sarada mengangguk yang menandakan iya lalu dia berkata, " mengapa kau tidak tergoda olehnya? Bukannya dia sangat cantik bahkan aku pun kalah olehnya!"
Maru tersenyum lalu memeluk Sarada dan berkata, " Aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali, bagiku kau adalah wanita yang paling cantik! Jadi kau tidak usah cemburu lagi ya! Percaya padaku, aku bukan tipe pria yang gampang tergoda oleh wanita seperti itu!"
Sarada tersenyum, hatinya merasa tenang setelah mendengar perkataan Maru. Akhirnya Sarada pun tertidur dalam dekapan Maru, menurutnya dekapan Maru terasa hangat.
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
__ADS_1
@macan_nurul
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉