Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Extra Part Lili-19


__ADS_3

Pekerjaan Arata di Korea sudah selesai, semua masalah di resort sudah diatasi dan sudah berjalan sesuai rencana. Sudah waktunya mereka kembali ke Jepang, lagi pula pekerjaan Lili sudah menunggu.


Semua persiapan sudah selesai, tiket pesawat sudah ditangan. Mereka pun pergi ke bandara untuk kembali ke Jepang, dalam benak Lili tidak akan melupakan semua yang sudah terjadi di Korea. Apalagi kenangan yang begitu indah baginya.


Akhirnya Lili, Arata serta Maru tiba di Jepang, Lili langsung menuju rumah. Malam ini seluruh tubuhnya terasa pegal, yang diinginkan adalah berendam dengan air hangat dengan wewangian aromaterapi.


Lili menyiapkan air hangat untuk berendam, dia membuka pakaiannya dan memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam bathtub. Arata mencari Lili diseluruh ruangan kamar tak menemukannya, dia membuka pintu kamar mandi. Dilihatnya Lili sedang menikmati air hangat dengan aromaterapi yang menenangkan.


Arata melepaskan pakaianya tanpa sepengetahuan Lili, dia masuk kedalam bathub. Lili terkejut melihat Arata masuk kedalam bathub.


"Aku pun ingin berendam bersama mu!"


Arata menarik lengan Lili serta memutar posisi Lili, sehingga Lili duduk di depan Arata. Mereka pun menikmati hangatnya air dan wewangian aromaterapi. Arata menyalakan musik yang membuatnya begitu tenang.


Dalam beberapa hari ini entah mengapa Arata selalu membuat hal-hal yang sangat romantis. Dia juga selalu bersikap mesum, namun tidak memaksa Lili untuk melakukan yang membuatnya takut.


Arata menunjukkan semua perhatiannya pada Lili, dia ingin agar Lili merasakan apa yang Arata rasakan jika berada dengannya. Entah sejak kapan tumbuh buih-buih kasih sayang dalam hati Arata untuk Lili.


Tak terasa Lili tertidur didalam bhatup, Arata yang menyadarinya langsung mengambil handuk yang tergeletak didekatnya. Arata berdiri secara perlahan, digendongnya Lili lalu dia menidurkan Lili diatas ranjang. Dia menyelimuti Lili yang hanya mengenakan handuk kimono. Begitu pun dengan Arya yang sudah sangat kelelahan, mereka pun tertidur sangat pulas.


Lili terbangun dalam dekapan Arata, dia melihat dengan seksama wajah Arata. Disibakannya rambut Arata yang menutup matanya, dia terus saja memandangi wajah Arata.


"Apa kau baru sadar bahwa suamimu ini begitu tampan?!"


Lili terkekeh mendengar perkataan Arata, begitu percaya dirinya dia mengatakannya. Melihat Lili menertawainya, Arata langsung mengilikitiknya. Lili tertawa karena kegelian, Arata terus saja mengilikitiknya.


Untuk menghentikan kejahilan Arata, Lili pun bertindak nekat. Dia bangun setelah itu dia duduk diatasnya tubuh Arata. Melihat tindakan Lili Arata tersenyum.


"Kau mau menggodaku ya! Akan aku layani!"


Niat ingin menggoda Arata, malah Arata yang balik menggoda Lili. Lengan Arata membuka tali kimono Lili, setelah itu dia melancarkan serangannya terhadap Lili. Dalam benak Lili, kenapa aku yang akan menggodanya berbalik dia yang menggodaku.


Lili memandang Arata begitupun Arata memandang dengan lembut, mereka hanya diam dan saling memandang. Tangan Arata mulai berjalan menyentuh bagian sensitif Lili. Dia begitu menikmati sentuhan Arata. Dikecupnya bibir Arata dengan lembut, Arata pun menerima kecupan Lili sembari tangannya bermain di daerah sensitif Lili.


Arata membalikkan posisi tubuh Lili, sehingga posisi berubah sekarang Arata berada di atas tubuh Lili. Dia terdiam melihat Arata yang berada diatasnya.


"Mengapa kau selalu menggodaku hah! Aku sudah tidak bisa menahan ingin melahapmu! Apa kau siap!?"


Lili mengangguk, dalam hatinya dia berusaha kuat untuk menghilangkan rasa traumanya. Sudah cukup Arata menunggunya, sekarang dia harus berusaha untuk lepas dari ketakutannya.


Arata tersenyum dia mulai melancarkan serangannya, saat mereka sedang bergelut dalam kenikmatan. Handphone Arata berbunyi, dia menghiraukannya Hinggan tak terdengar lagi. Arata melanjutkan serangannya, sekarang giliran handphone Lili yang berbunyi.

__ADS_1


Lili hendak mengangkatnya, namun Arata tak mengijinkannya. Dia meminta Lili untuk fokus hanya pada Arata seorang. Handphone Lili berhenti berbunyi, sekarang giliran seseorang mengetuk pintu kamar mereka.


Arata sangat kesal begitu banyak yang mengganggunya kali ini. Lili terkekeh melihat kekesalan diwajah Arata, Lili segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena hari ini Lili harus ke kantor.


Arata membuka pintu kamarnya, dia sudah siap-siap dengan perkataan marahnya. Saat akan mengeluarkan amarah, seketika terbelalak ternyata yang berada di depan pintunya adalah ibu.


Ibu kembali kerumah hanya sebentar setelah itu dia akan kembali ke pedesaan. Karena kesehatan ayah yang membutuhkan banyak istirahat.


Ibu menyuruh Arata beserta Lili untuk sarapan bersama sebelum kepergian ibu. Lili yang baru beres bersiap langsung menghampiri ini dan Arata yang masih berbincang.


Lili pun turun terlebih dahulu bersama ibu, sedangkan Arata membersihkan diri lalu bersiap. Lili kembali ke kamar karena Arata lama sekali belum turun.


Saat di dalam kamar dilihatnya Arata masih bersiap, Lili membatunya memasangkan dasi agar cepat turun kebawah. Karena ibu sudah lama menunggunya.


Saat Lili sedang memasangkan dasi, Arata mulai menjahilinya. Dia mengecup kening Lili berlanjut ke bibirnya, Lili membalas kecupannya kemudian melepaskannya.


"Ayo ibu sudah menunggu terlalu lama!"


Lili berjalan keluar kamar menuju ruang makan beserta Arata disampingnya. Ibu sangat bahagai, melihat Arata dan Lili berjalan berdampingan. Mereka pun duduk di meja makan.


"Ibu berharap melihat kalian seperti selamanya, maafkan Ibu dan Ayah yang tidak bisa menemani kalian disini. Karena ibu menemani penyembuhan Ayah! Dia perlu suasana yang tenang dan udara yang bersih."


"Bu salam pada ayah ya, jika pekerjaanku selesai aku akan berkunjung kesana!"


Lili berkata sembari memeluk ibu yang akan pergi meninggalkannya. Arata yang melihat ada kesedihan atas perginya ibu memeluknya dari belakang dengan lembut.


"Nanti kita akan berkunjung kesana! Jadi jangan bersedih!"


Lili tersenyum mendengar perkataan Arata yang membuatnya tenang. Beberapa saat kemudian Maru, menghampiri mereka. Itu tandanya mereka sudah harus pergi ke kantor mereka masing-masing.


Arata berniat mengantar Lili terlebih dahulu setelah itu dia menuju kantornya. Namun Lili menolaknya, dia lebih memilih untuk pergi ke kantor sendiri.


Mereka pun berpisah, sebelum pergi Arata mengecup kening Lili dengan lembut. Lili pun membalas Arata dengan kecupan sekilas di bibirnya. Arata tersenyum dia hendak menarik lengan Lili, akan tetapi Lili berhasil pergi terlebih dahulu masuk dalam mobilnya.


Lili tiba di kantor, dia atas mejanya sudah ada beberapa tumpukkan dokumen yang harus dia periksa. Minami asisten Lili terkekeh melihat Lili yang terbelalak dengan semua pekerjaannya.


"Sudah hentikan tawamu?! Kau sengaja memberikanku begitu banyak dokumen hah!"


Minami semakin terbahak-bahak mendengar ucapan Lili, selain sebagai asisten Minami adalah teman Lili semasa kuliah. Mereka sudah sangat dekat, sama halnya seperti Alin dan Salma.


Minami mengenal sifat Lili seperti apa, sehingga mereka terlihat seperti teman yang sudah lama. Minami diminta Lili untuk membantunya dalam menjalankan perusahaan, Minami pun menyetujuinya.

__ADS_1


Arti Minami di dalam perusahaan Lili seperti tangan kanan Lili. Dia bisa menangani semua urusan perusahaan jika Lili sedang tidak masuk kantor.


"Siang ini kita harus meeting bersama client di setiap sebuah restoran Xn!"


Lili pun mengirim sebuah pesan pada Arata, bahwa siang ini dia tidak bisa makan siang bersamanya. Karena dia ada meeting bersama client.


Beberapa jam berikutnya, Minami memberitahuku sudah waktunya untuk pergi ke restoran Xn. Dia pun ikut bersama Lili untuk meeting.


Dalam perjalanan menuju restoran Xn, Lili melihat seseorang yang sedang terpojok. Dia dikelilingi oleh para musuhnya, Lili melihat dengan seksama siapa orang itu.


"Akhir?!" gumam Lili.


Minami yang mendengar Lili bergumam, segera mencari apa yang terjadi. Dia pun melihat apa yang dilihat oleh Lili.


"Bukankah dia saudara angkat suamimu?! Apakah kita akan membantunya?"


Minami bertanya pada Lili, dia terdiam sesaat Lili masih kesal dengan semua perbuatan Akhira pada dirinya maupun pada Arata. Dalam benaknya biarkan saja dia! Itu ganjaran baginya.


Namun dia tak bisa begitu saja diam, Lili keluar dari dalam mobil yang diikuti oleh Minami. Mereka menghampiri Akhira yang sudah terpojok, karena semua pengawalnya sudah kalah.


Seorang musuh melihat Lili dan Minami menghampiri mereka, dia langsung menyerang tanpa sepatah katapun. Lili serta Minami langsung menyerang balik, terjadilah perkelahian antara mereka.


Musuh tak menyadari baik Lili ataupun Minami bisa ilmu bela diri. Satu per satu musuh berjatuhan. Akhirnya yang melihat aksi Lili terpaku, entah apa yang ada di pikiran Akhira yang pasti Akhira terkesima atas aksi Lili.


"Ternyata hanya seperti ini kekuatan Tuan Akhira! Tak kusangka kau begitu sombongnya!"


Setelah berkata seperti itu Lili serta Minami pergi meninggalkan Akhira yang masih terpaku, dia menatap Lili tanpa mengedipkan matanya. Ada sesuatu yang berbeda dalam hati Akhira, entah apa itu.


____________________________________________


Hai para pembaca setiaku, maaf kalau membingungkan ya, yang ingin tahu kelanjutan Alin dan Alex bisa lanjut baca di "Pembalasan si Kembar Wibowo" sudah bisa di baca ya, selamat membaca 😊😉


__________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉

__ADS_1


__ADS_2