Musuhku Menjadi Imamku

Musuhku Menjadi Imamku
Rasa


__ADS_3

Hari-hari Alin berjalan seperti biasanya, setiap malampun selalu terbangun. Saat terbangun dia selalu ke balkon, pastinya sudah ada yang menunggunya di samping balkonnya. Siapa lagi kalo bukan Leo. Alin pun sudah terbiasa dengan kehadirannya. sehingga Alin merasa sedikit nyaman jika sudah ngobrol dengan Leo.


Yang membuatku aneh, kenapa sikap Leo berbeda dari dulu awal mereka bertemu. Kemana sifat cueknya dia? Biasanya dia suka panggil gue lampirlah, bocahlah, arrrrgg bingung gue!


Alin sedang duduk di sebuah taman seorang diri, dia sedang menikmati suasana taman yang begitu membuatnya tenang. Dia sangat menyukainya, 'begitu tenang dan nyamannya hatiku jadi tenang,' gumam Alin.


Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingnya. Itu membuat Alin terkejut, dia langsung melihat ke samping. Ternyata dia adalah Leo. "Ngapain Lo duduk di sini?"


"Suka suka geu!" jawab Leo singkat


Sebenarnya Alin malas kalo harus berdebat dengannya. Dia pun teringat ingin menanyakan sesuatu pada Leo, "Oia gue mau tanya? Kenapa sikap Lo beda akhir-akhir ini?"


"Ohh itu! Rio dia nyuruh gue buat jagain Lo!" Jawab Leo padahal sih dihatinya ga gitu juga.


Ohh jadi ini semua gara-gara permintaan mas Rio. 'Aduh dasar Lo Alin-Alin hampir aja Lo salah paham! Untung aja Lo ga berpikir bahwa dia suka Ama Lo! Haha Lo kepedean banget sih Lin!' batin Alin, dia gedeg ama pikirannya sendiri.


"Ohh kalo gitu makasih deh, mulai saat ini Lo bisa berhenti ngawasin gue, dan gue sudah baikan!" Alin pun pergi meninggalkan Leo.


Kenapa dia pergi? Apa gue salah ngomong gitu? batin Leo.


*****


Alin pun kembali ke apartemennya, dengan perasaan yang tidak karuan. Karena kesalahpahaman yang ia rasakan. 'Hahaha sial banget gue, udah kegeeran nyangka tu orang suka samma gue? arrrgggh Alin lupakan semuanya, Lo harus hindari dia! jangan sampe Lo nantinya kecewa,' gumam Alin.


Seperti biasa tengah malam Alin selalu terbangun akan mimpinya, itu membuat nya lelah lalu dia pun pergi ke balkon melihat langit yang begitu luasnya. Leo pun masih melakukan hal yang sama dia memandangi Alin.


"Kamu bermimpi lagi ?" Sebuah pesan masuk ke handphone Alin. Dan Alin pun sudah tau itu pasti Leo, Alin hanya melihatnya, dia tidak membalasnya.

__ADS_1


"Kenapa ga di jawab?" Tanya Leo di dalam chat nya.


Alin pun tidak menggubrisnya, dia diam, hanya memandangi suasana malam yang sepi. Akhirnya Alin pun kembali masuk ke dalam kamarnya lalu dia sholat malam dan kembali tidur. Dia ingin menghilangkan rasa ketergantungannya pada Leo karena itu akan membuatnya semakin sakit.


Kenapa dengan bocah itu? dia tidak membalas pesanku, tidak seperti biasanya. Apa gue ada salah kata? gumam Leo lalu dia pun berjalan masuk ke kamarnya.


Keesokan harinya Alin pun pergi ke kampus seperti biasanya.


Bruuggg! dia menabrak seseorang.


"Heh Lo kebiasaan ya kalo jalan ga pake mata apa?!" Tanya Leo karena yang tertabrak adalah Leo.


Alin mendongakkan kepalanya dengan dinginnya dia berkata, "sorry tadi gue buru-buru." Alin pun langsung pergi meninggalkan Leo dengan kebingungannya.


"Cihh kenapa sama tu bocah? Dia kenapa bersikap dingin gitu? biasanya dia langsung marah-marah kalo ada yang menyinggungnya." Gumam Leo.


Setelah selesai kuliah Alin dan Anna berencana pergi ke suatu tempat untuk menghilangkan penat. Karena jadwal kuliah yang sangat padat. Planing mereka dalam 3 tahun beres kuliah lalu lulus dengan nilai yang baik.


"Ann sebenernya kita mau kemana sih?" tanya Alin karena dia tidak tahu kemana temannya akan membawanya.


"Tenaga aja Lin kamu ga kan aku culik ko, pasti kamu senang deh." Jawab Anna dengan sedikit nada bergurau


Welcome to ... Istiklal street teriak Anna seraya memberikan kejutan pada Alin .


***


(Sedikit info tentang istiklal street)

__ADS_1


Istiklal Street


Jalan Istiklal juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat kemegahan Istanbul. Trem nostalgia membentang sepanjang Jalan Istiklal. Kawasan ini merupakan pusat belanja para wisatawan di Turki. jalan pejalan kaki yang penuh warna dan boulevard besar memotong Beyoglu dan penuh dengan semua jenis toko, restoran, kafe, pertunjukan jalanan yang menarik.


***


"Kamu mau belanja Ann?" Tanya Alin dengan bingung nya setahu dia Anna bukan tipe shopingners.


"Ahh kamu Lin, hahaha kali-kali kita cuci mata napa? Kan pusing juga aku terus liat buku dan buku." Jawab Anna dengan riangnya.


"Ya oke deh, aku temenin kamu cuci mata. Awas ya jangan sampe matamu hilang saking bersihnya kamu cuci tu mata hahahha..." Alin berkata sambil tertawa.


"Hahha amit-amit deh, jangan sampai mata ku yang indah ini hilang aku belum siap." Jawab Anna.


Disaat mereka sedang asik berjalan tiba-tiba datang segerombolan laki-laki, mereka menggoda para wanita. Akhirnya mereka pun menggoda Alin dan Anna. Ada salah satu pemuda yang mau memegang tubuh Anna. Tapi Alin dengan sigapnya menangkis tangan pemuda tersebut. Lalu membuat pemudah tersebut marah. Dia akan memukul Alin. Tetapi Alin bisa menghindarinya, ehh datang lagi kawan pemuda mesum itu lalu menggoda Anna.


Anna ketakutan secara Anna kan ga bisa bela diri, Alin yang melihat itu langsung marah lalu terjadilah perkelahian. Dan salah satu pemuda yang tadi menyentuh Anna tangannya dipelintir sepertinya hampir patah. "Cepet bilang maaf Ama temen gue?" Alin berkata dengan sangat marah.


Akhirnya banyak yang berkumpul lalu ada yang melaporkan ke pihak keamanan setempat. Akhirnya mereka diamankan. Alin dan Anna disuruh ikut karena sebagai saksi, untuk dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut.


Ada yang berkata bagus sekali, biar kapok mereka karena sering membuat ulah dan akhirnya ada yang bisa memberikan mereka pelajaran.


Akhirnya mereka kembali ke Kairo lebih cepat dari waktu yang di perkirakan karena ada masalah mengenai tugas kampus mereka.


____________________________________________


hai hai makasih ya untuk yang sudah setia membaca novel ku 😊😊😊

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote nya ya 😉


tunggu episode espidoe berikutnya


__ADS_2