
"Pulang saja dulu Nin dengan supir nanti mas pakai mobil pribadi saja langsung ke rumah pribadi mas"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan sama sekali tidak memandang ke arah Anindita lagi.
Dan seperti biasa Anindita pada akhirnya hanya dapat memandang kepergian Giandra.
"Sampai kapan kita akan seperti Ini mas Gian"
Dengan langkah yang berat Anindita meninggalkan kantor Giandra.
"Selamat malam mas Gian"
Sesampainya di kediaman pribadi,Giandra hanya di sambut oleh Pak Giman saja dan hal tersebut yang membuat Giandra bertanya-tanya di dalam hati.
"Hanya pak Giman yang menyambut ku,dimana perempuan itu pak Giman"
"Anu mas,tadi mbak Amanda ikut menyambut disini bersama dengan saya,lalu mbak Manda masuk sebentar dan sepertinya tidur di kurai ruang tamu mas"
Giandra melihat pak Giman menunjuk ruang tamu dan Giandra samar - samar bisa melihat jika ada satu wanita sedang tertidur pulas di kursi tersebut.
__ADS_1
"Maaf ya mas Giandra biar saya bangunkan mbak Manda nya"
Pak Giman merasa tidak enak terhadap Giandra karena melihat Amanda tertidur di ruang tamu.
"Sudah,pak Giman pergi saja,biar saya yang akan membangunkan dia"
Giandra meminta pak Giman untuk pergi dan kini Giandra berjalan untuk masuk ke dalam ruang tamu.
"Kau lucu juga jika tertidur seperti ini"
Giandra kini berdiri tepat di sebelah Amanda, Giandra mengamati wajah Amanda yang saat ini sedangkan tertidur pulas,dengan dengkuran halus yang perlahan mulai terdengar di telingga Giandra.
Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan membelai kepala Amanda.
"Baiklah,karena aku risih melihat mu tidur disini,maka aku yang akan memindahkan mu di kamar ku
Giandra tersenyum dan segera menggendong tubuh Amanda untuk naik ke lantai dua masuk ke dalam kamar Giandra.
"Ternyata kau berat juga"
__ADS_1
Selesai meletakan Amanda di atas tempat tidur miliknya, Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum, Giandra masih betah memandang semua bagian tubuh dari Amanda.
"Benar kata Nico,kalau di lihat seperti ini kau manis juga"
Giandra bergumam sambil mengatakan hal tersebut.
Sial,ada apa dengan ku, kenapa tiba -tiba aku memandangi gadis kumuh ini,arrrrrrrh.
Di dalam hatinya tiba -tiba Giandra sadar bahwa saat ini dia sudah melakukan hal gila, Giandra yang sudah sadar segera beranjak dari sisi tempat tidurnya tersebut.
"Pak,maafin Amanda,Amanda tidak bisa menjaga diri dengan baik,Amanda sudah diperkosa pak,Amanda tidak tau harus menceritakan hal ini dengan siapa"
Deg
Giandra langsung kembali menoleh ke Amanda ketika Amanda mengatakan semua hal tersebut di dalam tidurnya, Giandra langsung kembali menghampiri Amanda dan melihat gadis tersebut terus mengatakan hal itu sambil menangis dalam mimpinya.
Satu perasaan yang sangat sakit kini mulai hinggap di hati Giandra,kini Giandra baru menyadari bahwa dia sudah mengambil satu hal berharga dari seorang gadis yang saat ini sedang menangis di dalam tidur nya tersebut.
"Apakah hal itu sangat berarti untuk mu? apakah aku jadi seperti seorang pencuri yang mengambil hal tersebut dari mu?selama ini aku bertemu dengan banyak wanita yang tidak mempermasalahkan hal tersebut ketika dia akan tidur dengan ku, meskipun saat melakukan juga masih perawan,apakah kau tidak sama dengan mereka?"
__ADS_1
Giandra duduk di tepi tempat tidur,sambil memandang Amanda .