
Anin tersenyum meledek saat membukakan pintu untuk Richard.
"Ngapain cengar- cengir gitu?" sungut Richard malu.
"Kata Darren mau dijemput Papa terus mau diajak jalan sama Mas Bintang dan Bu Nawang. Balikan nih sama mantan terindah?" tanya Anin sambil mengekor Richard yang melangkah menuju sofa ruang tamu kemudian menghempaskan tubuhnya di salah satu sofa single disitu.
"Nggak usah rese' deh! Bram kemana?" tanya Richard mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan suami Anin.
"Tadi sih lagi dibelakang sama Darren. Bentaran juga pasti kesini. Mau minum nggak?" tanya Anin.
"Nggak usah. Aku mau langsung cabut aja." jawab Richard sambil tersenyum ke arah belakang Anin yang tetap berdiri di hadapannya.
"Papaaaaa." sapa Darren yang kemudian duduk dipangkuan Richard.
"Udah ganteng aja nih anak Papa. Udah siap jalan?" tanya Richard antusias.
"Udah." jawab Darren tak kalah bersemangat.
Dia selalu senang bila diajak jalan oleh papanya
.
Biasanya mereka hanya jalan berdua, entah itu untuk belanja mainan atau pakaian Darren, atau ke play ground.
Tapi kali ini kata papanya dia akan main bersama Mas Bintang, dan dia sangat senang akan bertemu teman baru.
"Nggak minum dulu, Ric?" tawar Bram yang kemudian duduk di depan Richard.
Anin kemudian duduk di sandaran sofa tempat Bram duduk.
"Nggak usah. Kami langsung jalan aja. Harus jemput teman dulu baru ke play ground." kata Richard.
"Temannnnn...." ledek Anin sambil mengerling pada Bram yang kemudian terkekeh.
Dia mengerti yang dimaksud istrinya.
"Daddy, aku nanti bobok di rumah Papa boleh?" tanya Darren sambil menatap Bram.
"Boleh dong. Tapi janji nggak boleh ngompol dan nggak boleh nakal ya?" pinta Bram lembut.
Darren mengangguk senang.
"Salim dulu sama Mama dan Daddy mu. Kita jalan sekarang, OK?" kata Richard yang disambut anggukan senang oleh Darren.
Anak itu lalu menghampiri Anin dan Bram untuk salim.
Anin dan Bram bergantian mencium pipi mulus Darren.
"Aku bawa Darren dulu ya." pamit Richard sambil menggandeng tangan mungil Darren.
"Ya. Ati- ati ya." jawab Bram dan Anin.
Keduanya mengantar Richard dan Darren sampai depan pintu ruang tamu.
Bocah tampan itu melambaikan tangannya pada Anin dan Bram sebelum dibantu Richard masuk ke dalam mobil.
"Beneran Nawang itu udah cerai?" tanya Anin pada Bram setelah mobil Richard berlalu.
"Katanya sih udah. Trenyuh aku denger Eric cerita kemarin soal kehidupan Nawang." kata Bram sambil menarik pinggang Anin untuk duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Kenapa dia?" tanya Anin penasaran.
Bram lalu menceritakan tentang kehidupan Nawang yang hidup pas- pasan selama ini, juga perlakuan kurang baik dari mantan suaminya dulu.
Semua Bram dengar dari versi Richard yang selama ini mencari tahu tentang kehidupan Nawang lewat orang suruhannya yang terpercaya.
Dan Bram tentu saja percaya dengan apa yang diceritakan oleh sahabatnya sedari kecil itu.
Ya.
Bram dan Richard adalah sahabat karib sejak orok.
Bila Bram akhirnya menikahi Anin, mantan istri Richard, itu bukanlah kebetulan.
Pernikahan Anin dan Richard adalah hasil dari perjanjian konyol kakek mereka berdua yang telah bersumpah akan menikahkan salah satu keturunan mereka demi semakin merekatkan persahabatan mereka.
Tadinya mereka berencana akan menikahkan salah satu anak mereka, tapi takdir tidak berpihak pada keinginan mereka saat itu.
Kakek Richard dan kakek Anin sama- sama hanya memiliki satu anak laki- laki.
Karena itu rencana perjodohan turun ke cucu mereka yaitu Richard dan Anin.
Kebetulan Anin adalah anak tunggal, dan Richard satu- satunya anak laki- laki papanya.
Richard hanya punya satu kakak perempuan yang kini tinggal di Jepang mengikuti pekerjaan suaminya.
Dan demi sumpah kakek mereka itu, Anin dan Richard melakukan pernikahan konyol mereka.
Tak ada penolakan yang dramatis dari keduanya walau sesungguhnya dengan pernikahan itu Richard sangat terluka karena harus berpisah dengan Nawang, dan Anin harus merelakan cintanya pada Bram kandas waktu itu.
Sesungguhnya Anin dan Richard sama- sama terluka menjalani perkawinan mereka, hingga akhirnya Anin yang memang berkelakuan agak bar- bar tanpa sepengetahuan orangtuanya nekat mengajukan gugatan cerai dengan alasan tak menerima nafkah batin sepanjang dua tahun pernikahan mereka.
Adanya Darren adalah sebuah rejeki yang tak disangka oleh keduanya.
Selama dua tahun pernikahan mereka berdua, keduanya hanya sekali melakukan hubungan badan, yaitu malam seusai resepsi perkawinan mereka dan itupun keduanya sama- sama sengaja memabukkan diri dengan meminum minuman beralkohol di kamar pengantin mereka.
Itu ide siapa?
Tentu saja ide gila Anin yang disetujui Richard dengan tanpa mau berpikir lagi.
Saat itu keduanya berpikir yang penting mereka sudah melakukan malam pertama mereka.
Nggak perduli bagaimana cara melakukannya, yang penting 'kewajiban' itu sudah tunai.
Enam minggu setelah malam pertama mereka, kehamilan Anin diketahui.
Tentu saja itu membuat kedua orang tua mereka bahagia.
Sedang Anin dan Richard cukup surprise dengan kenyataan itu.
Tadinya keduanya berharap dengan kehadiran calon anak mereka, keduanya akan semakin mendekat dan bisa mulai menumbuhkan benih cinta.
Namun jauh panggang dari api.
Baik Anin maupun Richard sama- sama tak bisa merasakan cinta tumbuh dihati mereka dan mereka menyadari itu.
Tak pernah ada keributan selama mereka menjadi suami istri.
Anin dan Richard tetap melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri pada umumnya, kecuali berhubungan badan.
__ADS_1
Dan saat Anin mengusulkan ide untuk menggugat cerai Richard, Richard hanya terkekeh sambil mengiyakan tanpa perlawanan.
Flashback on
*************
"Ntar kalau para orang tua protes gimana?" tanya Richard.
"Biarin aja. Setidaknya kita sudah melaksanakan sumpah mereka. Kewajiban kita udah gugur. Lagian ini hidup kita, Ric. Emangnya kamu mau terjebak selamanya dalam perkawinan omong kosong kayak gini?Kita berhak bahagia dengan orang yang tepat, yang mencintai dan kita cintai juga." kata Anin berapi- api dan itu cukup mampu memprovokasi Richard untuk memuluskan rencana perceraian mereka.
"Lalu Darren gimana nanti?" tanya Richard serius.
Ditatapnya sayang bayi tampan yang sedang terlelap di gendongannya itu.
Satu- satunya hal yang paling berharga dari perkawinannya adalah Darren.
"Darren tetap anak kita lah. Tapi karena dia masih dibawah umur dan masih butuh ASI, biar dia bersama aku. Kamu bisa menjenguk dan membawanya menginap kapan saja dia mau nantinya." kata Anin dengan mantap.
"Ntar suamimu galak sama dia...." gumam Richard gamang penuh rasa khawatir.
Bagaimana pun dia nggak akan rela anaknya tidak diperlakukan dengan baik nantinya.
"Aku pastikan Darren akan mendapatkan kasih sayang sebesar sayangmu sama dia." yakin Anin.
"Sok yakin kamu." kata Richard dengan keraguannya.
"Kamu nggak percaya sama Bram, sahabatmu sendiri?" tanya Anin mulai ngegas.
Richard menoleh cepat pada Anin.
"Kamu pacaran sama dia?!" tanya Richard kaget.
Anin terkekeh sedih sambil menggeleng.
"Kisah cinta pertamaku tragis, tau nggak sih? Aku jatuh cinta sama Bram dari kelas tiga SMP. Bayangin, aku nahan perasaan cintaku sama dia sampai mau lulus kuliah. Dua hari sebelum kita nikah, dia baru nembak aku. Bisa ngebayangin gimana frustasi dan patah hatinya kami karena perjodohan sialan ini?" tanya Anin sambil tersenyum miris.
"Terus, kamu selingkuh dibelakangku selama ini?" tanya Richard dengan tatapan curiga.
"Enggaaaaak! Aku sih mau kalau dia ajak selingkuh...awwww!!!" Anin menjerit tertahan karena Richard menimpuknya dengan guling mungil milik Darren.
"Jangan bertindak bodoh ya kamu, Nin. Kita ini dari keluarga baik- baik Jaga nama baik keluarga. Jangan pernah selingkuh." kata Richard dengan mimik muka serius.
"Udah ku bilang aku nggak selingkuh! Dia sangat menghargai kamu sebagai sahabatnya. Dia nggak mau kuajak selingkuh." kata Anin tak kalah serius dengan wajah memelas.
Richard manggut- manggut percaya.
Pantas saja Bram nggak pernah mau main ke rumahnya sejak dia menikah.
Ternyata dia mencintai Anin.
Richard tiba- tiba sangat iba pada sahabatnya itu.
"Ya udah, kita cerai saja. Aku juga nggak mau bikin kisah cinta sepasang kekasih harus berakhir tragis karena salah satunya harus bertahan dalam perkawinan tak berbobot gini denganku." kata Richard sambil menatap meledek pada Anin.
Anin tiba- tiba memeluk Richard dan kemudian menangis di bahunya.
Hal yang belum pernah Richard lihat sepanjang sejarahnya mengenal Anin dari kecil; melihat Anin menangis.
🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️
__ADS_1