
Saat Lili dan Novi menyantap makan siangnya, ada seorang pria yang menghampiri mereka. Dia tidak lain adalah Nathan, dia menyapa Lili dengan lembut.
"Hallo Nyonya Arata!"
Lili langsung menghentikan menyuapkan makanan ke mulutnya, setelah mendengar dan melihat Nathan. Dia tidak mengira akan bertemu dengannya, dalam benaknya dia tidak ingin bertemu dengannya.
Entah mengapa Lili merasakan bahwa dia akan membuat masalah dalam hidupnya. Nathan menyapa kembali Lili, karena dia tidak mendapatkan jawaban dari Lili.
"Bolehkah saya bergabung dengan kalian?" Nathan berksta dengan lembut, dia menghiraukan tatapan Lili yang tidak menyukainya.
Novi menyadari bahwa Lili tidak suka dengan kehadiran pria ini, dia pun berusaha menolak dengan lembut. Sehingga dia mengeluh sakit pada bagian perutnya. Melihat Novi yang kesakitan, Lili segera beranjak dari duduknya.
"Maaf Tuan Nathan, mungkin anda bisa makan seorang. Saya permisi dulu, karena saudara saya sedang sakit!" Lili berkata lalu berjalan meninggalkan Nathan.
Nathan tersenyum, dia tahu jika saudaranya Lili bersandiwara. Dalam benaknya dia berkata, dia tidak akan melepaskannya lain kali jika bertemu kembali.
Nathan pun pergi meninggalkan restoran tersebut, karena dia sudah tidak berselera lagi untuk makan. Yang ada adalah rasa kesal akibat ulah saudaranya Lili yaitu Novi.
"Kita ke rumah sakit sekarang! Kau tahan rasa sakitnya!" Lili berkata pada Novi dengan rasa khawatir.
Novi terkekeh mendengar perkataan Lili, dia tidak menyangka Lili akan percaya bahwa dia benar-benar sakit. Lili yang melihat Novi terkekeh kebingungan, bukankah dia tadi merasakan nyeri di bagian perutnya.
"Kau kenapa? Terkekeh seperti itu? Bukannya kau sakit di bagian perutmu?"
Semua pertanyaan bertubi-tubi dari Lili membuat Novi semakin terkekeh. Setelah puas dengan tawanya, Novi pun mengatakan bahwa dia tidak sakit. Itu hanya salah satu cara agar bisa pergi dari restoran.
"Aku tahu kau tidak menyukai pria tadi bukan? Itu sebabnya aku mengatakan bahwa aku sakit!" Novi berkata sambil menahan tawanya.
Lili menghela napasnya, dia pikir Novi benar-benar sakit. Namun dia hanya bersandiwara saja, tapi dia bersyukur bahwa Novi melakukan itu. Yang akhirnya Lili bisa menghindari Nathan yang menurutnya harus dihindari.
Setelah tahu bahwa Novi baik-baik saja, Lili pun tidak mengurungkan niatnya ke rumah sakit. Dia berbelok arah langsung menuju kantor, tibalah mereka di kantor dengan selamat.
__ADS_1
Lili melanjutkan pekerjaannya, dia merasakan mual yang begitu hebat. Dia bergegas menuju toilet yang ada di dalam ruangannya, semua yang baru saja dia makan di keluarkan ya kembali.
Beberapa saat kemudian dia kembali duduk di kursinya, dia merasakan lemah. Dia pun menghubungi Arata, dia mengatakan akan pulang lebih dulu.
Arata merasa ada yang berbeda dari suara Lili, dia pun bertanya apakah sudah terjadi sesuatu. Lili tahu Arata pasti khawatir jika dia tidak jujur, maka itu akan menambah rasa khawatirnya saja.
Lili menceritakan bahwa dia baru saja memuntahkan semua makanan yang baru saja dia makan. Sekarang dia merasa lemas, mendengar itu Arata mengatakan pada Lili untuk menunggunya.
Arata menutup teleponnya lalu dia bergegas pergi meninggalkan kantor menuju kantor Lili. Arata mengatakan pada Maru untuk ikut bersamanya. Maru pun dengan cepat mengikuti langkah kaki Arata menuju mobil.
Tibalah mereka di kantor Lili, Arata bergegas menuju ruangan Lili. Dia sungguh khawatir dengan keadaan istrinya itu. Dia berniat membawanya langsung ke rumah sakit jika keadaan Lili tidak baik.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Lili, Arata tanpa mengetuk pintu langsung membukanya. Dia melihat Lili sedang duduk terkulai lemah di kursinya.
Lili tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa menatap kedatangan Arata. Melihat keadaan Lili seperti itu Arata berlari mendekati Lili, dia mengecek keadaannya. Tanpa sepatah katapun dia langsung menggendong Lili lalu berjalan menuju mobil.
"Maru kita bawa Lili ke rumah sakit!" Arata berkata pada Maru, sehingga Maru bisa mengatakan langsung pada sopir untuk membawanya ke rumah sakit.
Tibalah Arata di rumah sakit, Lili langsung ditangani oleh dokter. Dokter mengatakan dia harus di rawat di rumah sakit beberapa hari. Karena rasa mual yang cukup hebat itu sering terjadi. Sehingga membuatnya lemas.
Arata menyuruh dokter untuk menangani kesehatan Lili, akhirnya lili ditempatkan di sebuah ruang rawat inap. Lili tersadar, dia melihat sekeliling ruangan. Dia merasa aneh, karena ini bukanlah kamarnya.
Arata yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat inap, melihat Lili sudah terbangun. Dia langsung mendekati Lili, dia mengecup lembut kening Lili.
"Kenapa aku ada di sini?!" Lili bertanya pada Arata yang masih kebingungan.
Lili tidak tahu apa yang sudah terjadi, yang dia ingat adalah saat terjadi mual hebat dan dia mengeluarkan semua yang sudah dia makan. Arata mengatakan pada Lili bahwa dia tidak sadarkan diri, sehingga Arata membawanya ke rumah sakit.
Lili terdiam, dia berusaha mengingat semuanya. Namun kepalanya terasa pusing sehingga dia tidak terus berusaha mengingat semuanya. Beberapa saat kemudian rasa mual kembali lagi, dia bingung padahal dia belum makan apa-apa.
Lili meminta untuk pulang, setelah dia mencium bau rumah sakit. Mungkin itulah penyebab dia merasa mual kembali, Arata yang melihat Lili terus merasakan mual dan seperti ingin mengeluarkan kembali apa yang sudah dia makan.
__ADS_1
Arata mengikuti keinginan Lili, dia menyuruh Maru untuk mengurus semuanya. Mari pun pergi menemui dokter yang menangani Lili, pada saat menemui dokter. Maru berpapasan dengan Ayuka.
Ayuka tersenyum pada Maru, di bersikap sangat lembut. Dalam benaknya dia harus membuat Maru terpesona akan dirinya. Namun Maru hanya menganggapnya sebagai kakak iparnya saja, tidak lebih dari itu.
"Apa yang kau lakukan disini Maru?" tanya Ayuka pada Maru.
Maru mengatakan bahwa dia sedang mengurus kepulangan nyonyanya dari rumah sakit. Mendengar itu Ayuka ingin mengetahui siapa tuan dan nyonyanya itu. Dia meminta Maru untuk memperkenalkan dia pada tuan serta nyonyanya.
"Baiklah! Kau tunggu sebentar, setelah aku mengurus beberapa dokumen. Aku akan memperkenalkan kau pada mereka." Maru menjawab sembari berjalan menuju dokter yang merawat Lili.
Beberapa saat kemudian, Maru masuk ke dalam ruang perawatan Lili. Di belakangnya ada Ayuka yang mengikutinya sedari tadi. Maru mengatakan pada Arata bahwa Lili bisa pulang namun harus ada yang merawatnya.
Maru mengatakan bahwa akan ada yang merawatnya saat Lili pulang dari rumah sakit. Dia mengatakan lebih baik Sarada yang merawat loli beberapa hari ini, karena Sarada cukup handal untuk tugas ini.
Arata sekutu dengan usulan Maru, namun dia penasaran siapa wanita yang dibawa Maru. Sebelum Maru mengatakan siapa Ayuka, dengan cepat Ayuka memperkenalkan dirinya sendiri.
"Hallo Tuan, perkenalkan saya Ayuka. Saya adalah Kakak dari Sarada."
Arata tersenyum dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan lalu memperkenalkan dirinya. Lili yang melihat Ayuka merasa tidak senang, dia merasakan ada sesuatu yang membuatnya tidak menyukai Ayuka.
__________________________________________
Untuk cerita Minami di tunggu informasi selanjutnya ya, yang pasti pasti saya kerjakan untuk kalian 😉
__________________________________________
Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.
Klik search di Instagram dengan nama akun :
@macan_nurul
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya like dan komen ya juga vote ya 😉 jangan lupa juga jadikan favorit ya 😉 😉