PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SEMUA KARENA GIANDRA


__ADS_3

Aditya berusaha untuk memberikan penguatan kepada Anindita dan tangisan Anindita kini semakin pecah karena perkataan Aditya tersebut.


"Ya mas, Anindita mau mencoba untuk belajar untuk merelakan mas Giandra,tapi mas Adit bantu Anin ya mas"


"Pasti Nin,mas akan bantu,saat ini mas tidak akan pernah menuntut mu Nin"


Aditya mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat pundak Anindita.


"Ayo pulang,sebentar lagi hari sore,mas antar kamu pulang yah"


"Terus mobil aku gimana mas?"


"Gampang,nanti biar pak Giman yang mengambil,nanti aku hubungi pak Giman"


"Ya mas Adit"


Setelah mengatakan hal tersebut Anindita dan Aditya beranjak dari tempat duduk mereka dan Aditya mengantarkan Anindita kembali ke rumah.


Beberapa hari kemudian menjadi hari yang cukup berat bagi Amanda,karena dia harus menghadapi sebuah pernikahan rahasia tanpa di sertai oleh keluarga nya,keseharian Amanda adalah duduk diam di kediaman rumah Giandra menunggu orang -orang datang untuk mengukur bentuk tubuh untuk kebayak yang akan digunakan di dalam pernikahan sederhana nya nanti.


"Selamat pagi mbak Amanda"

__ADS_1


Pagi ini merupakan hari yang bersejarah untuk Amanda.


"Bagaimana mbak,apakah persiapan lahir dan batin mbak Amanda sudah siap?"


"Semoga Nin"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membantu beberapa orang untuk menaikan barang ke mobil guna acara pernikahan nya di puncak nanti.


"Sudah mbak jangan tegang,percaya pada ku mas Giandra itu sebenarnya adalah laki-laki yang baik,hanya terkadang mulutnya saja yang pedas,tapi yakin lah mas Giandra tidak akan pernah memasukkan setiap perkataan nya di dalam hati"


Amanda hanya tersenyum dengan perkataan dari Anindita dan memilih untuk segera masuk ke dalam mobil yang telah di persiapkan untuk dia dan Anindita.


"Nin berarti mas Giandra sudah berangkat ke Villa?"


"Oh seperti itu"


"Kenapa mbak Amanda kangen? ciee nanti juga ketemu setiap hari,setiap saat kalau sudah jadi suami nya"


"Apa sih Nin"


Wajah Amanda langsung merah padam mendengarkan perkataan dari Anindita,dan pada akhirnya Amanda memilih untuk diam sepanjang perjalanan menuju ke villa,sambil terus mengatakan di dalam dirinya bahwa di pasti siap menjadi pendamping satu orang laki-laki bermulut pedas seperti Giandra.

__ADS_1


"Mbak Amanda bangun ini kita sudah sampai di villa mbak"


Anindita menguncang tubuh Amanda dengan perlahan ketika mereka berdua telah sampai di depan villa.


"Ah maafkan mbak Nin,tadi mbak ketiduran"


"Gapapa mbak,ayo mbak turun"


Anindita mengajak Amanda turun dari dalam mobil dan begitu Amanda turun,Amanda melihat dua bangunan tua yang indah,salah satu bangunan tua tersebut adalah gereja dengan lonceng tua nya yang sangat besar.


"Nah besok pemberkatan mbak Amanda dan mas Giandra akan di lakukan di gereja ini,nah villa nya ada di samping gereja praktis kan"


Anindita mengatakan hal tersebut kepada Amanda saat mereka masuk ke dalam villa tersebut, suasana dingin yang menyerbak membuat lokasi mereka saat ini menjadi bertambah indah.


"Iya Nin,indah sekali tempat ini"


"Mas Giandra sendiri loh mbak yang mencari tempat ini"


Anindita mengatakan hal tersebut sambil menyentuh pundak Amanda.


"Mas Giandra?"

__ADS_1


"Iya,mas Giandra itu sibuk menghubungi beberapa villa untuk acara ini,bahkan untuk kebayak yang mbak pakai nanti semua desain nya dari mas Giandra"


__ADS_2