
Giandra berjalan di antara ke lima nona malam tersebut dan pilihan nya jatuh pada nona malam yang paling kanan.
" Aku ambil dia, kau sudah memastikan wanita ini bersih sebelum aku memakai nya? "
"Tentu saja Mas Giandra, Diana adalah salah satu nona malam kelas premium yang sangat digemari oleh para laki -laki gagah seperti mu, dan aku sangat pastikan bahwa dia bersih karena perawatan dan kesehatan yang aku berikan pada nya sangatlah ekstra, selamat menikmati Mas Giandra "
"Baik madam Gretta seperti biasa jika aku puas aku akan memberikan bonus kepada mu dan juga kepada wanita ini"
"Dengan senang hati ma Giandra"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra membawa Diana ke lantai tiga tempat penyewaaan kamar,kediaman Madam Gretta yang luas membuat madam menyewakan banyak kamar untuk mereka yang ingin langsung bercinta di tempat.
"Siapa nama asli mu?"
"Diana itu nama asli ku mas"
Giandra yang sudah sampai di dalam kamar segera melepaskan jas dan bertanya beberapa pertanyaan kepada Diana.
"berapa kali kau melakukan hal seperti ini?"
"Tidak terhitung mas,tapi mas Giandra tidak perlu khawatir karena kesehatan ku terjamin seperti yang madam Gretta katakan"
"Ayo"
Giandra mengajak Diana ke kamar mandi dan menjamah semua tubuh Diana disana, Giandra melakukan hal tersebut tidak dengan hatinya,Giandra melakukan semua hal tersebut dengan nafsunya,bagi Giandra cinta tidak ada di dalam hatinya lagi.
"Ini untuk mu"
Giandra melemparkan satu cek dengan nominal uang yang fantastis kepada Diana, setelah itu Giandra memakai kembali semua pakaiannya dan keluar dari dalam kamar tersebut.
"Laki - laki ini sangat menarik,aku jadi tertarik ingin mengenal mu lebih dalam mas"
Diana yang masih memakai selimut tebal mengatakan hal tersebut sambil mengambil cek tersebut.
Sementara itu Giandra yang kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan supir pribadi nya hanya bisa termenung,tatapan matanya kosong,hatinya merindukan satu sosok yang masih menjadi bayang - bayang di dalam hidupnya
Pooh apakah kau masih hidup?kau dimana Pooh?mas sudah mencari mu kemana - mana tapi sampai sekarang mas belum menemukan mu
Giandra mengatakan hal tersebut di dalam hati,ada satu kekosongan hati yang saat ini masih bertumbuh subur di dalam hati dan rasa tersebut belum ada yang bisa menyembuhkan selama orang yang di dicari Giandra tersebut belum di temukan olehnya.
"Akhirnya mas Giandra kembali ke kantor juga,aku pikir mas Giandra akan tenggelam di di jalan melati tadi"
Sesampainya di kantor seperti biasa Giandra kembali mendengarkan celotehan Anindita.
__ADS_1
"Apa ada masalah Nin?"
"Sejauh ini aman mas,tadi ada satu artis yang mendaftarkan kasus perceraian tapi sudah di urus oleh tim pengacara yang lainnya"
"Ada lagi?"
"Pak Dharma hari ini kembali lagi ke kantor mas,beliau masih menanyakan kesediaan mas Giandra untuk membantu kasusnya dengan keluarga Joyodiningrat"
"Katakan kepada pak Dharma aku membatalkan untuk membantunya"
"Tapi mas"
"Sudah katakan saja hal itu kepadanya"
"Mas,pak Dharma bilang akan membongkar petualangan cinta mas Giandra ke pada publik jika mas Giandra tidak mau membantu pak Dharma"
Giandra langsung terdiam ketika Anindita mengatakan hal tersebut.
"Aku tak peduli Nin"
Mendengar jawaban dari Giandra sebenarnya Anindita ingin bertanya banyak hal,namun semua hal tersebut terpaksa harus dihentikan oleh Anindita karena Giandra langsung serius dengan berkas - berkas yang sudah berada di depan meja kerjanya.
"Baik mas,aku permisi"
Giandra hanya melambaikan tangannya menjawab perkataan Anindita.
"Aku hampir lupa pada peliharaan baru ku ini"
Giandra tersenyum sinis ketika membuka berkas perkara Ayah Amanda,Giandra memperlajari berkas tersebut dengan serius karena hal ini yang akan dia gunakan untuk membela terdakwa di dalam persidangan nanti.
"Kasus ini sungguh menarik, baiklah mari kita lihat siapa sebenarnya di balik pembunuhan nyonya Joyodiningrat ini"
Malam yang telah larut membuat Giandra menutup berkas Amanda Joyodiningrat, Giandra mengambil kembali jasnya segera beranjak pulang.
"Malam ini mas Giandra kembali ke rumah utama kan?"
"Tidak Nin mas mau ke rumah pribadi mas saja,kau pulang saja dengan supir mas mau bawa mobil sendiri saja"
"Tapi mas"
Belum sempat berkata - kata Giandra sudah pergi meninggalkan Anindita,langkah kaki Giandra yang cepat membuat Anindita hanya bisa memandang punggung laki - laki tersebut dari belakang.
"Mas,kapan aku bisa jujur perasaan ku terhadap mas Giandra"
__ADS_1
Anindita masih mengatakan hal tersebut sambil memandangi Giandra yang semakin tidak terlihat.
Pada akhirnya Anindita harus kembali menutup kembali perasaannya yang sampai saat ini tidak di ketahui oleh Giandra.
Sementara itu Giandra yang kini sudah sampai di rumah pribadi segera masuk ke dalam rumahnya tersebut.
"Mas Giandra selamat malam"
"Selamat malam pak Giman"
Seperti biasa jika Giandra pulang pak Giman laki - laki paruh baya yang menjaga rumah inilah yang menyapa Giandra.
"Dimana wanita itu?"
"Maksudnya mas,mbak Amanda?"
"Ya pak siapa lagi kalau bukan dia"
"Mbak Amanda sudah tidur mas"
"Bangunkan pak"
"Baik mas Giandra"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera masuk ke dalam kamarnya,dan berendam sebentar di dalam air hangat membuat tubuhnya kembali bugar.
"Mas ada apa kenapa malam - malam membangunkan aku?"
"Siapa yang menyuruh mu tidur sebelum aku tidur?enak sekali hidup mu jika seperti itu?"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil duduk di salah satu kursi di dalam kamarnya, Giandra mengambil sebatang rokok dan menghisap rokoknya tersebut.
"Tuangkan minuman ini ke dalam gelas,ayo cepat!"
Bentakan Giandra membuat Amanda segera mendekat dan menuangkan Wine ke dalam gelas yang berada di meja tersebut.
"Mas Giandra tidak mau makan dulu?ini akan tidak baik untuk kesehatan mas kalau mas belum makan"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil terus menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas Giandra.
"Perduli apa dengan makan malam,aku akan melakukan apa yang menjadi kesenangan ku,kau hanya peliharaan ku,kau hanya budak ku,dan seorang budak tidak boleh banyak berbicara,ayo tuang lagi!"
Giandra kembali membentak Amanda untuk lebih cepat menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas Giandra.
__ADS_1
Kehidupan Giandra yang tidak sehat ini sudah Giandra jalani hampir dua tahun,sejak Giandra menjadi pengacara sukses Giandra sering lupa waktu dan tenggelam di dalam pekerjaannya, Giandra sengaja melakukan hal tersebut karena sebetulnya Giandra adalah laki - laki yang kesepian.
"Kau boleh pergi dari hadapan ku,kau tak ada gunanya berada disini berlama - lama"