PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
PERNIKAHAN


__ADS_3

"Nduk apakah sudah siap semuanya?"


"Sudah pak sebentar lagi"


"Ya sudah bapak dan pak de Rahmat tunggu di bawah ya nduk"


"Ya pak"


Anindita mengatakan hal tersebut kepada ke dua orang tuanya.


"Ayo mbak Amanda"


Anindita mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang kini sudah cantik dengan kebaya warna putihnya.


"Mbak jangan tegang yah"


"Ya Nin, aku usahakan"


"Siap mbak"


Setelah mengatakan hal tersebut Anindita membawa Amanda keluar dari dalam kamar dan menuju ke ruang tamu, di ruang tamu tersebut sudah ada pak de Rahmat yang menunggu nya.


"Walah nduk, kamu mirip banget sama mendiang Ibu mu, ayu ne iki loh"

__ADS_1


Pak De Rahmat mengatakan hal tersebut dengan logat kental jawa nya yang tidak pernah hilang.


"Terima kasih pak de"


"Wes ayo, calon suami mu dan keluarga nya sudah menunggu di dalam gereja"


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera menggandeng tangan pak de Rahmat, dan mereka berjalan keluar menuju ke dalam gedung gereja.


Letak gedung gereja yang bersebelahan dengan villa membuat pak de Rahmat dan juga Amanda hanya butuh berjalan kaki untuk sampai di gereja tersebut.


"Siap ya nduk"


"Ya pak de Rahmat"


Setelah mengatakan hal tersebut, Amanda menarik nafasnya dalam - dalam dan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung gereja, lagu mulai mengalun ketika Amanda yang di dampingi oleh pak de Rahmat masuk ke dalam gedung gereja.


Dan pada akhirnya sampailah Amanda di depan altar dimana sudah ada Giandra yang menunggu nya di sana, Amanda sungguh terkagum melihat Giandra menggunakan pakaian pernikahan adat jawa tengah, dengan menggunakan pakaian tersebut Giandra nampak sangat tampan di hadapan Amanda.


Sebaliknya Giandra yang melihat Amanda berbalut kebaya putih dengan riasan pernikahan membuatnya memancarkan aura kecantikan yang membuat orang tak menyangka jika itu adalah Amanda gadis dekil yang selalu di hina oleh banyak orang termasuk keluarga nya sendiri.


Janji suci pernikahan mulai terucap dari Amanda dan Giandra dimana mereka akan tetap saling mencintai dalam keadaan suka dan duka, air mata Amanda menetes saat dia mengatakan janji suci nya tersebut kepada Giandra.


Kini Amanda sadar bahwa laki -laki yang saat ini berdiri di hadapannya bukanlah laki -laki yang sering diberikan sumpah serapah olehnya karena dia begitu benci, tapi saat ini laki - laki tersebut sudah menjadi suami sah nya yang akan melindungi dan bertanggung jawab atas dirinya di hadapan Tuhan.

__ADS_1


"Selamat mbak Amanda"


Begitu acara pemberkatan selesai, Anindita langsung datang menghampiri Amanda dan mengucapkan hal tersebut kepadanya.


"Terima kasih Nin"


"Nah sekarang mbak Amanda tidak perlu kangen lagi dengan mas Giandra karena setiap saat mbak Amanda akan bertemu dengan mas Giandra"


Anindita membisikkan perkataan nya tersebut ke telingga Amanda, dan agar suasana tetap aman Amanda memilih untuk tersenyum.


Pernikahan rahasia tanpa tercium oleh wartawan membuat semuanya bahagia di dalam acara sederhana pada hari ini.


"Selamat mbak Manda, doakan aku dan Anindita nyusul ya mbak"


Aditya mengatakan hal tersebut sambil memberikan selamat kepada Amanda.


"Pasti"


Dan acara sederhana pada hari ini membuat semua keluarga bahagia.


"Nin, malam ini mbak tidur dengan mu yah"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada Anindita di dalam kamar saat Amanda sedang membersihkan riasan setelah seharian acara.

__ADS_1


"Lah ya mbak Amanda di kamar pengantin dong sama mas Giandra"


"Harus malam ini Nin?"


__ADS_2