
"Nawang sebelumnya suka pingsan- pingsan nggak sih, Bude?" tanya Richard pada bude Darmi saat dirinya tengah menikmati ice lemon tea segar bikinan Bude Darmi tadi.
Mulutnya mulai aktif mengunyah intip goreng ( kerak nasi) dengan rasa yang woooow.
Rasa yang tercipta dari perpaduan manis dari gula jawa, pedasnya cabe, gurihnya baput dan wangi ketumbar.
Mmmmmm, yummy......
"Enggak sih, Mas. Dia itu perempuan tapi badannya kuat banget, cekatan juga. Memangnya tadi dia pingsan kenapa to?" tanya bude Darmi penasaran.
"Shock." jawab Richard dengan wajah merona.
"shock kenapa?" tanya bude Darmi makin kepo.
"Saya lamar di depan orang- orang." jawab Richard sambil meringis malu.
Bude Darmi terpaku sejenak sebelum akhirnya tertawa sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.
"Seperti anak ABG aja njenengan ki ( anda tuh) Mas....Mas...." kata bude Darmi.
"Iya sih. Bukannya diterima malah ditinggal pingsan." sahut Richard kemudian tergelak.
"Ditolak, Mas?" tanya bude Darmi setengah berbisik sambil sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Richard.
"Dia milih pingsan daripada jawab." jawab Richard sambil terkekeh.
"Pasti mau lah dia." bisik Bude Darmi sambil mengangguk- angguk meyakinkan.
"Kayaknya sih." sahut Richard sambil tersenyum malu demi mengingat moment saat Nawang bilang yes versi terbaik yang Richard tahu tadi.
"Saudara Nawang yang punya garis darah terdekat tinggal dimana, Bude?" tanya Richard lagi.
Sepertinya dia harus mulai mencari 'orang itu' untuk pernikahan mereka.
"Saudara terdekat ya cuma Pak Parno sama Mas Bandi. Bapak ibunya Nawang anak tunggal. Kakeknya Nawang dari bapaknya punya satu kakak, ya kakeknya Pak Parno itu." terang Bude Darmi.
"Brarti kalau kami nikah yang jadi wali hakimnya Pakde Bandi ya?" tanya Richard meyakinkan.
"Pakde Bandinya nggak bisa jadi wali, Mas.....stroke udah dua bulan ini...." kata Bude Darmi pelan.
"Oooh.....masih perawatan?" tanya Richard penasaran.
"Iya. Masih obat jalan sama terapi- terapi gitu katanya." jawab Bude Darmi.
"Rumahnya dimana?" tanya Richard penasaran.
"Di Bantul. Hampir dekat Parangtritis sana. Jauuuuh kalau mau sering- sering nengok." kata Bude Darmi.
"Kapan- kapan kita nengok kesana. Bude janjian aja sama Nawang kapan- kapannya." kata Richard santai.
Bude Darmi mengangguk mengerti.
"Selama ini pakde Bandi kerja apa, Bude?" tanya Richard ingin tahu.
"Kalau pakde Bandi dari muda dulu kerjaan utamanya ya tani. Sawahnya berhektar- hektar. Kalau di sawah udah nggak ada kerjaan, kerja di pembangunan (buruh proyek)." terang bude Darmi. Richard mengangguk setelah meneguk minumannya hingga tandas.
"Tak buatin lagi po, Mas?" tawar bude Darmi demi melihat gelas licin tandas yang baru saja mendaratkan diri di atas meja.
"Nggak usah, Bude. Udah kenyang." tolak Richard sambil meringis malu.
Ya iyalah kenyang. Intip goreng setengah toples di susul segelas lemon tea dingin adalah kolaborasi sempurna untuk memekarkan intip goreng diperutnya. Pasti kenyang. Bahkan begah, wakakak.....
********
Nawang mengomel panjang lebar di depan cermin di dalam kamar mandi sambil memandangi bayangan dirinya sebatas leher ke atas.
Bener yang dibilang Richard, ada beberapa kissmark menodai kemulusan lehernya.
Dan omelannya semakin tajam terpercaya saat dia menunduk memandangi dada atasnya.
__ADS_1
"Astaga! Kapan dia ngelakuin ini?!" pekik Nawang saat melihat area itu lebih dominan warna pink kecil- kecil daripada warna putih kulitnya.
Kissmark bertebaran tak beraturan disana.
Mengerikan.
Memalukan.
Nawang menutup mukanya yang tiba- tiba terasa memanas karena malu.
"Sialan!" umpatnya entah dia tujukan pada siapa pastinya.
Pada Richard yang sangat lihai memperdayainya atau pada keteledorannya hingga mudah terbawa arus yang dibawa Richard padanya.
Nawang mandi tanpa merasakan nyaman sedikitpun.
Pikirannya penuh oleh berbagai hal.
Dia nggak mau hal seperti ini berlarut- larut.
Bisa- bisa mereka terjerembab ke dalam perbuatan nista di atas ranjang kalau kayak gini dibiarin berlarut- larut.
Salahnya juga sih mengijinkan Richard menyentuhnya sedemikian rupa hingga dia sendiri selalu saja terlena dan sulit mengendalikan dirinya sendiri.
Tapi gimana dong, setiap melihat puppy eyes itu hatinya langsung luluh dan tak tega menolak.
Lagipula dia yakin Richard sangat bisa mengendalikan diri bahkan saat mereka tengah digulung hasrat setinggi langit dan membuatnya tenggelam dalam keresahan menggapai ujung hasratnya sendiri.
Richard sangat bisa mengendalikan diri dan dia percaya itu.
Tapi bukan berarti bisa mengendalikan diri akan selesai disitu saja kan?
Mereka tetaplah hanya manusia.
Nawang sangat mengerti kalau hasrat memang harus dituntaskan, apalagi buat laki- laki.
Seperti yang pernah terjadi saat mereka telarut dalam cumbuan panas di apartemen Richard dan Richard tahu dia tengah menggelepar mencapai puncak hasratnya.
Memenuhi hasrat hatinya yang bahkan tak sanggup dia ungkapkan karena sangat malu.
Untuk meminta malu, untuk menghentikan semua dia sendiri bahkan tak mampu.
Dengan lembut Richard membawanya ke ujung hasrat dengan akhir nafas yang tersengal lelah namun juga sangat lega.
"Sudah nyaman?" tanya Richard lembut sambil tetap memeluknya walau telah agak lama nafasnya kembali teratur.
Dan dengan malu hati dia mengangguk.
Gila!
Samar- samar dia ingat tadi bahkan sampai memanggil nama Richard di puncak kebahagiaannya.
Oh big shit!
Mau ditaruh dimana mukanya sekarang ini?
"Makasih, Mas." kata Nawang dengan wajah sangat memanas, tapi dia harus tetap melakukan itu.
Terima kasih karena Richard membantunya melepaskan hasrat -yang telah dia tahan selama dia menyandang status sebagai seorang janda- hanya dengan jemarinya.
Terlebih dia sangat harus berterima kasih karena Richard tak memanfaatkan situasi dengan memenuhi hasrat nya sendiri.
Richard hanya memuaskannya, tidak dirinya sendiri.
"Kamu nggak pengen ngeluarin?" tanya Nawang malu- malu.
Bukannya kalau laki- laki nahan itu bisa bikin pusing dan emosi ya?
"Pengen." jawab Richard sambil menatapnya malu. Kemudian mengecup pundaknya lembut.
__ADS_1
"Mau aku bantu?" tawar Nawang mencoba menyingkirkan rasa malu. sambil mendongakkan wajahnya.
Dia terpaku saat Richard menatapnya sangat lembut dan dalam, kemudian menggeleng sambil tersenyum.
"Untuk sekarang kamu nggak perlu melakukan apapun untukku. Makasih, Sayang." tolak Richard halus dan sangat membuat Nawang malu.
"Boleh aku ke kamar mandi sebentar?" pinta Richard yang membuat Nawang bergegas menggeser tubuhnya dari dada Richard.
"Kita lihat berapa menit aku di kamar mandi." kata Richard sambil tersenyum sok misterius.
"Ngapain harus dimenitin?" tanya Nawang tak mengerti.
"Untuk tahu seberapa dalamnya kamu ada diotakku." jawab Richard sambil melangkah menuju ujung kamar dan kemudian hilang dibalik pintu kamar mandi.
Nawang menepuk dahinya malu.
Seberapa dalam dia di otak Richard?
Dia mau self service?!
Ya ampun!
Mau dibantuin nggak mau, lebih milih main solo dia.
Dia nggak tahu aja kalau Nawang ini bisa juga bantuin begituan, wekekek.....
Belum ada sepuluh menit, Richard sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah penuh senyuman.
Senyum dari Sabang sampai Merauke.
Bahkan sepertinya dia juga sudah mandi walau pasti dengan kecepatan supersonic.
"Udah mandi?" tanya Nawang meyakinkan diri.
"Udah. Kilat khusus tapi hasil maksimal." jawab Richard sambil terkekeh.
"Kamu main solo disana?" tanya Nawang sambil mendekati Richard dan menuding ke arah kamar mandi.
"Iya." jawab Richard tanpa malu.
Nawang yang tadinya mengira Richard akan mengelak dengan tuduhannya, dibuat terkekeh.
"Kenapa malah main solo, kan aku tadi mau bantuin?" tanya Nawang penasaran.
"Takut ketagihan." jawab Richard sambil tergelak.
Nawang mencibir keki lalu memilih untuk bergegas mandi.
" I need you so much, Sayang." Nawang masih sempat mendengar Richard setengah berteriak sebelum dia menutup pintu kamar mandi.
🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️
Nggak up 3 hari 😅
Mohon dimaafkan ya......kondisi body yang diajak isoman lagi kayak roller coaster.
Alhamdulillah udah jalan seminggu isoman. Udah ngelewatin fase body berasa remuk redam, demam, lemas, batuk hebat.
Kehilangan penciuman selama tiga hari, Indra perasa kacau seminggu.
Hari ini Alhamdulillah sudah bisa ngerasain makan enak.👏👏👏
Batuk sih udah agak lama nih, dari sebelum positif udah batuk, sampai sekarang belum juga ilang 😅🙈
Mohon bersabar menunggu body fit kembali biar bisa up tiap hari lagi ya.....
Jaga kesehatan gaeeeeesssss......
Sumpeeeeh, nggak enak banget kena covid tuh 😩
__ADS_1
Jaga imun dengan cara jaga kesehatan dan banyak- banyakin ketawa bahagia ya.....jangan ketawa miris 🙊