PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SEMUA HAMPIR SELESAI


__ADS_3

"Bapak."


Amanda langsung memeluk bapak Surjono, jeruji besi masih menghalangi pelukan mereka berdua,namun kini Amanda sangat bahagia ketika pada akhirnya bisa kembali bertemu dengan ayah kandung nya.


"Nak bapak rindu sekali dengan mu nak"


Bapak Surjono langsung menangis ketika bertemu dengan putri Kandung nya.tersebut.


"Manda juga rindu dengan bapak."


Air mata Amanda langsung mengalir dengan deras ketika mengatakan hal tersebut di depan Ayah kandungnya.


"Sudah jangan menangis, nanti kita akan bisa berkumpul lagi, secepatnya nak."


"Iya pak."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil berusaha untuk menghapus air matanya.


"Ayo, kita harus pulang, banyak awak media yang saat ini masih mengincar mu."


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda.


"Mas, Amanda pingin tetap disini."


"Tidak bisa, sebentar lagi pak Surjono akan kembali di bawa ke tahanan, sampai keputusan Hakim menyatakan pak Surjono tidak bersalah maka pak Surjono belum bisa ikut pulang dengan kita."


"Apa yang di katakan pengacara Giandra itu benar nak, pulang lah semua akan baik - baik saja, nak jaga putri bapak yah."


"Pasti pak Giandra akan menjaga Putri bapak dengan sangat baik."


"Ayo Manda kita pulang."

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil merangkul bahu Amanda dan mengajaknya untuk pulang .


"Jaga diri bapak ya."


"Pasti nak."


Pak Surjono mengatakan hal tersebut kepada Amanda agar Amanda bisa lebih tenang.


Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda pulang dengan Giandra.


Sementara itu Aditya yang juga hadir di persidangan kini mulai menghampiri Anindita.


"Kau lelah?"


"Ya mas sedikit."


Aditya mengatakan hal tersebut sambil memberikan Anindita kopi seduh kemasan.


Anindita tersenyum dengan semua yang dikatakan oleh Aditya.''


"Ayo mas dengan senang hati."


Anindita segera beranjak dari kursinya dan menggandeng tangan Aditya.


"Kau tadi keren sekali Nin."


"Bukan aku yang keren mas, tapi mas Giandra."


"Ah kau juga keren, mas bangga sekali padamu."


Aditya mengatakan hal tersebut kepada Anindita di dalam perjalanan nya menuju ke restoran.

__ADS_1


Sementara itu Amanda dan juga Giandra yang saat ini sedang berada di dalam perjalanan pulang memilih untuk membiarkan Amanda untuk diam.


"Hei sayang, kenapa?"


Giandra mencoba untuk menyapa wanita yang saat ini begitu dia cintai.


"Amanda masih tidak menyangka jika m


pembunuh ibu adalah mas Pras."


"Semua itu pasti bisa terjadi sayang, apalagi Prasetya adalah mantan kekasih mu bukan?"


Amanda langsung memandang tajam ke arah Giandra.


"Mas pasti tau banyak soal aku dengan mas Pras?"


"Tentu aku tau, bukan pengacara Giandra jika aku tidak mengetahui hal - hal seperti itu."


"Ya mas, aku dan mas Prasetya dulunya adalah sepasang kekasih,namun hubungan ku hancur karena aku melihat dengan mata kepala ku sendiri ketika mas Prasetya tidur dengan mbak Citra detik itu juga aku tidak mau lagi dengan mas Prasetya."


"Kemarilah."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil merengkuh Amanda.


"Aku sangat mengucapkan syukur karena Prasetya melakukan hal tersebut."


"Kenapa mas Giandra?"


"Jika Prasetya tidak mengkhianati mu Maka aku tidak akan pernah bertemu dengan mu, jatuh cinta dan tergila - gila kepada mu."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk bahu Amanda.

__ADS_1


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2