
Amanda kini kembali berteriak ke arah Giandra entah mendapatkan kekuatan darimana ketika Amanda berani mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Untuk apa kau mengatur ku,siapa kau?"
Giandra pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan di titik itulah Amanda langsung terdiam.
"Aku memang bukan siapa - siapa nya mas Giandra,tapi disini aku khawatir dengan keadaan mas Giandra,aku hanya ingin luka mas Giandra di obati dengan baik"
Amanda pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Giandra dengan wajahnya yang masih menunduk.
Giandra memandang Amanda yang masih berada di sebelahnya dan ingin rasanya untuk Giandra menarik tubuh Amanda untuk masuk ke dalam pelukannya,namun hal tersebut tidak Giandra lakukan untuk saat ini,karena buat Giandra itu menjadi hal yang tidak mungkin.
"Pak putar mobil ke arah Rumah Sakit"
"Ini tidak berubah lagi kan mas?"
"Tidak pak,ayo jalan"
"Baik mas"
Sang supir memutar kembali mobil ke arah Rumah Sakit dan kini Amanda tersenyum melihat semua hal yang telah dilakukan oleh Giandra.
"Makasih mas"
__ADS_1
Amanda mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah Giandra..
"Kau tak usah geer,aku melakukan hal ini bukan buat kau,tapi nanti jika keluarga ku melihat luka ini mereka bisa cerewet"
"Iya mas, Manda tidak berpikir bahwa mas Giandra melakukan hal tersebut karena Amanda karena itu semua tidak akan mungkin"
Deg
Perkataan Amanda kini masuk ke dalam relung hati dari Giandra.
"Mau mas Giandra melakukan hal itu untuk siapapun yang pasti mas Giandra sudah melakukan keputusan dengan benar,karena mas Giandra mau untuk mengobati luka mas Giandra,dengan mas Giandra melakukan hal tersebut,mas Giandra mencintai tubuh mas Giandra yang Tuhan sudah berikan kepada mas Giandra"
Giandra kembali terdiam dengan ucapan dari Amanda,selama ini Giandra tidak pernah berpikir sampai ke arah sana,karena semua hal yang dilakukan oleh Giandra terkadang membuat dia tidak memperdulikan tubuhnya ataupun kesehatan nya lagi.
Dan kata-kata tersebut lah yang pada akhirnya keluar dari mulut Giandra.
"Maaf mas"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya dan kembali ******* - ***** ujung roknya lagi.
Bagi Giandra apa yang dilakukan oleh Amanda saat ini begitu menghibur hatinya, Giandra tertawa di dalam hati dengan setiap wajah Amanda yang kini masih juga ditekuk di hadapannya.
"Mas Giandra,mbak Amanda kita sudah sampai di Rumah Sakit"
__ADS_1
Sang supir mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan Giandra yang kini mobil nya sudah terparkir di parkiran Rumah Sakit.
"Ayo mas kita turun"
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan langsung turun dari dalam mobil.
"Ayo mas"
Amanda meraih lengan Giandra dan berjalan bersebelahan dengan Giandra.
Giandra tidak berusaha untuk menarik lengan nya kembali saat Amanda melakukan hal tersebut, Giandra menikmati sentuhan Amanda,dari dekat Giandra bisa mencium bau shampo yang di pakai oleh Amanda.
"Mas,ayo masuk Dokter nya ada di dalam"
Selesai dari ruang administrasi Rumah Sakit Giandra dan Amanda masuk ke dalam ruang praktek Dokter.
"Selamat siang Dokter"
Saat Amanda membuka pintu dan mengucapkan hal tersebut,mata Amanda melihat satu sosok yang tidak asing lagi di matanya.
"Jonas"
"Manda,kau astaga apa kabar kau Manda"
__ADS_1
Satu laki -laki muda tampan memandang ke arah Amanda..