PEMILIK RUANG HATI

PEMILIK RUANG HATI
97


__ADS_3

Nawang masuk ke dalam kamarnya sudah nyaris jam setengah sepuluh malam.


Bintang ternyata sangat panjang mengajaknya ngobrol.


Dilihatnya Richard terkantuk- kantuk di sofa. Mungkin dalam rangka menunggunya.


Kasihan.....


Nawang memilih menuju lemari pakaiannya lalu meraih sepasang baju haram berwarna hitam.


Dia tertawa lirih pada dirinya sendiri saat direntangkannya baju itu.


Seperti yang sudah- sudah, baju itu pasti ajaib bentuknya.


Astagaaaa......bisa- bisanya Richard mendapatkan model seperti ini.


Lihat saja....atasan lingerie ini sudah pasti berbelahan dada sangat rendah, panjangnya benar- benar hanya sepanggul, dengan CD G- string. Sudah gitu, baju secuil yang cuma sepanggul itu di sisi kanan bajunya ternyata ada belahan sampai ke area bawah dada.


Belum lagi kain secuil penutup dadanya itu ternyata transparan, bisa menunjukkan isi di dalamnya macam di dalam plastik bening.


"Ini apaan sih?!" gumam Nawang kesal tapi gemas dan merasa lucu.


Dia baru saja akan memasukkan kembali lingerie mengerikan itu saat tiba- tiba dia merasa sebuah pelukan hangat menguasainya dari belakang.


"Kenapa nggak jadi dipakai?" tanya Richard tepat ditelinganya.


Bahkan Richard sempat menggigit lembut telinganya. Membuat sekujur tubuh Nawang tiba- tiba meremang.


"Nggak ah. Mending sekalian nggak pakai baju. Lihat nih, baju kayak gini yang ditutupin apanya coba?!" tunjuk Nawang sambil memegang bagian- bagian aneh lingerie itu.


"Lingerie kan dibuat memang bukan buat nutupin body, tapi buat memamerkan body." kata Richard sambil tertawa geli.


Pasti hot kalau Nawang memakai ini.


Hmmmm.....mari kita mainkan.....🤩😈


"Sekalian aja nggak usah pakai baju....." kata Nawang mencibir sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya, tapi gagal dooooong....😃😃😃😃


"Aku mau ke kamar mandi, Mas...." rengek Nawang karena Richard masih membandel dengan pelukannya.


"Dari kamar mandi nggak usah pakai baju ya?" bisik Richard dengan tersenyum mesum.


"Saruuuuu.....( nggak sopan)!" kata Nawang sambil tertawa kemudian berlari kecil ke arah kamar mandi.


"Aku juga buka baju deh biar samaan." kata Richard sambil mengikuti langkah Nawang.


"Kamu nih ya...." omel Nawang sambil mendorong dada suaminya gemas sebelum menutup pintu kamar mandi dan senyumnya sangat melebar di balik pintu.


Selesai melakukan ritual sebelum tidur, yaitu cuci muka dan gosok gigi, Nawang dengan santai membuka pintu kamar mandi dan nyaris menjerit karena kaget melihat Richard yang ternyata masih menunggunya di depan pintu dan.....tinggal memakai boxer!


Ya ampun nih orang!


"Kok nggak lepas baju?" protes Richard saat melihat Nawang masih memakai baju lengkap.


"Area lepas bajunya disanaaaa! Auwww!!" kata Nawang sambil menunjuk ke ranjang tapi kemudian memekik karena Richard langsung menggendongnya dan tak memberinya lagi celah untuk menghindar dari kekuatan pesona menggetarkan sang penakluk yang sedang menginginkannya.


Ah, acara hidup mereka saat ini rasanya hanya untuk saling melambungkan, memuaskan, dan membahagiakan saja.


"Bersih- bersih yuk. Biar besok bangun tinggal sholat." ajak Richard setelah dirasanya Nawang sudah menunjukkan pergerakan di pelukannya,


Setelah membuatnya hampir kalah tadi, Nawang langsung terlelap dipelukannya.

__ADS_1


"Beneran bersih- bersih? Yakin nggak lagi?" tanya Nawang nggak percaya.


Mereka baru satu ronde lho. Dan belum serusuh yang sudah- sudah walau tetap sudah bisa saling memuaskan.


Kan tumben kalau Richard ngajak udahan....


"Kali ini satu ronde aja. Besok katanya kamu mau masakin Bintang. Kalau aku nambah lagi, bisa nggak tidur kamu." kata Richard sambil terkekeh.


"Baiknya, Mas Gantengku ini....." kata Nawang senang kemudian mencium pipi suaminya.


"Lagian udah jamnya aku bersemedi." kata Richard sambil memeluk Nawang sesaat.


"Oiya....." sahut Nawang seperti baru teringat.


Nawang bergegas meraih bajunya kemudian memakainya dengan asal cepat untuk segera dapat membersihkan diri.


"Jangan senang dulu, Non. Besok siang dan dua hari selanjutnya, kita nggak akan berhenti. Kita akan membuat Kaliurang menjadi gerah dan mem ba ra!" teriak Richard kemudian tertawa senang.


"Ngeriiiii!!" balas Nawang sebelum masuk ke kamar mandi sambil tertawa- tawa.


Tak urung dia membayangkan juga kelakuan Richard yang mungkin akan semakin panas saja di Kaliurang nanti.


Secara niat mereka jelas untuk honeymoon.


Entah mengapa, bukannya merasa malas atau takut, Nawang merasa bahkan sangat menanti apa saja yang akan terjadi selama mini honeymoon mereka.


Hmmm, apakah ini berarti dia sangat bisa menikmati petualangan yang di telah dilaluinya bersama Richard dua hari ini?


Tak berlama- lama Nawang membersihkan diri karena Richard juga harus membersihkan diri sebelum meminum obatnya.


"Jangan lama- lama mandinya, Mas." kata Nawang saat Richard melangkah ke arah kamar mandi.


"Ntar aku kangen." jawab Nawang dengan wajah yang tanpa ekspresi, membuat Richard hampir tersedak oleh salivanya sendiri.


"Sa ae mbaknya...." sahut Richard kemudian tertawa gembira karena gombalan istrinya.


Heran dia, kemana perginya sikap Nawang yang selama ini dingin kayak balok es? Sejak jadi istrinya jadi begitu manja dan menggemaskan begitu.


"Ntar keburu jam minum obat." kata Nawang lagi, mencoba meluruskan perkataan alaynya barusan.


"Iya, Sayangkuuuu....." sahut Richard sebelum menghilangkan diri dibalik pintu kamar mandi.


Nawang keluar kamar untuk mengambil sebuah jar berisi air putih dan dua buah gelas.


Dia juga sempat mengambil sebuah apel dan sebuah pisang yang akan dia kunyah nanti di kamar.


Perutnya selalu merasa lapar kalau selesai bergotong royong membuat kekacauan di ranjang dengan Richard.


Pisang di tangannya baru termakan segigitan saat Richard sudah nampak segar keluar dari kamar mandi hanya bercelana boxer dan bertelanjang dada.


Rambutnya nampak masih basah walau sudah tidak ada tetesan air dari rambutnya.


Nawang tersenyum- senyum malu melihat bercak- bercak kemerahan banyak bertebaran mulai dari daerah leher bawah, pundak, apalagi di daerah dada putih itu.


Dia bahkan yakin di bawah dagu lelaki itu pasti juga ada bekas hasil karya nya. Karena berawal di sanalah de sa han Richard dimulai dan membuatnya semakin bersemangat membuat karya- karya lainnya di kulit tubuh suaminya itu.


Nawang semakin menunduk untuk menutupi senyum lebarnya saat mengingat bagaimana dia membuat jejak sedemikian banyak di badan bagian depan milik suaminya itu.


Bukannya Richard tidak tahu apa yang membuat Nawang nampak berusaha menyembunyikan senyum tersipunya.


Tapi Richard memang sengaja membiarkan Nawang bebas menikmati semua perasaannya.

__ADS_1


Mungkin saat ini Nawang sedang menikmati kebanggaannya karena berhasil menguasai tubuhnya


Dengan sengaja meninggalkan banyak tanda di dadanya mungkin saja Nawang sedang show off. Mungkin....


Richard masih mengingat pasti bagaimana rasanya saat bibir dan lidah Nawang bekerja sama membuat hasil karya yang mampu melambungkannya, menyeretnya hasratnya sedemikian rupa hingga nyaris menerjang langit tertinggi.


Ah, rasanya ingin menerjang kembali perempuan itu dan mengajaknya kembali berlomba menuju puncak rasa.


Tapi dia sudah memutuskan untuk mengistirahatkan istrinya itu malam ini.


Agar besok pagi dia punya celengan power yang lebih banyak agar mini honeymoon mereka tak akan hanya diisi lebih banyak tidur daripada berkegiatan.


Nawang mendekat ke ranjang setelah satu pisang telah bersemayam nyaman di perutnya.


Richard telah meminum obatnya setelah dilihatnya suaminya itu memakai kaos warna abu, dan itu berarti dia harus ikut berbaring dan membiarkan bayi gede tampannya itu menikmati dot kesayangannya sampai terlelap.


"I love you, Sayang." gumam Richard kemudian memeluk dan menyibukkan bibirnya dengan dot nya sambil terpejam.


"I love you more, Mas." bisik Nawang sambil menciumi rambut lembab beraroma citrus itu sambil memejamkan mata, memilih menikmati sesuatu yang berdenyut berdenyut nikmat.


Tak lama dia menikmati itu karena Richard sudah langsung terlelap tak sampai lima menit.


Nawang mengelus pipi Richard yang nampak tidur dengan bibir yang sangat sedikit terbuka.


Tetap terlihat tampan. Bahkan semakin tampan menurutnya.


Nawang tertawa sendiri, menertawakan dirinya sendiri saat dia menyadari betapa sukanya dia pada lelaki disampingnya ini.


Bukan hanya suka, tapi lebih dari itu. Dia sungguh mencintai lelaki ini. Sungguh mencintai.


Bahkan disaat- saat tersedih dan terberat dalam hidupnya selama ini, kenangan indah dengan lelaki ini di usia belia mereka dulu adalah satu- satunya obat dan penguatnya, tanpa dia sadari.


Setiap kali dia merasa terluka oleh lelaki bernama Wardani, dia obati luka itu dengan ingatan dulu dia pernah sangat dicintai dan dihargai oleh orang lain, yaitu Richard, cinta pertamanya dulu.


Setidaknya dia pernah merasakan kebahagiaan itu.


Hanya seperti itu pikirannya dulu.


Tak pernah berniat mencari tahu tentang dimana dan bagaimana Richard sekarang.


Dia menjadikan ingatan manisnya tentang Richard sebagai penguat, bukan pembanding atas kesedihan dan duka laranya.


Untunglah takdir berbaik hati pada hidupnya.


Membawanya kembali pada cinta yang menenangkan dan menyenangkan ini.


Semoga akan mereka miliki selamanya.


T a m a t


Tapi bohong 😃


🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️


Mohon maaf ya, seminggu ini up nya bolong- bolong. Baru ada kegiatan baru, hilir mudik ke rumkit. 😅


In shaa Allah minggu depan bisa tiap hari up lagi walaupun tetap sanggupnya cuma se episode perhari, hihihi.....


Keep healthy semuanya yes.....!


Happy reading 💖

__ADS_1


__ADS_2