Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-18


__ADS_3

Hati Arata sudah lega, sudah tidak ada lagi yang mengganjal dalam hatinya. Dia sudah tahu bahwa Malik tidak akan mengganggu Lili lagi. Hari-hari selama di Korea dia ingin membuat Lili bahagia, itulah yang menjadi tujuannya sekarang.


"Mau kemana hari ini?!"


Lili mengabil handphone-nya, dia mencari tujuan wisata yang ingin di kunjungi. Dia terus mencari-cari lewat handphone-nya, disaat Lili berselancar di internet. Arata duduk disampingnya sembari memainkan rambut Lili yang tergerai.


"Lotte World! Aku ingin kesana!"


Arata menikmati memainkan rambut Lili yang sedang tergerai, sehingga dia tak mendengar ucapan Lili. Karena Arata tidak menyahut, Lili mengikat rambutnya yang sedang dimainkan oleh Arata.


"Jangan kau ikat!"


Arata melarang Lili mengikat rambutnya, karena Arata suka melihat rambut Lili tergerai. Lili berlagak tidak mendengar, dia terus mengikat rambutnya. Arata merasakan bahwa Lili sedang menggodanya.


"Aku dengar kok, kamu mau ke Lotte World kan?!"


Arata berbisik sehingga membuat Lili geli, dia berusaha menghindar dari Arata. Namun Arata dengan cepat mendekapnya dengan lembut. Dia mengecup tengkuk leher Lili dengan lembut, Lili terkejut dengan kecupan Arata. Dia membalikkan badannya, sehingga mereka saling berhadapan.


Melihat Lili berbalik, Arata bisa melihat dengan jelas seluruh wajahnya. Arata menarik lembut tengkuk leher Lili, dia langsung mengecup bibir Lili dengan lembut.


Sebenarnya Lili belum siap dengan semua ini, namun permainan Arata membuatnya terlena. Sehingga Lili sangat menikmati permainan Arata, Lili membalas kecupan Arata.


Merasa bahwa Lili menikmati apa yang dilakukannya, Arata semakin bersemangat. Dia tidak bisa menahan gejolak di hatinya, kecupan mereka semakin dalam.


Arata mulai membuka satu per satu kancing kemeja Lili tanpa disadari oleh Lili. Semua kancing sudah terlepas, kecupan Arata menjalar ke leher menelusuri tubuh Lili yang sudah terpampang nyata.


Arata terus menyapu bagian atas tubuh Lili, dia begitu menikmati kecupan Arata. Tetapi dia teringat kejadian di kamar mandi, yang membuatnya kesakitan. Lili berusaha untuk melupakan itu namun bayangan itu selalu saja muncul.


Lili berusaha bertahan dengan semua bayangan yang mengganggunya. Akhirnya bulir air matanya menetes, dia tak sanggup lagi menahan semuanya.


"Maafkan aku Arata! Aku belum bisa!"


Arata menghentikan semua kenikmatannya, dilihatnya Lili yang sudah menangis. Dipeluknya Lili dengan lembut, dia tahu semua perbuatan yang dilakukannya pada Lili membuatnya trauma.


"Tidak apa-apa, aku akan menunggumu sampai kau siap! Maafkan aku yang sudah membuatmu takut!"


Mendengar perkataan Arata seperti itu membuat hati Lili tenang. Dibalasnya pelukan Arata dengan lembut sembari menangis, sebernya dia ingin melayani Arata dengan baik . Namun apa dayanya, dia masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Terimakasih kau mau bersabar untukku!"


Arata mengecup kening Lili dengan lembut, dia kembali duduk merapikan pakaiannya begitupun dengan Lili. Terdengar suara ketukan pintu, Arata bangun dari duduknya sedangkan Lili masuk ke kamar mandi untuk merapikan diri.


Arata melihat Maru di depan pintu, dia menyuruh Maru untuk masuk. Dia pun masuk dia menyerahkan tiket untuk masuk ke Lotte World. Ternyata sebelum Lili memutuskan pergi ke sana, Arata sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk kesana.


Lili keluar dari kamar mandi, dia melihat Maru sudah berada di dalam kamar. Arata memperlihatkan tiket menuju Lotte World, dia terkejut kenapa begitu cepat. Tapi dia tak peduli yang terpenting hari ini dia bisa pergi jalan-jalan.


"Bersiap-siaplah kita pergi sekarang!"


Arata menyuruh Lili untuk bersiap, Lili memilih pakaian yang nyaman. Dia menggunakan pakaian kasual, sehingga cocok untuk bermain.

__ADS_1


***


Lotte World


Lili begitu sangat bahagia dia bisa bermain ke Lotte World, sifat kekanak-kanakannya muncul. Dia memilih wahan pertama yang akan dia coba. Sebenarnya ada beberapa yang ingin dia rasakan, namun dia ingin menaiki wahana yang memacu adrenalinnya.


Arata hanya melihat tingkah Lili seperti gadis kecil yang baru masuk ke sebuah tempat wahana. Menurutnya Lili terlihat sangat manis dan membuatnya gemas.


Maru yang selalu mengikuti kemanapun tuan dan nonanya, merasa sangat senang melihat mereka akur. Tidak ada pertengkaran atau tangis dari nona Lili. Dia pun terkejut bahwa nonanya ini bisa berubah sifatnya seperti seorang gadis kecil.


"Aku mau naik Bungee Drop!"


Lili berkata dengan penekanan, seraya tidak boleh ada yang menolak keinginannya. Arata menolak untuk ikut naik wahana tersebut, dia memilih untuk memperhatikan saja.


Lili terus memaksa Arata untuk naik, namun Arata tetap dengan pendiriannya. Dia tidak mau naik wahana itu, karena dia merasa muak jika menaikinya.


Melihat nona memaksa tuan untuk menaiki sebuah wahana Maru terkekeh. Melihat Maru menertawakannya, Lili menarik Maru dan Arata untuk ikut bersamanya untuk menaiki Bungee Drop.


Maru tak bisa menolaknya, meski hatinya ingin segera pergi dari nona yang menggila seperti anak kecil. Arata yang melihat ekspresi Maru tersenyum tipis, "Siapa suru kau menertawakan, akhirnya kau pun terkena ulah jahil Lili!"


Mendengar ucapan tuannya membuat Maru mesti berhati-hati jika menertawakan sikap nonanya. Nasi sudah jadi bubur, dalam benaknya kenapa pula dia tertawa. Sekarang dia mendapatkan ganjaran karena menertawakan nonanya.


Semua sudah duduk di posisinya masing-masing, semua kemana sudah terjaga.


Whussss!


Aaaaaaaaa!


Maru hanya terdiam, dia tidak bisa mengeluarkan suaranya. Beberapa detik kemudian barulah Maru teriak sekencang-kencangnya. Arata sudah ingin berhenti dan turun dari Bungee Drop.


Bungee Drop berhenti, Arata dan Maru berlari guna mengambil udara segar. Lili terkekeh melihat Arata dan Maru, dia tidak menyangka pria yang bisa berbuat kejam pada saingannya bisa kalah oleh Bungee Drop.


"Hahhaa aku tak menyangka kalian kalah oleh Bungee Drop!"


Arata dan Maru kesal melihat Lili menertawakan mereka, Arata sebernya ingin memberi pelajaran pada Lili. Namun dia butuh udara segar serta mengatur ritme napasnya. Setelah ada tenaga baru memberi pelajaran pada Lili.


Arata dan Maru mencari tempat duduk untuk melemaskan otot-otot mereka yang tegang akibat Bungee Drop. Lili meninggalkan mereka sesat, dia kembali dengan membawa 3 buah botol minuman.


Lili memberikan minuman pada Arata dan Maru, dengan meneguk minuman yang diberikan Lili membuat mereka kembali tenang. Lili duduk di sebelah Arata, dia melihat Arta bersandar ke belakang kursi sembari menutup matanya.


Maru meminta ijin untuk pergi ke toilet, dia memberikan kesempatan pada tuan dan nonanya untuk berdua. Setelah kepergian Maru muncul ide jahil dalam benak Lili.


Dia mendekati Arata yang masih menutup matanya, dia hendak mencium bibir Arata. Namun sialnya, Arata membuka matanya. Lili terkejut dia langsung menarik tubuhnya untuk menjauh dari Arata. Namun Arata menarik tengkuk leher Lili, diapun mencium bibir Lili dengan lembut.


Lili sedikit kesal, dia ingin membuat Arata terkejut malah dia yang terkejut. Arata terkekeh melihat ekspresi kesal Lili.


"Kenapa kau gagal menjahiliku! Sehingga kau kesal!"


Lili semakin kesal dengan ucapan Arata, dia berdiri dan pergi melangkah meninggalkannya. Arata mengejarnya, dia menggandeng tangan Lili. Mereka berjalan beriringan dengan suasana hati yang bahagia.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju wahana berikutnya, yang di tuju adalah wahana The Adventures of Sinbad. Mereka menaiki sebuah kapal yang akan berkeliling. Saat berkeliling, pemandangan khas dongeng pelaut asal Timur Tengah terpampang jelas.


Setelah menikmati wahana The Adventures of Sinbad, Lili merasa lapar, dia ingin memakan makanan ringan saja. Arata pun menggandeng Lili untuk mencari food court. Setelah menemukan apa yang mereka cari, mereka pun menikmatinya dengan lahap.


Arata memberikan perhatian penuh terhadap Lili, itu membuat lili bahagia. Setelah menghabiskan camilan mereka, Lili dan Arata kembali berjalan untuk mencari wahana lain.


Arata melihat ada tempat untuk bermain ice skating, dia mengajak Lili untuk masuk. Lili sebenarnya tidak mau bermain ice skating, karena dia tidak bisa bermain ice skating. Dalam benak Lili, 'Jika Arata tahu mungkin dia akan tertawa.'


Lili terpaksa masuk, Arata tak menyadari bahwa Lili tidak bisa bermain ice skating. Semua sudah siap, Arata memakaikan Lili sepatu untuk berjalan di atas es. Arata memapah Lili masuk ke arena ice skating.


Namun Lili hanya diam dipinggir saja sembari berpegangan, Arata yang sudah berjalan di tengah arena. Mencari keberadaan Lili, dilihatnya Lili masih berada di pinggir arena.


"Apakah dia tidak bisa bermain ice skating?!" gumamnya.


Arata pun bergegas menghampiri Lili, dilihatnya Lili yang hanya diam menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh. Arata menyadarinya bahwa wanita tangguh yang ada dihadapannya ini tidak bisa bermain ice skating.


"Apakah kau tidak bisa bermain ice skating?!"


Sindir Arata pada Lili, itu membuat Lili kesal sekaligus malu. Tanpa mengucapkan kata-kata, Arata memegang tangan Lili dan menariknya untuk berjalan di dalam arena.


"Aku tidak bisa! Lebih baik kau bermain sendiri!"


Ucap Lili pada Arata, dia tidak ada niat untuk melepaskan Lili begitu saja. Dia akan membalas atas kejahilan Lili yang memaksanya untuk menaiki Bungee Drop. Arata tersenyum tipis menandakan inilah saatnya dia membalas Lili.


Lili terjatuh, Arata terkekeh dia merasa senang karena melihat kelemahan Lili. Karena selama ini dia melihat Lili yang begitu kuat serta bisa melakukan segala hal meski itu berbahaya.


Lili kesal karena Arata menertawakannya, dia cemberut itu membuat Arata tertawa terbahak-bahak. Sesudah puas menertawakan Lili, Arata membantunya berdiri. Arata mulai mengajari Lili untuk berjalan di atas ice.


Dia memeluk Lili dengan lembut berputar, seperti sepasang kekasih yang sedang berdansa. Lili mengikuti seluruh arahan Arata, sehingga mereka benar-benar menari di tengah arena. Para pengunjung melihat mereka berdua.


Prok!


Prok!


Suara gemuruh tepuk tangan para pengunjung terdengar begitu nyaring. Lili tersipu malu, ternyata mereka menjadi pusat perhatian. Untuk menghilangkan rasa malu Lili, Arata menggandeng Lili meninggalkan arena ice skating.


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Lili begitupun dengan Arata. Mereka sangat menikmati acara bermain yang mereka sendiri tidak menyangka akan begitu serunya.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉


__ADS_2