
'Apa yang harus aku katakan pada Mba Alin! Aku tidak tega memberitahukan semua ini padanya. Tapi aku harus memberikan kabar ini pada Mba Alin, karena Mba Alin berhak tahu tentang suaminya!' gumam Adam dalam hatinya, dan langsung menghubungi Alin.
Tut...
Tut...
Tut...
Angkat.
"Hallo Adam! Bagaimana dengan Alex?" Tanya ku pada Adam.
" Mba maafkan aku! Maaf ya Mba!" Jawab Adam dengan nada sedih.
"Adam!! Cepat katakan padaku apa yang terjadi pada Alex!!" Teriak ku pada Adam.
"Mas Alex kecelakaan dan sekarang sedang di rumah sakit xxx!" Jawab Adam dengan terbata-bata.
Bip...
Aku menutup telepon ku, dan langsung menuju ke rumah sakit. Aku menyuruh sopir untuk mengantarku ke rumah sakit.
"Sayang kau mau kemana?" Tanya Mama Rahma padaku.
"Aku akan ke rumah sakit! Alex kecelakaan!" Jawabku pada Mama Rahma.
"Apa? Tunggu Mama ikut!"
Kami pun berangkat menuju rumah sakit, aku merasa khawatir dengan keadaan Alex. Jadi semua firasat ku benar, akan terjadi sesuatu pada Alex. Aku belum siap jika harus kehilangannya, tak terasa air mataku menetes membasahi pipiku.
"Sayang, tenangkan hatimu! Alex pasti tidak apa-apa, Nyakinlah sayang!" Ucap Mama Rahma guna menenangkan ku, padahal di hatinya juga sedang khawatir.
"Aku tidak bisa tenang Mah, aku benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada Alex! Aku belum siap jika kehilangannya."
"Hentikan ini Alin! Kamu harus yakin bahwa suami mu akan selamat dan kembali bersama kita!" Ucap Mama Rahma meninggi karena mendengar perkataan ku yang pesimis.
Beberapa saat kemudian kami sampai di rumah sakit, aku menanyakan keberadaan Alex pada seorang pengawal yang sudah menungguku di luar rumah sakit.
"Dimana Alex?" Aku bertanya pada seorang pengawal.
"Ikuti saya Nyonya!" Pengawal itu berkata, langsung menunjukkan arah di mana Alex berada.
Aku melihat Adam yang sedang mondar-mandir, karena khawatir dengan keadaan Alex. Mama Rahma mengikuti dari belakang, aku berjalan dengan dengan cepat menghampiri Adam. Aku tidak sadar dengan keadaan perut ku yang sedang mengandung.
"Sayang pelankan langkah mu! Apa kau tidak sadar, kalau kau sedang mengandung!" Perintah Mama sambil menarik tanganku agar aku memperlambat langkah ku.
Aku pun tersadar dengan ucapan Mama Rahma, Aku memperlambat langkah ku dan mendekati Adam.
"Adam bagaimana dengan Alex?" Tanya ku pada Adam.
"Aku belum tahu Mba, Mas Alex masih di dalam ruang operasi!"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyaku pada Adam.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, yang aku tahu Ari menghubungi semua pengawal untuk membantunya. Katanya mobil mereka di kejar penjahat. Setelah aku mendengar itu aku ikut bersama pengawal, untuk membatu Mas Alex. Tapi kami terlambat, Mas Alex dan Asisten Ari sudah tak sadarkan diri!" Cerita Adam padaku.
"Siapa mereka yang telah berani melakukan ini pada Alex?"
"Aku belum tau Mba! Aku belum bisa menyelidiki semuanya, sekarang yang terpenting adalah keselamatan Mas Alex dan Ari!"
Aku tidak bisa berkata apa-apa, yang bisa kulakukan hanya menunggu kabar dari Dokter. Perut terasa sakit, bayi dalam kandungan ku bergerak aktif, mereka tidak bisa diam. Apakah mereka mereka dan apa yang kurasakan. Aku mengelus perutku, agar mereka merasa tenang, begitu pun aku harus bersikap tenang.
Beberapa saat kemudian seorang perawat keluar dan menghampiri kami.
"Siapa keluarga Korba bernama Tuan Alex?"
Tanya seorang perawat.
"Kami suster!" Jawab Adam.
"Kami membutuhkan banyak transfusi darah, persediaan darah kami sedikit dengan golongan darah yang dimiliki Tuan Alex. Dan semua sudah terpakai oleh Tuan Alex. Tapi kami masih kekurangan darah untuk Tuan Alex. Karena Tuan Alex banyak kehilangan darah."
"Ambil darah saya suster, golongan darah saya dengan nya sama!" Ucap Adam pada suster.
"Baiklah Tuan silahkan ikuti saya!" Jawab suster sambil pergi dengan cepat.
Adam pun mengikuti suster tersebut dari belakang. Beberapa saat kemudian Bunda dan Ayah datang. Mereka mengkhawatirkan keadaan Alex. Bunda merasa khawatir juga melihat keadaanku.
"Sayang, kau harus kuat ya demi calon anak-anak mu!" Ucap Bunda padaku guna menguatkan aku.
__ADS_1
Aku hanya diam dan duduk di kursi, pikiran ku melayang entah kemana. Aku tak mendengarkan orang yang berbicara padaku. Aku melihat dari kejauhan Adam datang menghampiri kami, setelah menyumbangkan darahnya untuk Alex. Operasi yang dilakukan Alex begitu lama, dari ruang operasi keluar beberapa perawat, dengan membawa seseorang yang baru saja selesai operasi, aku pikir dia adalah Alex. Tapi ternyata dia adalah Ari, Ari pun terluka sangat parah, tidak bisa kubayangkan bagaimana keadaan Alex saat ini. Ari pun dibawa ke ruangan ICU, guna di pantau kesembuhannya setelah operasi.
Beberapa jam kemudian beberapa dokter dan perawat keluar dari ruang operasi. Salah seorang Dokter menghampiri kami dan berkata.
"Tuan dan Nyonya mari ikuti saya ke ruangan, ada yang perlu saya sampaikan kepada Tuan dan Nyonya! Siapa dari semuanya yang paling dekat dengan Tuan Alex?"
"Saya Dokter! Saya istrinya!" Aku menjawab pertanyaan Dokter.
"Baiklah kalau begitu Nyonya bisa ikut dengan saya!" Jawab Dokter.
"Tunggu Dokter bolehkan saya ikut dengan Kaka ipar saya?" Tanya Adam pada Dokter.
"Tentu saja! Mari ikuti saya!"
"Adam Mama ikut ya?" Ucap Mama Rahma pada Adam.
"Tidak lebih baik Mama bersama Bunda dan Ayah disini! Biar Adam dan Mba Alin yang bicara pada Dokter!" Adam berkata sambil berjalan mengikuti Dokter.
Aku berjalan mengikuti Dokter masuk ke dalam ruangannya, begitu pun dengan Adam mengikuti dari belakang. Aku pun duduk diseberang Dokter. Dan Dokter mulai menjelaskan semuanya.
"Nyoya saya harap anda bisa kuat dan bersabar, dalam menghadapi musibah ini."
"Apa maksud Dokter?" Tanya ku, Aku mulai merasa ketakutan.
"Keadaan suami anda saat ini sangat kritis, kami berusaha dengan semua kemampuan yang kami miliki. Akibat kecelakaan yang dialami, suami Anda mengalami pendarahan di otaknya. Jika suami anda tidak sadarkan diri dalam waktu dekat ini, ada kemungkinan suami anda akan mengalami koma atau bisa juga mangakibatkan kematian."
"Tidak! Tidak Dokter! Suami ku tidak akan koma, dan dia juga tidak akan mati! dia akan sadar dengan cepat. Karena dia sudah berjanji padaku!" Ucapku yang mulai bergetar karena kalut.
"Mba tenangkan dirimu!" Ucap Adam padaku.
"Apa kau gila Adam! Kau menyuruhku untuk tenang hah!" Teriakku pada Adam.
"Nyonya tenanglah! Kita hanya bisa berdoa agar suami anda bisa membaik dan kembali bersama Anda!" Ucap Dokter padaku.
"Apa aku bisa bertemu dengan suami saya Dokter?" Tanya ku pada Dokter.
"Anda bisa melihat, sekarang suami anda sedang berada di ruang ICU." Jawab Dokter padaku.
Aku pun melangkah pergi meninggalkan Dokter dan Adam, aku langsung menuju ruang ICU. Ternyata di luar ruang ICU sudah ada Mama Rahma, Bunda dan Ayah. Aku pun bergegas memasuki ruangan ICU, tapi seorang perawat melarangnya untuk masuk.
"Ijinkan aku masuk! Aku ingin melihat suami ku!! Teriakku pada perawat tersebut.
"Ijinkan aku masuk atau kau kuhajar?" Aku tidak kuat lagi menahan amarahku.
"Sayang tenanglah!" Ucap Bunda padaku sambil memegang kedua lenganku.
"Lepaskan aku Bun! Alin mau melihat Alex, dia berjanji pada ku bahasa dia akan kembali padaku! Tapi dia bohong Bun, dia bohong padaku!"
Tangisku tak bisa ku bendung lagi, aku tidak kuat menahan semuanya.
"Aku belum sanggup untuk kehilangannya! Kenapa kau berbohong padaku Alex? Kau tidak menepati janjimu padaku?"
Setelah keributan yang kulakukan akhirnya datang Dokter yang tadi berbicara padaku. Dokter tersebut mengijinkan aku masuk, dengan menggunakan pakaian untuk memasuki ruangan ICU.
Aku mendekati Alex yang sedang berbaring tak sadarkan diri, dengan banyak alat yang menempel di badannya. Guna menyambung hidupnya, hati ku tak kuat menahan semuanya. Hati ku begitu sakit melihat keadaannya. Aku berteriak dan menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa kau lakukan padaku hah! Bukannya kau berjanji padaku akan kembali! Kenapa kau bohong padaku Alex!! Apa kau lupa dengan semua janji mu padaku! Ayo bangun Alex Wibowo!! Aku menagih semua hutang mu padaku! Bangun Alex, ayo bangun apa kau kau lupa semuanya Alex?"
"Kenapa kau tidak bangun? Apakah sudah tidak ada artinya kami bagimu? Kenapa Alex? Kenapa? Ayo bangun sayang, aku membutuhkan mu dan calon anak-anak kita juga sangat membutuhkan mu? Kenapa kau tidak bangun juga? Lihat aku dan dengarkan suara ku ini Alex," huhuhuhuhu.
Aaaaaaaaa teriaku menggema di ruangan tersebut, seorang perawat mendekati ku.
"Nyoya anda tidak apa-apa?" Tanya perawat padaku.
"Perutku ... Perutku sakit sekali! Aaaaaaaaa Alex perutku sakit sekali!" Aku menangis karena perutku sakit sekali.
"Sepertinya Nyonya akan melahirkan?"
"Tidak ini belum waktunya!" Jawabku dengan nada kesakitan.
Perawat tersebut memanggil bantuan rekannya, untuk memanggil Dokter kandungan. Beberapa saat kemudian, seorang Dokter kandungan datang dan memeriksa ku.
"Ini harus di lakukan operasi! Kalau tidak ini akan membahayakan bayi dan ibunya!" Ucap Dokter kandungan.
"Baik Dokter saya akan memberitahukan keluarganya, dan menyiapkan ruang operasi!"
Aku di bawa ke ruang operasi, semua keluarga ku merasakan kekhawatiran. Mereka menyetujui operasi ini, karena mereka tidak ingin kehilangan semuanya. Seorang perawat memberikan berkas yang harus ditandatangani, sebelum di lakukan operasi. Ayah yang menandatangani surat itu, dengan tangan yang gemetar. Ayah teringat kembali, tentang kecelakaan yang menimpa Mba Nita. Akhirnya aku memasuki ruang operasi, setelah Ayah menandatangani surat persetujuan operasi.
****
__ADS_1
Akhirnya kedua bayi ku lahir dengan selamat, tapi salah satu bayi ku harus berada di dalam inkubator, selama beberapa bulan. Aku merasa sedih, kenapa semua nya terjadi padaku. Alex kau begitu tega melakukan ini padaku? Aku membutuhkan mu! Aku tidak tega melihat salah satu anak kita berada dalam inkubator.
Beberapa Minggu kemudian, keadaan Alex masih belum menandakan banyak perubahan. Semuanya masih sama, dia hanya memejamkan mata dan entah kapan dia akan bangun lagi. 'Aku benci padamu Alex, kau berbohong padaku! Semua yang kau katakan padaku semuanya bohong!' ucapku dalam hati.
"Sayang kau tidak boleh seperti ini terus! Kau harus kuat demi anak-anak mu! Lihatlah putramu yang berusaha untuk tetap hidup, di dalam inkubator. Apakah kau tidak menyayangi putra dan putrimu?" Ucap Bunda padaku.
Entah apa yang ku pikir kan, kenapa aku tidak memikirkan tentang putra dan putri ku sendiri. Aku begitu kehilangan Alex, sehingga aku melupakan putra dan putri ku. Beberapa saat kemudian Adam datang, dia membawa sebuah laptop.
"Mba, sebaiknya Mba Alin lihat dan dengar sendiri, Vidio yang Mas Alex buat sebelum Mas Alex kembali ke Indonesia!" Adam menyerahkan laptopnya.
Aku membuka laptop itu, dan melihat ada sebuah Vidio. Aku mengklik Vidio tersebut, kulihat Alex di dalamnya.
"Sayang, apa kabarmu hari ini? Aku harap kau baik-baik saja."
"Entah kenapa aku begitu merindukan mu! Meski baru saja kita melakukan Vidio call, tapi rasanya itu kurang bagiku."
"Sayang, aku harap kau bisa menjadi lebih kuat lagi! Ingat yang kukatakan padamu? Kau harus menjadi lebih kuat dari dirimu yang sebelumnya, karena kau adalah istri dari Alex Wibowo!"
"Sayang, jika terjadi sesuatu padaku nanti, aku harap kau bisa kuat menghadapi semuanya, ingat ada anak-anak kita, yang membutuhkan bimbingan mu!"
"Dan dengarkan permintaan ku satu lagi! Aku ingin kau menggantikan ku, mengurus semua perusahaan, yang telah kukelola dari nol sampai sekarang. Karena itu adalah hak kau dan anak-anak kita."
"Dan kau Adam, aku ingin kau kelola semua perusahaan, yang telah ayah kita jalankan selama bertahun-tahun!"
"Jangan sampai perusahaan peninggalan Ayah jatuh begitu saja! Jaga Mama dengan baik, carilah pasangan yang sangat mencintaimu dan Mama, ku harap kau menjaga pula istriku dan anak-anak ku."
"Mama aku sangat menyangimu, maafkan aku yang belum bisa membahagiakan mu."
"Aku sangat menyangimu Mama, aku minta jaga istriku dan anak-anak ku, hanya itu yang ku minta dari mu Mah."
"Dan untuk mu Asisten setiaku Ari, aku memerintahkan mu untuk menjaga, melindungi dan membatu istriku, dalam menjalankan bisnis ku!"
"Aku hanya percaya padamu, ingat ini Ari didalam bisnis ku ini, begitu banyak musuh-musuh ku! yang bisa bertindak sangat kotor, ingat perintahku ini Ari!"
"Hahahha sepertinya aku terlalu banyak bicara, entah kenapa aku ingin membuat Vidio seperti ini, karena ini bukan gayaku."
"Sayang kau ingat pesanku ya! kau harus menjadi kuat demi anak-anak kita! Dan aku pasti akan menepati janjiku padamu! Kau harus percaya itu! Sampai jumpa sayangku."
****
Setelah mendengar dan melihat Vidio Alex, aku langsung mengunjunginya di ruang ICU. Dokter sudah memperkirakan bahwa Alex mengalami koma, mungkin koma ini bisa berlangsung, dalam jangka waktu yang lama. Menurutku meski Alex koma, tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan kembali sadar.
"Alex apakah kau sudah menyiapkan semuanya untuk ku hah! Sehingga kau membuat Vidio tersebut."
"Hahaha tidak kusangka sifat memerintah mu masih ada! Sekarang dengarkan lah keputusan ku Alex Wibowo!!"
"Aku Rosalina Sanjaya berjanjian padamu! Akan mengurus semua perusahaanmu, dan menjaga kedua anak kita."
"Aku akan menunggu mu sayang, sampai kau terbangun dari tidur lama mu."
"Dan aku berjanji, akan mencari siapa dalang di balik penyerangan mu! Meski itu membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya."
"Sayang apakah kau tahu keadaan anak-anak kita? Akan kuberi tahu kan padamu semuanya."
"Putri kita lahir dengan berat badan normal, sedangkan putra kita mengalami masalah, dia harus berada dalam inkubator karena lehernya terlilit ari-ari dan prematur. Aku sangat sedih dengan keadaan putra kita."
Setelah ku ceritakan semuanya pada Alex, tak terasa air mataku menetes. Aku harus kuat demi kau dan anak-anak kita.
"Sayang kau tidak usah khawatir lagi padaku! Aku akan menjadi istri mu yang kuat."
"Aku akan menjaga dan merawat anak-anak kita, sehingga mereka menjadi kebanggaan bagi kita."
" Aku akan menunggu mu meski bertahun-tahun lamanya!"
____________________________________________
Hai para reader tersayang, aku ucapkan terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukung karya ku ini hingga TAMAT.
Terimakasih juga untuk kalian yang telah memberikan komentar2 terbaiknya serta yang telah memberikan kritik yang membangun untuk novel pertamaku ini. Aku sangat menghargai dedikasi kalian itu. Sekali lagi aku ucapkan berjuta terimakasih untuk kalian semua para membaca setia Alex dan Alin.
Sebagai bukti ucapan terimakasih ku untuk kalian, maka aku hadirkan kembali SEASON 2 dari kisah ini.
Kalian bisa memcarinya dengan judul "Pembalasan Si Kembar WIBOWO" di fitur temukan pada beranda MangaToon.
Atau kalian bisa klik profile ku, kemudian pilih karya.
Sekali lagi aku ucapkan terimakasih untuk kalian semua. Jika kalian ingin berinteraksi denganku, kalian bisa menghubungiku via Instagram dengan akun @macan_nurul, jangan lupa di follow.
Semoga karya ku bisa menghibur kalian semua.
__ADS_1