
Sejak tiba diparkiran tadi Nawang merasakan tatapan orang- orang padanya nggak seperti biasanya.
Bahkan saat dia melewati orang- orang produksi yang sedang lembur pagi, yang biasanya menyapanya atau sekedar tersenyum dengan ramah padanya, tatapan mereka sungguh berbeda padanya.
Ada apa nih?, batin Nawang curiga.
Keheranan Nawang semakin menjadi saat dia memasuki ruangannya dan mendapati Nayla yang tersenyum agak kikuk padanya.
Nawang mengerutkan keningnya keheranan.
Ini aneh banget, nggak biasanya Nayla menyambut kedatangannya hanya dengan seulas senyum - yang menurutnya aneh- dan bukan sapaan hangat dan bawel seperti burung kenari.
"Kamu sehat kan, Nay?" tanya Nawang penasaran.
"Sehat mbak. Kenapa?" tanya Nayla bingung.
"Aku aneh ya hari ini? Penampilanku mungkin?" tanya Nawang lagi.
Nayla menatap Nawang dengan seksama lalu menggeleng.
"Nggak ada yang aneh, mbak." jawab Nayla.
"Berarti yang aneh kalian semua padaku." kata Nawang kemudian.
Ditatapnya Nayla dengan pandangan mengintimidasinya.
Nayla tentu saja tak berani membalas tatapan maut andalan Nawang itu.
Dia memilih menunduk dan pura- pura membereskan mejanya.
"Apa ada yang aku perlu tahu, Nay? Mungkin kamu ingin memberitahuku sesuatu." tanya Nawang datar sambil menyeret kursinya untuk mendekat ke meja Nayla.
Nayla menatap Nawang cemas dan gelisah.
Nawang melihat juga ada sedikit ketakutan di wajah itu.
"Ada apa? Kasih tahu aku. Atau tanyakan sesuatu padaku." pancing Nawang tenang.
Agak ragu Nayla meraih ponselnya lalu menguliknya sebentar kemudian menyerahkan pada Nawang.
Penasaran, Nawang mengamati sebuah photo yang ditunjukkan Nayla barusan.
Deg!
Ada photonya sedang tertawa lepas dengan Richard.
Dan di photo itu sangat jelas terpancar kesan kedekatan mereka.
Kamera ponsel sekarang memang keren- keren ya menimbulkan efek dramatis?
Melihat baju yang mereka pakai,photo ini diambil kemarin oleh seseorang di sebuah toko mainan.
Siapa yang melihatnya sedang berdua dengan Richard kemarin?
"Ini dari siapa?" tanya Nawang tenang.
Ya, dia harus tetap tenang kan?
Lagian dia dan Richard tidak sedang menjalin sebuah perselingkuhan bukan?
"Itu aku dapat dari orang produksi, mbak. Semalam ada yang WApri aku nanyain hubungan mbak Nawang dan Pak Richard." jawab Nayla hati- hati.
Nawang menarik napasnya pelan.
Ini harus segera diklarifikasi.
__ADS_1
Kalau nggak, bisa dipastikan berbagai dugaan miring akan menggelinding seperti bola api.
Apalagi sampai sekarang Nawang belum ada ' pemberitahuan' kalau dia telah menjadi seorang single.
Pasti ada yang mengira dia dan Richard sedang menjalani perselingkuhan.
Nggak! Dia nggak suka jadi bahan gosip murahan seperti itu.
Apalagi sampai harus mencemarkan nama baik Richard.
"Iya, itu photoku sama Pak Richard. Kemarin kami di toko mainan. Pak Richard itu bukan orang baru buatku, kami sudah saling kenal sejak SMA. Dia kakak kelasku dulu." papar Nawang mengaku.
Nayla menatap kaget padanya.
"Dan itu kami tidak sedang berkencan." sambung Nawang sambil tersenyum geli.
"Ketemu nggak sengaja di toko itu ya, mbak?" tanya Nayla penasaran.
"Nggak juga. Kami datang bareng kesana sama anak- anak kami." jawab Nawang jujur lagi.
Percuma juga kalau mau bohong.
Ntar kalau ternyata sang paparazzi tahu kedatangan dan kepergian mereka dari toko itu kan malah berabe dan malu sendiri dia nanti.
"Oooh, ada Bintang dan anaknya Pak Richard juga?" tanya Nayla.
Nawang mengangguk lalu kembali menggeser kursinya kembali ke posisinya semula.
"Dah, kerja yuk! Aku minta kamu stock opname assesoris kemarin dah kelar belum?" tanya Nawang sengaja mengalihkan pembicaraan.
Dia harus menghentikan Nayla menginterogasinya lebih dalam.
"Kurang yang rak paling bawah, mbak." jawab Nayla kemudian meraih secarik kertas untuk menulis hasil menghitung stock asesoris nanti.
Sejujurnya dia masih ingin bertanya lebih lanjut, tapi dia merasa Nawang sudah tidak ingin membicarakan hal itu lagi.
********
Richard menatap santai Hans yang menatapnya salah tingkah.
"Darimana kamu dapat photo ini?" tanya Richard santai.
"Dari Sasi, Pak." jawab Hans malu- malu.
"Ooooh, dari pacarmu itu." kata Richard sengaja menggoda Hans.
Hans hanya tersenyum malu.
"Jadi benar itu Anda dan Bu Nawang, Pak?" tanya Hans hati- hati.
Dia sudah menyiapkan kedua telapak tangannya disisi kepalanya untuk berjaga- jaga kalau- kalau Richard tiba- tiba mengemplangnya dari arah yang tak terduga.
Bukan sekali dua kali Richard melakukan itu padanya kalau dirasakan pertanyaannya terlalu bodoh atau terlalu berani.
"Iya, Itu aku dan Nawang kemarin." jawab Richard kalem.
Hans kaget dengan pengakuan santai itu.
Pasti Nawang adalah seseorang yang sangat istimewa untuk bossnya ini.
Karena sudah menjadi rahasia umum,. Richard sangat memproteksi dirinya dari perempuan manapun.
Dia bahkan nggak akan suka bila dikait- kaitkan dengan nama seorang perempuan.
Tapi kali ini sangat beda.
__ADS_1
Tanpa berbelit- belit, bahkan sangat meyakinkan Richard mengakui keberadaannya dengan seorang perempuan.
Dan perempuan itu Nawang.
Ada apa sebenarnya diantara mereka berdua?
Masak iya bossnya itu selingkuh dengan Nawang, secara Hans tahu dari Sisi kalau Nawang sudah bersuami dan punya satu anak.
Beda dengan bossnya yang berstatus duda.
Masak iya Nawang yang juteknya minta ampun itu mau diajak selingkuh?
Ya walaupun Hans percaya, akan sangat sulit bagi seorang perempuan menolak laki- laki seperti Richard.
Selain jelas tajir dan tampan, Richard adalah seorang yang baik hati.
Sosok lelaki idaman banget bukan?
"Dia cinta pertamaku saat SMA dulu. Dan aku masih tetap mencintai dia sampai saat ini." kata Richard dengan pandangan menerawang dan seulas senyum tipis di wajahnya.
Hans tidak bisa menutup mata kalau dia melihat wajah Richard sangat terlihat bahagia.
Hans yang mendengar pengakuan itu tersedak minumannya.
Dia batuk sampai tak berhenti- berhenti.
Richard hanya terkekeh mengejeknya.
"Ngapain kamu sampai tersedak gitu? Woles aja kali." ledek Richard.
Hans melotot keki.
"Tapi Pak, Anda kan tahu kalau Bu Nawang itu sudah berumahtangga. Masak Anda....."
"Aku tahu.....Lagian aku kan nggak selingkuh sama dia. Aku nggak akan pernah mendekati seseorang yang masih terikat sebuah hubungan. Kamu tenang saja. Woles....woles...." kata Richard sambil terkekeh.
"Ini beredar ramai di PT. KAYUKU, Pak. Saya rasa Bu Nawang juga pasti menghadapi keadaan yang kurang menyenangkan saat ini." kata Hans seperti menyadarkan Richard.
"Sial! Aku nggak mikir sampai sana." umpat Richard gugup kemudian bergegas melakukan panggilan lewat ponselnya.
"Hallo, Non. Are you OK today? Aku dapat kabar kalau ada photo kita berdua sedang ramai beredar di PT. KAYUKU. Kamu baik- baik aja?" tanya Richard dengan nada khawatir.
"..........."
Senyum terukir di wajah Richard.
"Ya udah kalau gitu. Maaf ya bikin kamu jadi trending topik pagi ini." kata Richard sambil terkekeh.
".........."
"OK, bye...."
Richard menatap Hans dengan gembira.
Dan kenyataan itu membuat Hans kembali keheranan.
Hari ini rasanya Richard sangat aneh bagi Hans.
"Nawang memang keren." gumam Richard tersenyum manis sambil beranjak meninggalkan Hans yang masih dipenuhi banyak tanda tanya di kepalanya.
Ini sungguh keadaan yang sangat aneh.
🗝️🗝️🗝️ bersambung 🗝️🗝️🗝️
__ADS_1
Terimakasih banyak selalu meninggalkan jejak 👍di tiap episodenya...😍🙏💖💕