PEMILIK RUANG HATI

PEMILIK RUANG HATI
93


__ADS_3

Inikah rasanya bila ku sedang jatuh cinta


Setiap hela nafasku bahagia


Mengenal hatimu hadirkan indahnya dunia


Kau bawa irama cinta di jiwa


Semua yang ku mau hanyalah dirimu, satu


kaulah jawaban semua doa


Semua yang ku rasa rindu dalam asa


di dekap cinta


Hatiku untukmu.....


Haruskah diriku bertanya pada bintang- bintang


Pantaskah ku mengharap cintanya


Semua yang ku mau hanyalah dirimu satu


kaulah pelita di dalam jiwa


Semua yang ku rasa rindu dalam asa


di dekap cinta


Hatiku untukmu....


Hanyalah untukmu.


💞 HANYA UNTUKMU - Ten 2 Five 💞


Richard membelai lembut pipi Nawang yang terlelap di kursinya.


Belum ada lima menit keluar dari parkiran pasar, Nawang sudah menguap dan tak lama sudah pulas tertidur saat Richard asik berceloteh tentang penjual ayam yang ternyata teman SMP nya di Semarang dulu.


Lagu slow yang terdengar dari radio di audio mobilnya membuat suasana terasa sangat damai dan syahdu baginya.


Pagi yang mendadak redup, perempuan tercinta yang terlelap dengan wajah kelelahan di sampingnya, lagu yang pas dengan suasana hatinya, membuat dunianya terasa sangat sempurna.


Rasanya tak ada lagi yang diinginkannya lagi selain bisa memiliki dan menikmati semua ini selamanya.


Semoga aku bisa dan diberi banyak masa menikmati semua ini.


Richard memilih tak membangunkan istrinya walau mobil sudah terparkir rapi digarasi.


Dia memilih membawa masuk semua belanjaan ke dapur, memasukkan begitu saja ke dalam kulkas se kresek- kreseknya semua sayuran.


Memasukkan ayam, udang, dan daging sapi ke dalam cooler, se plastik- plastiknya juga.


Dia tahu ini kurang benar, tapi dia juga kurang tahu bagaimana memperlakukan semua belanjaan itu kalau berada di kulkas.


Palingan juga nanti Nawang mengomel- ngomel kalau melihat hasil kerajinannya memasukkan semua ke kulkas.


Tak apa, Dia suka mendengar omelan dari mulut manis pedas istrinya itu.


Selanjutnya adalah menggendong masuk kekasih hatinya ke dalam kamar mereka.


Richard tersenyum bingung saat melihat ranjang mereka masih seperti kapal kena tsunami.


Dengan tubuh Nawang di pangkuannya, di buatkannya tempat senyaman mungkin di ranjang dengan melemparkan segala sesuatu ke sisi lain ranjang.


Setelah berhasil mengosongkan sesisi ranjang, dengan lembut Richard membaringkan Nawang.


"Udah belanja banyak, katanya pengen masak, akhirnya tetap tidur yang terealisasi paling awal." gumam Richard sambil tersenyum- senyum memandang wajah Nawang yang terlelap.


Richard kemudian membereskan tumpukan sisa huru- hara yang teronggok di samping Nawang.


Di mulai dengan memakaikan satu sarung bantal ke bantalnya yang mungkin sudah kedinginan, hihihi....


Gimana caranya ini bantal bisa ikut- ikutan lepas baju? Aneh....


Tangannya kemudian memegang......


ya ampun.....🙈


Richard tertawa sendiri sambil merentangkan kandang burung nya di depan mukanya sendiri.

__ADS_1


Dicariin ternyata ngumpet di dalam selimut kamu ya....


Lalu tangannya menarik pelan selembar kain halus berwarna merah hati.


Hahaha.....penghalang ku menikmati pemandangan ter epic dalam kehidupanku.


Richard merentangkan inner baju haram milik Nawang itu di depan mukanya sambil tentu saja membayangkan apa yang sempat terbungkus oleh kain itu.


Dengan senyum malu diliriknya pemilik baju haram itu.


Mine!


Dan wajah tersipu Richard semakin menebal saat dia melihat hasil raihan tangannya berikutnya.


Kain tipis berbentuk segitiga milik istrinya.


Richard kembali tertawa sendiri saat mengingat proses menanggalkan benda itu dari tubuh pemiliknya.


Ah,bikin pengen ngulangin aja nih.....


Bergegas Richard membawa barang- barang pribadi temuannya itu ke sudut kamar mandi dan memasukkannya ke keranjang baju kotor.


yang kini tertinggal di ranjang hanya selimut dan sesosok tubuh ramping yang kini sedang terlentang sempurna dengan mata terpejam.


Haduuuuuh.....tidur aja posisi bodynya melambai- lambai mengundangku gitu.....


Richard tertegun sejenak mengingat- ingat pintu depan sudah terkunci belum.


Sudah.


Tadi dia langsung mengunci pintu pas membawa Nawang masuk.


OK, sip!


Saatnya bobok pagi menjelang siang. Membayar kekurangan tidur semalam.


Dengan perlahan Richard membaringkan tubuhnya di samping Nawang yang entah kapan bergeraknya kini telah memiringkan tubuhnya ke sisi dalam.


Richard menghadapkan wajahnya menatap wajah istrinya.


Untuk pertama kali menatap sedekat ini wajah istrinya.


Wajah cantik alami yang bersih tanpa make up.


Alis yang tak terlalu tebal tapi begitu rapi dan terlihat pas menaungi mata yang selama ini lebih sering terlihat bersinar dingin dan cuek untuk menyembunyikan kesedihan yang mendalam.


Walau kadang mata itu juga bisa bersinar begitu hangat bila berhadapan dengan hal- hal yang menyentuh jiwa.


Bulu matanya tidak panjang, namun lentik.


Hidung kecil yang lumayan tinggi diantara garis pipi yang terpahat sempurna.


Bibir mungil agak tebal berwarna jingga yang sangat nyaman untuk dinikmati kini tersaji di depan matanya, hanya berjarak tak lebih dari sejengkal.


Satu yang membuat hati Richard merasa trenyuh.


Wajah Nawang saat tidur terlihat sangat sedih dan letih.


Seperti endapan lara di hati yang terlihat muncul ke permukaan dengan sangat jelas.


Endapan dari masa lalu yang belum terkikis dengan sempurna.


"Nanti, seiring perjalanan waktu, jiwa dan hatimu akan kubuat benar- benar bahagia dan tidurmu pun akan berhias raut wajah tenang, damai, bahkan berhias senyum Aku janji padamu." bisik Richard sambil menangkupkan telapak tangannya dipipi Nawang dengan lembut.


Tapi reaksi tubuh Nawang atas sentuhan itu sungguh diluar prediksi Richard.


Tangan Nawang nampak sebentar seperti hendak menggapai sesuatu lalu tiba- tiba sudah menjatuhkan tangannya di lengan Richard, lalu dengan gerakan cepat bertenaga, tubuh ramping itu telah merangsek maju hingga memeluknya dengan erat.


Bahkan di bawah sana kaki Nawang ikut- ikutan mengait kakinya.


"Enak ya punya guling ganteng dan wangi...." gumam Richard gemas sambil mengelus- elus lengan Nawang lembut.


Nafas teratur Nawang menggelitik lehernya dengan lembut namun seolah terasa seperti meniup- niup percikan- percikan api yang tiba- tiba bermunculan di sekujur tubuhnya.


Aduh Noooon.....Kamu nih bikin gara- gara lagi.


Tidur aja masih bisa bikin garudaku menggeliat.


"Mas....Eric....." terdengar gumaman lirih dari sela bibir yang pemiliknya masih tidur lelap mode on.


Suara sangat lirih itu terdengar bagai undangan dengan loud speaker paling mutakhir bagi seluruh tubuh Richard yang tiba- tiba saja perlahan terasa terbakar dan tak mampu lagi dikendalikan kobarannya.

__ADS_1


Panggilan itu yang membuatnya merasa menjadi jagoan paling keren sedunia.


Panggilan yang akan selalu membuatnya bangga karena merasa begitu didamba dan dicintai.


Dan kini, dalam mimpinya pun perempuan ini memanggilnya dengan suara yang terdengar sangat indah di telinganya.


"I'm here, baby.....I'm here...." bisik Richard bergetar lembut sambil merengkuh Nawang merapat ke tubuhnya dengan rasa haru.


Dielusnya lembut punggung Nawang berkali- kali, seakan ingin mentransfer cinta dan kebahagiaan yang tengah memenuhi dadanya bahkan membuatnya merasa hampir sesak nafas.


Ya Allah, terima kasih untuk keindahan ini.


Tolong mampukan hamba untuk selalu membahagiakannya, membuatnya merasa nyaman dan terlindungi, menjadikannya ratu di rumah tangga kami.


Tolong mampukan hamba merawat dan menyembuhkan sayap- sayap indahnya yang pernah terkoyak.


"Mas....kamu nangis?" suara parau Nawang di depan mukanya mengagetkan Richard yang bergegas mengerjap- ngerjapkan matanya.


Menghalau sesuatu yang terasa menghalangi pandangannya.


Bagaimana ceritanya wajah Nawang yang tadi erat dipeluknya di dada tiba- tiba sudah ada di depan mukanya dengan tatapan heran dan khawatirnya?


Kenapa dia nggak ngerasa pergerakan Nawang dari dadanya menuju mukanya?


Aneh!


"Kamu kenapa?" tanya Nawang lembut sambil menghapus sisa airmata yang masih menitik dari sudut mata Richard.


Richard hanya menggeleng dan tersenyum sambil menatapnya haru dan penuh cinta.


Richard bahkan semakin tak mampu menahan laju airmata yang merangsek keluar setitik demi setitik lewat sudut matanya.


Nawang yang tak tahu apa penyebab airmata itu hanya tersenyum lembut.


Melihat tatapan haru Richard padanya yang begitu dalam, juga kilatan penuh cinta di mata itu, Nawang menduga Richard sedang sangat dalam memikirkannya.


Hingga pria itu bisa menitikkan airmata sederas itu.


Ya Allah, seberharga itukah diriku ini baginya,hingga dia rela menitikkan airmatanya untukku?


"Nggak keren tahu kalau jagoan nangis kayak gini...." kata Nawang masih dengan lembut manghapus airmata yang sungguh sangat tidak bisa dikendalikan kali ini.


Richard hanya tersenyum malu, dan getir dalam hati.


"Jangan pernah ada orang lain yang melihat kamu seperti ini selain aku ya...?" bisik Nawang lembut kemudian mencium pipinya, tepat dimana airmatanya mengalir.


Kemudian mencium kedua kelopak matanya lembut.


Richard tidak tahu kalau saat inipun kelopak mata Nawang telah penuh dengan airmata haru yang tengah ditahannya agar tak menetes.


"Kamu masih pakai gamis kenapa kelakuan kamu kayak cat woman gini sih? Main duduk aja di paha orang." bisik Richard protes sambil tersenyum senang.


"Kan gamisnya lebar,bisa buat kungfu juga." jawab Nawang sambil terkekeh malu dan tergesa menyembunyikan wajahnya di lekuk leher Richard.


Sepertinya lekuk leher itu jadi tempat favorit baru bagi wajah Nawang.


"Lepas dulu kerudungnya, Non." kata Richard dengan nada membujuk.


Nawang menurut tanpa protes.


"Bajunya juga." sambung Richard kemudian sambil mengerling.


"Nggak ah. Nanti nggak ada perjuangannya kamu." sahut Nawang sambil tertawa meledek.


"Ooohhh pengen di perjuangkan kayak tanah air dia...." balas Richard cepat kemudian menyerang area manapun yang bisa di garapnya dulu.


"Kamu mau berjuang bersamaku pagi ini?" gumam Richard di belakang telinga Nawang yang tentu saja hanya mampu menjawab lirih.


"Yes, Sir."


🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️


Tanpa mengesampingkan sedikitpun reader lainnya, ijinkan kali ini saya menyapa my very special komentator 😃💞


Makasih ya tetap setia komen walau seringnya selalu jadi satu- satunya komentator 😂



Kita tidak saling kenal di dunia nyata, sedikitpun. Tapi komen yang mungkin bagi writer atau reader lain dianggap biasa aja, tapi buatku yang miskin komentator dan liker, ini sangat BERHARGA.


Terimakasih banyak untuk booster nya 💖🙏🙏🙏

__ADS_1


Terimakasih banyak juga untuk semua silent reader semua.


My special hand wave and high five 4 U all.


__ADS_2