
Richard tersenyum- senyum sendiri di depan laptopnya.
Dia sedang mengamati kelakuan istrinya lewat cctv.
Nawang tampak sedang asik cerita dengan sangat antusias pada mbak Prapti di dapur sambil sibuk mengiris sesuatu.
Tangan perempuan itu bergerak aktif seirama dengan ekspresi wajahnya yang kadang serius, kadang terlihat jengkel, kadang tertawa bareng mbak Prapti, bahkan tadi pakai menuding- nuding pakai pisau yang digenggamnya segala.
Mbak Prapti nampaknya lebih jadi pendengar yang baik saja.
Richard kini fokus pada baju yang dipakai Nawang.
Celana selutut warna merah dengan kaos berkerah cheongsam berwarna soft pink.
Richard tersenyum malu. Sudah bisa dipastikan alasan perempuan itu memakai kaos yang ada kerahnya.
Apalagi kalau bukan karena untuk menutupi kissmark hasil ketrampilan bibirnya di leher bagian samping perempuan itu. Hasil karyanya semalam.
Richard terkekeh sendiri menyadari hasil ketengilannya.
Rambut Nawang yang dikuncir kuda membuat kunciran itu ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri bila Nawang nampak heboh dalam berekspresi saat bercerita. Menggemaskan sekali.
Iseng, Richard menelpon Nawang sambil menatap layar di depannya.
"Assalamualaikum..." terdengar suara Nawang yang langsung mengangkat telpon di dering pertama.
"Wa'alaikumussalam, Sayang. Lagi ngapain?" tanya Richard sambil. tersenyum melihat ekspresi Nawang yang nampak gembira.
"Lagi bergosip sama mbak Prapti." jawab Nawang sambil menatap mbak Prapti yang nampak tersenyum- senyum.
"Gosipin siapa?" tanya Richard dengan nada penasaran.
Terlihat Nawang berjalan ke arah kulkas lalu menuang air minum di pintu kulkas.
Richard dapat mendengar Nawang sedang minum.
"Banyak yang kugosipin." jawab Nawang setelah selesai minum.
"Sampai kehausan ya bergosipnya? Satu gelas langsung tandas." ledek Richard membuat Nawang terkejut.
"Kok tahu kalau aku lagi minum?" tanya Nawang keheranan.
"Kamu lagi pakai baju apa juga aku tahu." kata Richard sambil tertawa meledek.
"Palingan juga ngarang bebas." kata Nawang sambil mencibir.
Perempuan itu nampak menyendok sesuatu di wajan yang tadi jadi arena mbak Prapti berkarya lalu mengacungkan jempol pada mbak Prapti.
Masak apa sih?
"Kamu pakai celana selutut merah dan atasan soft pink. So cute. I love it." puji Richard gemas.
"Waaah, ada cctv nih kayaknya di dapur. Kamu taruh dimana sih, Mas cctv nya?" tanya Nawang sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru langit- langit dapur.?
"Rahasia dong." jawab Richard sambil tertawa.
__ADS_1
"Nyebelin banget!" sungut Nawang sambil kembali duduk di kursi makan.
Kepalanya dia letakkan miring, hingga posisi ponsel ada di atas telinganya.
"Telponan tuh yang bener posisinya. Jangan sambil tiduran di meja makan." tegur Richard meledek.
"Sebentar lagi aku malah mau copot baju nih." kata Nawang masih tetap dengan posisinya tadi.
Nawang penasaran sekali, Richard beneran memantaunya lewat cctv atau asal tebak aja.
Tapi kalau asal tebak, kok bisa pas dan bener banget.
"Awas aja kalau kamu lakuin diluar kamar. Aku langsung pulang dan kamu akan aku kurung di kamar seminggu berduaan sama aku. Nggak boleh ngelakuin apapun sama aku selain bercinta, mandi, sholat, makan." ancam Richard sambil tersenyum- senyum.
Dilihatnya Nawang juga tertawa tanpa bersuara.
"Waaaaah, enak banget tuh kayaknya hukumannya." kata Nawang sambil tertawa kegirangan.
Richard sampai keheranan dibuatnya.
"Aku nanti mau pulang makan siang ya?" ujar Richard kemudian.
Selain lokasinya sekarang dekat dengan rumah, dia penasaran dengan apa yang di masak Nawang barusan.
"Ya. Kamu mau aku masakin apa buat makan siang?" tanya Nawang.
"Yang kamu masak barusan aja. Kayaknya enak ." jawab Richard.
"Aku barusan masak rendang jengkol. Serius mau? Kalau mau aku sisain nih." tanya Nawang serius.
"Nggak....nggak usah." jawab Richard cepat.
Nawang langsung tertawa mendengar jawaban Richard yang macam orang ketakutan.
"Sudah kuduga Pak Boss mana mau makan jengkol. Oseng kates ( pepaya muda) mau?" tawar Nawang.
"Ya. Mau. Sama tempe goreng sama bandeng ya?" pesan Richard.
"Boleh." jawab Nawang sambil berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan bahan yang ingin di makan Richard.
"Ya udah. Aku masakin dulu. Telponnya udahan dulu. Assalamualaikum mas ganteng." pamit Nawang.
"Makan siangnya nanti plus- plus ya? Wa' alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." balas Richard sambil tersenyum.
"Eh, nggak ada plus- plus ya, Mas! Enak aja!" sahut Nawang cepat dan Richard bergegas mematikan panggilannya karena tak tahan untuk terbahak melihat wajah tersipu- sipu namun manyun milik Nawang dari layar komputernya.
"Mau masak apa lagi, Mbak?" tanya mbak Prapti setelah dilihatnya Nawang selesai bertelpon ria.
"Udah kok, Mbak. Ini biar aku aja yang masak. Pak Boss mau makan siang di rumah. Minta di masakin oseng kates sama goreng tempe dan bandeng. Njenengan neruske le reresik omah wae karo nunggu semure jengkol rodo adem. ( Anda nerusin bersih- bersih rumah aja sambil nunggu semur jengkolnya agak dingin)." jawab Nawang sambil tersenyum.
"O nggih, siap laksanakan Bu Boss." kata mbak Prapti sambil memberi hormat dan tertawa.
Nawang hanya tertawa saja menanggapinya.
Mbak Prapti lebih tua beberapa tahun dari Nawang. Mungkin sepantaran dengan bude Darmi.
__ADS_1
Seorang janda beranak satu yang kini sudah sekolah di kelas sebelas SMK.
Dari cerita mbak Prapti juga Nawang tahu kalau Richard membantu kehidupan keluarga mbak Prapti.
Mbak Prapti cerita kalau Richard yang membayar biaya sekolah Damar, anak lelakinya.
Nawang baru bertemu beberapa kali dan hanya sekilas- sekilas saja melihat Damar bila mengantar atau menjemput mbak Prapti ke rumah.
Pembawaan anak itu terlihat sopan dan sepertinya periang seperti Darren.
"Jengkolnya bisa dikemas sekarang ini, Mbak. Usah dingin." kata mbak Prapti.
Dia sudah selesai mengepel dan melap semua isi rumah lalu bergegas kembali ke dapur untuk menyelesaikan urusan perjengkolannya bersama Nawang.
"Ya dikemas aja. Mumpung Pak Boss belum pulang. Ojeknya setengah jam lagi juga dateng." sahut Nawang.
Mbak Prapti bergegas melakukan packing. Memasukkan jengkol- jengkol itu ke dalam plastik klip, menimbangnya, kemudian memasukkannya ke dalam food paper yang sudah ada sablon nama PAWON mbak eN.
Cukup banyak yang harus dia bungkus hari ini. Tapi mbak Prapti senang- senang saja dengan tugasnya itu. Karena dia juga mendapat pemasukan baru lagi.
Mobil Richard datang saat ojek yang akan mengantar jengkol masih terparkir di depan gerbang bersama mbak Prapti yang tersenyum ke arah Richard.
"Jajan apa, Mbak?" tanya Richard iseng saat mbak Prapti masuk dengan menenteng satu kresek putih di tangannya.
"Es camcao ( cincau berwarna hijau), Mas." jawab mbak Prapti sambil bergegas mengambil tiga gelas untuk memindahkan es jajanannya itu.
"Aku dapat jatah nggak tuh?" tanya Richard sambil menatap es camcao itu.
Dia nggak sadar menelan ludah melihat segarnya tampilan es itu.
Putihnya santan kental, coklatnya karamel gula merah, hijaunya camcao, dan merahnya mutiara diantara es batu kecil- kecil. Sungguh segar bila dinikmati di siang yang terik ini.
"Pasti dapat dong, Mas. Mosok Pak Boss nggak dijatah. Bisa dipaksa resign nanti Saya." seloroh mbak Prapti yang membuat Richard ketawa.
"Ngerti resign barang to, Mbak. Sing ngajari sopo? Bu Boss mesti. ( Tahu resign juga kah, Mbak? Yang ngajarin siapa? Bu Boss pasti.)" kata Richard sambil melirik Nawang yang sedang menyajikan menu makan siang.
Nawang hanya tersenyum- senyum saja.
"Monggo, Mas. Selamat makan siang." kata mbak Prapti sambil meletakkan segelas besar es camcao di depan Richard.
"Waaaaah, matur nuwun tenan lho,Mbak ( makasih beneran lho, Mbak)" kata Richard dengan gembira.
"Makasihnya sama nyonya saja. Yang jajan Mbak Nawang kok, Mas. Saya cuma penggembira. Ikut menikmati saja." kata mbak Prapti sambil tertawa.
"Makasih, Sayang. Pinter deh jajannya." kata Richard sambil tersenyum menatap Nawang yang mencibirkan bibirnya.
"Alhamdulillah aku udah pinter jajan." sahut Nawang sambil terkekeh.
Richard hanya tersenyum bahagia.
"Mbak Prapti ayo makan sekalian." ajak Nawang sambil beranjak duduk di samping Richard yang sudah menggulung lengan kemejanya sampai atas siku dan mulai menyeruput es di depannya.
"Ahhhhh.....segaaaar." ucap Richard yang membuat Nawang merinding mendengarnya.
Kenapa ahhhh nya terdengar kayak de sa han gitu sih? Hadeeeeeeh.
__ADS_1
🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️