PEMILIK RUANG HATI

PEMILIK RUANG HATI
94


__ADS_3

Dani kembali menguap entah untuk keberapa puluh kali.


Padahal jam kerja baru berjalan satu jam dua puluh menit.


Kerjaan yang tidak terlalu banyak semakin memperparah kantuknya karena tak ada yang bisa dijadikannya pelarian.


"Kamu masuk angin atau semalem nggak bisa tidur?" tanya Eko, teman karibnya sambil menepuk punggungnya agak keras kemudian ikut dia menata carton box.


"Nggak bisa tidur." jawab Dani dengan nada putus asa yang langsung disambut tawa Eko.


"Ngebayangin orang ritual malam pertama ya?" tanya Eko sangat tepat pada sasaran.


"Nggaklah! Ngapain juga." sanggah Dani cepat walau wajah murungnya tak bisa menyembunyikan kalau dia sedang berbohong.


Eko adalah satu- satunya teman berkeluh kesah selama ini.


Mereka bersahabat sejak awal mereka sama- sama jadi karyawan baru di pabrik itu,sekitar tujuh tahun lalu.


Lelaki tinggi agak ceking itu tahu semua yang terjadi dalam hidupnya.


Dia sahabat yang sangat baik.


Selalu berusaha mengingatkan semua perbuatan buruknya.


Dulu, saat dia menjalani hubungan terlarang dengan Dewi, Eko adalah orang pertama yang memperingatkannya dengan keras, juga tak henti- hentinya meminta untuk menghentikan perselingkuhannya, tapi memang dia yang bebal karena *****, semua nasehat sahabatnya itu malah selalu jadi awal mereka sering berdebat sengit bahkan saling mendiamkan, walau selalu Eko juga yang menegurnya lebih dulu, dengan cara menawari makanan atau memberinya kopi sachet.


Eko juga yang sampai kini selalu memberinya semangat untuk selalu ikhlas melepaskan Nawang dan berdoa untuk kebahagiaan Nawang dan Bintang.


"Kepalaku rasanya mau pecah, dadaku rasanya mau meledak membayangkan istriku digauli lelaki lain. Ja bi ngaaan!!!" umpat Dani sambil tersenyum getir.


"Katanya nggak mikiriiiiin. Kok sampai kepalanya mau pecah, dadanya mau meledak segala?" ledek Eko sambil terkekeh meledek.


"Perlu diingat, dia sudah bukan istrimu. Yang ditiduri orang tadi malam itu, man tan is tri....bukan istrimu. Jadi hak mereka mau ngapa- ngapain juga." kata Eko mengingatkan.


Ya....ya....ya.....Harusnya Dani selalu mengingat itu sepanjang hidupnya; bahwa Nawang hanya man tan is tri.


Mereka sudah bukan siapa- siapa lagi satu sama lain.


"Kamu, membayangkan mantan istri kelon sama orang lain aja bisa mau pecah kepala. Bisa kamu bayangkan gimana rasanya Nawang yang saat itu masih berstatus sah sebagai istrimu melihatmu live sama selingkuhanmu. Dia nggak mem blacklist kamu dari hidupnya saja harusnya kamu banyak- banyak sujud syukur." kata Eko.


Dani mengangguk lemah, membenarkan setiap kata yang barusan keluar dari mulut Eko.


"Sudahlah, Dan. Ikhlaskan. Ikhlaskan walau aku tahu itu berat. Setidaknya kamu sudah menyadari kesalahanmu, dan sekarang kamu sudah mulai memperbaiki hidupmu. Itu sudah menunjukkan pada dasarnya kamu orang baik." kata Eko bijak.


"Aku sangat jahat pada Nawang dan Bintang." kata Dani penuh dengan gumpalan sesal.


"Dan kamu tahu kan kalo kejahatan harus dihukum ? Anggap saja sekarang ini kamu sedang menjalani hukuman itu. Jalani dengan sabar dan ikhlas. Setidaknya kamu masih punya kesempatan untuk jadi ayah yang baik buat Bintang. Ambil kesempatan itu sebaik mungkin sebelum ikut hilang." nasehat Eko bijak.


Dani kembali menganggukkan kepalanya.


"Percayalah, nanti Tuhan akan kirim pengganti Nawang buatmu. Yang pas buat kamu. Kamu perbaiki diri dulu sekarang, biar istrimu nanti nggak perlu bernasib buruk seperti Nawang dulu." lanjut Eko sambil menepuk- nepuk bahunya.


"Nawang sekarang udah jadi istri boss. Jadi nyonya kaya." gumam Dani sambil tersenyum getir.


"Itu sudah jadi rejeki dia. Anggap saja dia sedang menerima balasan atas kesabaran dan keikhlasannya menerima perlakuan burukmu dulu. Doakan saja dia bahagia dengan perkawinannya yang sekarang. Mudah- mudahan semua doa baikmu akan berbalik baik juga untukmu sendiri." kata Eko lagi memberi semangat pada Dani.


Dani mengangguk sembari tersenyum.


Matanya menerawang mengingat wajah sedih Nawang, wajah putus asa Nawang, dan wajah penuh rasa benci dan jijik Nawang.


Dani menarik nafasnya tertahan.


Sulit sekali mengingat kapan dia melihat perempuan itu tertawa atau tersenyum lebar dengan sorot mata ceria selama mereka menikah dulu.


Apa malah nggak pernah ada tawa dan senyum dihari- hari Nawang waktu itu?

__ADS_1


Sungguh biadab dirinya dulu.


"Ayo ngopi dulu. Kamu yang cuci cangkir kita, aku yang sedia kopi. Oke?" suara Eko kembali menyeret lamunan Dani ke dunia nyata.


"Oke deh." jawab Dani kemudian beranjak mengambil cangkir miliknya dan milik Eko untuk dicuci sekalian mengambil air panas.


Dan memikirkan Nawang sudah cukup sampai disini saja. Tak perlu dia perpanjang lagi.


Perempuan itu sudah milik orang lain dan orang itu jelas lebih segalanya dari dia.


Benar kata Eko.


Dia harus mengikhlaskan dan mendoakan kebaikan untuk ibu dari anaknya itu.


Dan hidupnya biarlah mengalir seperti ini mengarungi ketetapan takdir - Nya.


Dia hanya akan terus berusaha memperbaiki diri setiap harinya.


Biar Allah dan semesta yang menilai pertobatannya.


********


Richard bergegas keluar rumah saat ojol yang mengantar pesanan makanannya mengabari kalau sudah di depan gerbang.


"Apa benar ini rumah Pak Richard?" tanya ojol itu sopan.


"Iya.Nganter makanan ya?" tanya Richard sambil menatap tas daur ulang yang dibawa ojol itu.


"Iya, Pak. Ini pesanannya. Bisa di cek dulu." kata ojol itu sopan.


Richard hanya formalitas saja melongok ke dalam tas kemudian mengangguk.


"Sudah sesuai.Makasih ya, Mas." kata Richard sambil mengulurkan dua lembar uang berwarna merah pada ojol yang mungkin sepantaran dengannya itu.


"Kembaliannya buat njenengan ( anda) makan siang aja,Mas." kata Richard sambil tersenyum.


Ojol itu menatap Richard tertegun,lalu sesaat kemudian mempersembahkan senyum terbaiknya pada Richard.


"Alhamdulillah.....makasih banyak, Pak." kata ojol itu senang.


"OK! Saya masuk ya....udah kelaparan." pamit Richard sambil menepuk- nepuk perutnya.


"Oh, monggo....monggo....Makasih banyak ya, Pak." ulang ojol itu sebelum Richard menghilang di balik gerbang.


"Yooook!" sahut Richard santai.


Richard tidak tahu kalau uang kembaliannya yang berjumlah tiga puluh enam ribu itu adalah hasil pertama setelah dari pagi tadi dia belum mendapatkan klien.


Dan uang sejumlah itu bisa dia berikan pada istrinya agar bisa masak siang ini untuk makan siang dan makan malam keluarga kecilnya nanti walau dengan menu sederhana.


Sejak semalam istrinya yang baru dua minggu ini melahirkan anak kedua mereka memberi tahu kalau beras yang tersisa semalam tinggal cukup untuk sarapan saja.


Sebagai tulang punggung, mas ojol itu pun mengalah tak sarapan saat keluar rumah usai sholat subuh tadi.


Yang penting makanan yang ada cukup untuk sarapan anak sulungnya yang berumur lima tahun dan istrinya yang sedang menyusui.


Perut laparnya hanya dia bujuk dengan rayuan segelas susu sachet yang dia beli di angkringan tadi.


Dan saat ini, senyum ojol itu masih tersungging sambil menatap gerbang dimana sang penolongnya lolos dari kelaparan tadi menghilang.


Semoga sehat selalu,Boss. Hidup dalam berkah dan rahmat Tuhanmu.


Doa itu teruntai tulus sebelum ojol itu bergegas melajukan motornya untuk menyerahkan rejekinya siang ini pada sang istri.


********

__ADS_1


Richard tersenyum geli saat masuk dapur dan melihat Nawang sedang duduk berjongkok sambil minum di depan dispenser.


Gamis yang dipakainya kusut masai karena tadi pasti jadi korban huru hara mereka berkungfuria.


Rambutnya juga terlihat hanya asal di kuncir tapi malah terlihat seksi.


"Ngapain jongkok gitu?" tanya Richard sambil mengelus pucuk kepala Nawang sekilas sebelum dia meraih beberapa piring.


"Minum. Bangun- bangun haus banget." jawab Nawang yang kini mengikutinya duduk di ruang makan.


"Minum aja sampai jongkok gitu di depan dispensernya. GR tuh dispensernya dikiranya kamu butuh dia banget." kata Richard membuat Nawang menatapnya keki.


Mulai deh gaje nya......


"Kamu barusan ngilang dari kamar buat beli itu, Mas?" tanya Nawang sambil menuding makanan yang sedang dibuka- buka pembungkusnya oleh Richard.


"Iya. Ngambil di depan, dianterin ojol." jawab Richard sambil tangannya sibuk menata tiga bungkus nasi, satu gurame bakar, tumis kangkung, tahu crispy, juga ada cumi asam manis.


Hmmm, lezaaaat......


"Mau makan sekarang?" tawar Richard sambil tersenyum menatap mupengnya Nawang.


"Mandi dulu." jawab Nawang tersipu bergegas berlari kecil menuju ke kamar.


"Nggak usah lama- lama mandinya, Non....nanti juga masih mandi lagi!" teriak Richard sambil tertawa tengil.


"Ngareeeeeeppp!" jawab Nawang juga sambil berteriak.


Tak sampai lima belas menit menunggu, Nawang sudah muncul dihadapan Richard dengan rambut yang masih basah walau sudah tidak menetes- netes ujungnya, terlihat sangat imut dengan blouse kuning gading dan celana tiga per empat warna putih.


"Kenapa aku jadi ngerasa ngawinin anak SMA ya?" gumam Richard sambil menatap Nawang dengan tatapan melelehnya.


"Issshhh....gombal mukiyo! Pandangan dari perut lapar itu menyesatkan!" kata Nawang dengan mimik sebel tapi pipinya merona.


Dan tingkah Nawang selanjutnya membuat Richard senang bukan kepalang.


Istrinya itu duduk di pangkuannya dan kembali menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya.


"Manjanyaaaa mbak yang galak iniiii..." kekeh Richard sambil memeluk Nawang dengan hangat.


"Badanku sakit semua...." keluh Nawang sambil memeluk bahunya.


"Sakit kenapa?" tanya Richard meledek.


Tentu saja dia sangat tahu penyebab tubuh Nawang sakit semua.


"Terlalu rajin smackdown, kungfu, sama berjuang melawan mas gantengku." jawab Nawang dengan suara centil nan manja, membuat Richard tergelak tak percaya dengan nada bicara yang barusan di dengarnya.


Ya ampun perempuan ini.....


πŸ—οΈπŸ—οΈπŸ—οΈ bersambung πŸ—οΈπŸ—οΈπŸ—οΈ


Special thanks buat reader satu ini.....makasih untuk like- like dan komen- komennya πŸ’žπŸ’•



Makasih juga untuk semua silent reader yang mungkin keasikan baca sampai lupa nge- like πŸ˜… ( ini antara positif thinking ,GR, sama ngarep beda tipisπŸ™ˆ).


Semoga pesona mas Richard bisa menjerat kalian semua untuk tetap betah di alur ini ya.....πŸ˜ƒ


Keep healthy eperibadih.....


My high five 4U all


πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2