Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 69


__ADS_3

Setelah berjalan-jalan kami memilih beristirahat di sebuah cafe, untuk menikmati camilan dan minuman. Kami mengobrol kesana-kemari, ahh betapa menyenangkannya palagi kalau ada Salma bersama kami. Tak terasa waktu sudah sore, aku harus segera pulang kalau tidak bisa-bisa dia menghukum ku! "Li balik yu?"


"Mmm oke deh, Lo pasti dah ditunggu suami Lo kan!"


"Iya, gue balik duluan ya! Ga pa-pa kan?"


"Iya gih sana! Gue masih ada urusan!"


Akupun berjalan meninggalkan Lili, beberapa saat kemudian aku sampai di hotel. Ternyata dia belum pulang, lebih baik aku berendam dulu deh. Tak terasa aku terhayut dalam alunan musik yang kunyalakakn dari handphone ku, dengan mencium aromaterapi. Tanpa kusadari aku tertidur.


Beberapa menit kemudian Alex pulang, dia mencari keberadaan Alin, dia tidak menemukannya. Terdengar alunan musik dari kamar mandi, Alex pun mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak mendapatkan jawaban dari Alin. Alex yang khawatir langsung membuka pintu kamar mandi yang kebetulan tidak terkunci. Alex kaget melihat Alin seperti tak sadarkan diri, Alex langsung menggendong Alin dan memakaikan handuk di badannya. Pada saat Alin berada di gendongan Alex, Alin bergumam sehingga Alex menyadari bahwa istrinya itu sedang tertidur. Melihat hal seperti ini Alex langsung tersenyum, dasar istri tengil ku! Kau hampir saja membuatku khawatir, ternyata kau hanya tertidur disaat berendam.


Alin terkejut, kenapa dia ada dalam gendongan Alex! Badan nya masih basah dan hanya tertutup handuk. "Turunkan aku!"


"Kau sudah bangun? Kenapa cepet bangunnya? Tadinya aku berniat membantu mu untuk berpakaian!"


"Ahhh, hentikan ocehan mu! Cepat turunkan aku!! Aku bisa melakukan semuanya sendiri! Kalau tidak ...!"


"Apa!! Apa yang akan kau lakukan hah!"


"Aku bisa menghajar mu!"


"Kau berani menghajar suami mu! Kalau kau berani, akan ku hukum kau! Sehingga kau tidak bisa berjalan!!"


"Huuuu, dasar tukang ancam! Ya sudah lepaskan Aku, aku mau berpakaian, lagian baju mu basah kan! Kau ganti dulu sana!"


"Dengar! Jika kau berani membantahku lagi, tidak akan kuampuni kau!! Cepat bersiap kita akan menghadiri acara makan malam, aku sudah menyiapkan pakaian yang akan kau pakai."


Pesta makan malam, apakah masih berlanjut aku sebagai tamengnya! Ahh sudahlah ngapain aku harus mikirin hal itu lagi. Lebih baik aku berpakaian saja, what.... ga salah nih aku harus mapaki kimono! Aku kan ga bisa pakainya.


Alex yang menyadari bahwa Alin tidak bisa memakai kimono, langsung menelpon Ari untuk membawa seseorang untuk membatu Alin bersiap. Tak berapa lama orang yang diminta Alex pun datang. Dan langsung membatu Alin untuk bersiap-siap. Beberapa saat kemudian, Alin pun selesai bersiap-siap, Alex terpana melihat kecantikan Alin, sehingga tidak mengedipkan matanya. "Hai...! Apa yang kau lihat, cepat katanya mau ke pesta makan malam!" Alin berkata sambil melambai-lambaikan tangannya di depan Alex.

__ADS_1


Alex pun mengecup kening Alin dan berkata, "kau sangat cantik istri tengilku!" Alex pun menggandeng tangan Alin, menuju mobil yang sudah disiapkan Ari. Ari yang sudah menunggu Tuan dan Nonanya, membukakan pintu mobil, seraya mempersilahkan untuk masuk.


Mobil pun melaju dengan cepat, aku terdiam hanya melihat lalu lalang kendaraan dan suasana malam hari di Jepang. Aku memikirkan rencana ku besok untuk berkeliling di destinasi wisata di Jepang.


"Hai, apa yang sedang kau lamunkan?" Alex berbisik di telinga Alin.


"Huuh, kenapa sih kau selalu berbisik padaku! ngobrol seperti biasa juga bisa kan!"


"Aku tidak mau! jawab pertanyaan ku apa yang sedang kau pikirkan?" bisik Alex sambil memeluk Alin.


Alin yang kaget dengan kelakuan Alex, berusaha melepaskan diri dari pelukan Alex. Tapi usaha dia gagal, Alex semakin memeluk erat Alin, "lepaskan aku! jangan kau lakukan hal-hal aneh! lihat di depan ada siapa?" ucap Alin dengan pelan sambil mensejajarkan wajahnya dengan wajah Alex.


Alex yang melihat raut wajah Alin, yang sudah memerah karena malu, semakin ingin bermain dengannya. "Kau selalu bisa membuatku tergoda! jadi jangan salahkan aku! jika memakan bibirmu yang manis itu!" Ucap Alex sambil mendekatkan bibirnya perlahan, sedikit demi sedikit mulai mengecup bibir Alin. Kecupan itu berlanjut menjadi semakin liar, sehingga membuatku tak bisa bernafas, dia hanya memberikan waktu sejenak untukku mengambil nafas. Disaat aku mau berkata dia melumat bibirku kembali dengan cepat, dan anehnya kenapa sekarang aku menikmati semua ini.


Ari yang melihat apa yang sedang dilakukan Tuan dan Nonanya, langsung menutup kaca yang memisahkan bagian pengemudi dan penumpang. Sehingga orang yang berada di bagian depan tidak melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi di belakang. 'Anda benar-benar sudah jatuh cinta pada Nona Alin!'


Alex yang mengetahui apa yang dilakukan Ari, sangat senang pikirnya 'kau memang Asisten ku!'. Alex yang sudah tidak bisa menahannya lagi, langsung melumat kembali bibir Alin.


Tanpa kusadari akupun membalas ciuman Alex, seketika Alex memainkan lidahnya di dalam mulutku, lidah kami bertemu dan bermain dengan lembutnya.


"Apa kau bilang hah! ini salahku! bukannya kau juga menikmatinya, apakah kau mau kita melakukannya lagi?" goda Alex pada Alin. Seketika Alin menjauhkan badan nya dari badan Alex. Dan langsung membuka pintu mobil.


Alex memegang tangan ku, kami berjalan berbarengan menuju pesta. Kulihat disana sudah berkumpul para tamu undangan, kami disambut dengan baik disana. Alex mulai mengobrol dengan para kliennya, aku tidak mau mengganggunya. Lebih baik aku pergi mencatat tempat untuk duduk dengan tenang. Aku pun menemukan lokasi yang sangat nyaman, ku duduk dengan tenang, ada seorang pelayan menghampiri ku dan memberikan minuman dan camilan pembuka.


Kulihat yang dibawa pelayan itu, ternyata makannya aman untuk ku makan. "Terimakasih!" ucapku pada pelayan itu menggunakan bahasa Jepang. Pelayanan itu mengangguk dan pergi meninggalkan Alin.


Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang menghampiri Alin, dia seorang pria. Pria itu ingin berkenalan dengan Alin, Alin pun bertidak sewajarnya sebagai seorang wanita bersuami.


"Hallo, nama saya Arata! Bisakah kita berkenalan?" ucap seorang pria yang menghampiri Alin.


"Hallo, Tuan Arata! nama saya Rosalina!" jawabku singkat.

__ADS_1


"Bolehkan saya duduk disini?"


"Lebih baik Tuan bisa mencari tempat lain, karena sebentar lagi suami saya akan kemari!" jawab singkat Alin.


"Sebelum suami Nona kemari, biar saya yang menemani Nona!"


Sial ini orang bikin aku kesal aja sih, sudah ku bilang cari tempat lain itu kan artinya aku mengusirmu. Laki-laki ini pasti ada niat ga baik deh, lebih baik aku menghampiri Alex saja. Aku malas menghadapi dia, disaat aku mau berdiri dia pun ikut berdiri dan menghalangiku. Aku kesal dibuatnya. " Maaf Tuan, saya akan menemani suami saya disana!" Aku sambil menunjuk posisi Alex berada.


"Kalau begitu saya bisa mengantar Nona, untuk bertemu dengan suami Nona!"


Gila-gila... Ini orang keras kepala banget sih, udah aku bilang aku mau ke suami. Intinya kan aku sudah memiliki pasangan dan jangan ganggu aku, pergi sana jauh-jauh dariku. Ternyata dia bermuka tebal, iya sih tampangnya lumayan, tapi aku tidak menyukai tindakannya itu. Bagiku jika sudah memiliki suami, maka suami ku adalah laki-laki yang harus aku pandang, tidak ada laki-laki lain yang boleh dekat dengan ku.


Ari yang melihat Nonanya sedang mengalami kesulitan, langsung mendekati Alin. "Nona, silahkan Tuan Muda sudah menunggu Nona!"


"Baiklah!" Aku pun berjalan menuju Alex berada. Syukurlah Asisten Ari tahu dan menghampiri ku, sehingga aku bisa terbebas dari laki-laki itu. 'Kali ini aku suka dengan kerja mu Asisten Ari,' gumam ku dalam hati.


"Tuan Arata, sebaiknya anda tidak menggangu Nona kami!" ucap Ari dengan dingin.


"Ohh, rupanya dia istri dari Tuan Alex? sungguh beruntung Tuanmu, mendapatkan istri secantik dia!"


"Saya harap anda bisa menjaga mulut anda Tuan Arata! jangan sampai anda berurusan dengan saya dan Tuan Muda!!"


"Kau pikir aku takut dengan kau dan Tuan mu hah!! Aku sama sekali tidak takut dengan kalian, aku bisa menghancurkan kalian! Jika aku mau dan akan kurebut gadis Tuan mu itu!!" Arata berkata sambil pergi meninggalkan Ari.


Ari yang mendengar perkataan Arata, sangat marah dan pasti dia harus melakukan tindakan perlindungan kepada Tuan dan Nonanya. 'Kau pikir mudah menghancurkan Tuan ku!! Kita lihat saja nanti siapa yang akan hancur lebih dulu!' gumam Ari dalam hati.


________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :

__ADS_1


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik like


__ADS_2