Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
BAB 78


__ADS_3

"Ari bagaimana kau sudah menemukan siapa orang yang membuat Arata hilang kendali?" Tanya Alex pada Asisten Ari.


"Ini Tuan silahkan Anda membacanya!" Ari berkata sambil menyerahkan dokumen berisi informasi yang di minta Tuan Alex.


Alex pun membaca dengan seksama, "sial jadi dia orangnya, selama ini dia berdiam diri di dekat Tuan Amida! Ari semenjak kapan dia mulai bertingkah?"


"Sudah dua tahun ini Tuan, dia mulai mempengaruhi Tuan Arata. Dan juga membuat kerenggangan antara Tuan Amida dan Tuan Arata." Jawab Ari dengan pasti.


"Baiklah kalau begitu, aku ingin semua bukti-bukti kejahatannya terkumpul sore ini! Karena lusa kita kembali ke Indonesia!"


"Baik Tuan, akan saya kerjakan sekarang!" Ari pun meninggalkan Alex.


Aku mendengar Alex berteriak, aku langsung menghampiri Alex dan bertanya, "ada apa? Hingga kau berteriak seperti itu?"


"Aku sudah tahu siapa yang membuat Arata seperti monster!" Alex berkata dengan nada kesal.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?"


"Akan ku ceritakan padamu tentang Arata. Aku mengenal Arata sudah sejak sepuluh tahun lebih, jadi aku tahu sifat nya bagaimana. Dia memang kejam dalam menjalankan bisnisnya, tapi dia tidak pernah berbuat kejam terhadap wanita. Entah sejak kapan sikap Arata berubah drastis, dia semakin kejam, sikap dia terhadap wanita sangatlah buruk. Bahkan dia melecehkan kalian, sebenarnya aku ingin langsung membunuhnya, tapi aku ingat dengan Tuan Amida. Dia sudah banyak menolongku dalam menjalankan bisnis ini. Bisnis yang kujalani penuh dengan kebusukkan, tapi aku berusaha menjalankan bisnis ini dengan tidak bertentangan dengan hukum. Semakin aku berada di atas semakin banyak orang yang ingin menghancurkan ku. Makannya kenapa aku menyuruhmu agar menjadi lebih kuat lagi. Agar kau bisa melindungi dirimu dan orang yang kau sayangi."


"Jadi Arata adalah orang yang tidak mungkin melecehkan seorang wanita. Tapi kenapa dia menjadi seperti monster?"


"Iya makannya aku bingung dengan perubahan Arata, dulu kami sering bepergian bersama, mendiskusikan tentang bisnis, malahan dia sampai membicarakan tentang siapa kekasihnya, bahkan sampai putus pun di cerita padaku. Dia berubah beberapa tahun kebelakang, ternyata yang mempengaruhi nya adalah Akhira."


"Siapa Akhira?" Tanya ku semakin penasaran.


"Akhira adalah anak angkat dari Tuan Amida, Tuan Amida tidak pernah membeda-bedakan antara Arata dan Akhira. Entah apa niat Akhira sehingga ingin menghancurkan Arata."


"Ohh pantas saja aku merasakan ada yang berbeda dengan Arata, sewaktu aku bertarung dengan nya. Dan sewaktu Lili bertarung dengan nya yang kedua kalinya. Aku merasakan aura Arata berbeda dengan sebelumnya."


"Entahlah mungkin dia sudah jatuh cinta pada Lili." Jawab Alex singkat.


"Tidak mungkin! Arata tidak mungkin jatuh cinta pada Lili, kurasa akan sangat sulit karena Lili sekarang sangat membenci nya!"


"Sayang kita tidak tahu nantinya seperti apa, lebih baik kita perhatikan saja mereka. Dan kita harus bisa melindungi orang yang pantas kita lindungi."


"Iya baiklah!"


"Yang nanti malam kita akan pergi makan malam di rumah Tuan Amida, bersiap-siaplah untuk nanti malam!"


*****


Aku, Alex diikuti oleh Ari dan beberapa pengawal pergi untuk makan malam di rumah Tuan Amida. Ternyata disana sudah ada Lili dan orang tuanya. Aku senang bisa melihat Lili, aku pun duduk di sofa bersama Alex. Semua yang hadir aku sudah mengenalnya, kecuali ada satu orang yang tidak ku kenal. Dia berpenampilan rapih, terlihat baik tapi entah kenapa ada Aura aneh yang menyelimutinya. Firasat ku dia bukan orang yang baik dan aku harus berhati-hati dengan nya.


"Sayang, itu yang di sebelah Arata siapa?" Bisik ku pada Alex.


"Dia adalah Akhira!" Jawab Alex singkat.


Akhira, memang orang yang patut di waspadai. Tanpa sengaja mataku dan mata Akhira bertabrakan. Dia tersenyum padaku, tapi aku hanya tersenyum tipis hanya untuk basa-basi.


"Lin....!" Lili memanggilku.


"Hai Li, sini duduk di sebelahku!" Ucapku pada Lili.


"Kita cari angin yu, sepertinya aku melihat ada sebuah taman!" Lili berkata seraya meminta ku untuk menemaninya.


Alex yang mendengar ajakan Lili pada Alin, "pergilah, tapi ingat hati-hati!"


Aku pun berjalan berdua bersama Lili untuk mencari taman tersebut. Ternyata di rumah Tuan Amida banyak sekali pelayan dan pengawal. Akhirnya kami menemukan taman tersebut, setelah bertanya pada beberapa pelayan. Kami duduk di sebuah gazebo, dan mengobrol kesana-kemari. Kulihat lili sudah kembali seperti lili yang dulu, Lili yang cerewet kadang ga nyambung. Aku senang dia sudah kembali seperti dulu, kulihat juga senyumannya sudah bisa lepas dan terlihat cantik. Ternyata temanku ini sudah menjadi teman yang dewasa. Bahagia terus ya Li, semoga kamu selalu dilimpahkan kebahagiaan. Karena kamu pastas mendapatkan nya.


Beberapa saat kemudian, keasikan kami terganggu dengan kedatangan Akhira.

__ADS_1


"Selamat malam para Nona cantik." Ucap Akhira dengan nada lembut.


Aku dan Lili hanya diam, entah kenapa feeling ku ga enak nih. Apakah Lili berpikiran sama dengan ku. Aku melirik Lili, begitu pula Lili melirikku seperti memberikan isyarat padaku.


"Lin kita kembali ke dalam yu, sepertinya sebentar lagi acara akan dimulai!" Lili berkata sambil berdiri dan menungguku untuk berjalan.


Akupun berdiri dan mengikuti Lili, namun tiba-tiba Akhira menghadang kami.


"Nona Lili bukankah sebentar lagi kau akan menikah dengan Arata, bearti kau akan menjadi kakak ipar ku." Ucap Akhira dengan sedikit sindiran.


Lili terpancing oleh perkataan Akhira, "siapa yang mengatakan itu padamu? Jangan kau bermimpi!"


"Semua yang ada disini sudah tahu, walau kau menolak sekeras mungkin kau pasti harus menikah dengan Arata, karena dia sudah menikmati seluruh tubuh mu! Hahahaha."


Lili yang sudah tak tahan dengan perkataan Akhira langsung menampar nya.


"Plak..., Jaga bicara mu!"


"Tuan Akhira sebaiknya anda menjaga mulut busuk Anda dengan baik, sebelum kebusukan anda tercium ke luar!" Ucapku pada Akhira.


Kulihat di mata Akhira ada kemarahan dan kebencian terhadap Lili. Itu semakin membuatku takut, aku takut terjadi sesuatu pada Lili. Tapi aku hempaskan semua pikiran burukku, aku langsung pergi menyusul Lili yang sudah berjalan terlebih dahulu karena kesal dengan perkataan Akhira.


Aku dan Lili sudah kembali ke dalam rumah, aku duduk di sebelah Alex sedangkan Lili duduk bersama Om dan Tante Karim. Alex yang melihat wajah kesalku dan wajah kesal Lili yang berada di sebrang kami bertanya, "ada apa?"


"Ternyata Akhira orangnya sangat menyebalkan!" Jawabku dengan kesal.


"Kalian bertemu dengan Akhira?"


"Iya, dan kata-katanya sangat busuk! Aku sendiri jijik mendengar nya."


"Sudah tenanglah, akan ku balas kekesalan mu malam ini padanya!" Alex berkata dengan senyum tipis yang menyiratkan sesuatu.


Nyonya Amida menghampiri kami dan mengatakan bahwa makan malam telah siap, dan menyuruh kami ke ruangan makan. Kami pun mengikuti arahan Nyonya Amida. Tempat duduk sudah dipersiapkan dengan rapih. Ternyata lili berhadapan dengan dengan Arata. Lili bersikap dingin dan tak peduli kalau di hadapannya ada Arata. Entah kenapa aku melihat Arata sangat berbeda. Dia melihat Lili bukan dengan pasangan mesumnya, disaat melihatku juga pandangan Arata sudah berbeda dengan pandangan saat pertama bertemu dengan ku.


Acara makan malam berjalan dengan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang akan mengacaukan makan malam ini. Setelah selesai makan malam kami semua duduk di ruang keluarga. Akhira memulai pembicaraan dengan bertanya pada Alex.


"Tuan Alex, bagaimana dengan bisnis mu apakah semuanya lancar?" Ucap Akhira dengan santai nya.


"Alhamdulillah, usaha ku lancar jika tidak ada orang bodoh yang berusaha menghancurkan usahaku!" Jawab Alex dengan nada dingin.


Aku melihat ekspresi wajah Akhira berubah, sekilas mengeluarkan ekspresi marah dan kesal akan jawaban Alex.


"Bagaimana dengan usaha mu Tuan Akhira, apakah kau sudah cukup mengambil beberapa aset yang dimiliki oleh Arata!" Alex berkata dengan nada menyindir.


"Apa maksudmu Alex?" Tuan Amida terkejut dengan ucapan Alex.


"Tuan Amida bisa bertanya sendiri pada Akhira! Apa yang sudah dia lakukan selama dua tahun ini!"


"Maksudmu apa Tuan Alex, kau berkata seperti itu apakah kau ingin mengadu domba aku dengan keluarga ku!" Ucap Akhira yang sudah mulai terpancing.


"Hah..., Kelurga kau bilang! Aku rasa kau bukan lah salah satu dari mereka, karena yang namanya keluarga tidak akan menghancurkan saudaranya sendiri demi keuntungannya." Alex berkata dengan sinis.


"Maksudmu apa Tuan Alex?" Tanya Akhira.


"Kau pikir saja sendiri!"


Akhira mulai terpancing oleh perkataan Alex, mulai sedikit demi sedikit mengeluarkan sifat aslinya. Kami semua yang ada disana hanya bisa memperhatikan satu sama lain.


"Apa kau punya bukti bahwa aku menghancurkan keluarga ku sendiri hah!" Akhira berkata dengan nada tinggi.


Alex pun mulai siap dengan argumentasi nya, namun Tuan Amida bertanya pada Alex. "Alex apa semua yang kau katakan itu sudah ada buktinya?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku sudah memiliki semua bukti nya! Ari berikan semua bukti pada Tuan Amida!"


Ari pun memberikan semua bukti yang telah didapatnya pada Tuan Amida.


Tuan Amida memeriksa semua berkas bukti kelicikan Akhira. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di baca. Berulang kali Tuan Amida membacanya dengan seksama perbuatan Akhira selama dua tahun ini. Dan membuat Arata menjadi seorang monster adalah perbuatannya. Tuan Amida terlihat sangat marah sekali dan melemparkan semua berkas itu pada Akhira.


Akhira kaget dengan lemparan berkas ke pada dirinya. Dia pun membaca semua berkas yang ada, dia sangat terkejut apa yang dia lakukan selama dua tahun ini terkuak semuanya. 'Kenapa semua ini bisa terjadi? Bukannya aku sudah menutup semua bukti-bukti kegiatan buruk ku!' gumam Akhira dalam hatinya.


"Jadi apa yang akan kau jelaskan padaku Akhira?" Ucap Tuan Amida dengan nada tingginya.


"Ayah semua ini bohong, Alex pasti telah memanipulasi semuanya, mana mungkin aku melakukan ini pada keluarga ku sendiri."


Arata yang penasaran bukti apa yang Alex temukan, langsung menghampiri Akhira dan mengambil berkas bukti yang ada di tangan Akhira. Arata membaca semuanya dengan seksama dan dia sangat marah dengan apa yang baru saja ia baca.


"Bug...."


Arata melayangkan pukulannya dengan sangat keras pada wajah Akhira. Sehingga meninggalkan luka dan menetes darah dari pinggir bibirnya.


"Kenapa kau lakukan ini padaku hah!" Arata berkata dengan nada tingginya.


Akhira yang sudah tidak bisa lagi berkata bohong, "hahahaha mang kau sangat bodoh Arata, kau orang yang gampang ku bodohi!"


"Aku sudah tahu semuanya, saat kau menculik Alin ternyata Lili sedang bersama Alin. Dan kau memasukkan sesuatu pada minumanku, sehingga aku kehilangan akal ku, kau juga menghadiri bahwa Lili menggoda Ayah. Sehingga aku marah dengan apa yang kau ucapkan, lalu aku melampiaskannya pada Lili."


"Kau sudah tahu semuanya, kenapa kau tidak mencari ku dan menghajarku?" Tanya Akhira.


"Aku masih bisa menerima kalau kau memanfaatkan ku dan membuatku hancur. Tapi aku tidak terima kalau kau berani menghancurkan Ayah dan juga Ibu."


"Aku sudah jahat padamu kenapa kau begitu bodoh membiarkan ku semakin menghancurkan mu?"


"Karena kau adalah kakaku, meski aku tahu kau adalah kakak angkat ku. Apa masih kurang yang telah kuberikan padamu!" Nada tinggi Arata menggema.


"Belum cukup aku belum menguasai seluruhnya! Aku menginginkan apa yang kau miliki! Meski aku harus menghancurkan keluarga yang sudah membesarkan ku!"


"Buk....!" Arata melayangkan tinjuan nya pada Akhira.


"Brugggg....!" Akira terjatuh setelah mendapatkan tinjuan dari Arata.


Terjadilah perkelahian antara mereka, Akhira tersudut dan menarik Lili sebagai sandra. Tapi sial nya Akhira lupa bahwa Lili bisa membela diri. Lili yang kesal badannya di pegang dan mengingat apa yang di dengar nya tadi, Lili langsung menyikut perut Akhira dengan sekuat tenaga. Akhira merintih kesakitan di area perut nya. Terjadilah perkelahian kecil antara Lili dan Akhira.


Tuan Amida sudah tidak ingin melihat lagi perkelahian antara anak-anak nya, "hentikan Akhira!! Sudah cukup, lebih baik kau pergi dari sini dan jangan kau kembali lagi kesini. Jangan kau perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku!" Teriak Tuan Amida.


Akhira yang mendengar kemarahan Ayah nya langsung berdiri, dan berkata, "aku akan pergi dari sini, tapi ingat aku akan kembali dan membalas semua perlakuan kalian padaku! Akan aku ingat ini Alex Wibowo karena kau telah menghancurkan rencana ku!" Akhira pun langsung pergi meninggalkan kediaman Tuan Amida.


"Maafkan kami, atas keributan keluarga ini. Saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, terutama padamu Nona Lili karena kesalahpahaman keluarga kami, anda mendapatkan masalah." Ucap Tuan Amida sambil membungkuk.


Kami pun berpamitan untuk pulang, karena suasana sudah tidak memungkinkan untuk kami berlama-lama berada di kediaman keluarga Tuan Amida.


___________________________________________


Sampai bertemu di bab berikutnya 😊


___________________________________________


Jika ada yang ingin ditanyakan padaku tentang karya dan bisa langsung menghubungi ku via akun Instagram.


Klik search di Instagram dengan nama akun :


@macan_nurul


Sekali lagi terimakasih untuk kalian semua 💋💋 jangan lupa ya klik dan komen ya juga vote ya 😉

__ADS_1


__ADS_2